7 Years (yesterday, Today and Every day)
Cast: SMTown
GS –Hurt –Angst –Mariegge Life
I Don't Wanna Miss A Thing
Chapter 1
Happy Reading!
I could stay awake just to hear you breathing
Watch you smile while you are sleeping
While you're far away dreaming
Seorang pria tampan nan gagah mengiring sang kekasih yang matanya tertutup oleh kedua telapak tangan sang pria menuju pinggir danau.
I could spend my life in this sweet surrender
I could stay lost in this moment forever
Dengan langkah hati-hati sang pria melangkah mundur setelah sebelumnya meminta sang gadis agar tidak membuka kedua matanya sebelum ia minta sesuai intruksinya.
"Kau sudah siap sayang? Aku akan menghitung mundur sebelum kau membuka kedua matamu." Teriak sang pria yang diangguki sang gadis dengan senyum gugupnya.
1-
2-
Every moment spent with you is a moment I treasure~
3
Sang gadis perlahan membuka kedua kelopak matanya canggung sesuai intruksi sang pria.
DOR- DUAAAAR- DUARRRR- siuuuuuuuut DUAAAAR
Hingga tiba-tiba ia terbelalak lebar mendengar suara kembang api- sontak membuatnya menatap langit malam yang kelam bertabur kembang api warna-warni di atas danau tersebut.
Belum hilang kekagumannya pada gemerlap kembang api di atasnya, sang pria menyerukan namanya agar menatapnya yang berdiri di bawah tiang lampu di pinggir danau tersebut.
Sang gadis sontak terbelalak lebar mendapati beberapa sahabatnya telah berdiri tak jauh dari prianya dengan senyum mengembang di wajah mereka masing-masing.
Lambat-lambat sang pria melangkah mendekati gadisnya yang berdiri kebingungan sambil berucap beberapa patah kata yang ada di dalam hatinya.
"mungkin aku bukanlah pria romantis seperti actor favoritemu Leonardo DiCaprio-
Aku tidak semanis hyungnya junsu yang kau puja
Aku tidak setenar sunbae yang kau taksir dulu saat senior high school dulu-
Aku juga tidak sehebat ketua senat saat di universitas yang membuatmu kagum itu-
Aku adalah Jung Yunho, aku hanyalah seorang pria biasa yang beruntung bisa mendapatkan hati wanita tercantik di hadapanku ini." pria tersebut menghela nafas.
"Sayang! Terimakasih untuk 7 tahun ini selalu mencintaiku dan berada di sisiku- ku harap kau selalu bersamaku bukan hanya 7 tahun terakhir atau 7 tahun kedepan, aku ingin terus hidup bersamamu selamanya."
"aku ingin makan sup miso yang kau buat setiap pagi"
"aku juga ingin kau memakaikan dasi kepadaku setiap pagi"
"sayang! Hiduplah bersamaku selamanya- berbagi apapun yang kita miliki bersama, maka dari itu-"
Gadis tersebut sejenak mengerutkan alisnya- lalu berganti ekspresi kaget, kagum dan bahagia membaur menjadi satu di wajah cantiknya ketika tiba-tiba sahabatnya mengangkat papan di tangan mereka masing-masing secara bergantian.
WILL
YOU
MARRY
ME
"Kim JaeJoong! Will You Marry Me?" teriak sang pria yang bernama Jung Yunho
"Marry me! Today and everyday! Marry me~ Kim JaeJoong!"
Yunho menjatuhkan diri berlutut di depan jaejoong sembari mengeluarkan kotak bludru berwana biru dari sakunya yang berisi cincin berlian cantik.
Sejenak gadis tersebut merasa linglung mendengar pernyataan membahagiakan dari pasangannya, hingga suara sahabat-sahabatnya mengintrupsi.
"Kim Jaejoong! He asked to you!" teriak changmin.
"nde?" jaejoong menatap sahabatnya.
"katakana iya!" kini giliran lengkingan lumba-lumba junsu yang terdengar.
"sayang kau mau kan menikah denganku- menjadi ibu dari anak-anakku?" ulang yunho membuat jaejoong berkaca-kaca.
Air mata bahagia jaejoong sudah meluncur membasahi pipinya, dengan keyakinan penuh ia menganggukkan kepalanya mantap sambil menggenggam tangan yunho agar berdiri.
"ya sayang! Yes I will!"
I don't wanna close my eyes
I don't wanna fall asleep
'cause i'd miss you, babe
And i don't wanna miss a thing.
Seketika tangisannya pecah saat yunho menyematkan cincin indah tersebut di jari manisnya, jaejoong segera mengeratkan pelukannya kepada yunho dan mengecupi wajahnya bahagia.
Semua sahabatnya pasanga yoochun-junsu, changmin dan heechul bertepuk tangan dan bersorak sorai kehebohan karena bahagia- seketika kembang api kembali meletup-letup di udari menambah keromantisan mala mini.
Yunho mengangkat tubuh jaejoong yang berada di dalam pelukannya untuk membawanya berputar-putar karena kegirangan, ia pun bersorak sorai gembira membuat jaejoong bersemu.
"Changmin-ah! She said YES!" teriak yunho
"aku tahu hyung! Noona akan menjawab seperti itu karena noona mencintaimu!" balas chanmin berteriak.
Malam ini mereka habiskan untuk bersenang-senang dalam kebahagiaan yunho-jaejoong, mereka mengadakan pesta kebun dan bermalam di tenda dekat danau.
Setelah melakukan weeding proposal tersebut, baik yunho maupun jaejoong mengungkapkan rencana mereka kedepan kepada keluarga mereka masing-masing yang di sambut antusias oleh semua pihak.
7 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk keduannya menjalin tali kasih sebagai sepasang kekasih, kedua orang tua yunho bahkan sudah meminta anaknya mengikat jaejoong lebih dari 5 tahun yang lalu.
Mereka memutuskan untuk menikah bulan depan, maka dari itu mereka mulai disibukkan denganpersiapan pernikahan mereka.
Dari mulai gereja, gaun-tuxedo, undangan, foto preweeding, hingga sampai hal paling kecilpun mereka tangani sendiri- jaejoong bilang baginya pernikahan hanya terjadi sekali seumur hidup, maka ia ingin semuanya berjalan dan terkoordinir sesuai keinginannya.
Para orangtua, sahabat dan saudara hanya membantu seperlunya saja agar kedua calon pengantin tidak jatuh down saat hari pemberkatan tiba.
sebulan berlalu, dan hari ini adalah hari bersejarah untuk yunho maupun jaejoong, hari yang mereka nanti-nantikan selama 7 tahun terakhir akhirnya datang, semua orang yang menjadi tamu undangan terlihat berbahagia di hari bahagia mereka.
You be my side, that's how I see us
I close my eyes and I can see us
We're on our way to say: I do
My secret dreams have all come true
I see the church, I see the people,
Your folks and mine happy and smilling
I can hear sweet voices singing: Ave Maria…
Oh my love, my love, this can really be
That someday you'll walk down the aisle with me
Let it be, make it be that I'm the one for you
I'll be yours, all yours, now and forever!
I see us now, your hand in my hand
This is the hour, this the moment
And I can hear sweet voices singing: Ave Maria
Ave Maria, Ave Maria…
Suara alunan musik instrumental 'the weeding' mengalun indah di dalam gereja megah ini. Semua mata menatap haru pada seorang gadis cantik dengan balutan gaun putih gadingnya yang mengembang serta serangkai bunga steophanot putih dalam genggamannya sedang berjalan di depan altar didampingi sang ayah.
Di depan sana sang mempelai pria yang terlihat semakin tampan dalam balutan tuxedo hitamnya dengan gagahnya berdiri tegak menanti sang mempelai wanita.
Di hadapan altar, ayah dari sang mempelai wanita menyerahkan genggaman tangan putrinya kepada pria tampan di hadapan mereka.
"aku menjaganya sepanjang waktu nak, kebahagiannya lebih utama dari kebahagiaan kami- hari ini kuserahkan harta ku padamu, berjanjilah padaku- jagalah putriku sepenuh hatimu~ menantuku!"
Sang mempelai pria mengangguk mantap menyambut genggaman tangan sang mempelai wanita dari sang ayah, dengan senyum mengembang ia membawa sang calon istri bersumpah di hadapan tuhan.
"Jung Yunho-sshi, Kim JaeJoong-sshi berbahagialah, saya selaku pejabat gereja meluluskan dan memberkati pernikahan kalian berdua, sekarang hendaklah kalian untuk saling mengucap janji di hadapan tuhan, keluarga, para saksi dan hadirin sekalian-
-Saya persilahkan kedua calon mempelai menumpangkan tangan kanan di atas kitab suci ini, Teguhkanlah janji suci kalian berdua di hadapan tuhan. silahkan mempelai pria!"
"di hadapan tuhan, saya Jung Yunho, dengan tulus hati memilih dan menerima Kim JaeJoong, Mulai saat ini menjadi istri saya dan saya berjanji untuk selalu mencintai, menghormati dan setia kepadanya dalam suka dan duka, dalam untung dan malang, di waktu sehat maupun sakit sepanjang hidup saya.-
-Saya berjanji pula untuk menjadi ayah yang baik bagi anak-anak yang di percayakan tuhan kepada kami berdua kelak dan selalu hidup rukun dalam kasih Tuhan."
"mempelai wanita, saya persilahkan!" ucap sang pastur.
"di hadapan tuhan, saya Kim JaeJoong, dengan tulus hati memilih dan menerima Jung Yunho, Mulai saat ini menjadi suami saya dan saya berjanji untuk selalu mencintai, menghormati dan setia kepadanya dalam suka dan duka, dalam untung dan malang, di waktu sehat maupun sakit sepanjang hidup saya.-
-Saya berjanji pula untuk menjadi ibu yang baik bagi anak-anak yang di percayakan tuhan kepada kami berdua kelak dan selalu hidup rukun dalam kasih Tuhan."
"Jung Yunho-sshi, bersediakah saudara mengasihi dan menghormati istri anda sepanjang hidup?"
"Ya! Saya bersedia!"
"lalu saudara Kim JaeJoong-sshi, bersediakah saudara menerima janji suci suami anda tersebut?"
Jaejoong terdiam sejenak menatap kepada sosok sang ayah yang tengah tersenyum tulus padanya di deretan pertama bangku gereja sebelah kiri tersebut.
Dengan senyum mengembang jaejoong menatap manik suaminya dan berkata dengan mantap.
"Ya, Saya bersedia!"
"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah di persatukan Tuhan, tidak boleh di ceraikan manusia"
Seketika suasana menjadi riuh ketika tiba-tiba saja lagu 'she wears my ring' mengalun indah mengiringi keduanya yang tengah menyematkan cincin perkawinan mereka di jari manis pasangan mereka, lalu selanjutnya di tutup dengan mempelai pria yang di persilahkan mencium mempelai wanitanya dan di sambut dengan tepuk tangan meriah dari para saksi dan hadirin di dalam gereja tersebut.
Setelah upacara pemberkatan yang berlangsung cukup khidmat di gereja tadi, mereka melanjutkan acara pesta kebun di sekitar area gereja tersebut.
Tidak hanya taman hijau nan sejuk ini saja yang di dominasi atribut dan bunga-bunga berwarna putih, bahkan semua para tamu undangan disana juga menyelaraskan diri dengan balutan pakaian mereka yang juga berwarna putih.
Acara berlangsung sangat meriah ketika tiba saat sang mempelai wanita melempar karangan bunya yang di sambut jerit bahagia oleh para wanita-wanita lajang yang ingin segera menyusul sang pengantin.
"baiklah jaejoong-ie, kami siap!" teriak kyuhyun sahabatnya yang ikut berdesakan dengan wanita-wanita lainnya.
"cepat lempar jaejoong-ie! Aku harus segera melepas masa lajangku!" teriak seorang gadis frustasi yang mereka ketahui adalah Jessica jung, sepupu yunho yang belum punya kekasih di usianya yang ke 27 tahun membuat teman-temannya tertawa bahagia.
"Jae lempar ke arahku! Aku akan menangkapnya!" suara seorang pria kali ini yang membuat semua mata menatap penasaran sumber suara.
"yak! Changmomo, mengalahlah dengan noona, kami harus segera menyusul jaejoong jika tidak ingin menjadi perawan tua! Menyingkir kau!" sembur hyuk-ie yang di segera di setujui oleh para gadis yang lain dan menimbulkan protesan di sana-sini.
"iya, menyingkir kau!
"lagi pula kau juga masih kuliah."
"kau tidak di kejar deadline untuk menikah anak muda!"
Ternyata tidak hanya para gadis-gadis lajang saja yang berhimpitan menunggu lemparan bunga dari jaejoong, ternyata changmin sang adik berserta beberapa temannya pula seperti minho dan sehun sudah membuat ancang-ancang untuk menangkap bunga tersebut.
"yak Oh Sehun! Apa yang kau lakukan disini anak kecil!" teriak kyuhyun
"aku juga ingin mendapatkan lemparan bunga itu noona!"
"yak! Mengalahlah dengan noona!"
Sepasang kakakadik oh itu mulai berdebat mengenai siapa dulu yang akan menikah diantara keduannya, karena sehun yang sebal di larang orangtuanya menikahi luhannya juka noonanya yang lajang itu belum menikah terlebih dahulu.
"baiklah teman-teman, aku lempar ya!" intrupsi jaejoong.
Hana
Dul
Set
KYAAAAAAAAAAA
"Sebentar lagi- sebentar lagi-"
KYAAAAAA
KYAAA KYAAA
"aku akan mendapatkannya!"
"yak! Come to mama baby!"
"jangan mendorongku! Aku hampir mendapatkannya!"
"YA- YA- YAAAAAAAAAAAAAAK"
HAAAP
Suasana mendadak hening karena dari semua keributan yang di lakukan gadis-gadis tersebut, di antara mereka semua tak satupun yang berteriak kegirangan mendapatkan rangkaian bunga tersebut.
"eomma, Ye Eun mau menikah tepelti imo!"
Tiba-tiba di tengah keheningan, suara manja dari putri choi siwon dan kim kibum mengintrupsi mereka dari lamunan masing-masing.
"changmin- ajjuchi, kajja kita menikah! Ye eun-ie dapat bunga imo!" ucap ye-eun menarik ujung jas changmin.
Gadis-gadis tersebut segera mempelototkan matanya ketika ye-eun mengacungkan sesuatu yang menjadi bulan-bulanan mereka sedari tadi.
Hell no! bagaimana bisa bunga tersebut bisa mendarat kepada si kecil ye-eun yang sedari tadi hanya berdiri menatap mereka dari belakang sambil menikmati permen coklatnya, mereka harus gigit jari karena kalah telak dengan gadis kecil berusia 6 tahunnya choi siwon.
Sementara changmin hanya bisa ber-sweatdrop-ria karena bukannya mendapat karangan bunga tersebut melainkan baru saja ia di lamar gadis kecilnya keluarga choi.
Sisanya hanya bisa mengulum senyum menertawakan kekonyolan orang-orang tersebut, termasuk jaejoong dan yunho.
Setelahnya, acara di lanjutkan dengan 'daddy-daugther dance' dimana jaejoong terlihat bahagia sekaligus haru saat berdansa dengan sang ayah di ikuti tamu undangan yang lain.
Jaejoong sempat meneteskan air matanya saat alunan music 'ode to my familly' yang menjadi lagu pembuka dansa mereka.
"hei nyonya jung kenapa menangis, eoh?" goda sang appa sambil memulai berdansa.
"daddy- hiks hiks daddy- hiks joong-ie tidak ingin berpisah dengan daddy"
"aigoo princess appa manja sekali, eoh? Joong-ie dengarkan daddy, sekarang putri daddy yang cantik ini sudah menikah, jadi kau harus mengabdikan seluruh hidupmu kepada suamimu sayang, daddy tidak akan kemana-mana, daddy akan tetap berada di rumah kita, di istana kita bersama kesatria kim changmin-
-jadi jika princess daddy merindukan daddy, berkunjunglah ke istana, arrachi tuan putri?" hibur sang ayah.
"Daddy! I may find my prince but you will always be my king."
"daddy tahu itu pasti sayang!"
"daddy, you will always be the number one man in my life, and I'll always be your little girl, I love you dad!"
"I love you to princess!"
Sang ayah segera mengecup kening putrinya lama, menyalurkan kebahagiaan sang anak sekaligus kesedihan karena takut kehilangan putri kecilnya.
Suasana mendadak berganti heboh saat alunan lagu berubah menjadi beat saat 'cant take my eyes of you' di putar, bahkan jaejoong sudah tertawa bahagia melihat semangat sang ayah yang mengebu-gebu. Jaejoong tidak bisa berhenti tertawa saat sang ayah menuntunnya untuk memutar-mutar tubuhnya di bawah tautan lengan mereka.
Semua orang terlihat tertawa bahagia, para pasangan suami istri terlihat menikmati moment ini seperti siwon-kibum, hangeng-heechul, yoochun-junsu, kedua orang tua yunho kangin-leeteuk, bahkan hingga chagmin-ye eun terlihat menikmati alunan music tersebut.
Tepat ketika yunho menghampiri jaejoong dan sang ayah mertua, irama menghentak tersebut berubah menjadi romantic dengan alunan 'marry you dari Bruno mars' saat dengan sopannya yunho meminta uluran tangan sang istri.
Dengan senyum bahagia sang ayah menyerahkan gengaman jaejoong ke pada yunho untuk kedua kalinya dalam sehari ini setelah yang di gereja tadi pagi.
Mereka berdua berdansa, saling memandang dengan binar bahagianya, hal tersebut tak henti-hentinya membuat rona merah muda muncul di kedua pipi tirus jaejoong.
"terimakasih sayang!" bisik yunho saat berdansa.
"aku yang berterimakasih yunho, ku harap kau tidak akan pernah bosan mencintaiku dan berada disisiku"
"tidak akan sayang! Aku berjanji sampai rambutku memutih aku akan tetap mencintaimu!"
"meskipun aku sudah tidak cantik lagi?" yunho mengangguk
"meski aku berubah menjadi sangat gendut seperti hwang ahjjuma?" yunho mengangguk lagi
"serta wajahku penuh keriout dimana-mana? Kau berjanji akan tetap mencintaiku?"
"tentu sayang! Apapun yang terjadi kelak- dank au berubah seperti apapun kelak! Aku akan tetap mencintaimu titik" jaejoong tersenyum bahagia dan mengeratkan pelukannya kepada sang suami.
"yak hyung! Aku juga ingin memeluk noonaku juga di hari bahagianya ini!" protes changmin membuat sepasang suami-istri baru itu terkekeh.
"aigooo adikku satu-satunya! Sini peluk noona."
Jaejoong merentangkan kedua tangannya yang segera di sambut oleh changmin untuk melanjutkan acara berdansa mereka.
"noona bahagia?" jaejoong mengangguk senang.
"aku juga bahagia, noona tenang saja- aku akan menjaga daddy untuk noona, noona hiduplah dengan baik bersama yunho hyung ne, jangan mengkhawatirkan kami- tapi kunjungilah kami di waktu luang kalian, arrachi?"
"neee aku mengerti ksatria cwhang hehehe"
Sepasang adik-kakak yang tidak terpisahkan tersebut tertawa bahagia bersama membuat yunho mengulum senyum melihatnya dan segera meninggalkan mereka berdua untuk bercengkrama.
"yunho! kemarilah." Yunho segera mendekati ayah jaejoong.
"ne aboeji"
"dimana jaejoong? Duduklah, ayo kita minum" ayah jaejoong menuangkan wine ke dalam gelas kaca untuk yunho.
"jika jaejoong-ie menikah, aku berharap bisa minum arak bersama menantuku seperti ini, dank au mengabulkannya yunho-ya!" yunho tersenyum tulus sambil meneguk winenya.
"jaejoong-ie adalah putriku satu-satunya, meskipun dia hidup sangat mandiri mengurusku dan changmin setelah ibunya meninggal, namun putriku tetaplah seorang anak gadis yang manja dan cengeng-
-aku dan changmin selalu memanjakannya, apapun demi kebahagiaannya akan kami lakukan, nak! Ku harap kau bisa membahagiakan putri kecilku lebih baik dari pada aku."
"saya berjanji aboeji!"
Keduanya saling memandang dengan senyum tulus mereka, hingga ayah jaejoong tertawa melihat sorot penuh keyakinan di manik mata menantunya dan mengajaknya kembali minum bersama.
-To Be Continue-
Suka enggak?
Lanjut?
RCL
