Ohayo Minna….!
Perkenalkan saya Ui author baru atau belum bisa dikatakan author juga sih. Mohon bimbingan, kritik, serta sarannya ya. Karena aku benar-benar masih baru fresh from oven!
-_ Ui Present _-
000 SUBTITUTE LOVE 000
Pairing : SasuFemNaru, …FemNaru
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : AU, OOC maybe, FemNaru, serta kekurangan kekurangan lain yang tak bisa dihindarkan
Rated : T aja
Summary: 'Walau bagaimanapun aku akan tetap melaksanakannya, itu janjiku untukmu saudaraku. Kau tenang saja aku akan mengembalikannya' ucap Sasuke dalam hati sebelum terlelap dalam tenang.
Saat kepergianmu yang menghantamku
Membuat semua seakan hancur dan tak kembali
Saat dia datang ke kehidupanku layaknya engkau
Sanggupkah aku bertahan untuk cintamu
Namikaze-Uzumaki Naruto
Alunan biola terdengar indah memecah keheningan malam di salah satu rumah di perumahan Akemi, tak ada binatang malam yang bersuara seakan tak ingin merusak simfoni merdu yang tercipta dari gesekan tangan seorang gadis cantik yang tampak syahdu memainkan biola putihnya di balkon rumah. Matanya terpejam mencoba menyalurkan segala rasa yang ada dalam hatinya. Semua perasaan yang telah menumpuk oleh waktu, rasa cintanya,rindunya dan putus asanya akan sesuatu yang tak bisa ia gapai lagi. Rambut pirangnya tersibak oleh angin malam menunjukkan paras cantik sang gadis muda bernama Uzumaki Naruto itu.
" Ini sudah larut Baka Naruto, sampai kapan kau akan memainkan benda berisik itu, hah…" tampak seorang pemuda berambut orange kemerahan dari balik pintu balkon.
Naruto menghentikan permainannya saat terdengar intrupsi dari kakak tercintanya itu. Ia kemudian berbalik untuk melihat wajah kakaknya yang memang kelihatan mengantuk. Ia tersenyum tipis, ia tahu semua kata-kata 'manis' sang kakak adalah berbanding terbalik.
"Mungkin sebaiknya aku tidur, selamat malam Kyuu." Ucap Naruto pada Kyuubi, tak lupa memberikan kecupan selamat malam pada pipi kiri Kyuubi.
"Apa yang kau lakukan hah..!" teriak Kyuubi yang tak terima mendapat kecupan manis dari Naruto, sedang Naruto langsung kabur dari ruang baca yang memiliki balkon yang memanjang hingga depan kamar Kyuubi dan Naruto. Dan yang terdengar hanya suara cekikan dari Naruto yang mungkin kini telah masuk kamarnya yang terletak di samping ruang baca ini. Entah tawa bahagia atau tawa hampa yang sering di perlihatkan Naruto, tapi yang pasti Kyuubi telah berusaha membuat Naruto tertawa lagi.
Wajah Kyuubi berubah sendu memikirkan sang adik yang tak pernah dilingkupi kebahagiaan lagi, sejak semua bahagianya telah direnggut oleh waktu yang kejam.
"Sampai kapan kau akan seperti ini Naruto?" Tanya Kyuubi yang lebih ditujukan pada sang waktu, sampai kapan adiknya akan terus diselimuti duka taka da habisnya seperti ini. Padahal yang di pinta Kyuubi sangatlah sederhana, ia hanya ingin 'rubah kecilnya' kembali.
/…
/…
Gema langkah cepat terdengar dikoridor sekolah, tampak seorang pemuda berambut hitam kebiruan yang tengah sedikit berlari seraya mengumpat, entah pada siapa umpatan itu ditujukan. Sambil berlari kecil ia menatap jam hitam yang melingkar di pergelangan tangannya, pukul 07.10 ia mengumpat lagi. Saat ini pemuda bernama Sasuke Uchiha itu harus segera menuju kelasnya di lantai dua kalau tak ingin terkena masalah dari guru Asuma yang terkenal tegas dan tak menolerir segala bentuk pelanggaran itu.
Ia tak takut pada Guru Asuma, benar tak ada kalimat takut dalam kamus keluarga Uchiha namun bukan watak keluarga Uchiha juga terlambat di saat status anak baru masih melekat pada dirimu.
'Ini semua gara-gara Baka Aniki, kenapa harus selama itu dikamar mandi' keluh Sasuke. Namun nampaknya kesialan masih saja membayangi bungsu Uchiha itu buktinya..
'bruk'
Sasuke merasa ngilu disalah satu bahunya setelah insiden tabrakan yang baru saja di alaminya.
"Maaf.." ucap orang yang tadi bertabrakan dengan sasuke, tak ada kata keluar dari mulut Sasuke tidak dengan kalimat 'hn' nya atau deathglare yang biasanya akan dirasakan orang yang membuat masalah dengan Sasuke. Tapi kali ini hanya ada raut wajah terpaku mungkin bukan karena raut wajahnya tetap datar, mata yang terpaku menatap sosok dihadapannya.
"Maaf.." ucap orang yang ditabrak itu lagi dengan menundukan kepala sejenak dan beranjak dari hadapan Sasuke.
Sedang Sasuke nampaknya masih belum ingin beranjak dari kegiatannya.
'Rambut pirang, dengan mata biru mungkinkah dia. Lebih baik aku pastikan dulu.' Ucap Sasuke dalam hati.
/…
/…
"Beruntung sekali kau Uchiha." Ucap seorang lelaki berambut panjang dihadapan Sasuke dengan sinis.
"Hn. Tak ada kata beruntung dalam kamus kehidupan Uchiha, Hyuuga Neji." Ucap Sasuke dengan seringai indah atau lebih tepat mengejek yang ditujukan pada pemuda bernama Hyuuga Neji tersebut. Neji nampak masih sebal pada Guru Asuma karena memperbolehkan Sasuke mengikuti pelajaran dengan mudahnya, sedangkan dulu ketika Neji terlambat diminta untuk push up tak lupa dengan surat izin dari guru yang sedang piket. Dan semakin sial karena guru yang sedang piket adalah Orochimaru dan jangan tanyakan bagaimana cara Neji untuk mendapatkan surat izin tanpa kekurangan sesuatu hal.
"Ya..ya." jawab Neji dengan memutarkan matanya tampak sudah terbiasa dengan watak teman lamanya ketika di Suna dulu itu.
Keheningan tampak bertahan diantara mereka sibuk dengan pikiran masing-masing atau sibuk menikmati secangkir capucino hangat dengan penuh estetika seperti yang dilakukan Neji sekarang. Sasuke yang melihat kelakuan Neji hanya mendengus geli tak menyangka kebiasaan Neji yang mengagungkan minuman hangat masih bertahan hingga sekarang.
"Neji aku butuh bantuanmu." Ucap Sasuke.
Neji mendengus geli, seorang Uchiha meminta tolong.
"Aku serius, aku butuh bantuanmu. Kau tahu aku baru di Konoha ini." Ucap Sasuke dengan nada serius.
Melihat keseriusan dimata Sasuke Nejipun akhirnya mengerti sekarang.
"Baiklah siapa yang kau cari?" Tanya Neji pada Sasuke.
"Kau memang jeli Neji, aku mencari seorang gadis berambut pirang, bermata biru dan bernama Namikaze-Uzumaki Naruto. Kemungkinan besar dia juga sekolah disini." Jawab Sasuke. Neji terkejut mendengar siapa yang dicari Sasuke
"Kenapa kau mencarinya?"
"Untuk menjalankan amanat dari seseorang." Jawab Sasuke singkat.
Nejipun mengerti, ia yakin Sasuke takkan melakukan sesuatu yang akan menyakiti gadis itu. Ia mengenal sahabatnya dengan baik tentu saja.
/..
/..
Dentingan lagu 'Missing You' menggema di ruang tempat pertunjukan musik yang sepi karena ruangan itu memang hanya digunakan saat acara-acara tertentu saja dan pelajaran memang sudah berakhir satu jam yang lalu. Tampak Naruto yang sedang memainkan piano dengan indah, jari-jarinya yang lentik tampak menari diatas tuts-tuts piano hitam yang menghadap langsung pada penonton.
Mata indah biru shappire itu tersembunyi dalam kelopak matanya membiarkan hatinya yang berbicara, menyampaikan segala asa kerinduan mendalam dengan musik yang di mainkannya. Mencoba menyampaikan semua rasa kehilangan yang membuatnya terkubur dalam masa lalu yang ia harap bisa terulang kembali.
Tampak disudut ruangan seseorang yang mengawasi Naruto, melihatnya dengan sorot sedih karena ia tahu Naruto yang dikenalnya dulu bukan seperti ini. Bukan seperti gadis yang penyakitan sehingga tak mempunyai semangat untuk hidup. Naruto yang dikenalnya tidak seperti ini, 'adik' yang ia sayangi bukan manusia tanpa jiwa seperti ini.
Plok… plok….
Lelaki bernama Nara Shikamaru itu keluar dari persembunyiannya dan menuju ke panggung ketika Naruto selesai memainkan lagu indahnya.
Naruto yang melihat Shikamaru tersenyum tipis.
/..
/..
"Kapan kau kembali?" Tanya Naruto pada Shikamaru, mereka sedang berjalan bersama menyusuri koridor yang memang sudah sepi.
"Kemarin, merepotkan sekali." Jawab Shikamaru malas dan menguap kecil. Naruto yang melihatnya hanya tersenyum, kakak kelasnya yang satu ini memang tak pernah berubah sejak dulu.
"Bukankah harusnya senang bisa belajar dengan seorang arsitektur terkenal secara langsung, itu pengalaman yang hebat bukan?"
Shikamaru memang baru kembali setelah satu bulan pergi ke Roma untuk belajar arsitektur disana. Itu bukan hal yang mengejutkan lagi bagi orang yang memiliki IQ di atas rata-rata, bukan rata-rata diatas seperti author ini –baiklah abaikan-.
"Ya..ya, kau benar. Lalu mengapa kau masih seperti ini, bukankah kau sudah berjanji akan berusaha?" Tanya Shikamaru tandas, ia berhenti dan menghadap pada Naruto yang hanya diam.
"Aku tahu kau mencintainya bukan, sangat mencintainya. Tapi kau juga harus terus berjalan Naruto, dia sudah pergi meninggalkanmu. Aku tahu kau kehilangannya, aku juga kehilangan dia. Dia sahabatku sahabat baikku, kau harus kuat ini sudah hampir 2 tahun kau harus bangkit untuk orang yang kau sayangi. Untuk Kyuubi yang selalu ada disampingmu." Ucap Shikamaru tegas dan berlalu meninggalkan Naruto sendiri.
Naruto tahu ia harus bangkit, ia sudah mencoba tapi ia tak pernah menemukan jalan terangnya. Ia tahu, ia banyak merepotkan banyak orang terutama Kyuubi, kakak yang selalu ada di sampingnya, menemaninya, menghiburnya dengan caranya sendiri. Namun terlalu sulit semua hidupnya terlampau telah ia sandarkan pada masa lalu yang memabukkannya bukan karena hanya dia yang telah pergi tapi juga masa lalu kelam yang tak pernah bisa ia hapuskan.
/..
/..
Sasuke merabahkan dirinya di sofa panjang di ruang tamu, apartemennya memang sepi karena kakak 'tercintanya' sedang tidak berada di rumah. Pikirannya melayang pada pertemuannya dengan Neji beberapa saat lalu. Bagaimana seseorang bisa merubah hidupnya hanya demi cinta. Sasukepun hanya mendengus geli.
FLASHBACK
Sasuke dan Neji berkumpul di sebuah café dekat sekolahnya, Sasuke tampak menikmati makanan salad dengan ekstra tomat dihadapannya dan Neji yang tampak sibuk mengotak atik laptopnya dengan serus.
"Dapat." Teriak Neji tentu saja tidak terlalu keras karena ia tak mau jadi bahan tontonan masa. Sasuke hanya menatap Neji yang mengarahkan laptopnya pada Sasuke. Terpampang jelas semua tentang Uzumaki Naruto mulai dari akta kelahiran, silsilah kelurga, hingga semua riwayat hidupnya.
"Kau menyusup ke data sekolah?" Tanya Sasuke yang kini sibuk membaca semua hal tentang Naruto.
"Emm." Jawab Neji yang sedang menyeruput teh hijaunya.
"Bukankah aku hebat Uchiha?" Tanya Neji pamer.
"Hn." Sasuke segera memindah data yang didapat Neji ke flashdisk yang telah ia bawa.
"Kau hanya bisa mendapatkan ini? Bagaimana dengan kesehariannya?" Tanya Sasuke.
"Aku tak begitu mengenal Uzumaki tapi ia cukup terkenal dengan segala prestasi yang ia raih dalam hal bermusik. Dia sangat hebat dalam bermain biola, aku sampai merinding mendengarnya bermain di konser seni tahun lalu."
"Untuk lebih dari itu aku tidak tahu, ia cukup ramah pada orang lain kepribadiannya tertutup. Dan satu lagi entah mengapa setiap melihat matanya aku melihat pancaraan yang berbeda seperti seseorang yang terluka terlalu dalam. Ya seperti itulah, kau tahu aku pintar dalam membaca ekspresi seseorang." Jelas Neji yang kembali meminum teh hijaunya mungkin ia lelah berbicara panjang lebar.
Sedang Sasuke tampak sedang menganalisa semua perkataan yang di ucapkan Neji.
"Bagaimana dengan menyanyai?" Tanya Sasuke.
"Menyanyi? Tak pernah ada yang mendengar nyanyiannya selama ini. Disetiap pelajaran vocal ia hanya mengikuti pelajaran saja, tak pernah mempraktekkannya. Entah bagaimana ia bisa terhindar dari masalah."
"Untuk lebih jelasnya kau bisa bertanya pada Hinata. Ia teman Naruto sejak Sekolah dasar." Ucap Neji yang kini beralih ke okonomiyaki yang tampaknya akan segera mendingin jika tak segera dimakannya.
FLASHBACK END
Sasuke memejamkan matanya, bagaimana semua data yang diperolehnya begitu bertolak belakang. Bukankah Naruto adalah gadis yang ceria, hiperaktif, dan sangat suka menyanyi bukan tertutup dan master biola.
Sasuke menghirup napas dalam mencoba menenangkan dirinya.
'Walau bagaimanapun aku akan tetap melaksanakannya, itu janjiku untukmu saudaraku. Kau tenang saja aku akan mengembalikannya' ucap Sasuke dalam hati sebelum terlelap dalam tenang.
To Be Continued
Yaay akhirnya selesai juga, apa ini sudah pantas disebut fic? Aku berharap sudah dan ku harap ini tidak kependekan. Terima kasih ku ucapkan kepada Aniki yang suda meninggalkan laptop dirumah selama liburan ini. Terima kasih juga kepada orang tuaku yang udah membuat moodku down jadi aku bisa berangst- angst ria.
Aku ucapkan terima kasih juga untuk para reader yang udah mau membuka, membaca fic ini. And Riview please…!
Spesial song:
Missing You instrument by Winter Sonata ost.
Lonely by 2NE1
Melayang by Judika, Pendekar Pemanah Rajawali ost.
Lagu-lagu yang membantu saya menyelesaikan fic ini.
-_Uichan…..
