The third brothers as mine as Ansatsu.
Disclaimer : Masashi kishimoto.
Pairing : naruto x ?
Genre : adventure/tragedy/romance/friendship/family/ etc.
Rated : T
.
*cetak miring pertanda pendapat tokoh terhadap masalah. Bukan ungkapan percakapan atau kata hati, tapi lebih menyerupai descripsi perasaan tokoh yang dirasakannya terhadap subjek/objek tertentu. Pada umumnya, naruto adalah pemilik hampir semua kata bercetak miring di sesi-sesi ini. Walau tak memungkiri didalamnya juga terhadap berbagai tanggapan perasaan tokoh lainnya.
Need for remember : Abaikan jika memang tidak ingin membaca-nya.
NB : naruto doesn't like canon. Actually, i had been given him likes anbu shiniji harada discover by Darklordlucifer. Perhaps, just look at on my profile.
Having a fun on your read.
.
.
Summary.
Meski begitu, hidup tak benar-benar menginginkan pengecualian pengorbanan, shisui uchiha tetap meninggal dan uchiha itachi tetap menjadi seorang nuke-nin. Sasuke hidup dan tumbuh dalam kebencian yang mendalam, Disana, di luar sana, seorang ninja kepolisian militer konoha adalah seseorang yang sangat mirip kedua-nya. Beda-nya, itachi adalah pendiam, tenang dan penuh kasih sayang. Dan pembanding lainnya, sasuke pendiam, dingin, penuh ambisi kebencian. Sementara ia adalah yang pendiam, dingin, datar, kosong dan tidak punya tujuan dalam menentukan masa depannya. Mengerti tidak mengerti seseorang mengungkapkan fakta akan keberadaan sosok uchiha ketiga diantara kegemparan dunia akan dua sosok yang tersisa. Ia yang tak terduga dan tak diakui, ia yang hebat tapi tak tahu jati diri, ia yang rasional dan tak suka dicampakkan.
Adakah yang tahu siapa dia? Dia adalah bagian dari kedua uchiha yang ada. Yang berada antara yang tenang dan penuh kasih dengan yang dingin dan penuh kebencian. Si uchiha yang menjadi huntter bagi dua orang saudara yang tak pernah dianggapnya sendiri. Yang selalu menumpahkan darah bagi penghianat desa-nya dan menjadi penegak aturan.
Apa takdir semudah itu mengungkapkan semua-nya? Harus ada jiwa yang hilang dan terbuang. Harus ada kebencian yang berkobar dan darah yang tersebar. Harus ada hati yang patah dan yang terlanjur rapuh yang tak peduli pada hal-hal disekitarnya.
Pendahuluan.
Aku membuka mata sambil tersenyum kecut saat memandangi sandaime hokage melangkah kearahku dengan tangan terulur, napasku tersenggal, tongkat king-enma-nya digenggam erat disebelah tangan. Senyum tulus terukir diwajah tua-nya. Ia menepuk kepalaku ringan, seperti biasa membantuku bangun sambil kemudian mengucapkan banyak kata khas-nya yang membosankan. Di kejauhan, yondaime menatapku datar, aku tak mengerti tapi saat sandaime membantuku bangun, satu kalimat terucap dari bibir gelap-nya. "anak 9 tahun sepertimu memang belum sepantasnya mengalahkan kage konohagakure yang berpengalaman."
Orang tua itu menertawakan lelucon-nya sendiri.
Aku hanya diam. Tentu saja itu sebuah hinaan, lagi-lagi aku merasakan yondaime menatapku tajam. "kau sudah terlalu merepotkan semua orang-"satu lambaian tangan mengakhiri kalimat itu, "tidak. Dia adalah anak berbakat, tentu saja hanya tinggal menunggu waktu sebelum stamina-nya bisa menyamai orang dewasa."
Cling!
Sekelebat sinar kuning melesat kemari, memunculkan yondaime-senju yang memandangku tenang. Sorot mata-nya begitu mengintimidasi."dia sudah meluangkan banyak waktu untukmu. Kuharap kau memiliki tujuan yang jelas. Kehausan kekuatanmu membuatku tidak ingin membayangkan bagaimana sosokmu kedepan-nya."
.
.
Sandaime berdehem, ia menepuk punggung belakang-ku lembut. "jadi mau jadi apa naru kedepan-nya?"
". . . . "aku mematung, lagi. Ini sudah kesekian kali-nya aku diberi pertanyaan yang sama, dua pasang manik mata berbeda warna memandangku penuh tanya, masih cukup bersabar untuk menunggu. Jujur saja aku benci nada bicara menyudutkan yang dilontarkan hokage padaku, aku benci orang yang memandangku dengan emosi penuh ketidakpercayaan itu.
.
"aku belum tahu."
.
Hiruzen menghela napasnya sambil tetap mempertahankan senyum. Minato menatap pria tua itu sekilas, "aku yakin kau anak baik dan jenius. Tak ada anak yang bisa menguasai jutsu rank-B secepat ini,"
Senyum lelaki tua itu mengembang, ia meletakkan tangannya di bahu naruto. "ikuti saja kata hatimu. Mereka selalu tahu apa yang kau butuhkan dan kau inginkan,"
Sebilah katana hitam diulurkan kearahku, benda itu muncul dari gulungan scroll milik sandaime sendiri. Minato menggaruk tengkuk-nya sebelum akhir-nya tertawa canggung.
"gomenasai.. besi hitam uzushio sudah benar-benar langkah sandaime-jiisama.. Itu bahkan lebih berharga dari pedang chimera dari kirigakure."
Aku menengadahkan mata, memandang kedua-nya tidak mengerti. Sekilas, senyuman hangat sandaime tertangkap mata-ku. Ia bersikap seolah tak ada siapapun yang mengucapkan kata bermakna penting pada-nya. Pria itu masih mengulurkan katana-nya, memintaku untuk mengambil benda itu. Kulihat yondaime terlihat semakin gelisah.
"-dan uzu sudah tidak ada.. Mungkin sebaiknya harta kebanggan anda diberikan pada konoha untuk disimpan di lemari penyimpanan dalam brangkas lindungan kesatuan ANBU.."
.
.
Hiruzen memandang minato tenang, walau wajahnya bebar-benar tegas menyampaikan penolakannya atas usul barusan.
"aku mempercayai naruto sepenuhnya. Ia akan belajar mengenai kenjutsu saat control cakra-nya sempurna."
. . .
"yakan naruto? kukira jutsu nidaime membutuhkan itu."ia terkekeh sambil mengulurkan katana hitam dengan bentuk pola gagang belah ketupat kecil sewarna perak dalam dua deret memanjang mendekati bilah katana. Pria ini menggulung scroll-nya setelah memunculkan beberapa gulungan lain-, entah kenapa aku jadi menyukai benda hitam itu.
Intrinsik, itu seperti mengundangku untung menyentuhnya. "sandaime-sama, apa aku boleh melihat bilah-nya?"
Hiruzen menyilahkan dengan sebuah anggukan. Minato tidak berkutik melihat semua ini dan memilih diam adalah yang terbaik.
Sreeet!
. . . . .
"apakah kau menyukai-nya naruto?"
"tentu.. Tapi Apa anda yakin ingin memberikan-nya padaku? Kupikir anda masih memiliki cucu anda yang lain."
Atau yang lainnya lagi..
Puk!
"aku melihatmu memiliki bakat kenjutsu.."'seperti mereka..'tambahnya dalam hati. "dan menyerahkannya padamu lebih baik dibandingkan membiarkan-nya berjamur dalam brangkas penyimpanan."
. . .
"lagi pula ini hanya besi untuk menghantar cakra, tidak lebih baik dari raijin no ken."kata-nya cuek. "kau setuju kan minato?"wajahnya berpaling ke arah pria pirang berjambang dengan warna jubah serupa yang berdiri beberapa jengkal dari tempatnya berdiri.
"aku terserah pada anda."
.
"kalau begitu.."aku menatap sandaime dengan mata melembut, setetes air mata turun dari kelopak mataku. "arigatou sandaime-sama!"
.
.
.
Dilain hal, di sebuah rumah lain di tempat yang sama.
Sebuah kalendar di coret menggunakan simbol penandaan oleh tinta hitam. Benda itu disentuh, digenggam erat-erat oleh pemilik mata identik dengan iris gelap tajam-nya. Cukup lama sebelum akhirnya desahan napas terdengar memenuhi ruangan rapi ini.
"ini sudah beberapa tahun.."
Flashback.
Disebuah tempat di konohagakure telah lahir seorang bayi berusia 1 minggu dengan wajah menawan berbalut kulit pucat dengan rambut berwarna hitam kelam yang sekarang tengah berteriak menangis. Orang-orang disekelilingnya menatapi-nya dengan berbagai emosi nyata dan gejolak yang nyata pula. Seorang anak berusia 4 tahun memangku bocah itu, ia bersikeras melakukannya walau ayah dan ibu-nya mengatakan ia tidak harus melakukan hal ini-kedua-nya tengah berunding akan sesuatu hal.
"oeeek! Oeeeekk!"
Mata-nya bercahaya cemerlang saat menatap bayi dalam perlindungan selimut yang berada diatas pangkuan. Membelai kepala-nya sayang dengan lembut, ia bahkan meletakkan dahi-nya sendiri ke dahi bayi itu secara sekilas; menandakan rasa sayangnya.
"dengar, aku menyukaimu.. Kita pasti akan selalu bersama, aku akan menghabiskan waktuku untuk mengusap kepalamu atau melakukan misi bersamamu.. Aku akan melindungimu. Jadi tumbuhlah yang cepat agar kita bisa segera melakukan itu.. Otouto."
.
Tap-tap-tap!
Dari belakang mereka muncul ibu uchiha mereka membawa alat potret, mendorong ayah keluarga-nya untuk merapat kearah tiga orang berwajah identik itu dan memotretnya dalam momen-momen berbeda. Keluarga itu terlihat benar-benar bahagia hingga ditetapkan bahwa berfoto adalah rutinitas wajib keluarga dalam kurun 1 bulan sekali sejak kelahiran si kecil.. Sebuah kesempurnaan dari rumah keluarga dengan orang-orang yang penuh keteraturan.
"kau bisa mengubah ibu dan ayah.. Sesuatu yang tak pernah berhasil kulakukan.."
Dan karena itulah aku, Tak perduli apapun yang akan terjadi akan terus melindungimu! Dengar itu saudaraku. Adik tersayangku..
. . . . . .
End of flashback.
'aku benar-benar merindukanmu.. Otouto..'
"..-benar-benar merindukanmu."ujarnya sambil menatap ke arah bingkai dengan foto empat orang anggota keluarga mereka. Tangannya menyapu permukaan disana, menyadari ketidakhadiran satu dari ke empat orang dalam foto sebagai yang paling disayangi-nya.
. . . . .
'akan sangat menyenangkan kalau bisa melihatmu setiap hari dan sasuke.. Membayangkan kalau aku berdiri di sana dan melatih kalian dengan keras. Membayangkan bentuk wajahmu dan membandingkannya dengan kami.. Dengan ayah dan ibu. Harusnya sudah ada perubahan yang dapat kuharapkan dari clan ini.. Keluarga ini.'
. . . . .
.
TBC.
Hope you enjoyable this section. As my wish, you can give me a recommendation for the next chap i make it.
Any way, Next in front, i will back as soon as possible. Still wait for you're comment on the review column below.
Bye.
