Hai ini adalah FF pertama saya yang publish di sini...

susah banget sih bikin akun disini T^T *norakkk*

Ya sudah dari pada terus ngomong ngelantur karena otak saya juga mulai ngelantur lebih baik silahkan dinikmati hidangan coklat panas dengan sandwhich rasa moka #PLAKK!

Cast : Semua member DBSK dan cast yang ada di death note


Di sebuah ruangan yang gelap dan hanya ada satu buah meja dengan komputer lengkap dan kebel-kabel yang terjulur kemana-mana, sebuah kursi yang tengah diduduki seorang pria berambut gelap. Laki-laki itu duduk sambil menekuk lututnya di atas kursi. Laki-laki itu memandangi layar komputernya dengan serius dan tanpa berkedip sedikitpun.

Laki-laki itu mengambil sepotong kue yang tersaji di samping keyboard dengan hanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya saja. Laki-laki itu bernama Ryuzaki atau lebih dikenal dengan nama L.

KRIEEETTT….

Suara pintu terbuka, tapi Ryuzaki sama sekali tidak peduli dengan hal itu. "Kau mau apa?" Tanya Ryuzaki dingin.

Munculah seorang pria muda dari ambang pintu. "Kau kenapa dingin sekali padaku? Aku kan ke sini mau menanyakan keadaanmu." Seru pria itu. Dia adalah Raito.

"Jangan bersikap sok baik padaku. Kau tahu, aku masih menganggapmu Kira. Lihat saja kau akan ku seret ke pengadilan." Seru Ryuzaki sambil masih terus menikmati kuenya.

"Terserah." Raito mengangkat bahunya.


"Hyunggggggg….. baca apa sih? Serius banget!" Seru Changmin si magnae perut karet dari Boy Band terkenal bernama DBSK. Changmin langsung beringsut duduk di sebelah Yunho yang kelihatannya sedang asyik di dunianya sendiri.

"Hyung! Jangan kayak Junsu hyung deh yang kayak anak autis yang asyik sama dunianya sendiri." Seru Changmin sambil mengambil buku yang dipegang oleh Yunho.

"Hah apaan nih?" Changmin meneliti tiap tulisan-tulisan dan gambar-gambar yang ada di buku itu. Lalu tiba-tiba Changmin berteriak. "Yak! Sejak kapan seorang Jung Yunho yansg sangat cool baca komik beginian! Huahahahahhaah~" Changmin mulai tertawa terbahak-bahak. Malah sekarang ia tertawa gegulingan di lantai.

Jaejoong, Junsu dan Yoochun yang kaget mendengar teriakan Changmin langsung berlari ke arah Changmin yang sedang tertawa bergulingan di lantai sambil memegangi perutnya. "Huahahahahhahaha~"

"Yak kalian kenapa?" Tanya Jaejoong pada Yunho yang menatap Changmin dengan tatapan membunuhnya. "Yak Changmin! Kembalikan bukuku!" Seru Yunho sambil menggapai-gapai tangan Changmin yang sedang memegang buku Yunho.

"Si Changmin kenapa tuh? Kumat lagi dia?" Celetuk Yoochun.

"Salah makan kali dia… Dia makan apa coba tadi malam?" Tanya Junsu pada Yoochun.

"Molla!" Yoochun mengangkat bahunya. "Dia makan semuanya! Semua jatahku dimakan sama perut karung itu, kau tahu honey tadi malam aku cuma makan ramyon dua mangkuk T^T." Seru Yoochun dengan tampang memelas.

*DUAKK*

Junsu memukul kepala Yoochun dengan gelas yang entah dia dapat dari mana. "Kau bilang dua mangkuk ramyon itu Cuma! Kalian benar-benar perut karet!"

"Masih banyakan Changmin honey makannya~ mungkin kalo aku gak lihat ama bungkus-bungkusnya tu ramyonnya juga ditelen sama tu anak kali."

Jaejoong yang mendengar pertengkaran yang gak berguna dari dua manusia di sampingnya hanya memandang dengan tatapan jijik. "garing banget siehhhh…."Seru Jaejoong. "Bear…. Kenapa tu si Changmin!" Seru Jaejoong.

Yunho sekarang sedang berusaha mengambil miliknya yang berada di tangan Changmin. Changmin yang berusaha untuk bermain dengan leader cool satu ini melemparkan buku yang ada di tangannya ke arah Jaejoong.

"Hyung! Tangkep!" Perintah Changmin. Jaejoong yang memang penasaran buku apa yang dibaca Yunho dengan sigap menangkap buku itu.

"Dapat!" Seru Jaejoong.

"Nice catch eomma!" Teriak Changmin.

"Boo… Balikin~" Pinta Yunho dengan nada memelas.

Jaejoong yang penasaran membuka satu persatu buku itu. "Gya~ Yunnieku! Kau baca komik Dora? Seorang Jung Yunho yang macho dan cool baca komik Dora?" Pekik Jaejoong. "Gyahahahhahaha~" Jaejoong pun ikut-ikutan Changmin gegulingan di lantai.

"Boo~ udah dong ah! Jangan di katain mulu!" Seru Yunho malu. "Boo~ Itu punya keponakannya manager hyung kok!" Seru Yunho meyakinkan.

"Aku gak percaya Bear~" Seru Jaejoong meledek.

"Boo~ Awas ya!" Teriak Yunho. Yunho bangkit untuk menangkap Jaejoong. Jaejoong yang tahu akan ditangkap buru-buru mengambil seribu langkah.

"Jung Yunho membaca komik Dora!" Ledek Jaejoong.

Terjadilah kejar-kejaran antara Jaejoong dan Yunho di sekitar dorm DBSK. "Tumben appa sama eomma main kejar-kejaran. Biasanya kita ya hyung!" Seru Changmin yang sudah sadar.

"Wah, sudah sembuh? Ku kira kau akan terus gegulingan di lantai sampai nanti malam. Padahal lucu loh kamu gegulingan gitu kayak cacing kepanasan." Seru Yoochun disela-sela kegiatannya melahap snack yang ditemukannya di meja.

"Oi! Itu kan punyaku!" Seru Changmin sambil merebut snack itu dari tangan Yoochun. Yoochun yang kesal karena aktifitasnya terganggu mengambil kembali snack itu dengan kasar.

"Siapa cepat dia dapat!" Seru Yoochun sambil menjulurkan lidahnya kemudian dia berlari menjauhi Changmin yang menunjukan death glarenya. Wajahnya kali ini seperti ingin menerkam Yoochun.

"Kembalikan punyaku!" Teriak Changmin sambil mencoba mengejar Yoochun. Yoochun yang tahu sedang dikejar melemparkan snack itu ke arah Junsu.

"Tangkep Junsu!" Junsu yang memang sedang bengong kaget menerima lemparan dari Yoochun. "Apaan nih?" Tanya Junsu bingung.

Changmin yang tahu snacknya sudah ada di tangan Junsu langsung berbalik arah dan ingin menerkam Junsu. Junsu yang tidak tahu apa-apa melihat mata Changmin yang berkilat-kilat bagai ingin membunuh mendadak berubah panik.

"Lari Su~ie!" Teriak Yoochun. Junsu segera mematuhinya. Dari pada kena amukan si magnae perut karet pikir Junsu.

Begitulah suasana dorm DBSK pagi ini ramai dengan langkah-langkah kaki orang-orang dewasa yang berlarian dan juga teriakan-teriakan yang keluar dari mulut mereka. Tapi kegaduhan itu berhenti akibat bunyi belyang dipencet dari luar.

TING…TONG…

Jaejoong yang mendengar suara bel ditekan langsung menghentikan larinya. Yunho pun langsung berhenti, tapi karena kurang keseimbangan dia terjatuh, sebelumnya dia mendorong badan Jaejoong. Akhirnya mereka berdua terjatuh dengan badan Yunho di atas badan Jaejoong. Saat ini jarak wajah mereka hanya sebatas tiga senti. Mata mereka berdua beradu pandang. Mereka berdua bisa merasakan napas masing-masing.

Wajah mereka mulai mendekat. Dan…..

"Yak! Yak! Menjijikan! Tidak pantas dilihat oleh anak kecil! Kalau mau begitu di kamar aja sana!" Seru Changmin sambil menendang-nendang pantat Yunho.

Changmin langsung membuka pintu dorm mereka, ternyata yang datang adalah manajer mereka. "Oh selamat pagi manajer hyung." Changmin membungkuk diikuti dengan Junsu dan Yoochun. Tapi tidak dengan Yunjae, mereka masih saja bertatapan ria di lantai dengan posisi yang mengundang curiga.

"Yak! Kan kubilang sudah hentikan!" Teriak Changmin.

"Benar cepat hentikan! Di sini ada anak kecil!" Seru manajer DBSK.

"Anak kecil?" Seru Yoosumin berbarengan.

"Ya! Dia keponakanku dan aku ingin menitipkan dia di sini untuk sehari saja. OKE!"

Tiba-tiba muncullah seorang anak laki-laki berumur 8 tahun dari balik badan manajer. "Annyeong hyungdeul." Seru anak itu membungkuk.

Jaejoong yang memang menyukai anak kecil langsung mendorong badan Yunho hingga dia jatuh kebelakang. "Aduh boo~" Ringis Yunho.

Jaejoong langsung memeluk anak itu. "Aduhhhhh kamu manis sekali deh . Nama kamu siapa anak manis?" Tanya Jaejoong sambil menciumi pipi anak kecil itu.

"Anu hyung.. Joneun Jae Kyo imnida."

"Ya sudah aku pulang dulu ya!" Seru manajer DBSK itu.

"Oh oke! Aku akan menjaga si imut ini." Jaejoong kembali menciumi anak itu. "Tadi kok manggil hyung sih? Panggil aku oppa dong! ." Seru Jaejoong yang masih terus memeluki Jae Kyo.

"Lah kok oppa?" Tanya Yoochun bingung.

"Iya! Kamu anak perempuan kan?" Tanya Jaejoong dengan tampang polosnya yang hampir mendekati bego.

"Hmm.. Aku anak laki-laki hyung." Seru anak laki-laki itu.

"Kukira kamu perempuan, habis kau manis sekali!~ Aku bisa memakanmu loh! Habis kau manis sekali ."

"Aku juga bisa memakanmu Boo~" Timpal Yunho.

"Aku tidak bicara denganmu!" Seru Jaejoong ketus.

*JHEDDERRR*

Yunho benar-benar kaget mendengar omongan Jaejoong. Selama Yunho bersama Jaejoong baru kali ini dia berbicara ketus pada Yunho. Yunho benar-benar seperti bukan dirinya mendengar hardikan Jaejoong tadi.

"Hiks… Hiks…. Boo~" Yunho mulai menangis dipindak Changmin.

"Sudah… Sudah… Anak laki-laki gak boleh cengeng." Seru Changmin menenangkan.

"Boojae… Boojae… Hiks… Sruuuttttt…"

"Hyung! Nangis sih boleh nangis tapi jangan ngelap ingusmu itu di bajuku dong!" Changmin melemparkan kepala Yunho yang tadi bersandar di pundaknya.

Yunho sang leader cool yang kini kehilangan kesadarannya akibat kata-kata kasar dari orang yang sangat dicintainya, Kim Jaejoong. "boo~" Lirih Yunho.

Jaejoong dan Yoosu sekarang sudah berada di ruang tamu bersama dengan Jae Kyo. Mereka bertig aserasa mendapat mainan (?) baru yang imut. Changmin memutuskan untuk ikut bergabung juga dengan JaeYoosu, tapi melihat Yunho yang berdiri mematung dengan pandangan kosong membuat hati Changmin tergerak untuk membuatnya lebih parah.

"Ya! Mau sampai kapan kau di situ? Lihat Jaejoong hyung sudah melupakanmu! Dia lagi asik dengan Jae Kyo tuh!" Seru Changmin memanas-manasi.

"Jae Kyo mau main apa?" Tanya Jaejoong.

Jae Kyo hanya diam saja. Jaejoong yang tidak sabar mulai mengelitiki Jae Kyo. "Gyahahahahhaah~ sudah hyung! Geli~ Gyahahahhahaha~" Jae Kyo tertawa

Mendengar tawa Jae Kyo dan Jaejoong bersamaan membuat Yunho naik darah. Yunho merasa diabaikan oleh Boojaenya tercinta. Yunho menatap anak itu dengan tatapan iblisnya. Junsu yang melihat Yunho langsung menenangkannya. "Sabar yah…. Mungkin udah takdir." Seru Junsu.


Sementara itu di dunia berbeda Ryuzaki masih saja memelototi komputernya sambil menikmati cake strawberry buatan Watari. Raito yang masih di sebelah Ryuzakimasih saja memandanginya tanpa berkedip.

"Apa yang kau lihat Raito?"

"Iie Ryuzaki-kun. Aku hanya heran. Kenapa kau makan – makan manis banyak sekali apa tidak takut terkena gula darah?" Tanya Raito. Ryuzaki menggeleng.

"Padahal aku ingin sekali kau terkena penyakit itu biar umurmu makin pendek dan aku bisa menjadi dewa di dunia baru ini." Seru Raito dalam hati.

"Tenang saja aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu. Aku tidak mudah mati kok!"

"Oh ya?" Raito mencoba untuk tersenyum semanis mungkin. "Aku hanya ingin menasehatimu saja. Kurangilah makanan manis. Oh iya kamu lagi liatin apa sih? Serius banget."

"Kasus baru." Seru Ryuzaki singkat tanpa menoleh ke Raito. "Kau mau?" Dia mendorong piringnya ke samping.

"Tumben sekali dia menawarkan barang miliknya yang paling berharga? Atau sudah ada racun atau obat bius di dalamnya." Pikir Raito.

"Di sini tidak ada obat bius atau semacamnya! Jadi jangan khawatir. Lagi pula aku tidak akan selicik itu mengungkap jati dirimu Raito, aku akan memakai kemampuanku sendiri." Seru Ryuzaki.

"Baguslah~" Pikir Raito. "Aku tidak makan makanan manis."

"Kasus pembunuhan ini tidak sama seperti pembunuhan Kira." Ujar Ryuzaki memulai pembicaraan.

"Lalu kau mau apa Ryuzaki-kun?"

"Aku mau ketempat lokasi."


"Jae Kyo… Kamu mau main apa? Atau kamu mau main di halaman belakang? Ayo kita kesana…" Ajak Jaejoong sambil menggendong Jae Kyo.

"Boo~" Panggil Yunho.

"Berisik ah!" Hardik Jaejoong.

"Ya! Kau kenapa mendiamkan aku gara-gara ada anak itu?" Seru Yunho kesal dan Yunho pun langsung berlari mengejar Boojaenya dan anak itu.

"Aku yakin Jae hyung akan dimakan hidup-hidup malam ini." Seru Changmin yang diiyakan oleh Yoosu. Yoosumin tidak ingin merusak aksi balas dendam Yunho pada Jaejoong, maka dari itu mereka memutuskan keluar dari rumah.