Naruto by Masashi Kishimoto
also
Sukai Kurora by Hiroshi Mori
"Dogfight"
by Pottasium Cyanide
Rating: T
WARNING: Drabble
Happy Read!
and
Review and Favorite this Story!
"Rabbit….come in….Rabbit…."
Tidak ada jawaban.
"Rabbit…come…in.."
Di tengah-tengah petir yang menyambar, aku melihat bangkai pesawat Spitfire terapung-apung di asinnya air laut.
"Rabbit…"
Aku harus keluar dari badai ini. Kunekatkan pesawat Spitfireku ini menembus awan badai yang sangat ganasnya, dengan resiko pesawatku tercabik-cabik olehnya.
….
….
….
"Ayolah…."
Aku terus memaksa pesawatku untuk menembus awan badai ini. Getaran-getaran hebat pesawat yang kupiloti terasa begitu hebatnya, menambah suasana tegang nan luar biasa di kokpit ini.
"C'mon!"
….
"Sampailah…."
…
"Sampailah!"
…...
!
Akhirnya, aku mampu membawa pesawat Spitfire-ku ini menembus awan badai yang sangat ganasnya. Akhirnya aku melihat langit biru cerah dengan awan-awan berada di sekelilingku.
Tapi….
"Rubah oranye... Itu!?"
Sesaat aku mengingat kembali perkataan Rabbit sebelum kami berpisah tadi di tengah badai.
Awas! Itu Ekor Sembilan! Gawat! Ia mengejarku?!
"Moncong pesawat bergambar kitsune... Berekor Sembilan…. Oranye….. Itu dia. Pilot ace dari Kekaisaran Api…"
Pertarungan tidak terhindarkan lagi. Spitfire miliku bertarung melawan 'Shinden' Sanka Mk B, dengan tulisan 'Api' sebagai insignia-nya.
Aku terus melakukan manuver-manuver untuk mendapatkan posisi tembak yang bagus untuk menjatuhkannya. Namun, itu benar-benar sulit. Pesawatnya lebih cepat serta kemampuannya yang hebat membuatku tak bisa berbuat banyak.
Bahkan tembakanya sempat menggores badan pesawatku.
"Ck!"
Sempat aku berpapasan dengan musuhku ini, dan aku dengan jelas melihat wajahnya yang begitu menyebalkan bagiku. Rambut jabrik bewarna pirang, pipinya yang tergambar 3 guratan layaknya kumis, mata biru-nya yang kelihatan samar. Ck, bahkan ia tidak memakai pelindung kepala dan kacamata terbang.
Kali ini aku harus mengejarnya dan membuatnya terjebak dalam jangkauan tembakan senapan mesinku, setelah aku sempat dikejar-kejar olehnya.
Aku harus menembak jatuh dirinya, sebelum bahan bakar pesawatku ini habis.
Aku harus membuatnya bail-out, atau kalau bisa, menghancurkan serta membunuhnya!
….
…
…!
Pesawat kami….. Pesawat kami tepat berhadap-hadapan dengan jarak yang terbilang dekat!
Jantungku berdetak sangat cepat, sampai-sampai aku merasa gerakan slow motion di situasi yang sangat menegangkan ini!
Aku bergegas menekan tombol merah di stir pesawatku…
Aku harus menembak jatuh dirinya, sebelum dirinya sempat menembak jatuh diriku…..
SFX: manchinegun!
….
