TITLE
Shower
CAST
Kwon Soonyoung
Lee Jihoon (GS)
DISCLAIMER
Semua cast milik Tuhan dan keluarga nya masing – masing. Saya hanya mempunyai hak cipta(?) atas cerita ini.
GENRE and WARNING!
Romance/Fluffy/PWP/NC-21/JANGAN DIBACA KALO MASIH DIBAWAH UMUR. FF INI CUMA BUAT KALANGAN DEWASA/Jihoon!GS/
SUMMARY
"Wow Soonyoung, dia berdiri lagi!"/"Dasar seksi!"/"Itu pujian atau ejekan?"/"Tergantung bagaimana kau memuaskanku"/"Bahkan dengan dadaku kau sudah terangsang, Soon.."/"..Tidak usah sok, aku yakin lubang mu juga sudah sangat becek dan berkedut minta diisi oleh penis besar ku!"/ A GS SOONHOON FANFICTION! NC-21!PWP!DLDR
..
oOo
..
Sinar matahari menyelinap dengan malu – malu dari balik tirai panjang yang menutupi jendela kaca apartemen mewah di kawasan Gangnam itu. Udara masih terasa dingin, entah karena AC yang baru saja dimatikan oleh si surai gelap atau karena jendela mereka yang dibiarkan terbuka sedikit.
Si surai gelap yang berjenis kelamin pria itu mendengung lagi. Dirinya masih terlalu mengantuk untuk sekedar bangun dan berbenah. Dia ada jadwal ke kampus pagi ini. Biasanya dia bahkan sudah bangun pukul 6 tadi, tapi karena suatu alasan, dia masih betah di tempat tidur.
Suatu alasan itu adalah si surai pink yang masih berbaring menempel disampingnya. Si surai pink itu bahkan masih berada di dalam kungkungannya. Mungkin dia juga merasakan nyaman yang dirasakan si namja itu.
Kwon Soonyoung menggeliat. Ya, dia lah yang harusnya sudah berbenah dan pergi ke kampus tadi. Dia menggeliat sebentar sebelum kembali menempel pada yeoja mungil dengan surai pink itu. Membuat si yeoja bergumam tak jelas sambil menepuk lengan Soonyoung yang semakin erat memeluknya.
"Soonyoung.." Yeoja itu berucap rendah dengan suara sengaunya. Tidurnya memang sangat nyenyak semalam. Panggilannya mengundang si namja itu membuka matanya pelan, dan sedikit berdebar saat mendapati wajah mungil cantik nan manis milik si yeoja pink itu.
"Selamat pagi, Jihoon ku." Ucap Soonyoung gemas sebelum memberikan kecupan pada pucuk hidung Jihoon. Dan itu cukup membuat Jihoon membuka matanya perlahan guna menangkap wajah Soonyoung.
"Bangun Soonyoung, kau ada jadwal 'kan pagi ini?" Wanita yang di panggil 'Jihoon' itu membebaskan diri dari kungkungan lengan Soonyoung. Dia lalu duduk dan bersandar di depan sandaran spring bed king sized mereka. Melihat hal itu, Soonyoung langsung saja menempatkan kepalanya diatas pangkuan Jihoon.
"Malas sekali, Ji.."
"Bangun, sipit! Atau kau akan mendapat nilai E!"
Soonyoung mendecak, "Tidak peduli! Bahkan jika ada nilai Z pun di transkipsi nilai ku, aku tidak peduli!" Ucap Soonyoung sebal. Dia membalikkan badannya hingga terlentang, lalu menelan ludahnya kaku saat melihat apa yang bisa dilihatnya dari sudut pandang ini.
Diatasnya dia bisa melihat dua bongkahan berukuran sedang, tebungkus dengan bra bewarna soft pink, dengan sedikit renda di pinggiran kedua bowl nya dan ada pita di tengah – tengahnya. Ah, dia baru ingat, semalam adalah malam yang cukup panas.
"Wow, Soonyoung.. Dia berdiri lagi."
Bisa dilihatnya Jihoon tersenyum miring. Membuat badannya terasa semakin panas. Sangat panas. Dia memang tidak memakai celana dalam semalam dan langsung memakai boxer setelah melakukan hal yang mengasikkan itu.
Soonyoung menarik tenguk yang diatasnya. Membuat wajah Jihoon sangat dekat dengan wajahnya. Bahkan Soonyoung bisa merasakan deru nafas Jihoon yang mencekat. Soonyoung menatap bibir mungil Jihoon yang bewarna merah alami, sebelum tersenyum miring. "Kenapa tidak kau bebaskan saja dia dan bermain dengannya?" bisik Soonyoung tepat di depan bibir Jihoon. Cukup membuat Jihoon ikut tersenyum miring dan langsung mengecup bibir Soonyoung pelan penuh hasrat.
"As your wish, Kwon"
Jihoon merangkak menuju selangkangan Soonyoung, sebelumnya dia mendapat tamparan di bongkahan pantatnya yang hanya dilindungi celana dalam tipis dan mini. "Dasar seksi."
"Itu pujian atau ejekan?"
"Tergantung bagaimana kau memuaskanku"
Jihoon merasa semakin panas akan dirty talk singkat yang dilakukannya dengan Soonyoung. Dia kini telungkup tepat di depan batang Soonyoung yang menjulang tapi masih ditutupi kain boxer hitam itu. Dengan usil, dia menggunakan telunjuknya untuk memainkan pucuk batang Soonyoung itu. Membuat si namja merintih tertahan dengan mata terpejam.
"Buka saja, Jihoon!"
Dan itu cukup membuat Jihoon terkikik gemas di dalam hati. Membuat Soonyoung kesal adalah kesenangan terbesarnya. Tapi mungkin kali ini dia takkan melanjutkannya, mengingat dirinya juga sama panasnya dan ingin bertemu dengan si pink yang besar dan tinggi kesukaannya. Maka dari itu, dia menarik karet boxer Soonyoung itu dan langsung bertemu dengan si—pink—besar—dan tinggi—kesukaannya. Batang Soonyoung menjulang, dengan kepala yang sangat menggemaskan.
Jihoon sangat suka penis Soonyoung.
Meski dia baru melihat satu penis seumur hidupnya dan itu penis Soonyoung.
"Bahkan dengan dada ku kau sudah terangsang, Soon.."
"Itu karena dada mu yang menggoda ku! Tidak usah sok, aku yakin lubang mu juga sudah sangat becek dan berkedut minta diisi oleh penis besar ku!"
"Kau sepertinya sangat mengenaliku, ya.." ucap Jihoon tepat di atas kepala penis Soonyoung. Membuat Soonyoung menahan geramannya dan semakin menahan saat merasa penisnya digenggam lembut.
Tak lama, Jihoon menaik – turunkan tangannya, mengocok penis Soonyoung dengan pelan dan lembut. Tak lupa mulut Jihoon yang berperan di pucuk kepala penis Soonyoung. Mengemutnya bagai lolipop, Lalu mengelus nya dengan bibir mungilnya. Itu cukup membuat Soonyoung menggeram tertahan, rasanya sangat nikmat dan enak. Tapi dia lebih suka yang cepat dan keras.
"Kocok lebih cepat, Ji!" Perintah Soonyoung dan langung di turuti Jihoon. Dia mengocoknya dengan cepat hingga buah zakar Soonyoung juga ikut terkocok. Membuat Soonyoung semakin merem – melek karena nikmat yang mendera nya. Dan semakin merasa enak saat kini mulut Jihoon memakan penisnya. Mengemut batangnya dengan kuat dan lembut. Menggunakan lidahnya untuk menjilat – jilat batangnya. Juga dengan gelitikan di buah zakarnya. Semuanya sukses membuat Soonyoung merasa sangat nikmat dan enak. Dia mendesah rendah, dan semakin kuat saat merasa Jihoon mengocok penisnya dengan mulut mungilnya. Keras dan cepat, seperti yang Soonyoung inginkan.
"Ahh.. Lebih cepat, Jihoon! Aku sudah akan keluar.. Ahh, sebentar lagi Ji—YAKK!"
Dia memaksakan dirinya untuk duduk, menatap si yeoja dengan tajam. Tetapi si yeoja malah tertawa kecil tanpa sedikit pun merasa bersalah.
Soonyoung mendecih kecil sebelum menarik paksa tangan Jihoon ke dalam kamar mandi mereka.
..
oOo
..
"Ahh! S – Soonyounghh! Terlalu keras—AHH!"
Suara desahan menggiurkan Jihoon menggema di seluruh sudut kamar mandi mereka. Kalian mengira Soonyoung langsung menyoblos nya setelah menggagalkan orgasme nya? Tidak akan. Soonyoung akan membuat Jihoon merasakan nya juga. Dia dan Jihoon sedang duduk di atas kloset. Dengan Jihoon yang duduk di depannya mengangkang tepat di depan cermin.
Cermin itu memang sangat membantu kali ini. Cermin itu membantu Soonyoung semakin turn on karena pemandangan Jihoon mengangkang memang sangat menggiurkan.
Oh iya, ngomong – ngomong soal Jihoon, dia sedang mendesah keenakan karena ada aliran air yang sangat cepat menumbuk tepat pada klitorisnya.
Soonyoung semakin mendekatkan shower khusus kloset itu ke klitoris Jihoon. Soonyoung sukses membuatnya pusing 7 keliling. Terkadang dia menyemprot dengan sangat kuat hingga Jihoon merasa akan menangis karena sakit—dan nikmat juga sebenarnya—di klitoris nya. Lalu nanti dia akan menyemprot dengan sedang dan nikmat. Sangat nikmat hingga membuat Jihoon mendesah halus tapi melengking saking enaknya. Namun setelah dia merasa ingin keluar, Soonyoung dengan tidak berprikemanusiaan mematikan showernya dan otomatis menggagalkan orgasme Jihoon. Sudah terhitung dia 3 kali di gagalkan.
Kini, Soonyoung sudah menyemprot dengan sedang, "Enak, Ji? Enak? Apa klitoris jalang mu itu sangat menyukainya, hm? Aku lihat lubang mu sangat berkedut, klit mu juga semakin membesar." Bisik Soonyoung di telinganya. Dan itu jujur saja membuatnya semakin terangsang, apalagi saat mendapati dirinya sendiri telanjang bulat di depannya. Bra nya sudah di lepas Soonyoung tadi. Nipple nya bahkan juga mendapat perlakuan sama seperti klitorisnya tadi. Menegang dan mengucung. Itulah yang bisa di definisikan dari kedua nipple pink lucu milik Jihoon.
"Soonyounghh, izinkan aku untuk keluar sayanghh.."
"Kau berkata seperti itu dengan mudahnya setelah menggagalkan sperma ku untuk keluar? Tck tck!"
Soonyoung lalu merasa perut Jihoon menegang. Dengan kejam dia mematikan showernya, membuat Jihoon mendesah kecewa akan kelakuan Soonyoung.
"Sudah empat kali, sayang.. Apa kau menyukainya?"
Jihoon mendecih kesal. Dia lalu bangkit dan berbalik. Melihat Soonyoung terduduk dengan batang berdiri dengan tatapan kesal sebelum berjongkok di depan kloset. Dia meraih batang Soonyoung dan langsung mengocoknya lembut.
"Baik tuan kecil. Mari kita buat kau muntah cairan putih!" Ucap Jihoon kesal seperti anak kecil sebelum memasukkan kepala penis Soonyoung ke dalam mulutnya. Dia menjilat dan mengulumnya dengan keras, tangannya berperan untuk mengocok penis pink semi merah milik Soonyoung. Kocokan yang sangat cepat juga kuluman yang sangat nikmat sungguh membuat Soonyoung merasa di awang – awang.
"Lebih cepathh sayanghh ahh!"
Itu karena Jihoon memainkan buah zakarnya. Kocokan Jihoon semakin menggila dan kulumannya juga semakin kuat, sungguh membuat Soonyoung mabuk kepayang dan mendesah rendah tiada henti.
"Jihoonhh.. Aku akan keluar—AHH!"
Akhirnya Soonyoung keluar. Cairan putih kental miliknya berselemak di wajah dan mulut Jihoon. Sebagian sudah di telan Jihoon, sebagian lagi masih bersisa di tangannya. Jihoon menjilatnya tanpa peduli sebelum kembali menjilat lembut kepala penis Soonyoung yang penuh dengan sperma itu.
Setelah bersih, dia berdiri, mengambil shower yang masih di tangan Soonyoung dan mengangkang tepat di depan Soonyoung. Klitoris nya yang membesar mengintip dibalik lipatan vagina nya.
"Ayo semprotkan padaku dan buat aku keluar juga! Aku 'kan sudah membuatmu keluar!"
Itu membuat Soonyoung memekik gemas di dalam hati, dia memang yang sudah membuat Jihoon binal, tapi, kepolosan Jihoon memang belum semuanya terselimuti oleh kebinalannya.
Dengan nafsu yang meninggi, dia mengangkat tubuh Jihoon dan mendudukkannya di atas kloset, lalu mengangkangkan kaki Jihoon hingga kini sudah terpampang jelas vagina mungil, merah dan nikmat milik Jihoon. Dia menghembuskan nafasnya tepat di atas klitoris Jihoon, dan itu cukup membuat Jihoon gila. Dia mendesah memohon, dan berubah jadi desahan kencang saat lidah Soonyoung sudah membelai klitoris tegangnya. Lidah Soonyoung menusuk – nusuk dengan kasar, lalu mengusap seluruh permukaan vagina nya dengan lembut. Jihoon sangat suka!
"AHH! LAGI SOONHH! UNGHHH!" Desahan Jihoon semakin mengeras saat Soonyoung menghisap klitoris nya. Jihoon mendesah seperti orang gila. Atau Soonyoung yang gila? Karena dia seperti orang yang kesetanan saat meraup vagina Jihoon. Tapi memang, klitoris adalah titik kelemahan setiap wanita.
Jihoon semakin menggila saat Soonyoung dengan sengaja menggesekan giginya pada klitoris nya yang sudah sangat menegang itu. Perutnya menegang, dan Jihoon rasa dia juga akan keluar.
"AHH Soonyoung—Ahh! S – sebentar lagi Soonh—AHH!"
Kali ini bukan orgasme biasa. Ini squirting dan Soonyoung sangat bangga itu semua karena ulahnya.
..
oOo
..
"Fuck Jihoon! Ini sangat sempit—ahh.."
Tangan Soonyoung dengan lancang kembali menampar pipi pantat Jihoon yang kini sudah memerah karena Soonyoung juga baru saja menamparnya. Dia bisa melihat punggung Jihoon yang bening dan bersih, dan itu semakin membuatnya turn on, apa lagi desahan Jihoon semakin panas saja.
"Itu karena penismu sangat besarhh..bodoh"
"Ahh.. Lihatlah lubang mungil mu itu, dia menelan penisku dan memijatnya dengan nikmat!"
"Oh ya? Dia memang memerlukan makanannya, bisakah kita hentikan dirty talk ini, Soonhh? Kau membuatku semakin panas—ahh.." Jihoon mengakhirinya dengan desahan, dan itu cukup membuat Soonyoung merasa gemas sendiri. Dia langsung menangkup payudara kanan Jihoon yang bergelantung dan memainkannya dengan gemas, sementara tangannya yang lain ia gunakan untuk menampar pipi kiri Jihoon. "Dasar jalang!"
"Hanya untukmu, Kwon Soonyoung!"
Detik selanjutnya membuat Soonyoung menggeram tertahan. Jihoon baru saja menyempitkan vagina nya yang sebenarnya sudah sangat sempit. Dan itu membuat Soonyoung terbakar nafsu dan langsung mengenjot Jihoon dengan kasar dan tepat menumbuknya di g-spot Jihoon. Mereka berdua mendesah dengan volume masing – masing, Soonyoung semakin menggila, penisnya semakin membesar di vagina Jihoon dan Jihoon bisa merasakannya.
"Ahh! Soonhh! Aku akan keluar—ahh.."
"Bersama sayang.."
Genjotannya semakin menggila dan perut Jihoon semakin keram,
"Sekarang sayang!"
"Ahhh!"
Mereka berdua keluar. Membuat vagina Jihoon terasa semakin penuh, karena Soonyoung mengeluarkannya di dalam.
Jihoon menyabut penis Soonyoung dengan tiba – tiba.
"Ayo mandi, Soon.. Kau harus ke kampus, aku tidak mau kau bolos"
Jihoon lalu menyalakan shower yang berada di atas mereka. Membiarkan air membasahi tubuhnya dan Soonyoung. Jihoon mengusap tubuhnya dengan pelan, tanpa sedikitpun menyadari Soonyoung menatap setiap pergerakannya. Dia mengusap payudara nya yang penuh dengan sperma Soonyoung itu.
"Ayo Soonyoung, mandi dan bersiaplah per—AHH!"
Itu Soonyoung, dengan tiba – tiba menghisap nipple pinknya, dengan tangan mengusap lembut vagina mulus dan bersih milik Jihoon.
"Aku tidak pernah cukup menyetubuhi mu hanya 1 ronde, Ji.."
..
...
..
oOo
..
...
..
TBC
..
..
A/N
Hai wkwk, nekat membawa pwp pertama ku. Ini dikarena kan sedikitnya ff pwp Soonhoon di dunia ffn wkwk.. yang belum cukup umur tapi udah sampe a/n siapa disini hayoo, wkwkwk dosa tanggung sendiri ya sayang wkwk
Ini bakal berisi pwpnya Soonhoon semua wkwk rencana sih bakal bikin berchpter cpter wwkk
Kira kira enak ga main di dunia oren? Mau pindah kesana rencananya.
