MY MEMORIES

Yo! Minna-san! Fanfic pertama Miya-chan^^…..

Miya baru pertama kali bikin fanfic….jadi mohon bantuannya buat para sempai ya….

Miya harap teman-teman suka my first fanfic,okkkk???

Jangan lupa krtitik, saran serta komennya yup?

(Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah)

[IchiRuki's Fan]

Setting: Beberapa bulan setelah perang SS dan pasukan Aizen selesai. Aizen dan pengikut kalah, tapi sebagian dari pengikutnya yaitu Arrancar dan pada Hollow kabur entah kemana.

Enjoy!

MY MEMORIES

Chapter 1 : Lost Memory

-MIYA-CHAN -

Pagi itu di Karakura high school …

Disaat murid-murid sedang focus mendengarkan gurunya menerangkan, Ichigo, di kelasnya (tepatnya dibangkunya) sedang terjun ke dunia mimpi. Rukia yang ada disebelahnya mencoba membangunkan Ichigo yang sedang tidur karena merasa terganggu dengan suara dengkur yang dikeluarkan Ichigo meski tidak terlalu keras.

"Ichigo. Bangun. Suara dengkurmu membuatku tidak konsen tau?!", kata Rukia. Ia tahu penyebab rasa kantuk Ichigo adalah karena dirinya juga. Semalam Rukia dan Ichigo sibuk melawan sisa-sisa hollow yang datang kembali ke kota Karakura sejak perang antara SS dan pengikut Aizen berakhir beberapa bulan yang lalu. Dan Rukia dipesan agar membantu Ichigo dan yang lain membasmi hollow tersebut.

-Back to story-

Namun laki-laki bermabut oranye yang tidur disebelahnya tidak juga kunjung bangun. Rukia kesal. Suaranya agak keras supaya membangunkan sahabat shinigaminya itu.

"Ichigo! Kamu denger gak sih?! Bangun baka!", kata Rukia dengan suara agak keras berharap teman strawberrynya bisa bangun.

"Berisik, midget! Jangan ganggu! Aku belum tidur sejak semalam tau?!", jawab Ichigo . suaranya agak lebih keras dari Rukia, sehingga Ochi-sensei yang sejak tadi mengajar melirik kea rah bangku Ichigo. Lalu mulai berjalan kea rah tempat duduk Ichigo. Rukia yang melihat Ochi-sensei segera membangunkan Ichigo lagi.

"Ichigo! Ochi-sensei menuju kemari! Cepat bangun bodoh!", seru Rukia. Tapi Ichigo tetap tidak peduli. Ia masih asyik dengan tidurnya. Tidak sadar gurunya melihat Ichigo dengan tatapan menyeramkan.

Ochi-sensei mencoba membangunkan Icigo dengan cara menepuk bahu Ichigo. Ichigo mengeluh. Tetap tidak sadar siapa yang menepuk bahunya. Sekali lagi Ochi-sensei menepuk bahu Ichigo lebih keras. Kali ini Ichigo bangun dengan kesalnya.

"Baka Rukia! Aku bilang jangan ganggu aku! Aku ngantuk!! Aku …", kata-kata Ichigo berhenti setelah sadar dengan siapa dia bicara.

"O,Ochi.. sensei??", hanya itu yang dapat Ichigo katakan. Semua murid melihat padanya.

"A, aku…."

"Berdiri di lorong!", bentak Ochi-sensei.

"Ta,tapi…", sekali lagi kata-kata Ichigo dipotong.

"Cepat berdiri di lorong sampai bel makan siang!", dengan itu Ichigo keluar kelas dengan malas. Yang hanya bisa dia lakukan hanyalah berdiri di lorong sampai bel makan siang. "Kuso", hanya itu yang ada di benak Ichigo.

Waktu makan siang…….

"Ichigo, kamu lapar?", Tanya Rukia saat makan siang bersama Ichigo di atap sekolah biasanya, setelah hukuman Ichigo selesai.

"Tidak", jawabnya singkat.

"Makanlah. Tadi aku baru mempraktekan cara membuat sandwich dari Yuzu", kata Rukia lagi sambil menyodorkan 2 potong sandwich yang menjadi bekal makan siangnya dan Ichigo.

"Aku bilang 'aku tidak mau'! aku tidak lapar! Aku hanya ngantuk! Dan aku ingin tidur, dan itu salahmu aku jadi dihukum", jawab Ichigo sinis.

"Apa kamu bilang? Salahku? Salahmu sendiri tidur di kelas. Tentu saja Ochi-sensei menghukummu!", balas Rukia.

"Iya, tapi tidak akan ketahuan kalau kamu tidak menganggu aku yang sedang tidur! Jadi 80% adalah salahmu, midget!", jawab Ichigo lagi dengan nada marah. Yang dia dapat setelah itu adalah tendangan Rukia yang mendarat di wajahnya.

"Jangan panggil aku Midget! Baka!", teriak Rukia.

"Aku tidak bodoh! Moron!",balas Ichigo.

"Strawberry busuk!"

"Pendek!"

"Kepala wortel!"

"Kurcaci!"

"Stupid midget!"

"Brat!"

"Arrrggggghhh!!!!", Ichigo kehlangan kata-kata. Ia lalu kembali ke kelas meninggalkan Rukia di atap sekolah. Tidak lama setelah itu, Rukia mengikuti Ichigo kembali ke kelas.

Pulang sekolah……..

Ichigo masih kesal karena tadi di hukum. Oke dia kesal, tapi yang lebih penting ia tidak tidur cukup hari ini. Matanya sayu. Ichigo benar-benar ngantuk. Rukia disebelahnya yang sedari tadi pulang bersama hanya diam. Tiba-tiba di seberang jalan ada acara promosi sebuah toko dengan pernak-pernik lucu. Raut wajah Rukia berubah.

"Ichigo! Ayo lihat kesana sebentar!", seru Rukia bahagia sembari menarik lengan Ichigo. Ichigo menghentikannya dengan keluhan.

"Argh! Buat apa kesana? Disana hanya acara promosi sebuah toko dengan pernak-pernik aneh untuk anak kecil", kata Ichigo menarik lengannya kemabali dari tarikan Rukia.

"Ouu, ayolah Ichigo! Sebentar saja, mungkin saja disana ada boneka, gantungan atu pernak-pernik Chappy! Ya? Ya?", rayu Rukia sambil berwajah memelas. Ichigo tahu ia lemah pada wajah memelas Rukia. Ia juga lupa kalau Rukia memiliki sisi kekanak-anakan. Jadi dia hanya melihat kea rah berlawanan agar tidak bertemu dengan Puppy dog eyes Rukia."Stupid Rukia", dalam pikirannya.

"Tidak! Aku mau pulang , aku lelah. Aku ingin cepat-cepat tidur", kata Ichigo berusaha keras tidak menatap Puppy dog eyes Rukia. Ia mulai berjalan menuju rumahnya.

"Sebentar saja Ichigo.. kumohon! Aku janji setelah itu kita langsung pulang", Ichigo tetap menolak. Ia benar-benar lelah saat itu. Yang dia inginkan sekarang hanyalah pulang, lalu tidur.

"Ya sudah kalau kamu tidak mau menemani ku! Aku bisa pergi sendiri ke sana!", dengus Rukia kesal dia lalu berlari kea rah toko itu.

Ichigo lega, ia bisa pulang dengan damai. Tapi tiba-tiba dia mendengar suara klakson mobil yang membabi buta dari arah toko yang dituju Rukia. Ichigo terkejut. Matanya terbuka lebar saat ia melihat teman shinigaminya dihampiri oleh mobil truck pengangkut drum-drum yang besar. Rukia tidak melihat-lihat saat ia akan menyebrang ia tidak sempat menghindar. Ichigo tanpa ragu berlari sekuat tenaga dan melompat berusaha menyelamatkan Rukia. Sedddiiiiikkkit lagi truck itu menabrak Rukia. Beruntung Ichigo tepat waktu. Ya.. mungkin lebih dari beruntung…. Tapi tunggu! Belum! Ichigo yang jatuh sambil memeluk Rukia (truknya mengenai punggung Ichigo yang melindungi Rukia dan menyenggol lengan kiri Ichigo yang sedang menangkap tubuh Rukia) jatuh sehingga kepalanya terhantam ke batu yang cukup besar dan keras di dekat jalan. …………. Supir truck lalu turun dengan panic. Orang-orang semua hanya terdiam, seakan-akan kejadian yang baru terjadi itu hanya mimpi yang dengan cepat berlalu.

"ICHIGO!!ICHIGOO!!BANGUN!!!", Rukia yang sadar Ichigo terhantam batu lalu berlinang darah di sekitar kepalanya, berteriak sekencang-kencangnya. Orang-orang yang hanya terdiam tadi lalu segera menhampiri korban kecelakaan. Supir truck yang tadi berusaha membantu Rukia membawa Ichigo ke Rumah sakit.

"ICHIGO!!ICHIGO!!!", seru Rukia meneriakkan nama Ichigo berkali-kali berharap teman strawberry nya itu bangun. Tapi tidak. Suster segera membawa Ichigo ke ruang gawat darurat. Rukia bingung. Ia menangis, tidak menyangka karena dia yang menyebabkan Ichigo celaka. Salahnya Ichigo menjadi terluka seperti itu. Tidak lama kemudian Isshin, ayah Ichigo yang mendengar berita bahwa anak laki-laki satu-satunya kecelakaan, tanpa ragu segera ke rumah sakit bersama anak kembarnya, Yuzu dan Karin.

"Bagaimana keadaan Ichigo, Rukia-chan??", Tanya Isshin begitu sampai di rumah sakit dan bertemu Rukia disana.

"Dokter belum juga keluar sejak 30 menit yang lalu", kata Rukia sambil menghapus tangis yang mengalir sejak tadi di pipinya. Ia belum pernah menangis lagi setelah terakhir kali bertarung dengan espada no. 9 Aaroniero yang saat itu mengingatkannya pada mantan wakil kaptenyya dulu, Shiba Kaien. Rukia sangat khawatir dengan keadaan Ichigo, orang yang sangat ia perhatikan, orang yang ia kasihi entah sebagai teman atau lebih ia juga tidak tahu. TING! Pintu ruang gawat darurat tempat Ichigo dirawat terbuka. Dokter keluar dengan raut wajah yang sedikit pucat.

"Bagaimana keadaan Ichigo, dok?", Tanya Isshin dengan panic.

"Kondisi lengan kirinya tidak terlalu baik, mungkin terlalu keras saat menyenggol truck. Sehingga dia perlu perawatan pada lengan kirinya. Kepalanya mengalami pendarahan yang cukup parah. Tapi bisa kita atasi itu dengan membalut kepalanya sampai ia merasa nyaman dan tidak kesakitan di kepalanya namun itu membutuhkan sekiranya 2 minggu sampai sakit dikepalanya benar-benar pulih. Tidak ada bagian kepala atau tubuh lain yang terluka parah. Hanya saja……", jelas dokter panjang lebar lalu berhenti di tengah kalimat.

"Ha, hanya saja apa dokter?", Yuzu yang sejak tadi diam angkat bicara. Khawatir keadaan kakaknya.

"Lebih baik kalian lihat dulu didalam, mungkin ia sudah sadar", jawab dokter lalu mengantar keluarga Kurosaki dan Rukia ke dalam ruangan. Pada waktu mereka masuk, mereka melihat Ichigo sedang terbaring di kasur dengan mata terbuka. Ia tidak tidur. Ia sudah sadar. Akhirnya….pikir semua yang ada dalam ruangan.

"Ichigo!", teriak Rukia. Rukia merasa kesedihannya jatuh lagi. Ia senang Ichigo sadar. Namun tiba-tiba…….

"Siapa….kamu..?", Tanya Ichigo dengan mata masih melihat pada orang yang sepertinya asing baginya.

Semua yang ada di kamar itu terkejut bukan main. Ichigo tidak mengenal Rukia! Ia juga bahkan tidak mengenal siapapun di kamar itu. Apa yang terjadi? Kenapa Ichigo…? Itulah yang sekarang ada di benak keluarga Kurosaki serta Rukia.

Bersambung ke chapter 2.

Jyahaahaha !! Minna! Gimana ceritanya????

Suka? Cinta? Ga suka? Benci?

Miya-chan bakal nge-update chap 2 secepatnya ^^

Komen + review please!

ARIGATOU!

-M IYA-CHAN -