VIXX sedang berada di ruang tunggu, menunggu waktu mereka untuk tampil di sebuah acara musik. Hyuk dan Hongbin menghabiskan waktu mereka dengan berselfie ria, Ravi sibuk menyendiri menulis lirik, Ken sibuk dengan gadgetnya, Leo hanya tiduran di sofa yang ada di ruangan itu, sedangkan sang leader, dia baru masuk ke ruangan itu karena baru saja kembali dari gedung JELLYFISH bersama sang manager.

N yang baru masuk ruangan, menarik perhatian sang magnae dan langsung bertanya.

"Hyung? Tadi ada apa dipanggil sajang-nim?"

"Hanya membahas tentang penjualan album, itu saja," jawab N yang langsung merebahkan dirinya disamping Leo, sedangkan sang magnae hanya ber-oh dan kembali melanjutkan selfie nya bersama Hongbin.

.

.

Beberapa menit berlalu, N yang hampir tertidur, kembali dibangunkan oleh sang manager yang baru saja menerima panggilan dari CEO.

"Hakyeon-ah, kita disuruh kembali ke gedung oleh sajang-nim."

"Ada apa lagi, hyung?"

"Molla, yang penting kita ke sana saja dulu, mungkin ada yang tertinggal dari pembicaraan tadi," timpal sang manager.

"Arasseo," jawab N.

"Kalau begitu aku tunggu kau diluar." Sang manager keluar ruangan untuk menunggu N.

"Yedeura? Kalau aku belum kembali saat kita akan tampil, katakana pada crew untuk menunggu sebentar, lalu salah satu dari kalian telpon aku, dan pastikan kalian sudah bersiap-siap terlebih dahulu, arasseo?" N memberi perintah pada teman-temannya.

"Ne, hyung," timpal member lainnya, kecuali Leo yang hanya mengangguk.

N keluar ruangan menyusul manager yang sudah menunggunya di luar.

"Hakyeon hyung benar-benar seorang leader, aku terkadang merasa iba melihatnya yang terlalu sibuk mengurus kita sampai kelelahan, tapi kita tidak bisa memberi apa-apa padanya." Baru saja N pergi, Hongbin yang memiliki hati lembut, langsung memberikan argumennya tentang sang leader, yang ditimpali oleh Hyuk.

"Ne, aku juga merasa sedih melihat Hakyeon hyung, dia mengurus kita dengan baik, dan selalu memberi semangat, tapi kita malah membalas dengan menjahilinya dan tidak patuh padanya." Hyuk yang masih polos juga ikut merasakan apa yang dirasakan Hongbin tentang leader mereka, N.

Dibalik pembicaraan mereka berdua, Leo yang masih tiduran di sofa diam-diam mendengar apa yang dibicarakan oleh kedua magnae line VIXX itu.

/Dasar bocah./- Leo.

.

.

Setelah lama menunggu, akhirnya VIXX akan tampil dengan single andalan dalam album mereka 'Love equation', namun sang leader belum juga datang. Ken segera mengambil ponselnya untuk menelpon N, sedangkan Ravi memberitahu salah satu crew untuk menunggu sebentar.

"Yoboseyo?"

"Hyung, kau dimana? Sebentar lagi kita tampil."

"Ne, aku sudah dekat, kalian langsung saja ke studio, aku akan langsung menyusul kesana."

"Ne."

.

.

N telah sampai di depan gedung, karena tidak ingin VIXX terlambat tampil, sang manager menyuruh N untuk lebih dahulu ke studio karena ia harus mengambil beberapa barang di mobil. Setelah meng-iyakan suruhan managernya, N langsung menaiki tangga yang ada di basement agar tidak memakan waktu lebih banyak lagi, karena jika ia memakai lift yang ada di lobi, ia harus masuk gedung terlebih dahulu sedangkan sekarang ia tengah berada di basement.

"Lagi pula, hanya di lantai tiga kan? Hakyeon-ah, fighting!" N menyemangati dirinya sendiri agar bisa datang tepat waktu dan tidak mengecewakan member VIXX lainnya.

N berlari menaiki anak tangga hingga lantai tiga, lalu berlari lagi menyusuri lorong untuk sampai di studio, setelah sampai, N langsung menerima mic yang diberikan oleh salah satu crew dengan sebelumnya membungkuk meminta maaf karena sudah terlambat.

.

.

Setelah penampilan VIXX selesai, member VIXX masuk kembali ke ruang tunggu mereka. N yang kelelahan mengipasi dirinya yang berbaring di sofa. Hyuk yang berniat meminjam kipas pada N mengurungkan niatnya karena mendapatkan deathglare dari salah satu hyungnya.

VIXX yang baru saja mengakhiri encore mereka karena telah menang dalam acara musik mingguan tersebut pun pulang ke dorm. Ekspresi kelelahan tampak jelas sekali di wajah masing-masing member, tak terkecuali sang leader.

.

.

At Car

.

"Aku lelah sekali." Baru saja masuk ke dalam mobil, sang magnae langsung mengeluh.

"Ya. Kau baru segitu, tadi itu Hakyeon hyung berlari menaiki tangga, tapi dia tidak mengeluh sama sekali." Ravi sebagai orang yang paling menyayangi sang leader, menceramahi Hyuk tentang bagaimana pengorbanan leader mereka.

"Sudahlah Wonshik-ah." N menegur Ravi agar tidak memarahi sang magnae lagi dan memberikan senyumnya sebagai tanda bahwa ia baik-baik saja.

Saat N baru menutup matanya untuk mencoba tidur, tiba-tiba sang manager langsung memberikan ponselnya pada N dan berkata bahwa ada telpon dari CEO mereka.

"Yoboseyo?"

"…"

"Ne, sajangnim, aku akan kesana besok."

"…"

"Ne."

N memberikan kembali ponselnya pada manager. N sedikit menghela nafasnya karena merasa sangat lelah.

"Hyung, apa kata sajangnim?" Hongbin yang penasaran dengan pembicaraan N dan CEO mereka, memutuskan untuk bertanya pada N.

"Aku hanya disuruh datang lagi besok pagi ke kantor,"

"Memangnya ada apa lagi, hyung?" kali ini Ken yang penasaran.

"Aku juga tidak tahu, aku hanya disuruh datang, katanya penting," jawab N seadanya.

"Hyung, kau tidak diapa-apakan, kan oleh sajangnim?" Ravi yang curiga N selalu dipanggil ke kantor sendiri oleh CEO mereka, merasa khawatir pada N.

"Hahaha, kau tenang saja, Wonshik-ah, kalau aku diapa-apakan, aku akan langsung menelponmu." N menanggapi pertanyaan konyol Ravi dengan candaannya.

.

.

"Yedeura, kalian langsung mandi saja. OK? Aku akan membuat makan malam untuk kita dulu."

"Memangnya manager-hyung kemana, hyung?" tanya Hongbin.

"Dia langsung pulang, dia tidak menginap disini karena ibunya sakit. Makanya aku yang disuruh memasak sekarang."

"Manager-hyung tidak bertanggung jawab sekali, kau kan sedang kelelahan hyung, nanti kalau kau sakit bagaimana? Biar aku yang masak saja, hyung." Ravi menawarkan dirinya untuk menggantikan N masak.

"Memangnya kau bisa? Sudahlah, kau mandi saja."

"Kalau begitu, aku akan suruh Taekwoon hyung untuk menggantikanmu masak,"

"Tidak perlu, dia juga harus istirahat. Hongbin-ah, kau ajak Wonshik mandi, daripada dia bicara terus."

"Siap, hyung." Hongbin memberikan hormat pada N saat ia mengatakan 'siap' layaknya prajurit, lalu langsung menarik Ravi, Ken, dan Hyuk untuk mandi bersama.

"Hyung, nanti tolong aku menggosok punggungku, ne?" pinta sang magnae pada Ken.

"OK! Kajja, kita mandi bersama."

N hanya tergelak melihat kelakuan member yang sudah dianggap sebagai adik-adiknya itu. N tengah memasak dengan serius saat tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya, dan kepala sang pelaku disandarkan pada bahu kanan N yang memang sedikit lebih pendek darinya, dan seketika itu N langsung menghentikan aktivitasnya mengiris bawang.

"Jangan terlalu dipaksakan," ucap seseorang yang memeluk N.

"Aku tidak memaksakannya, memang itu tugasku sebagai leader, kan, Taekwoon-ah?" jawab N.

Leo membalikan tubuh N agar menghadap padanya, dan langsung memeluk namja yang dicintainya itu.

"Jangan sampai kau sakit hanya karena tanggung jawabmu."

Leo merasakan bahunya basah, ia tahu N menangis. Maka dari itu, Leo melepaskan pelukan mereka dan mengangkat wajah N.

"Kenapa kau menangis?" tanya Leo sambil menyeka air mata N dengan ibu jarinya.

"Aku tidak menangis, siapa yang menangis? Air mataku keluar karena aku mengiris bawang, kau tahu." N memprotes pertanyaan Leo dengan memasang wajah cemberutnya.

Leo yang memang diketahui jarang tertawa itu, terkekeh melihat kelakuan N yang tidak mengakui bahwa ia menangis. Leo memberikan sebuah ciuman untuk sang leader, hanya sebuah ciuman ringan yang dilandasi kasih sayang dan cinta, bukan nafsu.

"Apa kau mau aku yang pergi ke kantor besok pagi?" setelah melepaskan ciumannya, Leo menawarkan dirinya untuk menggantikan N pergi ke kantor JELLYFISH mengingat N yang pasti kelelahan.

"Tidak perlu, dengan kau peluk dan cium aku saja, semua rasa lelahku langsung hilang." N tersenyum pada Leo yang juga dibalas dengan senyuman oleh Leo, dan langsung membawa N pada pelukan hangatnya.

N tidak butuh obat untuk menghilangkan rasa lelahnya, ia juga tidak butuh banyak beristirahat, yang dia butuh hanya Leo yang selalu ada disampingnya, memberikan pelukan hangat saat ia sedang lelah, dan sebuah kecupan. Bagi N, itu lebih dari cukup.


N-nyeong...

aku balik nih sama karya absurd ku tentang couple yang lagi aku gila2in banget,

yup,

bener banget,

NeO a.k.a LeoN couple

.

.

makasih buat para readers yang udh ngomen ff krisyeolku,

semoga suka ceritanya...