Boboiboy © Animonsta

Rated: T

Warning: Typo(s)! , gaje, OOC, DLL

Happy reading~

.

KRING...

"Ergh...," keluh seorang pemuda dari balik selimutnya. Ia menyembulkan kepalanya keluar dengan wajah kusut dan tangannya meraih jam weker yang berbunyi. Matanya akhirnya terbuka dan melihat dimana jarum jam menunjukkan angka.

Jam 5...

Dengan wajah masih ngantuk dan rambut acak-acakan, pemuda itu bangun tidur dan meregangkan tubuhnya.

Setelah kesadarannya penuh pemuda itu berjalan kekamar mandi. Setelah selesai mandi pemuda itu turun ke dapur dan makan bersama kedua saudara kembarnya.

Setelah sampai di dapur pemuda itu menemukan kedua orang dengan wajah persis dengannya.

"Pagi kak Hali."kata dua orang itu.

"Hem."balas Halilintar kepada kedua adiknya-Taufan dan Gempa.

Mereka bertiga makan dengan Taufan yang terus bercerita tentang pengalamannya dan di balas dengan singkat oleh Gempa. Sedangkan Halilintar hanya diam saja.

Setelah selesai makan mereka berangkat sekolah bersama.

LOL~

Sepulang sekolah Halilintar,Taufan dan Gempa berkumpul di lapangan.

"Kak Taufan sama Kak Hali pulang duluan saja,Gempa ada rapat OSIS."kata Gempa kepada kedua kakaknya.

"Tidak ayo pulang."kata Halilintar sambil menarik tangan Gempa.

"Eh,tapi Gempa tidak bisa ninggalin rapat OSISnya kak."kata Gempa.

"Ya sudah aku tunggu di sini."kata Halilintar.

"Eh,jangan kak rapatnya pasti lama."kata Gempa sambil melihat Taufan dengan muka memohon.

"Kak Hali ayo pulang dulu Gempa kan bisa pulang sendiri."kata Taufan yang menyadari Gempa meminta tolong kepadanya.

"Ya udah hati-hati."kata Halilintar dan langsung pergi.

"Dah Gempa hati-hati pulangnya ya."kata Taufan dan menyusul kakaknya yang sudah jalan terlebih dahulu. Gempa hanya tersenyum tipis melihat kakaknya yang semakin hilang dari pandangannya. Setelah kakaknya pergi Gempa langsung pergi untuk rapat OSIS.

LOL~

Halilintar pov~

Perasaanku dari tadi tidak enak. Apa terjadi sesuatu dengan adikku. Ah,tidak jangan berpikiran seperti itu. Adikku pasti baik-baik saja.

tok...tok...

Siapa yang mengetuk pintu. Taufan?tapi biasanya dia selalu mebuka pintu seenaknya. Atau Gempa?tapi diakan belum pulang.

"Kak ini Taufan."

"Masuk tidak dikunci."kataku. Tumben Taufan tidak langsung masuk saja.

"Ada apa?"tanyaku.

"Kak perasaanku tidak enak."kata Taufan. Ternyata perasaanku dengan Taufan sama. Apa ini tentang Gempa.

"Aku juga."kataku.

"Eh kakak juga."tanya Taufan terkejut dan aku hanya mengangguk.

Kring...kring

Bunyi telepon rumah kami berbunyi. Taufan langsung turun kebawah. Tak beberapa lama aku melihat Taufan yang masuk ke kamarku dengan tergesa-gesa.

"Kak Hali,Gempa kecelakaan."kata Taufan dengan panik. Mendengar itu aku hanya membelakkan mata dan langsung pergi ke rumah sakit dan Taufan mengikutiku.

LOL~

Gempa pov~

Hah udara di sore hari memang enak. Rasanya sejuk. Ketika sampai di taman aku melihat banyak sekali anak kecil yang bermain. Aku jadi ingat dahulu aku dan kedua kakakku sering bermain di sini waktu kecil. Melihat itu aku hanya bisa tersenyum tipis.

Di tengah jalan aku melihat ada seorang anak perempuan berambut sebahu sedang duduk sambil menangis memegangi kakinya.

Sedangkan ada mobil yang melaju kencang. Melihat itu aku langsung ke jalan dan mendorong anak kecil itu.

Tapi belum sempat aku menyelamatkan diri mobil itu terlebih dahulu mengenaiku dan semuanya gelap.

LOL~

Halilintar pov~

Aku berlari di lorong rumah sakit. Gempa tidak apa-apa kan. Kejadian itu tidak terulang lagi kan.

.

.

.

Flashback~

"Ayo kejar aku."kata Halilintar.

"Kak Hali tunggu."kata Taufan.

"Kak Taufan Kak Hali jangan lari-lari."kata Gempa.

Setelah sampai di tengah jalan ada sepeda montor yang melaju kencang menuju Taufan. Gempa yang melihat itu langsung menuju Taufan.

"Kak Taufan awas."kata Gempa dan mendorong Taufan. Belum sempat menyelamatkan diri motor itu mengenai Gempa.

Melihat itu Halilintar langsung menuju kedua adiknya.

End~

.

.

.

Kejadian itu sewaktu mereka berusia 5 tahun. Kejadian itu membuat Halilintar akan selalu menjaga kedua adiknya.

.

Setelah sampai di depan ruang UGD Halilintar dan Taufan duduk di ruang tunggu.

Taufan pov~

Gempa,adik kecilku tidak mungkin kan kejadian itu terulang lagi.

Aku dan Kak Hali duduk di ruang tunggu. Suasana hening. Aku melihat Kak Hali hanya menutup mukanya dengan telapak tangannya.

Lama kami menunggu akhirnya pintu ruang UGD terbuka dan dokter yang menangani Gempa keluar. Kak Hali dan aku langsung berdiri.

"Bagaimana keadaan adik saya dok."tanyaku.

"Adik kalian...

.

.

.

.

Tbc