.
.
.
.
"Halo—"
"Kuroko-cchi! Siang ini kau tidak ada kegiatan klub, kan? Aku baru saja bertemu Kagami-cchi. Dia bilang kegiatan klub kalian sedang libur. Makanya aku—"
Kuroko menjauhkan ponsel dari telinganya. Ia mengernyitkan dahi. 'tipikal Kise-kun.'
Dengan terpaksa, ia kembali mendekatkan telinganya dengan ponsel lalu berbicara. "Ano—Kise-kun. Aku sedang tidak di Tokyo."
Mungkin Kise akan berhenti berceloteh dan berkata 'tidak apa' atau bahkan menangis karena sedih rencananya berantakan. Tapi itu hanyalah kemungkinan. Sayangnya tidak.
"Aku tau-ssu."
"ha?"
Kuroko membelalakan matanya. Dari yang ia dengar saat ini, tidak ada suara tangisan menyesal atau ucapan memaklumi atau sebagainya. Yang ada hanya jawaban ceria dari pria kuning tersebut.
"Kuroko-cchi sedang di Akita, kan? Bersama Himuro-cchi?"
"i-iya. Bagaimana ka—" Kuroko mendengar suara tawa Kise. Nyata. Bukan di sambungan telepon. Apa ia sedang mimpi? Atau bagaimana jika ternyata ia ditipu oleh Kagami bahwa mereka memang tidak ke Akita?
Pemuda bersurai baby blue itu mengecek layar ponselnya yang masih menunjukan sambungan telfonnya dengan Kise, lalu melirik Himuro di depannya yang sedang menikmati the dan bacaannya.
Sesaat kemudian ia merasakan rengkuhan hangat dari belakang tubuhnya serta kecupan manis di pipinya.
"Tetsuya-cchi.. ayo jalan-jalan-ssu.."
Sapaan ceria ini, tak bisa dihindari lagi bahwa orang ini adalah Kise Ryouta. Si kuning yang akan terus mengikutinya.
Kuroko melepas rengkuhan Kise dan menarik tangannya untuk berada di depannya. Sofa yang ia duduki itu sofa tunggal. Tidak mungkin ia menyuruh Kise untuk duduk dan menimpanya.
Kise tertawadan tersenyum cerah. Dia pun menunjukan ponselnya yang masih tersambung telefon dengan Kuroko.
"hehe.. bagaimana-ssu? Tetsuya-cchi maukan jalan-jalan bersamaku-ssu?"
Tanpa bisa dihindari, wajah pucat Kuroko kini memerah, malu. Ia pun bisa melihat Himuro yang tertawa kecil dibalik buku itu.
"Kise-kun.." Kise cemberut tak senang. "Ryouta, Tetsuya-cchi."
Kuroko menghela nafas. "Ryouta-kun.." Kise kembali tersenyum cerah.
"bagaimana bisa? Maksudku, kau tidak mungkin mengikutiku lagi, kan Ryouta-kun?" Kise menggeleng cepat.
"Tidak-ssu. Kan aku sudah bilang jika aku bertemu Kagami-cchi." Cengiran polos seorang Kise Ryouta memang tak bisa dipercaya. Tetapi Kuroko tau, jika kekasih berisiknya itu berkata jujur.
Kuroko memperhatikan pakaian Kise secara keseluruhan. Baju nya sangat modis. Wajahnya pun masih tertutupi dengan make up yang natural. Jangan lupakan sepatunya yang trendi. Kuroko tersenyum kecil.
"memangnya kau tidak lelah? Pemotretan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, Ryouta-kun. Kau harus istirahat."
Kise membungkukan tubuhnya dan mengecup bibir Kuroko sekilas. "Dan istirahat itu dengan cara berjalan-jalan bersama Tetsuya-cchi.."
Kuroko membulatkan matanya lalu menutupi wajahnya dengan buku yang ada di pangkuannya. Wajahnya sudah memerah sempurna. Ya ampun.. kapan kekasih kuningnya ini bisa memerhatikan keadaan?
Himuro sudah tertawa. Bersamaan dengan itu, Murasakibara dan Kagami mendatangi mereka. Murasakibara langsung mengambil posisi di sebelah Himuro dengan makanan memenuhi tangannya, sedangkan Kagami mengerutkan dahinya, bingung.
"apa yang sudah kau lakukan, Kise?"
Kise menoleh dan tertawa kecil. Ia mengedipkan sebelah matanya ke Kagami. Dan itu membuat Kagami menatap Kise tajam.
"Hanya mengajaknya untuk bermain-ssu."
Kise merasakan jaketnya ditarik, ia pun kembali menoleh ke Kuroko.
"a-ayo kita jalan-jalan, Ryouta-kun." Kise mengangguk dengan semangat.
"Tentu saja, Tetsuya-cchi. Ayo kita kencan-ssu!"
.
.
.
and HAY! i post 2 stories in the same time~ yes i know. bcs i want it so badly~ and.. ugh- stressed bcs the final term and the final class... TT GANBARIMASU!
KIKURO!
.
.
mind for review? Kim HyeNi
