Chapter 1

" Kehangatan dalam Keluarga "

" Tadaima " kata seorang lelaki yang tinggi mempunyai rambut hitam sedang membawa tas koper yang berisikan berkas-berkas kantor

"Okaeri " sambut dengan kecupan manis dari seorang wanita cantik bertubuh langsing dan berambut hitam kecoklat.

Lelaki tersebut adalah Hyuga Junpei yang telah menikah mempunyai seorang istri yang cantik, pintar, dan pelatih basket Seirin yaitu Aida Riko. Mereka telah diberi anak lelaki bernama Kuroko Tetsuya.

"Riko, Kuroko mana?" tanya Hyuga sambil membelai rambut lurus istrinya

"Ah.. Dia belum pulang dari rumah Kagami" jawab Riko dengan menyiapkan makan malam dan sambil menunggu Kuroko pulang

Tak lama kemudian, terdengar ketukan pintu dari luar. Hyuga pun segera membuka pintu dan tebak siapa yang pulang.

"Tadaima" kata seorang anak berambut biru muda yang baru saja pulang dari dirumah Kagami Taiga, teman Kuroko

"Kuroko, pangeran kecilku" teriak Hyuga dengan memeluk Kuroko

"Apa sih, lepaskan" kata Kuroko sambil berusaha melepaskan pelukkan Hyuga setelah menutup pintu.

"Kuroko, mandi terus makan malam" kata Riko yang tengah sibuk mempersiapkan hidangan makan malam.

Saat Kuroko selesai mandi dan kemudian pergi ke meja makan, ia melihat kedua orang tuanya duduk manis dan menunggu dirinya sambil berbincang-bincang satu sama lain. Hal itulah kehangatan yang dirasakan Kuroko dirumah meskipun rumahnya tidak sebagus rumah teman-temannya.

Ditengah-tengah makan malam, Riko membuka percakapan kepada Kuroko dan kemudian disambung oleh Hyuga.

"Kuroko, gimana tadi dirumah Kagami ?" tanya Riko sambil mengambil piring dan nasi untuk Kuroko

"Seperti biasanya kita hanya bermain basket " kata Kuroko dengan memandang Riko yang masih mengambilkan nasi dan lauk pauknya

Kehangatkan dalam keluarga hanya dapat dirasakan Kuroko selama dia berada di Sekolah Teiko setelah itu Riko meninggalkannya dengan cara berselingkuh sama guru lain. Sekarang Kuroko memasuki masa SMAnya di SMA Seirin.

"Kekurangan apa yang dimiliki ayah? Sampai-sampai bunda berselingkuh dibelakang?"

Pertanyaan itu selalu melintas dan berputar-putar saat Kuroko sedang melamun dan memandang awan, seakan-akan Ia tak percaya apa yang terlah diperbuat Riko kepada dirinya dan juga Hyuga.

Keketika lamunan tersebut dibuarkan dengan teriakan dari seorang cewek berambut panjang dan berwarna pink, siapa lagi kalau bukan Satsuki Momoi sang kekasih Kuroko menghampiri kekasihnya pada saat istirahat disusul oleh teman sekelas Momoi yaitu Akashi.

"Tetsu-kun..." teriak Momoi dan berlari kearah Kuroko

"Yo,Tetsuya" sapa Akashi yang berjalan dibelakang Momoi

Kuroko tidak menanggapi sapaan mereka berdua dan hanya diam melirik keduanya. Tak lama kemudian, datanglah Kagami. Tanpa berkata apa-apa, Kagami menghampiri Kuroko lalu menepuk punggung Kuroko sekeras-kerasnya sampai-sampai Kuroko tersungkur diatas meja.

"Kagami-kun, ini sakit" kata Kuroko lirih karena kesakitan

"Kenapa, kamu merenung?" jawab Kagami tanpa mempedulikan Kuroko yang sedang kesakitan.

"Tetsu, tak apa?" Momoi pun mengusap punggung Kuroko dengan lembut

"Ah, tak apa Momoi" jawab Kuroko sambil tersenyum

"Sudah, ayo kita kekantin" ajak Akashi karena kesal melihat mereka berdebat tak kunjung selesai

Akhirnya sekolah pun usai, Kuroko membereskan buku-bukunya dan pulang kerumah. Pada saat beranjak pulang ke rumah, Kuroko ditahan oleh Momoi. Momoi meminta untuk menemaninya ke toko buku.

Selama perjalanan mereka berbincang-bincang. Kuroko tampak dapat melepaskan rasa sedihnya sejenak dan ia merasa nyaman disisi Momoi yang dapat mengerti apa yang dirasakan oleh dirinya. Kuroko merasakan bahwa mereka tidak berjalan hanya berdua tetapi melainkan bertiga. Pada saat hendak menyeberang jalan, Momoi berjalan duluan sedangkan Kuroko mengikuti dari belakang.

Tiba-tiba, Momoi mengambil gantungan kunci yang baru dibelinya jatuh dijalan tanpa Momoi sadar bahwa ada truk melaju dengan kecepatan tinggi.

"Momoiiiiiiiiiiii..." Kuroko sontak teriak kaget dan dengan cepat Kuroko mendorong Momoi untuk menjauh, merelakan dirinya yang ditabrak.

.

.

.

.

.

RTTTT...RTTTT...

.

.

.

.

.

Truk tersebut berhenti dan pengendara truk turun karena kaget melihat ada orang yang hampir tertabrak ternyata setelah diperiksa tidak ada orang yang ia tabrak. Semua orang yang ada dilokasi kejadian tercengang melihat kejadian tersebut.

Sementara diseberang jalan...

"Momoi, kau tak apa?" kata Kuroko gemetara sambil mengoyak-nyoyak tubuh Momoi yang lemas akibat shock

"Tetsuuu..." kata Momoi lemas sambil membelai pipi Kuroko. Dia sangat bersyukur Kuroko tak apa-apa.

"Aku antar kamu pulang" Kuroko menggendong Momoi hingga sampai ke rumah dan Kuroko menyuruh Momoi untuk beristirahat. Dan dalam perjalanan kembali ke rumah, Kuroko kembali mengulang kejadian tersebut. Dia berpikir dia yang menyelamatkan dirinya.

"Ah mungkin Tuhan yang mengirim malaikatnya untuk menyelamatkan aku dan Momoi" batinnya dalam hati

-TBC-

A: 1. Ini FF ke dua

2. Maap kalau FF ke 1 ending ancur

3. Maap kalau FF ke 2 ini terlalu singkat pembukaan

4. RnR ditunggu

5. Makasihh~