SMA Scouting adalah Sma yang hanya bisa di masuki oleh orang-orang kaya. Tetapi saat semester baru di mulai ada anak kelas 1 yang masuk SMA Recons menggunakan beasiswa dan anak itu bernama Eren Jeager.
...
...
WARNING:OOC,alur lumayan kacau,cerita juga mungkin juga kacau,cerita dan judul mungkin tidak terlalu nyambung,Typo bertebaran,Yaoi,AU,DLL.
DISCLAIMER:Shingeki no Kyojin Punya om Hajime Ishiyama dan Saya hanya meminjam character punya om Hajime.
Rate:M (for Future).
...
...
"Haaaaahh,"desah panjang Eren pada saat berjalan menuju sekolahnya. 'kenapa aku harus jatuh cinta kepadanya?'gumam Eren di sepanjang jalan"aaaaaahh," teriak Eren sambil sengacak-acak rambutnya yang sudah rapi dan tetap terus berjalan. Terlihat mobil mewah mulai berlalu lalang dan menandakan Eren sudah dekat dengan sekolahnya. Pada saat masuk gerbang Eren merasa pundak nya di tepuk oleh seseorang. Dia pun berbalik
"Eren selamat Pagi,"Sapa Perem-Pria dengan rambut pirang yang menepuk bahu nya.
"ah, Armin Pagi,"Jawab Eren kepada teman sekelas nya itu
"Eren kau kenapa, Dari tadi terlihat murung?"tanyanya
"Tidak apa-apa kok," Jawab Eren dengan muka yang merah tidak mungkin dia akan menceritakan kepada temannya bahwa pada saat acara penerimaan siswa baru Eren Jatuh Hati kepada ketua osis yang bernama Rivaille,ya dan juga dia tidak mau di jauhi teman satu-satu nya di kelas hanya karena dia sudah belok.
"aku kira kau terlalu memaksakan menjadi anggota osis,"
Karena Eren menyadari bahwa dia jatuh Hati kepada Rivaille, dia pun memutuskan untuk menjadi anggota osis.
"hehe, tidak kok," kata Eren sambil tertawa garing dan berjalan menuju kelasnya bersama Armin.
TING TONG
Bel yang menandakan akhir dari kegiatan belajar telah berakhir.
"Berdiri,"kata ketua kelas dan di ikuti oleh siswa yang ada di kelas "salam,"
"terima kasih, sensei,"kata seluruh siswa yang ada di kelas.
Setelah guru keluar siswa pun mulai keluar dari kelasnya ada yang langsung pulang dan ada yang pergi untuk ekstrakulikuler yang sudah di ambilnya.
"Eren aku duluan ya," kata Armin
"iya, bye," Jawab Eren
Eren pun merapikan mejanya dan berjalan keluar. Menuju ruang yang akan mempertemukan nya dengan pujaan hatinya.
"Jeager," terdengar suara baritone yang sangat di kenal Eren.
"ah, senpai kebetulan sekali,"kata Eren sambil menyembunyikan mukanya yang sudah memerah.
"kau kenapa apa kau sakit?"tanyanya
"ah, tidak apa-apa kok senpai," kata Eren sambil memberanikan diri menatap muka senpainya itu.
"mukamu merah," kata Rivaille pun mengapit Eren sehingga punggung Eren bertemu dengan tembok yang dingin dan Rivaille pun mendekatkan mukanya semakin dekat.
Eren pun menutup matanya dan membukanya lagi, terlihat lah muka Rivaille yang sangat memukau. "sangat tampan," kata Eren dengan tidak sengaja kata-kata itu langsung keluar dari mulutnya.
"Jeager kau kenapa, apa kau sakit?" tanya Rivaille yang sedikit terkejut.
"eh, tidak apa-apa,"Jawab Eren dan mendorong senpai nya itu untuk sedikit menjauh.
"baiklah kalau begitu,"Katanya sambil menjauh dari Eren dan berjalan menuju ruang osis. Dan Eren pun mengikuti Rivaille.
Brakk
Seluruh yang berada di ruang osis pun terkejut karena tiba-tiba pintu ruang osis di dobrak.
"Rivaille harus berapa kali sih aku memberitahu mu untuk membuka pintu itu pelan-pelan, "kata orang yang kurang jelas kelamin nya, dia berambut warna coklat ponytail tetapi memakai seragam laki-laki. "Kyaaaaa, Eren kau datang bersama dengan cebol itu ya," teriaknya dan langsung mendekati Eren dan ingin memeluknya tapi di tahan oleh tangan Rivaille
"kau tadi bilang, dasar kacamata sialan,"geramnya dengan tatapan yang tajam.
"aku hanya bercanda kok sekarang lepaskan aku biarkan aku memeluk calon mempelai ku," Kata Hanji yang langsung mengejar Eren dan lari ingin memeluknya.
Eren pun dengan sigap menghidari Hanji dan akhirnya hanji terjatuh keluar ruangan dan menimpa seseorang.
"a...duh," Kata Hanji dan melihat siapa yang di jatuhinya.
"aduh,"kata pria yang berbadan tinggi dan berambut pirang dengan muka yang terlihat dewasa.
"maafkan aku Erwin-sensei aku tidak sengaja apakah sensei tidak apa-apa?" tanya Hanji yang berada di atas Erwin dengan posisi yang ambigu. Dan ternyata ada seseorang yang melihat mereka.
"aku tidak apa-apa,"Jawab Erwin dan dia mendengar suara yang di kenal nya.
"E-Erwin-Sen-sei,"kata nya terbata-bata dan sepertinya ingin menangis.
"loh Armin kau tidak pulang?"tanya Eren kepada pemuda yang berada di hadapan Erwin dan Hanji
"Armin ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku akan menjelaskan nya,"katanya Erwin yang mulai panik
"aku hanya berjalan-jalan saja kok Eren, kalau begitu saya permisi dulu,"Kata Armin dan langsung berlari. Dan di ikuti Erwin yang langsung mengejar Armin.
"Armin dengarkan penjelasan ku dulu!"teriak Erwin sambil berlari mengejar siswanya itu.
Hanji dan Eren pun hanya bingung melihat sensei yang paling berwibawa di sekolah itu berlari-lari mengejar seorang siswa.
"kenapa Armin?"kata Eren bingung.
"jangan-jangan mereka memiliki hubungan,"Kata Hanji yang matanya langsung berbinar-binar.
"jadi dugaan ku selama ini benar dong,kyaaaaaa,"kata perempuan yang datang dari mana.
"gyaaa sejak kapan kau di sini Petra/Petra-senpai"kata Eren dan Hanji kompak.
"baru saja,"Jawabnya singkat.
"Hei, dari pada kalian hanya bengong tidak jelas, lebih baik kalian mengerjakan pekerjaan kalian,"katanya dingin.
"ba-baik"jawab mereka.
Dan mereka pun masuk ke dalam ruangan osis itu dan mulai mengerjakan pekerjaan mereka.
Teng tong
Bunyi menandakan semua kegiatan yang ada di sekolah itu berakhir. Disaat semua anggota osis sudah pulang Rivaille baru saja menyelesaikan pekerjaan nya dan bersiap untuk pulang di saat keluar ruangan itu dia menemukan kouhai nya sedang berdiri di depan pintu itu.
"ah...Jeager apa kau ketinggalan sesuatu?"tanya Rivaille.
"tidak hanya saja ada yang ingin saya bicarakan dengan senpai,"Jawabnya.
"apa yang ingin kau bicarakan?"
"sebelumnya bisakah kita keluar dulu?"
"baiklah,"
Mereka pun keluar dan berjalan menuju jalan keluar dari sekolah itu.
"jadi Jeager apa yang ingin kau katakan,"Katanya dingin
"se..senpai se-sebenar a..aku..."kata Eren gugup ternyata untuk menyatakan cinta sangat susah dari pada yang dia bayangkan, padahal dia sudah merencanakan nya dan menyiapkan mental agar tidak gugup tetapi hasil nya dia tetap saja.
"kenapa kau ingin buang air?"tanyanya dengan dingin "atau kau kedinginan?"
"tidak, senpai sebenar aku... aku sudah lama me..mencintai mu,"katanya masih dengan gugupnya "maukah kau berpacaran dengan ku?"
"kalau aku menolakmu apa yang akan kau lakukan?"tanyanya.
"a..aku akan terus berjuang untuk mendapatkan senpai,"jawab nya dengan semangat
"walaupun aku akan meminta mu untuk melakukan macam-macam?"
"apapun itu, eh tunggu macam-macam itu maksudnya itu ya?"kata Eren langsung memegang badan nya
"kalau kau sebegitu nya aku tidak bisa menolaknya,"
"kalau begitu kita pacaran?"tanya Eren semangat.
"tidak,"kata dingin.
"eeeeehhh?!" Kata Eren kaget.
Rivaille pun mencium bibir Eren, "iya kita pacaran , dasar bodoh,"
Eren pun mukanya langsung memerah,Rivaille pun mengantar Eren pulang dengan manggunakan mobil hitam mewahnya.
TBC...
Haloooo...
apa yang telah aku buaaat ini?! sungguh menggajekan T_T memalukan *PLAKK* (kenapa di publish dasar author gajeeee).
aku mau ngaku sebernarnya aku itu... aku itu... TBC *PLAKK*
Terima kasih buat yang udah sempatin baca ini fanfic apalagi kalo memberikan review.
dan yang bagi yang mau ngeriview saya mohon jangan ngeflame soal nya kokoro ini nggak kuat.
udah segitu aja.
Salam Lilien :*
