Kamen Rider Ryuuki © Toei Company and Ishimori Production
DIA MILIKKU by RAYANA
Alternate Reality,all karakter OOC, Contain Boy x Boy scene . penuh humor garing n gaje. Typo harap maklum.
Hari ini cuaca sangat panas menyengat seperti biasanya, maklum saja saat ini musim panas sedang meraja rela dimana-mana. Sama halnya dengan yang tengah dialami oleh karyawan di Ore jurnal ini. 3 orang karyawan tengah berkutat dengan pendingin ruangan alias ac, sejak pagi entah kenapa ac –nya tiba-tiba mati .
"Shinji_kun, kenapa lama sekali keluh seorang pegawai senior disana Raiko momoi.
"Hai, sebentar lagi ,Raiko-san" Jawab Shinji sekenanya karena di sedang sibuk dengan ember yang dia bawa." Shimada –san tolong pegang kursinya dengan benar, kursinya bergoyang ni." Keluh Shinji tapi sepertinya nasib Shinji lagi apes ni. Baru juga diingatkan Shimada malah melepas kursi yang dia pegang saat melihat sang editor tiba. Alhasil Shinjipun kehilangan keseimbangan , untungnya dia langsung bersalto dan mendarat dengan selamat diatas meja sang editor, namun dia tak sepenuhnya beruntung karena ember yang dia bawa malah jatuh menimpanya membuat kepalanya pening dan pingsan seketika.
-000-
"aku pulang" Shinji saaat memasuki Atori, tempat tinggalnya yang sekarang.
"HN" jawaban yang singkat dan padat Shinji sudah hafal dengan dua huruf itu , huruf andalan dari REn akiyama . teman sesame rider , rival bertarung dan juga roommate-nya di Atori.
"Lho, kok sepi" Tanya Shinji setelah meletak'an helm yang dia pakai dimeja.
"Obasan dan Yui sedang berkunjung bkerumah saudara." Jelas Ren sambil mengepel lantai.
"O, Ren kau sudah makan.?" Tanya SHiji untuk yang ke-2 kalinya.
" Obasan meninggalkan bahan makanan untuk kau masak." BUkan jawaban yang dia dapat melainkan pemberitaun yang berarti dia memang belum makan.
" Kau mau dimasak'kan apa?"
"Terserah kau saja."
"Oke"
Shinji berlalu dari situ menuju lantai atas. Ada perasaan lega dihati Ren saat Shinji brlalu dari sana. Entah kenapa berdua dengan Shinji menbuatnya jadi grogi.
_o0_
"Penguntit?"
"IYa, entah kenapa aku merasa ada yang mengikutiku. "Keluh Raiko pada Shinji dan Shimada.
" Atau jangan-jangan laki-laki yang ditolak Raiko-san diacara perjodihan itu."
"Entahlah Shinji-kun aku juga tak begitu yakin.
" Aku akan melindungi Raiko-san."putus Shinji
"Aku juga sering diuntit oleh orang" Ucap Shimada menyombonngkan diri.
"Ini berbeda Shimada-san , pokoknya aku akan melindungi Raiko-san."
_o0o_
Malam itu sesuai janji yang dia ucapkan pada Raiko ,Shinjipun mengikuti Raiko secara diam-diam. Tak disangka penguntit itu benar-benar muncul tanpa peringatan Shinjupun menerjang penguntit itu. Mereka sempat bergulat sebentar hingga akhirnya mereka berguling-guling diaspal. Yang sialnya Shinji terguling hingga kepalanya terbentur tiang listrik alhasil dia pun pingsan. Sebelum pingsan dia sempat melihat wajah penguntit itu . Dia adalah sekertaris dari Shuichi kitaoka. Goro yura.
O0o0o0o00oo0o0o0o0o0o0o0o00o 0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o 0o0o0o0o0o0oo00o0o0ooo0o0
TING TONG
"Iya tunggu sebentar" jawab sang empunya rumah segera bangkit untuk membuka pintu.
" sensai" UJar orang yang berada didepan pintu.
"Goro-chan, kenapa kau lama sekali. Aku sudah lapar ni."Keluh Shuichi karena cacing perutnya sudah berbunyi dari tadi.
"Gomen ne , sensai. Permisi " Goro segera masuk kedalam rumah dengan seseorang yang dia bopong.
"Oi,Goro-chan rumahku bukan penampungan orang, siapa yang kau bawa itu."Keluh Shuichi dengan sifat Goro yang satu ini.
" Si merah" jawab Gora singkat. Sambil membaringkan pemuda yang kita tau bernama Shinji kido.
"Shinji-kun" Tanya Shuichi kurang yakin.
"iya, Shinji-kun"
"Apa yang kau lakukan padanya Goro-chan ? Kau bisa dihajar oleh manusia kelelawar itu kalau dia tau naga merahnya kau lukai- seseorang diseberang san tengah bersin-sebenarnya ada apa?" Tanya Shuichi.
"Aku jug atak tau sensai tiba-tiba dia menyerangku" Goro beranjak dari tempatnya berdiri dan menuju kotak obat. "Aku terpaksa bertarung dengannya"Goro kembali dengan kotak obat ditangannya.
"Kau punya masalah dengannya hingga dia menyerangmu?'Tanya Shuichi.
"Kurasa tak ada sensai."Perlahan Goro membersihkan luka dikening Shinji.
"Wah, kau lembut sekali mengobatinya, coba mengobati aku. Walau aku bertriak kau juga tak perduli." Keluh Shuichi menyadari adanya perbedaan perlakuan antara dirinyadan Shiji.
"Seorang pria harus memperlakukan wanita dengan lembut" Ujar Goro dengan santai.
"Coba Shiji-kun sedang tak pingsan kau bisa dihajar kau kelelawar itu dengar kau dihajar sampai mati" Shuichi beranjak dari duduknya dan mendekat pada kursi yang tengah digunakan untuk membaringkan Shinji."Berikan itu padaku Goro-chan"Shuichi mengambil alih tugas mengobati Shinji, Goro pun tak banyak bicara dan menurut saja.
"sensai…"Belum selesai ucapan Goro dipotong oleh Shuichi.
"Tidak usah dilanjutkan Goro-chan .Aku tau kau mau berkata aku tak papa, kalaupun kupaksa apa kau kira naga merah ini mau bersama denganku"Tanyanya pada Goro.
"Kupikir tidak sensai" Jawab Goro penuh penyesalan.
"Iya, dia tak'kan mau bersama sudah punya seseorang yang dia sayangi walau dia tak sadar akan hal itu"
"Si kelelawar ,Ren akiyama"
"Kau benar Goro-chan."
"Tapi sensai tak perlu melampiaskannya pada Raiko-san. Kasihan dia kalau sensai cuma main-main saja.'
"Tenang saja Goro-chan. Aku tak main-main dengannya , aku merasa tertarik padanya semoga saja rasa tertarik ini bisa berubah jadi cinta"
"iya , semoga sensai"
Tak lama kemudian perlahan kedua permata yang sejak tadi terpejam mulai terbuka. Melihat hal itu Shuichi dan Goro mendekat bermaksud menanyakan keadaannya , tak disangka Shinji malah bertriak dengan kencang .
O0o
"wuaaaaaaaaa" Triak Shiji saat melihat dua penampakan berada tepat didepan matanya.
" oi, kau itu kenap sih ,saat tidur kau tenang bagai mayat sekarang kau bahkan mengalahkan kicauan burung " Keluh Shuichi.
"Shuichi-san , aku ada dimana?"Tanya Shinji, perlahan di a mengelus dadanya bersyukur ternyata dua penampakan tadi cuma efek dari mimpinya.
"Kau kemapa" Tanya Shuichi saat tiba-tiba Shinji terdiam.
" Tidak ada apa-apa" Jelas.
"Ngomong-ngomong kenap kau menyerang Goro-cahn ,Shinji-kun " Tanya Shuichi.
"O, iya . GORO-SAN , dia penguntit"Shinji bangkit dari duduknya dan menerjang Goro.
" Penguntit? "
"Iya, dia seseorang penguntit, penguntit." Ucap Shinji dengan tegas.
"Kenap akau bisa berkata kalau Goro-chan itu penguntit , Shinji-kun?" Tanya Shuichi penaswaran.
"Dia ini menguntit Raiko-san"
Mendengar penjelasan Shinji ,Shichi dan Goro merasa geli. Karen tak tahan tawa merekapun pecah.
Itu membuat Shinji marah.
"Kenapa tertawa, ada yang lucu apa?"Tanya Shinji emosi.
" Goro-cahn tak menguntit Raiko-san .Aku yang menyuruh Goro-chan mengantarkan bunga pada Raiko-san. Sepertinya kau salah paham." Terang Shuichi.
"kalau bukan Goro-san yang menguntit Raiko-san lalu siapa?"
"Memangnya Raiko-san benar-benar diuntit oleh seseorang?" Tanya Shuichi mulai cemas.
" Kalau bukan Goro-san yang menguntiy Raiko –san lalu siapa? Raiko-san dalm bahaya." Tanbpa permisi Shiji langsung berlari menuju rumah Raiko tanpa mengindahkan panggilan Shuichi.
"Goro-cahn , hubungi si kelelawar itu, sepertinya ini situasi yang rumit." Setelahnya Shuichi berlalu mengejar Shinji yanh pergi lebih dulu
"wakatta sensai"
-o0o0o-
"RAIKO-SAN,RAIKO-SAN" Shinji dengan tak sabar menggedor pintu rumah Raiko. Namun percuma tak ada jawaban sama sekali.
"OI, menemukan ini" Shuichi memperlihatkan sebuah tas yang sangat dikenal oleh Shinji dengan baik.
" Ini tas -san dalam dbahaya." Ujar shinji.
"Lebih baik kita segera hubungi polisi."Usul Shuichi.
"Iya benar juga" Merekapun segera berlalu . berjalan dengan buru-buru hingga Shinji menabrak seseorang. "Gomen, gomen ne" Ucap Shinji tanpa melihat siapa yang dia tabrak.
"akiyama" sapa Shuichi pada orang ditabrak oleh Shinji.
"Ren?" shinji tak mengerti kenapa Ren bisa ada disini.
"Hn" itu bukan jawaban atau kalimat lalu itu apa, hanya Ren yang tau.
O0o0o0o0
" Ulah apa lagi yang kau buat " UJar Ren penuh penekanan.
"Aku tak melakukan apapun. Kenapa kau menuduhku begitu.?" Shinji merengut mendengar tuduhan tak beralasan itu.
"Lalu aku harus bilang apa. Sekertarisnya—menunjuk Shuichi—menelponku dan bilang kau ada dalam masalah. Makanya ku Tanya kau buat ulah apalagi" Ujar Ren lebih sakartis.
"Tapi aku tak melakukan apapun, Kami Cuma sedang mencari Raiko-san dia menghilang."ujra Shinji tak mau kalah.
Dari kejauhan Shuichi memandang pertengkaran kecil itu dengan hati sakit. Dia tau itulah cara yang digunakan Ren untuk menggoda Shinji. Sementara Shinji sedikit pun tak sadar kalau dia tengah digoda. Lebih baik pertengkaran itu segera dihentikan dengan begitu hatinya juga akan terasa lebih baik.
"Oi,hentikan. Akiyama kalau kau khawatir tentang Shinji lebih baik katakana saj terus terang."Ucap Shuichi dengan sengaja.
"OMAE" Ren mengerang marah dia tak ingin Shinji tau perasaannya padanya, tterutam saat masih terjadi perang antar rider begini.
"Kenapa juga dia harus khawatir. Dia cum meledekku saja."
"Sudah tau nanya juga" Disaat seperti ini entah kenap Ren bersyukur Shinji itu agak lola.
"Sudahlah shinji kira-kira siapa yang menguntit Raiko-san."Tanya Shuichi langsung dari pada meladeni pertengkaran tak bermutu ini.
"Penguntit, kemari Raiki –san ikut dalam acara perjodohan , dan dia menolak seorang pria" jaelas Shinji.
" jadi, maksudmu dia yang menculik Raiko-san."Tanya Ren.
"Bisa jadi."
"Acara perjodoahan." SEjenak Shuichi berfikir dan diapun menemukan ide yang lumayan gila" Shinji-kun apa kau menyesal raiko san menghilang?" Tanya Shuichi dengan nada main-main.
"Tentu saja aku'kan sudah janji akan melindungi Raiko-san" ucap Shinji yakin.
" Akuk punya ide untuk menolongnya apa kau mau membantu?"
"Iya tentu saja" ucap shinji dengnan yakin .
"Baiklah"ucap Shuichi dengan seringai nakal
tbc
