My Lovely Idol…..

by : Lody Charming

Cats : Kim Jong Woon, Kim Ryeowook
dan beberapa rekan-rekan senasib

Disclaimer :
Mereka adalah mahluk Tuhan yang lagi popular.

Warning : Geje, Typos dimana-mana.
yah maklum, namanya juga manusia.

Summary : ketika cinta yang dianggap sebuah mimpi menjadi begitu nyata.

Don't Like Don't Read

.

.

.

Musim dingin, adalah musim yang membuat banyak orang menjadi malas. Selain udara menjadi begitu menusuk tulang, jalan yang biasa dilewatipun akan menjadi tertutup salju bercenti-centi tebalnya. Belum lagi jika tiba giliran pembersihan jalan oleh petugas, maka jalanan akan menjadi macet. Tapi musim dingin tidaklah hambatan bagi keluarga kim. Keluarga ini menjalani aktivitasnya tetap dengan semangat seperti biasanya.

Keluarga kim adalah keluarga yang cukup terpandang, kepala keluarganya kim young woon atau kangin adalah seorang pengacara yang memiliki kantor advocatnya sendiri. Lalu sang istri kim jung soo atau leeteuk adalah seorang pengusaha kue, café & bakery nya sangatlah terkenal. Mereka memiliki 2 anak namja, kim ryeowook dan kim kyuhyun. Kim ryeowook berusia 18 tahun, sekarang duduk dikelas 3 SMU Seoul High School. Dan sang magnae kim kyuhyun, namja jangkung ini berusia 16 tahun dan duduk di kelas 1 SMU, yang sama dengan sang hyung.

"kau sudah bangun chagiya…..?" Tanya leeteuk saat sedang masak dan melihat putra sulungnya menyebelahinya.

"Ne…. miandhe umma…. Aku kesiangan….." jawab sang putra, lalu meraih paprika dan pisau.

"wookie…. ini masih terlalu pagi, apalagi untuk appa dan dongsaengmu….." jawab leeteuk tersenyum membuat wookie, sang putra ikut tersenyum.

"jangan samakan aku dengan mereka umma….." kata wookie mulai memotong paprika.

"Ne…. kau memang berbeda dari mereka chagi….." jawab leeteuk dan melanjutkan memasaknya.

Kebiasaan yang selalu dilakukan oleh ryeowook, membantu sang umma memasak, atau malah terkadang wookie yang mengambil alih pekerjaan sang umma untuk memasak. Aneh….? Yah, terdengar sedikit aneh, mengingat ryeowook adalah seorang namja. Tapi bukankah chef diluar sana lebih banyak namjanya ketimbang yeojanya…..? untuk apa merasa malu….? Namja bisa memasak kan bukan hal yang dosa, jadi bagi wookie menjadi ketua club memasak juga bukan dosa kan….?

"ahh…. Kau sudah disini wookie…." kata sang appa yang tiba-tiba saja sudah berada didekat ruang makan dan duduk dihadapan wookie yang sedang memotong paprika.

"appa… sudah bangun…..?" Tanya wookie menatap sang appa sekilas lalu beranjak dan menyerahkan paprika pada leeteuk.

"susah juga ternyata bangun lebih dulu darimu…" kangin meraih cangkir kopinya dan menatap wookie yang kembali duduk didepannya dan kali ini sibuk dengan buku pelajarannya.

"bukankah appa sudah tau itu dari dulu…..? jika appa bangun lebih pagi dariku, aku justru khawatir…" jawab wookie tersenyum pada sang appa.

"khawatir kenapa…..?"

"aku takut ada yang salah pada appa sampai-sampai appa bangun lebih pagi dariku…" kata wookie terkekeh saat melihat exspresi kangin yang langsung memberinya death glare.

"baby…. Bangunkan saengmu sana…. Sarapan sudah siap….." perintah leeteuk yang langsung diikuti wookie.

Wookie melangkah menuju lantai 2, seperti perintah leeteuk dia harus membangunkan saengnya yang kamarnya berhadapan dengan kamar milik wookie. wookie membuka pintu kamar, wookie tersenyum lembut dan menggeleng saat melihat suasana kamar sang dongsaeng. Kamar dengan warna coklat muda, beberapa piala dan mendali terpajang disalah satu lemari, gadget berserakan tak teratur disana-sini.

'dasar…. Tak pernah berubah….' Wookie tersenyum dan menggeleng pelan.

"kyu… irroena…." Wookie mendekati namja yang masih terpejam dengan damai diatas ranjangnya.

"euhhmmm…" erang sang namja saat wookie mengguncangkan lengannya.

"kyuhyun-ah….. ayo bangun, sarapan sudah siap….. nanti kau kesiangan…." Wookie membelai rambut sang dongsaeng dengan sayang.

"malas…. Ini dingin sekali…." Kyuhyun menarik kembali selimutnya hingga batas leher.

"kyuhyunie chagiya… ayo bangun…"

"shiero…" jawab kyuhyun yang masih terpejam.

"Ne…. terserah jika kau tak mau bangun… jangan salahkan hyung kalau appa yang membangunkanmu….. dan, jangan berharap hyung mempedulikanmu lagi setelah ini… Ne…." kata wookie lalu turun dari ranjang kyuhyun.

"ANDWEEEEEEE…." Seketika mata kyuhyun terbuka lebar dan langsung duduk diranjangnya.

Kyuhyun memang sedikit bandel dan susah diatur, begitu keras kepala seperti kangin. Tapi jika sudah menyebut nama kangin maka beringsutlah dia. Apalagi jika diancam wookie tak akan lagi peduli padanya, semakin ciut nyali seorang Kim Kyuhyun yang terkenal evil itu. yah, hal yang paling ditakuti kyuhyun adalah sang appa, karena jika sudah turun tangan maka akan begitu mengerikan. Dan yang kedua, kyu takut pada wookie, bukan karena wookie galak padanya. Tapi justru karena sikap lembut wookie membuat kyu menjadi sangat takut. Kyu takut jika sifatnya yang bertolak belakang dengan wookie akan menyakiti wookie.

"berhenti mengancamku hyung…" keluh kyuhyun dengan wajah masih mengantuk.

"aku tak mengancammu….. hanya memberi tahu saja…." Wookie mengacak rambut kyuhyun yang sebenarnya sudah berantakan. "Palli turun…." Wookie tersenyum lalu keluar kamar kyuhyun.

!

!

_Ryeowook PoV_

Sore dimusim dingin memang berbeda dengan musim semi, saat musim semi akan banyak bunga bermekaran yang begitu indah. Tapi dimusim dingin hanya akan ada tumpukan salju dijalanan, bahkan halaman rumah yang sering kupakai untuk santai juga tertutup salju, udara juga sampai menusuk tulang rasanya.

'berikutnya….. lagu yang sudah 5 minggu berturut-turut menjadi pemuncak tangga lagu kita, kembali menempati puncak lagu…'

Aku menoleh kearah radio kecil yang kunyalakan di atas meja belajarku, setiap hari aku mendengarkan 1 acara music di radio, Top Twenty, dimana aka nada 20 lagu yang diputar, dan semua lagunya adalah lagu yang saat ini sedang popular dan naik daun.

"waiting for you….. waiting for you…." Gumamku pelan sambil tetap focus pada radioku.

'dan juara minggu ini masih dipegang oleh Kim Jong Woon dengan single terbarunya –waiting for you-….. lagu yang saat ini sedang begitu….'

"Yesss….." aku memekik pelan tak kuhiraukan lagi apa kata penyiar didalam radioku itu.

Entah kenapa aku senang saat tau penyanyi bernama kim jong woon itu menduduki puncak tangga lagu. Yah, dia penyanyi favoritku, penyanyi yang sudah sekitar 2 tahun ini aku kagumi. Penyanyi dari korea selatan, sebenarnya dulu kim jong woon bergabung dalam sebuah grup boy band. Tapi entah karena apa jong woon memutuskan keluar dari grupnya dan bersolo karir. Sejak single di album perdananya itu aku sudah sangat jatuh cinta pada suaranya. Dan jujur saja, kim jong woon juga sangat tampan. Hmm….. terserah saja jika kalian menyebutku pemimpi, tapi memang aku menyukainya. Bahkan jatuh cinta hanya dengan melihatnya di TV atau mendengar suaranya di radio saja.

"Hyung…" tiba-tiba pintu kamarku terbuka memperlihatkan seseorang dibaliknya.

"kyuhyunnie….. waeyo….?" Tanyaku pada namja yang ternyata dongsaengku itu.

"pujaan hatimu menang lagi eoh….?" Tanya kyuhyun setelah masuk kekamarku dan berbaring di tepat tidurku. Dia juga sudah tau aku menyukai kim jong woon itu.

"Ne…." aku mengangguk bangga "hebat kan….?" Kataku semangat. Aneh, jong woon yang menang tapi aku ikut senang.

"aiissshhhh…. Apa yang kau suka darinya sih hyung…..? sebegitu cintakah kau pada jong woon mu itu…..?" dengus kyuhyun menatapku, mungkin dia jengah karena aku menyukai seorang artis sampai sebegitunya.

"lebih dari yang kau tau kyu….." jawabku tersenyum padanya dan kyu hanya mengernyit menggulingkan tubuhnya diranjangku.

Aku memang menyukai jong woon, suaranya sangat indah dan dia juga artis yang tampan. Jika aku lihat di TV sepertinya jong juga ramah dan dekat dengan para fansnya. Setiap aku melihatnya disebuah acara di tv entah kenapa jantungku selalu berdegub seperti sedang melihat orang yang aku cintai. Apakah aku mencintai artis itu….? aku memang sungguh pemimpi. Bahkan jong woon saja tak pernah mengadakan konser di incheon, daerah tempatku tinggal yang memang jauh dari seoul.

"kau itu aneh hyung….." kata kyu menaikan kedua kakinya ketembok kamarku.

"aneh apanya…..?"

"kau ngefans sama penyanyi itu tapi tak ada 1 pun poster yang kau punya…. Fotonya juga tak kau punya di laptopmu…. Padahal kan jika kau cari di internet pasti kau menemukan banyak fotonya….." kyu memutar tubuhnya menjadi tengkurap dan menatapku.

"aku hanya tak mau memandangnya sama dengan orang lain….." jawabku menatap keluar jendela melihat salju yang kembali turun.

"maksudmu hyung….?" Tanya kyu yang entah sekarang sedang apa karena aku tak menatapnya.

"jika poster atau fotonya yang berada di internet, pasti banyak orang yang memilikinya….. aku tak mau sama dengan mereka…. Jika aku punya kesempatan memiliki foto atau posternya aku ingin foto atau poster itu hanya akulah satu-satunya orang yang memilikinya…." Jawabku lagi tanpa mengalihkan pandanganku dari salju yang berjatuhan semakin lebat.

"kau sungguh mencintainya hyung…..?" 1 pertanyaan kyuhyun yang tak pernah bisa aku jawab dengan pasti. Aku menoleh menatapnya dalam diam.

Setiap kami ngobrol tentang kim jong woon, maka pertanyaan ini akan kyu tanyakan, tapi aku tak pernah bisa menjawabnya dengan lantang. Aku memang merasakan aku terlalu menyukainya, aku mencintai artis itu. tapi disisi lain banyak hal yang menjadikan perasaanku hanya seperti perasaan orang bodoh. Kim jong woon adalah artis, bagaimana mungkin aku mencintai seorang artis yang bahkan bertemu langsungpun aku belum pernah, kalaupun bertemu apa mungkin jong woon melihatku….? Melirikpun mungkin tidak akan….. ohh ayolah, kim jong woon itu namja normal bukan seperti aku.

"tak usah kau jawab….. bahkan diam mu itu sudah menjawabnya…" kata kyu mengibaskan tangannya kearahku.

"jika sudah tau kenapa kau harus bertanya…..?" tanyaku menatap dongsaeng satu-satunya bagiku itu dengan senyum.

"aku hanya tak mau kau tersiksa hyung….." katanya pelan tapi masih bisa kudengar.

"anniya….. aku baik-baik saja kyu….."

"hyung…. berhentilah membohongiku….." kyu mendesah lalu melompat dari ranjang dan duduk menyebelahiku. "haruskah pada artis itu kau jatuhkan hatimu hyung….?" Tanya kyu lirih. Hatiku sakit mendengarnya.

"sudahlah kyu….. kau tau hyung akan baik-baik saja….." kataku kembali menatap keluar jendela

"hyung….." kyu meraih bahuku dan memutar tubuhku sehingga aku menghadapnya "lihat aku….. lihat aku dan bilang jika kau tak mencintainya….." katanya menekankan setiap kata.

"mak…sudmu….?" Tanyaku bingung pada kyu.

"katakana padaku jika kau memang tidak mencintai kim jong woon… bilang jika kau hanya kagum padanya…" kyu mengguncangkan bahuku membuatku sedikit terkoyak.

"…..….." aku hanya diam dan menatap kyu, sorot mata kyu begitu rumit, aku tak bisa mengartikannya.

"Ne…. kau memang mencintainya hyung….." kyu melepaskan bahuku dan memalingkan wajahnya, bahkan sebelum aku bicara apapun.

"miandhe hyung membuatmu malu….." kataku pelan dan menunduk. "namamu begitu baik disekolah…. Tapi karena hyung semua menganggapmu sama seperti hyung… aku tak mau namamu menjadi buruk kyu….."

"lalu…..? hyung mau apa….? Melarangku menemuimu di sekolah….? Menganggap kau bukan siapa-siapa untukku….? Eoh….?" Teriak kyu dengan nada kesal, aku bisa melihat sorot matanya.

"kyu….. namamu akan buruk jika kau dekat dengan hyung… hyung tak mau….."

"hyung kira aku peduli…..? hyung, bagaimanapun juga kau itu hyung ku….. Kim Ryeowook adalah hyungku….. sekalipun namamu buruk karena kau gay, kau homo…. Orang menggunjingmu karena kau bukan namja normal…. Itu tak mengubah keadaan….. kim kyuhyun adalah dongsaeng mu….. kau hyungku….. HYUNG ku…. Sampai kapanpun kau itu HYUNG ku….." bentak kyu dengan nada kesal, matanya menyiratkan kemarahan dan ketidak terimaannya dengan apa yang aku terima disekolah.

Yah, sudah tau kan….? Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada kim jong woon. Karena aku memang tak bisa mencintai seorang yeoja. Aku menyadarinya sejak lama. Saat itu aku menyukai teman sekelasku, choi minho. Diam-diam aku menulis surat untuknya, tapi suatu hari ada seseorang yang melihatku mengirimkan surat itu dan dengan tanpa berdosa dia membacakan surat untuk minho dariku. Sejak saat itu semua orang tau jika aku hanya seorang gay. Mereka mulai menggunjingku. Hanya sungmin noona, kekasih kyu, hyukie noona dan henry, sahabat kyu, yang masih mau menerimaku menjadi teman mereka. Tak jarang aku sering dipermalukan disekolahan. Kyu dan sahabatnya, henry selalu saja yang menjadi tamengku, mereka melindungiku dari kejahilan hakseng disekolah. Rasanya aku sungguh tak berguna menjadi seorang hyung untuk kyu.

_Ryeowook PoV end_

!

!

"wookie-ah….." 2 orang yeoja menepuk bahu wookie membuatnya tersentak.

"ahh…. Noona…." Wookie melepas earphone di telinganya dan tersenyum pada 2 gadis yang sudah 3 tahun menjadi sahabatnya itu.

"sendirian saja….. apa mereka menjahilimu….?" Tanya yeoja bernama lee sungmin itu pada wookie.

"anniya….." wookie menggeleng "lagipula akan jadi aneh jika mereka tak menjahiliku kan…?" wookie tersenyum pada kedua sahabatnya itu.

Wookie memang hanya memiliki 2 sahabat disekolah, lee sungmin dan lee hyuk jae atau hyukie. Mereka saudara kembar, sebenarnya mereka 1 tahun diatas wookie tapi karena terlambat masuk ke TK jadinya sekarang mereka sekelas.

"sabar Ne wookie…." hyukie mengusap kepala wookie pelan.

"tenang saja noona….. sudah biasa bagiku…." Wookie tersenyum, tapi terlihat beban dari pancaran matanya.

"jadi masih mencintai penyanyi itu….?" Tanya sungmin yang dibalas anggukan wookie.

"omona…! Bahkan sudah 2 tahun lebih….. kau masih mencintainya….?" Hyukie menopang dagunya dengan tangannya.

"noona…. Apa tidak bosan bertanya seperti itu setiap hari…..?" wookie cemberut menggembungkan pipinya.

"aigoooo…. Kau itu namja tapi kenapa semanis ini sih….?" Sungmin yang gemas melihat wajah wookie yang kelewat imut mencubiti pipi wookie.

"hai namja homo…!"

Teriakan seseorang membuat sungmin, hyukie dan wookie menoleh, dilihatnya 4 yeoja dan 2 namja berdiri dengan angkuhnya didekat mereka dan kini berjalan mendekati mereka.

"hai kim ryeowook…. Namja abnormal….." kata salah seorang yeoja menatap sinis pada wookie.

'JLEEBB'

Wookie menunduk seketika, sakit…. Sangat sakit…. Bukan tubuhnya melainkan hatinya, terlalu banyak dan terlalu sering dia mendapatkan hal ini. Hinaan, cacian, dipandang remeh dan rendah seperti barang bekas.

"hay… Han Soo Hee jaga ucapanmu….!" Bentak sungmin berdiri dari duduknya pada yeoja yang masih saja menatap sinis pada wookie.

"owh….. baby sister si abnormal ternyata….." kata soo hee menatap sungmin dengan gaya sok cantiknya.

"apa…?" bentak seorang yeoja lainnya pada sungmin saat melihat sungmin nyaris melayangkan tangannya kearah soo hee.

"bisakah kalian mencari kerjaan yang bermutu…..?" hyukie ikut geram melihat tingkah yeoja-yeoja sok itu. "dan kau jung min young jangan bentak oenni ku….." bentak hyukie lagi.

"noona…. Sudahlah…." Wookie menarik eunhyuk dan sungmin berusaha meredam amarah 2 sahabatnya itu.

"hai namja abnormal… kau benar-benar tak berguna…. Hanya bisa bersembunyi dibalik 2 yeoja ini…" kata soo hee menatap remeh pada wookie yang masih saja menunduk.

"kau…" geram sungmin, nyaris saja tangannya kembali melayang jika wookie tak menahannya untuk tak melakukan apapun. Wookie hanya tak mau sungmin terlibat masalah, terlebih karena membelanya.

'PUK'

Kepala wookie terdorong kebelakang saat soo hee dengan sengaja menepuk kening wookie dengan keras. Sungmin dan eunhyuk sungguh geram melihatnya tapi bagaimanapun mereka sudah pernah berjanji pada wookie akan membiarkan wookie menghadapi hinaan itu semampunya, meski pada kenyataannya wookie tak pernah mampu menghadapinya karena setiap hari selalu saja terlihat sisa air mata yang mengering diwajah wookie.

"namja tak normal sepertimu seharusnya tak berada disini….." kata soo hee kembali mendorong kening wookie dengan telunjuknya.

"jika ada orang tua yang tau…. sekolahan ini akan mendapat nama buruk….." min young ikut menepuk kepala wookie sedikit keras.

'NYUUT'

Rasa nyeri didada wookie semakin nyata, rasanya sungguh menyakitkan, mungkin jika lukanya bisa terlihat maka orang akan melihat lubang besar didalam dada wookie, luka yang selalu saja terasa perih dan menyiksa, membuat wookie terkadang berfikir jika lenyap dari dunia mungkin akan lebih baik.

"dasar abnormal….. aku heran kenapa namja setampan dan secerdas kyuhyun harus memiliki hyung tak normal sepertinya… kasihan sekali nasib kyuhyun….." soo hee menepuk kepala wookie –lagi- dengan keras.

'PLAKKK'

"kurasa nasibmu lebih menyedihkan….." seorang namja menepis tangan soo hee dari kepala wookie. kini tangannya terulur membelai kepala wookie dengan lembut.

"kyu…kyuhyun….." soo heed an yang lain tersentak saat melihat kyu kini berdiri menatapnya dengan tatapan marah.

"jangan sebut namaku dengan mulutmu….! Aku tak sudi, yeoja tengik sepertimu memanggil namaku….." bentak kyuhyun pada soo hee tepat dihadapan soohee.

"kyunnie sudah….." wookie bangkit dari duduknya dan memeluk lengan kyuhyun. "kyu… berhenti membentaknya…." Rengek wookie dengan suara bergetar.

"aku heran… kenapa kau begitu membela hyung abnormalmu itu…" kata soo hee pada kyu dengan santainya membuat kyuhyun semakin berang dibuatnya.

"kau….." kyuhyun siap melayangkan tangannya dihadapan soo hee.

'PLAAKK'

"wookie….."

.

.

.

.

TBC

To be continued dulu.

Thank you very much….
I know this is a bad story…..

I just wanna to fun…..
you wanna to review…? I'm not force you to do it….

Gomawo… *bow…bow…bow…*