Tidakkah kamu ingat?

.

Sebenarnya, kita telah terhubung sejak dunia ini belum terbentuk

.

Dan kemudian kita terpisah…

.

Dan tidak teringat oleh satu sama lain

.

Tapi aku…

.

Aku masih mengingatmu

.

Dan aku, akan selalu mengingatmu…

.

.

.

*kringgggg…kringggg…kringggg…*

Dan akupun terbangun…

"huaaaaaa, sudah jam berapa ini?" kataku yang masih mengucek mataku sembari melihat ke arah jam. Sesaat, mataku terbelak saat melihat ke arah jarum jam.

"ya tuhan! Sudah jam setengah 7! Kalau tidak cepat cepat aku pasti akan terlambat!"

Dengan ekspressi panic aku pun langsung menyambar handukku yang kugantung di dekat kamar mandi dan langsung berlari ke kamar mandi. Mikuo yang sedang berada 3 kaki dari kamar mandi itu sudah bersiap siap untuk membuka pintu kamar mandi, tapi kusambar secepat mungkin genggaman pintu kamar mandinya, dan kemudian pun memasukinya dan menguncinya.

"HEI! Curang! Padahal kan aku yang pertama kesini!" Omel Mikuo sambil berteriak di depan kamar mandi.

"ah, kamu kan masih lama sekolahnya! Santai saja sih!"

"Huft! Sebal! Siapa suruh bangun telat terus!"

Dan sehabis itu Mikuo terpaksa mandi di kamar mandi atas. Sesudah mandi akupun langsung mengambil sarapanku dan berangkat kesekolah.

'harus lari nih biar keburu!'

Sesampainya di dekat sekolah, aku melihat gerbang yang sudah hampir tertutup rapat.

"PAKKKKK! BENTAR PAKKKK!" teriakku dari kejauhan.

Ketika aku berlari mengejar gerbang itu, tidak sengaja aku menginjak sebuah kulit pisang, dan hasilnya aku terjatuh PAS DI DEPAN GERBANG yang sudah tertutup rapat.

Aduh mik, udah telat, kepeleset pula. Sungguh memalukan-_-

"aduh neng miku, sudah telat. Pintu nya sudah ditutup. Lagian bukannya dateng pagian" kata pak satpam kepadaku, atau bisa kita panggil mas Gakupo.

"yah mas, yelah Cuma telat berapa detik sih, ayolah bantu saya sekali ini aja!"

"maaf neng miku, peraturan tetaplah peraturan!"

"yahhhhhh…."

Kemudian terdengar dari kejauhan aku melihat seseorang anak laki laki, berambut honey blonde, memakai headphone, tampangnya kece, yah perfect lah. Ya siapa lagi kalau bukan Kagamine Len, seorang cowok mage kelas S pemakai sihir hitam, dan sekaligus cowok terpopuler se-akademi ini. Sial, pagi pagi saja sudah bertemu dia, mau ditaruh dimana mukaku ini?

"Pak, bukain pintunya" pintanya ke mas gakupo.

"ah, iya mas" dan kemudian pun gerbangnya dibukain sama mas gakupo.

Kalian heran kenapa mas Gakupo mau bukain gerbangnya? Karenaaaa…

Len itu adalah anaknya yang punya sekolah ini dan cucuknya yang punya yayasan ini, dia itu kaya banget. Kemudian len berjalan melewati gerbang itu, tetapi sesaat dia memberhentikan langkahnya dan menenggok ke arahku,

"kau tidak masuk?" tanyanya.

.

.

.

Eh apa? Dia bicara padaku?

"aku bicara kepadamu perempuan-berambut-teal" katanya lagi.

"e-eh, aku?" tanyaku sambil menunjuk kearahku sendiri

"tentu saja, siapa lagi? Sudah cepat masuk! Atau gerbangnya akan ditutup lagi!"

"a-ah i-iya!" kurasa pipiku sudah memerah seperti tomat sekarang.

Apakah ini mimpi? Kagamine len berbicara padaku? Pipiku tersa sudah merah sekali…Tidak! Aku tidak boleh terlihat lemah begini di depan dia! Nanti dia pikir aku ini sama seperti cewek lain lagi! Ayo miku, perlihatkan kecoolan mu!

"O-oh iya, Terima kasih ya Kagamine san-" belum selesai aku bicara, ketika aku melihat ke sampingku ternyata si Kagamine itu telah menghilang.

Ya iyalah, mana mau dia masuk ke sekolah bersamaan denganku, seorang cewek biasa dengan pergaulan tengah.

Sepertinya dari tadi aku belum sempat memperkenalkan diriku. Kalau begitu perkenalkan! Namaku adalah Hatsune Miku, seorang cewek berumur 17 tahun yang tidak terlalu terkenal atau tidak terlalu di kenali di sekolah ini, aku adalah pengguna sihir putih, kebalikan dari sihirnya len. Aku adalah termasuk orang orang pintar, aku menduduki pringkat ke-2 kepintarannya di akademi ini setelah Kagamine. Dan aku juga dikenal dengan sebutan 'tsundere girl' soalnya sikapku yang kadang kadang dingin.

Aku juga mempunyai 3 orang sahabat, yaitu Luka, Gumi, dan Rin. Asal kalian tau, Rin itu adalah saudara kembarnya len yang mukanya benar benar mirip! Tetapi sikapnya berbeda sekali. Rin itu hiperaktif dan Len itu pendiam.

"Mikuuuuu~~~~~" seru merdu seorang cewek dari kejauhan

"Rin!" panggilku ke cewek itu. Ya itu rin, cewek berambut honey blonde, sama seperti Len.

"Yahooooo! Oh iya, Luka dan gumi kemana?"

"ah, mereka berdua sedang mengikuti remedial dancing fly… sepertinya"

"ara~ mereka berdua memang sangat payah kalau soal dancing fly ya~~"

"oh iya rin, kamu itu pengguna sihir hitam juga kan?"

"tidak kokkkk~~~ aku hanya mendapatkan setengah saja dari kekuatan sihir hitam itu"

"oh begitu ya….." kataku sambil menganggukkan kepala. kemudian rin menghentikan langkahnya dan menatapku.

"kalau miku sendiri bagaimana?" tanyanya.

"apanya yang bagaimana?"

"Apakah di keluarga miku, hanya kamu sendiri yang mempunyai sihir putih? Lagipula jarang jarang loh ada manusia yang mempunyai sihir putih"

"s-sepertinya sih begitu. Aku juga nggak tau gimana ceritanya aku bisa dapet kekuatan ini… tapi yang aku tau, kekuatan ini juga sangat berbahaya bagiku…"

"berbahaya kalau kamu belum bisa mengontrolnya! Oh iya, miku masih bermimpi tentang itu?"

Eh itu? Oh, pasti tentang mimpi yang tadi pagi…

"Iya, sepertinya…"

Seperti yang kalian tau, semejak aku mengalami mimpi yang aneh dan berulang ulang itu aku mulai menceritakannya ke 3 sahabatku ini. Rin bilang itu adalah pertanda baik, Gumi bilang itu pertanda buruk, sedangkan Luka bilang itu artinya pertanda cinta sejati yang akan mencariku. Aku jadi bingung harus percaya yang mana…

Saat aku berjalan di koridor sekolah yang terlihat dan memang sangat sepi, tiba tiba dua buah tangan membekam ku dari belakang,

'ya tuhan, siapa ini? Apakah aku akan mati? Apa yang dia inginkan dariku? Jangan jangan aku mau diperkosa lahi? TIDAKKK! SESEORANG TOLONG AKUUU!'

Dengan segera aku langsung menggigit tangan orang itu, kemudian dengan reflek dia melepaskan bekapannya. Dia teriak.

"aduh sakit tau!" suara ini… sepertinya familiar sekali…

Ketika aku melihat kebelakang ternyata yang tadi membekapku adalah….. KAGAMINE LEN!

"K-kagamine! A-apa yang kamu lakukan?"

"aw, seharusnya kamu bilang maaf dulu tau!" omelnya, dia lucu sekali ketika ekspresi nya terlihat ngambek gitu.

"aku tidak akan menggigitmu kalau kamu tidak membekapku seperti tadi!"

"yah, namanya juga orang iseng.." jawabnya sambil mengalihkan tatapannya.

Apa? Iseng katanya? Sejak kapan kagamine len ingin bermain 'iseng' kepadaku? Ini betul betul sangat aneh… kemudian aku merasa len mengenggam tanganku. Oh tuhan….

"nah, sekarang ayo ikutin aku!"

Nahlo, sekarang aku pingin dibawa kemana sama dia?

TBC