Yanagi, The Naughty Master Plan
Pairing : Sanada/Yanagi (buat saya, mereka The Best! *joget2*)
Summary : Sekolah Rikkai mengadakan Prom Party. Tema kostum adalah 'Tampil Beda'. Kostum apa yang akan dipakai oleh Yanagi Renji? Gimana tanggapan Sanada ngeliat Yanagi tampil beda?
Disclaimer : pengen deh ngirim kartu lebaran ke Konomi-sensei. Sekedar minta maap kalo selama ini saya sering menganiaya tokoh2 PoT-nya buat dijadikan cerita…^^
Warning : Another Crackiness! Yang gak suka FF dengan tema cross-dressing, tidak disarankan untuk membaca. Dan bagi yang ngefans berat sama Yanagi Renji, saya mohon maap kali ini dia akan menjadi korban kekerasan otak saya. *dibunuh fansnya Yanagi*
Prom Night Party…
Istilah ini tidak asing lagi di telinga siapa saja. Setiap ada momen kelulusan para siswa tahun terakhir di suatu sekolah, maka Prom Night ini akan menjadi pelengkap kegembiraan merayakan kelulusan mereka. Seperti yang sedang terjadi di SMP Rikkai kali ini.
Semua siswa kelas tiga diwajibkan hadir dalam pesta malam hari ini. Panitia telah menentukan kostum yang harus mereka pakai. Temanya adalah 'Tampil Beda'. Pengumuman tentang Prom Night serta Tema Kostum-nya diletakkan di majalah dinding. Sanada hampir tidak bisa menanggapi apa-apa mengenai ini. Dia bingung antara datang dengan penampilan beda, atau tidak karena memang dia tidak punya ide untuk bajunya. Saat ini dia hanya berdiri mematung melihat pengumuman itu di akhir jam sekolah.
"Hey." *nepuk dari belakang Sanada*
"Yo, Yukimura."
"Sudah tahu mau pakai baju apa untuk Prom?"
"Kau mau datang? Aku sih tidak."
"Yakin tidak datang? Ini khan event tahunan. Waktu tahun kemarin, kita yang jadi panitia. Sekarang giliran kita yang menikmati acaranya."
"Aku tidak suka pulang malam."
"Haah, kau ini tidak asik deh! Untung saja aku yang bertanya. Aku membayangkan bagaimana jika Yanagi yang mendengar ini."
"Jangan bilang padanya kalau aku tidak datang." *melanin suara*
"Oh ya? Kau tidak akan datang, Geniichirou?" *tau2 muncul di belakang Sanada*
"…" *nurunin topi*
"Kau mau aku datang dengan orang lain besok malam? Kau yakin membiarkanku pulang malam sendirian? Kalau nanti malam ada yang mengantarkan lalu berbuat macam-macam padaku bagaiman-" *cari2 alesan*
"OK, aku datang. Puas, Renji? Ayo kita pulang." *narik tangan Yanagi*
Sanada tidak bisa bicara apa-apa lagi mendengar Yanagi membujuknya seperti itu. Yukimura tertawa melihat tingkahnya. Ketiganya lalu pergi meninggalkan pengumuman di majalah dinding tadi.
0o0o0o0o0
Sanada's POV
Topi…
Kaos dan jaket…
Celana jins…
Sepatu kets…
"OK, aku sudah siap. Mana ponselku?"
Peduli amat dengan temanya, yang penting aku pakai baju yang aku suka. Daripada tidak sama sekali…? (yak iyalah!)
Aku meraih ponselku yang aku letakkan di meja belajar. Aku menghubungi Yanagi karena kemarin kami sempat janjian untuk berangkat sama-sama. Hanya saja sepertinya aku agak kesulitan menghubunginya dari siang tadi. Dia tidak mengangkat teleponku sama sekali, membalas pesanku pun tidak. Awas saja kalau nanti ketemu di Prom, aku akan memarahinya! Dia membuatku cemas sepanjang hari ini karena sama sekali tidak memberikan kabar padaku.
Ya sudahlah, ayo berangkat!
0o0o0o0o0
Sanada's POV
Prom Night Party, acara macam ini mungkin tidak akan aku hadiri untuk kedua kalinya. Entah kenapa aku tidak begitu suka dengan keramaian macam ini. Saat datang tadi, aku langsung dihampiri teman-temanku dari klub tenis. Yukimura nampaknya tidak keberatan dengan dandanan vintage-nya. Melihat Marui berdandan tabrak lari begini sangat menyilaukan mataku. (maksudnya tuh warnanya gak matching, makanya suka dibilang tabrak lari) Kemudian Yagyuu, sepertinya Gentleman satu ini tidak mau neko-neko, sama denganku. Niou dan Jackal agak satu selera malam ini. Mereka bergaya a la rapper Amerika yang nyasar di Prom Night party anak sekolahan. (haha…*digorok Niou dan Jackal*)
Dan Yanagi…mana dia?
"Hey, mana Renji?" *mulai gak tenang*
"Bukankah kalian sudah janjian akan datang sama-sama, Sanada?"
"Ya, seharusnya begitu, Yukimura. Tapi sejak tadi siang ponselnya tidak bisa dihubungi."
"Mungkin dia masih dalam perjalanan." *naikkin kacamata*
"Kau yakin tidak bisa menghubunginya, Sanada? Sore ini tadi dia mengirimku pesan singkat."
"Padamu, Niou? Mengapa tidak padaku? Lalu dia bilang apa padamu?"
"Katanya dia akan tiba lebih dulu di sini. Jadi aku yakin sekarang dia sudah ada di dalam sana."
"Aku tidak percaya…anak itu…ah! Kenapa sih dia tidak menghubungiku? Apa dia panitia? Yagyuu, apa ada OSIS yang terkait dalam panitia sampai Renji harus datang lebih dulu daripada kita?" *misuh2*
"Itu tidak mungkin, Sanada-kun. Karena semua anggota OSIS periode ini sudah resmi meletakkan jabatan pada angkatan di bawah kami." *kaget dimarahin Sanada*
"Tenanglah, Sanada. Yang penting sekarang kita masuk saja dulu, siapa tahu dia benar-benar sudah ada di dalam."
Mendengar perkataan Jackal tadi, aku langsung menghela nafas dalam-dalam dan merangsek masuk ke arena pesta. Keramaian ini berlangsung di gedung pertemuan sekolah. Panggung yang biasanya dipakai untuk penyampaian pidato atau kompetisi resmi sekolah, sekarang disulap menjadi panggung yang super meriah. Suara musik sudah mulai terdengar melengkapi keramaian di sini. Saat aku masuk tadi, aku sempat bertanya-tanya, ini Prom Night Party atau Halloween Party sih? Disuruh tampil beda, sampai ada yang memakai kostum 'aneh-aneh' mirip pesta Halloween.
Aku melihat sekeliling, berusaha menemukan Yanagi di antara kerumunan orang-orang ini. Aku mengambil gelas minuman untuk menenangkan pikiranku. Bersama Yukimura dan teman-teman klub tenis, kami pun mencoba mencari si Master Plan itu.
0o0o0o0o0
Backstage. 8.00 p.m (Normal's POV)
Keramaian pun juga terjadi di belakang panggung. Sekelompok siswi sedang sibuk mempersiapkan diri mereka untuk tampil di panggung nanti. Saat ini, mereka sedang berusaha sekuat tenaga untuk mendandani salah satu teman mereka yang nantinya akan menjadi sorotan di atas panggung.
(penasaran khan siapa orang yang dimaksud? ^^)
"Mana eye-shadow-nya?"
"Ini, baru tadi aku pakai."
"Hey, 10 menit lagi teman-teman!"
"Sebentar lagi! Aduh, mana sih lipstick-nya?"
"Maaf maaf, tadi jatuh di lantai!"
"Coba ambil alat catoknya. Layer depan rambutnya belum sempurna!"
"Sedikit sentuhan, kau akan tampil sempurna."
"Ayo cepat! 5 menit lagi!"
"Kyaa~! Keren! Kau cantik sekali!"
"Yakin bisa membuka matamu sepanjang pertunjukkan?"
Orang yang dimaksud pun menganggukan kepala tanpa ragu. Dia lalu berdiri dan bercermin sekali lagi. Setelah dia yakin dengan penampilannya, dia langsung bergabung dengan teman-temannya untuk bersiap keluar ke panggung.
0o0o0o0o0
The Party. 8.15 p.m
Terdengar suara dengin microphone yang akan digunakan di atas panggung. Tak lama berselang, naiklah seorang siswa untuk mengumumkan sesuatu kepada semua undangan malam ini.
"Baiklah, sekarang saatnya kita saksikan penampilan dari teman-teman kelas 3-F."
Lampu sorot mulai diarahkan ke panggung. Tirai pun dibuka bersamaan dengan dilantunkannya lagu yang akan dinyanyikan oleh anak-anak kelas 3-F yang dimaksud.
(Author's note : lagu yang dipake adalah Wonder Girls – Nobody)
I want nobody, nobody but you…!
(maap, gak punya ide disuruh nyanyi apa mereka ini. yang ada di kepala saya Wonder Girls, jadi pake itu aja...=_=")
Masuklah 5 orang dengan seragam siswi dan mereka pun mulai beraksi di atas panggung. Suara tepuk tangan dan sorakkan dari para siswa pun mulai terdengar. Mereka langsung mendekati panggung dan menikmati lagu itu bersama-sama.
Di sisi lain keramaian ini, Sanada dan teman-teman klub tenisnya juga ikut melihat penampilan ini. Dia memperhatikan satu per satu orang yang tampil di sana. Dan matanya kemudian tertuju pada centre point dari formasi 5 orang di atas panggung itu.
(Sanada's POV)
Aku mencoba meyakinkan diri bahwa pandanganku tidak salah. Aku pun ikut melangkah mendekati panggung bersama teman-temanku. Aku tidak akan berkata apa-apa sampai akhirnya Yukimura menanyakan sesuatu dengan keras di telingaku, mengingat bising sekali suasana pesta di sini.
"Kau lihat yang di tengah itu khan, Sanada?"
"Ya."
"Kau tahu siapa itu?"
"…"
"Itu orang yang kau cari. Yanagi Renji."
Aku bisa merasakan pupil mataku melebar setelah Yukimura mengatakan itu. Tepat dia menyelesaikan kata-katanya, Niou pun langsung menghampiriku dan dia terlihat panik. Mungkin bisa dibilang sama paniknya denganku.
"Kau lihat itu, Sanada? Yanagi di sana, bersama para siswi lainnya!"
Kemudian Marui…
"Oh aku tidak percaya! Yanagi itu…!"
Lalu Jackal dengan sangat histeris…
"Yanagi…dia…dia…*pingsan*"
Dan terakhir Yagyuu…
"Aku tidak percaya sekretaris OSIS-ku…*lemes*"
Kata-kata mereka tadi akhirnya menyadarkanku. Sekarang aku bisa melihat jelas bahwa Yanagi Renji ada di atas panggung.
Demi Tuhan, itu dia…
Dia dengan para siswi, teman-teman satu kelasnya…
Dia dengan seragam perempuan Rikkai…
Lebih tepatnya, dia menjadi PEREMPUAN!
Dan yang lebih mengejutkanku adalah dia BERANI membuka matanya di depan semua orang!
To be continue~
Sanada : woy, author sedeng! Balikin Master Plan gue jadi ke bentuk semula!
kRieZt : ceritanya belom selesai kok, tar dulu lah…sabar sabar…bulan puasa gak boleh marah2…
Yanagi : kenapa, Geniichirou? Kamu gak suka? *benerin rok-nya*
Sanada : ganti bajunya! pokoknya kamu GAK BOLEH jadi cew-*ditampol Yukimura*
Yukimura : Jangan berisik! Biarin aja kenapa sih? Pemandangan yang sangat jarang bukan? Good job, Author…^^b
Yanagi : *senyum2*
kRieZt : kyaaa~! Yukimura, kamu menolongk-*ditendang Sanada*
Err…comment/review-nya ditunggu ya. Sebenernya ragu2 juga mau posting, tau2 ide ini muncul di kepala. Mau gak mau harus ditulis…XDD
