JOURNEY

Cast : Yunho, Changmin, Jaejoong and the other cast yang namanya numpang lewat

Pairing: HOMIN! YUNJAE! tinggal pilih!

Rate: T up to M!

Length: 1- till end

Disclamer : Yunho, Changmin, Kim Jaejoong and the other cast milik diri mereka sendiri dan dikontrak sangat eklusive sama agensi masing-masing./saya cuman pinjem nama doang~ /ide nyontek sama drama Paradise ranch ma emergency couple~/ tapi dengan alur berbeda/ read n review oke!

WARNING!

TYPO /Chaptered /Bacanya pelan-pelan biar ga bingung/perhatikan keterangan tahun dan tempat/italic itu yang flashback/cerita aneh bin gaje /YAOI/HOMIN couple/DLDR/OOC.

NP: JOURNEY-TVXQ! Feat seohyun

.

Seoul 2006

"Changmin-ah ayo kita menikah"

"MWO!" does eye namja bernama Changmin sukses membulat maksimal ketika ia mendengar ajakan namja yang duduk disampingnya.

"ayo kita menikah" ulang namja bermata musang itu sekali lagi. kali ini ia menatap mata bulat kekasihnya berusaha menyampaikan kesungguhannya.

"mwo?" lidah Changmin terasa kelu. Ia tak tahu harus menjawab ajakan kekasihnya. Menikah diumur mereka yang masih muda. Dan ini terlalu mendadak.

"K-kau bercanda?" Tanya Changmin masih tak percaya.

"aku serius" namja bermata musang itu menatap tanpa berkedip matanya. Ia bisa merasakan kesungguhan kekasihnya itu.

"tapi tapi kita masih sekolah yun~" kali ini ia berhasil menyuarakan keraguannya.

"ne, kita menikah setelah pengumuman kelulusan" ucap Yunho tegas.

"mwo?" kali ini Changmin tak bisa menunjukkan keterkejutannya untuk kedua kalinya.

"kita menikah dan akan tinggal bersama. Hanya kau dan aku. Kita berdua. Tak peduli jika hidup miskin sekalipun. Jika aku bersamamu semuanya akan kulewati."ucap Yunho yakin. Tangannya mulai mengusap rambut Changmin.

"aku mencintaimu baby. Hanya bersamamu aku akan bahagia"

Hanya mendengar Yunho berkata ia mencintainya. Changmin bisa merasakan keraguan dihatinya menghilang seketika. Ia mengengam tangan besar Yunho.

"ne yun, ayo kita menikah"

.

.

Seoul 2014

Kediaman Jung

"yah Yunho! bagaimana bisa kau menolak perjodohan dengan keluarga Go ! kau sudah menolak hampir semua perjodohan!" teriak Mr. Jung frustasi. Ia tak habis pikir putra tunggalnya menolak hampir semua perjodohan yang ia lakukan. Padahal ia sudah tak sabar untuk menimang cucu diusianya yang sudah bisa dibilang tak muda lagi. Yunho tak bergeming dengan teriakan dari sang appa. Ia masih sibuk mengurusi berkas-berkas laporan dimejanya. Tak ada waktu untuk meladeni sang appa ynag masih berteriak kesal kepadanya.

"appa tak mau tahu! Malam ini apa mengatur pertemuan dengan keluarga Kim! appa harap kali ini kau tak mengewakan appa Yun" ucap sebelum keluar dari ruang kerja Yunho.

BLAM

Yunho menolehkan kepalanya menatap pintu yang tertutup. Ia terdiam mengulang kembali perkataan appanya. ntah kenapa jika ia mengingat kata perjodohan atau pernikahan ia akan mengingat namja yang pernah ia lepaskan. Ia terlalu mencintainya hingga tak tega untuk mengikatnya terlalu lama.

Yunho menghela napasnya berat. Ia merindukannya. Ia bahkan sama sekali tak mengetahui kabarnya.

"aku merindukanmu"

.

.

Jepang 2014

"Changmin-kun" suara lembut itu terdengar memanggil namja yang masih duduk sambil mengenakan earphone ditelinganya.

PUK

Tepukan pelan itu membuat namja itu menolehkan kepalanya sembari melepaskan earphone ditelinganya.

"ya kenapa Mina-san?" Tanya Changmin. Changmin menatap yeoja berdarah Korea yang sudah menemaninnya selama ini. menemaninya memulai karirnya dari titik nol.

"eum, mengenai kontrak pekerjaan mu nanti. Kau akan dikontrak selama dua tahun dengan perusahaan yang akan kau promosikan produknya" ucap yeoja bernama Mina itu.

"heum, baiklah. Semua urusan aku serahkan padamu Mina-san" Changmin mengangguk mengerti.

"baiklah kalau kau mengerti maka kau harus berkemas. Besok kita akan ke Korea" ucap sang manager sambil berlalu pergi.

"Korea? Baiklah…. KOREA!" teriak Changmin kaget begitu mengerti maksud dari ucapan sang manager.

.

.

Seoul 2014

Kediaman keluarga Jung yang biasanya sepi kali ini ramai akan kerumunan orang-orang. Semua orang terlihat begitu antusias memenuhi rumah megah itu.

"selamat atas pertunangan putra anda " ucap Mr. choi salah satu relasi bisnis Jung company.

"ne, terima kasih banyak" jawab Mr. Jung sambil tersenyum. Ia tak menyangka jika kali ini Yunho menerima perjodohan yang ia buat.

.

.

.

"Yunho-yah apakah kau menyukaiku?" suara namja berparas cantik itu akhirnya terdengar setelah mereka menghabiskan waktu setengah jam dalam kesunyian.

"ani" jawab Yunho. ia memang belum menyukai namja yang duduk disampingnya. Hatinya masih milik seseorang. Dan ia belum bisa melupakannya.

"mwo? Doe eye itu membulat lantaran kaget dengan jawaban Yunho.

"la-lalu kenapa kau menerima perjodohan ini?" Tanya namja cantik itu.

Hening tak satu pun perkataan yang terlontar dari bibir berbentuk hati itu. ia merasa kecewa. Ntahlah hatinya terasa sakit begitu Yunho menjawab jika ia tak menyukainya. Jika tak menyukainya kenapa harus menerima perjodohan ini? namja cantik itu hendak beranjak pergi namun gerakan tubuhnya terhenti begitu suara lirih itu terdengar.

"aku mencintainya. Namun aku melepaskannya" suara itu terdengar begitu lirih. Jaejooong terdiam menunggu lanjutan dari perkataan Yunho.

"aku ingin melupakannya. Tapi aku tak bisa" ucap Yunho semakin pelan diakhir kalimatnya. Ia menghela napas sebelum menengadahkan kepalanya menatap langit malam. Menatap binar cahaya dari bintang-bintang dilangit malam agar bisa mengusir kegundahannya. Ia tersentak begitu merasakan sentuhan lembut dirahangnya. Ia mengalihkan perhatiannya ke namja cantik didepannya. namja cantik itu telah berdiri dihadapannya.

"jika kau tak bisa melupakannya. Maka aku akan membuatmu lupa. lihatlah aku mulai sekarang yun" ujar namja cantik itu. mata doenya masih menatap mata musang itu lembut.

namja cantik itu menundukkan kepalanya berusaha mengeleminasi jarak antara dirinya dengan Yunho yang duduk dihadapanya.

CUP

Bibir cherrynya mengecup pelan bibir hati Yunho. tak ada lumatan. Tak ada nafsu. hanya kecupan menghilangkan kegusaran dihati masing-masing

"aku akan membuatmu mencintaiku"

.

.

T.B.C