Author Note:
Hai…! =3
Ryuu buat fic yang lain, ini fic udah lama di laptop Ryuu jadi dari pada berjamur (?) nantinya, Ryuu update aja…
Oke dah…
Enjoyed…
In Seventeen
Disclaimer: Masa' shi Kishimoto? #taboked maksud Ryuu Masashi Kishimoto…
Rate: M lagi loh… hoho… tapi untuk sekarang T aja kayak nya…
Genre: Romance, Family, Humor
Pair: ItaKyuu, SasuNaru
Warning: Yaoi, BL, boyxboy, Sho-ai, OOC, Lemon sepet, Lime aneh, Alur kilat, Gajheness, Miss Typo(s), Kyuubi di sini Ryuu buat sangat bersifat anak kecil pada umumnya… oh ya Don't like don't read ya….!
Summary: Kyuubi, bocah berumur 7 tahun ini harus rela menjadi pemuda berumur 17 tahun setelah tidak sengaja meminum experimen buatan neneknya. Dan ia harus menjalani kehidupan menjadi orang dewasa.
.
~oO0Oo~
.
"Yes! Akhirnya berhasil! Setelah aku habiskan waktu selama seminggu akhirnya ramuan ku berhasil! Hahaha" seru seorang wanita berambut pirang yang di kuncir dua, tampilannya yang muda akan menipu orang yang melihatnya karna sebenarnya wanita itu sudah berumur sekitar 50 tahun, ia bahkan sudah mempunyai 2 cucu. Wanita itu bernama Tsunade, seorang ilmuwan hebat dan terkenal di dunia.
"Dengan ini aku bisa membuat popom cepat dewasa dan akan bekembang biak…" Ia pun menatap seekor babi pink kecil yang baru saja lahir seminggu yang lalu, yang kini sedang berada di atas sofa, yang berada di dalam laboratorium nya.
Tsunade hendak mendekati sang peliharaan dan akan meminumkannya ke babi itu, tapi niat nya terhenti saat suara bel rumahnya berbunyi. Ia pun menaruh ramuan yang ada di dalam gelas kaca itu di atas meja minum nya, di sebelah botol cola. Langsung saja ia berlari keluar labor dan menghampiri pintu rumahnya… ia pun membuka pintu dan alangkah terkejutnya dia..
"BAA-CHAN…!" teriak dua bocah yang langsung menghambur ke arah nya.
"Kyuu, Naru!" serunya seraya memeluk kedua cucu kesayangannya.
"Tadaima kaa-san…" ujar seorang laki-laki tampan berambut pirang bermata safir yang berumur 27 tahun.
"Okaeri Minato-chan…" balas Tsunade yang masih memeluk cucunya. Lalu ia melepas pelukannya pada sang cucu saat melihat seorang wanita cantik berambut merah yang berada di sampng anak satu-satunya. "Kushina-chan!" teriaknya lalu ia pun memeluk sang menantu sekaligus mantan murid nya.
"Kaa-san, apa kabar..?" tanya sang menantu.
"Aku baik-baik saj! Kau terlalu mengkhawatirkan ku… walau aku ini sudah tua, tapi organ dalam tubuh ku masih sangat muda!"
"Haha… kaa-san, tidak berubah… apa kaa-san masih membuat experimen yang aneh-aneh?"
"Tentu Kushi-chan hari ini pun aku baru menyelesaikan sebuah ramuan…"
"Ramuan ten-"
"Ehem… kaa-san? Apa kami bisa masuk ke dalam rumah?" tanya sang anak yang sepertinya tak tahan di luar dengan panas matahari siang yang menyengat.
"Ah, iya… ayo masuk!" ajak nya pada anak, cucunya.
.
.
"Tadi kaa-san ada bilang membuat ramuan… ramuan apa?" tanya sang menantu sambil menyeruput teh nya. Kini mereka sedang barada di ruang keluarga.
"Aku membuat ramuan pendewasaan…" jelas Tsunade.
"Pendewasaan?" ulang sang menantu.
"Maaf, aku bisa menjauh dari pembicaraan ini? Kalian akan membicarakan kimia-kimia yang sangat aku tidak mengerti…" potong Minato.
"Terserah kau saja.. aku mau bicara dengan murid kesayangan ku dulu…" balas Tsunade.
Minato pun hanya mendengus, 'selalu' pikirnya… setiap ibu nya bertemu dengan sang istri ia seakan bukan lah sang anak tercinta. Minato pun pergi ke ruangan di sebelah ruangan keluarga. Ruangan yang di buat Tsunade untuk sang cucu jika berkunjung ke rumah nya. Ruang bermain. Minato pun melihat anak-anak nya yang sedang tertawa… err yang lebih tepat nya hanya sang sulung tertawa seperti setan, karna melihat sang adik lagi-lagi ia paksa memakai kostum aneh yang ia bawa dari rumah. Minato hanya menatap sang anak sulung dengan bulir keringat besar yang menggantung di kepalanya.
"Kyuu-chan… kau apa kan lagi Naru?" tanya sang ayah pada anak berambut orange kemerahan yang baru saja berumur 7 tahun.
"Tou-san!" kagetnya karna ulah yang ia buat pada sang adik ketawan.
"Ha-ah… kau ini kasihan kan Naru nya.." Minato pun mendekati sang anak bungsu yang sedang terduduk dengan kostum kelinci yang ia kenakan yaitu bra dan celana dalam berbuntut kelinci dan bando berbentuk telinga kelinci.
"Tou-chan! Nalu di pakca ama Nii-chan pake kotum ini… kan Nalu gak mau!" teriaknya sambil menarik-narik baju yang ia pakai.
"Ah, Naru gak seru! Kan supaya sama dengan tante yang di majalah tou-san di dalam lemari…" teriak Kyuubi polos. Minato pun hanya menganga dan keringat dingin keluar dari tubuhnya.
"Mati aku…" gumamnya.
.
Prang!
Benar saja… teriakan Kyuubi terdengar oleh sang istri di ruang sebelah.
"MINATO NAMIKAZE…!" teriak sang istri yang sekarang sudah di belakangnya.
"Hehe…" Ia pun berbalik badan dengan perlahan, keringat dinginnya bertambah saat melihat sang ibu di belakang sang istri yang sudah menggenggam sebuah pemukul bisbol.
.
Glek…
.
.
"Ouchh… pelan-pelan Kushi-chan…" ringis Minato.
"Maka nya, sudah aku bilang hilangkan kebiasaan mu membeli majalah seperti itu! Kyuubi itu selalu mencari barang-barang yang membuat ia penasaran!" bukannya pelan-pelan Kushina makin menekan kapas yang ia pegang ke pipi biru sang suami.
"Aw! Ya ya! Sekarang di mana Kyuu?"
"Bersama kaa-san di labor dia mau melihat babi pink itu…"
"Oh… Naru?"
"Sama…"
"Baiklah…"
.
.
"Baa-chan! Kenapa di cini banyak ail walna-walni?" tanya err tepatnya teriak Naruto si pirang bungsu bermata safir yang baru berumur 5 tahun.
"Ini ruang kerja baa-chan, di sini banyak air-air keras, Naru tidak boleh mengganggu nya ya?" nasehat Tsunade pada Naru.
"Cehalus nya baa-chan bilang kayak gitu ke nii-chan! Nii-chan nakal!"
"Ah, benar juga mana bocah rubah itu…?" Tsunade pun mengedarkan pandangannya di labor miliknya dan ketemulah. "Kyuubi, kau sedang apa?" tanya sang nenek pada cucu nya yang sedang menatap botol-botol kimia di dalam lemari kaca nya.
"Hmp… baa-chan! Yang ini spirtus kan?" (informasi: author sok tau tentang kimia-kimia an ==a) tanya Kyuubi sambil menunjuk satu botol
'Dia tau? Wah! Dia memang anak Kushina dan Minato! Sangat pintar' batin Tsunade. "Ya benar…" Tsunade menjawab pertanyaan Kyuubi.
Kyuubi pun berjalan ke arah Tsunade tapi langkahnya berhenti saat melihat sebuah botol cola.
"Baa-chan, Kyuu mau minum cola…" ujar nya dan mendapat anggukan dari Tsunade.
Tsunade pun duduk di sofa sambil memeluk babi kecil di tangannya sedangkan Naruto menghampiri sang kakak yang juga meminta cola.
Tsunade hanya menatap Kyuubi saat meminum sebuah cairan berwarna cola tapi lebih pekat dari sebuah gelas kaca. Ia merasa seperti parnah melihat gelas itu, tapi dia lupa. Kyuubi pun menghabiskan cairan yang di kira nya cola dari gelas itu, lalu menuangkan cola dari dalam botol untuk adiknya Naruto.
Tiba-tiba mata Tsunade membualat, ia tau, ia ingat isi dari cairan di dalam gelas kaca itu.
"Ramuannya!" histeris Tsunade.
Tapi terlambat.
Tiba-tiba tubuh Kyuubi meninggi lalu rambutnya sedikit memanjang dan kaos merah nya robek karna tubuhnya membesar dan sedikit berotot, menampakan tubuh putih persolen yang sedikit atletis itu. Celana jeans panjang Kyuubi pun memendek dan menyempit, tapi tidak robek seperti kaos nya dan Naruto yang berada di depan Kyuubi pun hanya menganga dengan mata yang membulat melihat sang kakak yang tiba-tiba tumbuh tinggi.
"Kyuubi!" teriak Tsunade yang sungguh kaget melihat sang cucu pertama nya sudah seperti pemuda berumur 17 tahun dan bertelanjang dada!.
"Baa-chan, kenapa badan ku meninggi?" tanya Kyuubi polos. "Suara ku berubah…" sambung nya.
"Kyuubi ayo kita ma-" omongan Kushina terputus saat melihat seorang pemuda tampan berambut orange kemerahan yang mirip sang suami, lagi bertelanjang dada.
"Kushina ada ap-" Minato yang di belakang Kushina terdiam saat melihat replika dirinya dalam rambut orange kemerahan dan sedikit pendek dari nya tersebut dan dengan tubuh tanpa atasan untuk menutupi nya.
"Kaa-san, tou-san" ucap Kyuubi saat melihat orang tua nya.
"Kaa-san? Tou-san? Kau salah orang anak muda" ujar Minato dingin, karna ngambek ngeliat pemuda tampan kan gak mau ketampanan nya di kalahi oleh pemuda di depannya bertelanjang dada pula.
"Kyuubi.." panggil sang nenek, Kyuubi pun mengalihkan pandangannya ke nenek nya itu.
"Ada apa baa-chan?" jawab nya.
"Nii-chan…" gumam Naruto memanggil sang kakak.
"Wah! Naru sangat pendek!" seru Kyuubi sambil menepuk-nepuk kepala adik nya yang hanya setinggi pinggang nya itu.
"Kushina, Minato… aku bisa menjeaskan ini" ujar Tsunade.
"Jelaskan apa kaa-san?" tanya Minato.
"Kyuubi meminum ramuan pendewasaan ku, dan jadi nya seperti itu" ucap nya sambil memijit pelipis nya, ia saat pusing saat ini.
"Ramuan pendewasaan? Ya-yang untuk popom?" tanya Kushina yang kaget. Tsunade hanya mengangguk meng iya kan.
"J-Jadi i-itu Kyuubi?" tanya Kushina memastikan. Tsunade pun menganggukan kepalanya lagi.
"Astaga, Kami-sama" tiba-tiba Kushina sangat merasa pusing.
"Jelaskan pada ku kaa-san! Apa yang terjadi?" tanya Minato dengan sedikit bentakan pada ibu nya.
"Aku membuat ramuan untuk popom agar ia langsung dewasa dalam sekejap. Lalu aku menaruh ramuan itu di sebelah cola, saat kalian datang. Kyuubi ingin minum cola, tapi ia meminum ramuan ku yang ada di sebelah cola, memang ku akui warna ramuan ku hampir sama dengan cola. Dan jadi lah begini… ha-ah!" jelas nya lalu di sertai helaan nafasnya.
"…" Minato tak bisa berkata apa-apa ia terus menatap Kyuubi yang ada di depannya.
"Kaa-san, aku mau ganti baju, celana ku sudah sangat sempit dan basah!" tanpa banyak omong lagi Kyuubi segera membuka celana nya beserta celana dalamnya (kebiasaan anak kecil tau kan?).
Mata Minato membulat saat Kyuubi menurunkan celana nya sampai tak tersisa begitu juga dengan Tsunade dan Kushina. Bagaimana tidak terkejut! Kyuubi menurunkan celana nya yang sudah basah karna cairan berwarna putih kental, dan bahkan cairan itu sebagian masih menempel di paha putih mulus Kyuubi.
"Kyu-Kyuu sudah langsung punya spe-sperma?" tanya Minato terbata-bata sangat melihat cairan putih yang sangat ia kenal itu.
"Ah~" tak sanggup menerima kenyataan Kushina pun langsung jatuh pingsan, dengan sigap Minato yang berada di samping sang istri langsung menangkapnya.
"Ih~ Nii-chan ngompol!" teriak Naruto sambil menunjuk ke arah Kyuubi tepat nya di 'anu' nya Kyuubi, karna dia tak sampai untuk menunjuk ke wajah kakak nya.
"Wah! Aku tak mau di marahi kaa-san karna ngompol!" teriak Kyuubi histeris.
.
~oO0Oo~
.
"Kenapa jadi begini?" tanya Tsunade frustasi.
"Sudah lah kaa-san, ini kan semua nya tidak di sengaja…" bujuk Kushina.
"Ya sudah lah, kaa-san… ini semua takdir…" ujar Minato untuk menengkan sang ibu.
"Tapi jika sudah seperti itu, Kyuu tak mungkin kembali lagi menjadi anak-anak" lirih Tsunade.
"Tak apa kaa-san, ini semua sudah di rencanakan Kami-sama" Kushina masih mencoba membujuk Tsunade.
"Ah! Bodohnya aku!" teriak Tsunade frustasi.
"Mungkin lebih baik aku menemui Kyuubi, aku harus menjelaskan sesuatu lagi pula dia sudah dewasa" ujar Minato, lalu ia pun berdiri dan pergi menemui Kyuubi yang berada di ruang bermain bersama Naruto.
"Tunggu! Kau mau menjelaskan apa?" teriak Kushina yang merasa bakal ada hal buruk.
"Aku mau menjelaskan menjadi laki-laki dewasa. Walaupun ini terlalu cepat untuk ku jelaskan" ucap Minato tanpa membalik kan badan.
"Jangan bilang kau-"
"Ya aku akan jelaskan tentang 'itu' juga"
Bletak…
Dengan sangat kesal Kushina melempar sang suami dengan sendal yang ia pakai.
"Berani kau menjelaskan kau akan berakhir Minato Namikaze…!"
"Terserah, lagi pula Kyuu pernah melihat ku menonton video 'itu'… " gumamnya tak menghiraukan lemparan yang mendarat di kepala nya. Tapi sayang ia tidak menyadari gumaman nya yang terdengar oleh sang ibu dan istri nya. Sebuah meja pun sudah terangkat dan akan terbang ke arah Minato.
.
~oO0Oo~
.
"Kyuu, kau sedang apa?" tanya sang ibu saat memasuki kamar Kyuubi di rumah nenek nya.
"Sedang baca buku…" jawab nya tanpa mengalihkan pandangannya dari buku bersampul orange itu.
"Buku apa?" Kushina pun berdiri di samping Kyuubi yang sedang duduk di atas ranjang.
"Gak tau, Kyuu dapat di perpustakaan baa-chan…"
"Oh, judul nya?"
"Icha-Icha paradise…"
"APA?"
Kyuubi yang kaget mendengar sang ibu berteriak langsung mengalihkan pandangannya dari buku ke ibu nya.
"Memangnya kenapa kaa-san? Kyuu kan sudah berumur 17 tahun…"
"Ta-tapi! Kau itu berumur segitu karna ketidak sengajaan! Dan kau itu baru berumur 7 tahun Kyuu!"
"Hn," saut Kyuubi malas. Ia mencoba meniru karakter di dalam buku itu, menjadi orang yang 'dingin'.
"Apa maksud mu dengan 'Hn' itu?"
"Entah lah, aku Cuma meniru yang karakter yang ada di novel ini…"
"Apa kau mengerti baca novel itu Kyuu?" tanya Kushina dengan helaan nafas. 'Pasti tidak mengerti, walaupun kau bertubuh 17 tahun, umur mu yang sebenarnya kan baru 7 tahun Kyuu' batin Kushina.
"Mengerti! Sangat malahan kaa-san, apa lagi waktu wanita itu membuka baju nya memancing si pria itu dan mereka melakuka-hmmpp!" omongannya terputus saat sang ibu membekap mulutnya dengan tangan sang ibu.
"Ya, ya! Baiklah sekarang aku akui kau sudah dewasa Kyuubi Namikaze! Tapi yang di maksud dewasa itu bukan lah, semua yang berkaitan dengan 'itu'…!" jelas Kushina, Kyuubi pun hanya mengeryitkan dahi nya tanda ia tak mengerti.
Kushina pun melepas bekapan tangan nya dari Kyuubi.
"Maksud kaa-san, dengan dewasa itu apa?"
"Dewasa itu, adalah masa di mana kau sudah membedakan mana yang baik dengan yang buruk. Dan orang itu sudah berani menjalani kehidupan yang kejam di dunia, dan tidak pernah menyerah jika ia menemukan kesulitan dalam hidup nya Kyuu…"
"Hmp! Sekarang aku mengerti!"
"Nah, sekarang kau ganti baju dengan kaos tou-san mu, kita akan ke mall untuk belanja baju mu. Dan mulai sekarang kita tinggal di sini…"
"Yatta! Yoho! Jadi aku bisa menggunakan labor baa-chan untuk experimen!"
"Hei! Tunggu dulu! Apa maksud mu dengan experimen?"
"Hehe, aku sering memperhatikan kaa-san saat mengajar di Oto, lalu aku juga sering mencoba membuat experimen di laboratorium di sekolah…!" seru nya dengan cengiran di wajah putih persolen nya.
Twitch…
"Kyuubi…" suara rendah Kushina cukup membuat Kyuubi berhenti tertawa dan langsung terganti dengan keringat dingin.
"K-Kyuu, tidak menyuruh teman Kyuu untuk jadi kelinci percobaan kok…"
"Bagus lah~ nah sekarang cepat ganti baju…"
"Ha'I kaa-san"
Kushina pun langsung meninggalkan sang anak di dalam kamar nya.
"Fiuh~ untuk saja tou-san pernah bilang 'berbohong lah saat terdesak'… lagi pula aku tak perlu bertemu dengan korban kelinci percobaan ku yang sekarang seperti ular… Hiii~"
.
.
"Sasuke, kau tunggu di sini… Aniki mau ke toilet dulu…" ujar seorang pemuda berumjur 17 tahun berambut hitam panjang yang di kuncir lemas, bermata onyx yang bernama Itachi Uchiha.
"Hn," saut sang adik yang berumur 5 tahun itu.
Setelah masuk ke dalam toilet, bocah laki-laki berambut raven yang berdiri di depan pintu toilet itu pun pergi meninggalkan kakak nya saat melihat sebuah stan mainan di sudut mall.
.
.
"Kyuu-nii! Aku mau beli gundam!" teriak Naruto saat melihat bagian rak yang di penuhi oleh macam-macam miniatur gundam. Sekarang mereka Cuma berdua karna di tinggal sang ibu yang lupa daratan saat melihat diskon 75% di deretan stan pakaian.
"Nanti di marahi kaa-san Naru… bagaimana kalau kita liat-liat aja?"
"Um, baiklah…"
Sasuke yang berjalan melewati Kyuubi dan Naruto pun berhenti. Tiba-tiba ia berbalik badan dan menatap Naruto dari jauh…
#BackSound#
Cubicubi damdam cubicubi dam~
Cubicubi damdam cubicubi dam~
.
"Manishh~" gumam Sasuke. Tanpa ragu ia pun mendekati Naruto yang sedang berdiri di deretan rak miniatur gundam.
"Hai!..." sapa Sasuke tanpa malu, Naruto pun melihat ke arah Sasuke yang ada di samping nya. Sedangkan Kyuubi hanya menatap heran Sasuke.
"Kau nona paling manis yang pernah aku lihat! Kau bagaikan malaikat yang di kirim oleh Kami-sama untu ku…" gombal Sasuke mode on, ia pun mengambil tangan kanan Naruto dan mengecup tangan Naruto.
"Kyuu-nii! Olang ini kenapa?" tanya Naruto sambil menatap ke atas untuk melihat wajah Kyuubi dan membiarkan tangan kanan nya masih di cium-cium Sasuke.
"Entah lah…" jawab Kyuubi santai.
"Lepashhkan tangan Nalu!" Naruto pun menarik tangan kanan nya dari genggaman Sasuke yang risih karena mencium-cium tangan nya.
"Hei, bocah siapa kau?" tanya Kyuubi dingin.
"Aku Sasuke, Sasuke Uchiha…" jawab nya dengan death glare ke Kyuubi.
"Cacuke…!" panggil Naruto dengan cengiran lebar nya.
Tiba-tiba pipi Sasuke merona saat melihat cengiran manis di wajah Naru.
"Nama mu siapa?" tanya Sasuke dengan gaya cool andalannya.
"Naluto namikaje lima tahun!…" jawab Naruto sambil menyebutkan berapa umur nya.
"Naluto Namikaje…?" ulang Sasuke.
"Bukan Naluto, tapi Nallluto…"
"Naruto?"
"Ya!"
"Nama mu Naruto Namikaje?"
"Bukan! Kyuu-nii! Bilangin nama Nalu!"
"Nama nya Naruto Namikaze…" jelas Kyuubi malas pada Sasuke.
"Hn,"
"Hn, itu makcud nya apa?" tanya Naruto pada Sasuke yang sedang berdiri dengan tangan yang dilipat di depan dada.
"Tidak ada, dobe…"
"Dobe? Kyuu-nii! Dobe itu apa?"
"Bodoh," jawab Kyuubi.
"Teme!" balas Naruto sambil menunjuk Sasuke.
"Ck, Dobe…"
"Sasuke…!" teriak Itachi yang mendapati sang adik telah di temukan setelah sekian lama ia berputar sekeliling mall untuk mencari adik satu-satunya itu.
"Baka aniki" saut Sasuke malas.
Itachi pun menghampiri Sasuke yang berdiri bersama orang asing.
'Wah, anak itu manis juga…' Itachi membatin saat melihat Kyuubi. "Kau kemana saja, baka otouto?"
"Aku sedang menemui calon istri ku…" jawab Sasuke.
"Istri?"
"Itu…" tunjuk Sasuke ke Naruto.
"Nalu bukan itli Cacuke! Nalu kan laki-laki!" bantah Naruto. Mata Sasuke pun membulat tak percaya malaikat manis nya adalah laki-laki sama dengan nya.
"Kalau begitu Naru jadi uke ku!"
"Uke? Ne, Kyuu-nii? Uke itu apa?"
"Nii-chan tidak tau…" jawab Kyuubi sambil menatap pemuda tinggi di depannya.
"Naru harus jadi uke Sasuke Uchiha!" paksa nya.
"Ah~ maafkan kelakuan adik ku…" pinta Itachi yang mulai tak enak hati pada pemuda manis di depannya.
"Ya! Adik mu menjengkelkan!" ujar Kyuubi kesal sambil menggembungkan pipi nya, lalu di ikuti oleh Naruto.
"Hehe, maafkan Sasuke ya?"
"Ya!" balas Kyuubi dan lagi di ikuti Naruto.
"Jadi nama mu siapa?" tanya Itachi sambil menjulurkan tangannya.
"Kyuubi Namikaze…" jawab Kyuubi sambil menjabat tangan Itachi.
"Itachi Uchiha, kakak Sasuke…"
"Ya, dan ini adik ku Naruto Namikaze…" Kyuubi memperkenalkan Naruto dengan mengusap kepalanya.
"Hai! Nama ku Naluto Namikaje! Pake llllrr…" jelas Naruto pada Itachi.
"Wah, adik dan kakak sama manis…" ujar Itachi dan di balas death glare dari Kyuubi.
"Dasar keriput…"
Twitch…
Oh~ sebuah penghinaan mendalam bagi Itachi saat mendengar luka di dekat hidung nya di karenakan cakaran kucing di ejek keriput.
"Haha… dasar Rubah…" balas Itachi dengan kedutan yang tampak di kepala nya.
"Itachi-nii! Umul nii-san belapa?"
"17 tahun…"
"Wah~ cudah ecem a (sma)!"
"Hn, berapa umur mu?" tanya Itachi ke Kyuubi.
"Menurut mu?"
"Yah~ seumuran dengan ku…"
"Tuh tau…"
Twitch… Twitch…
Oh~ sesuatu banget bagi Itachi saat Kyuubi mengucapkan 2 kata itu. Karna selama hidup nya dia tak pernah di gitukan kecuali dengan adik nya itu.
"Ya ya, Sma mana?"
"Belum Sma,"
"Jadi masih Smp?"
"Nggak…"
"Jadi…?"
"Gak perlu tau deh, paman…"
"Paman?"
Twitch… Twitch… Twitch…
Oh~ demi Kami-sama, Itachi Uchiha seorang yang di puja-puja oleh wanita selama hidupnya dan jelas wajah tampan yang masih tampak sangat muda di panggil 'paman' oleh pemuda Rubah? WTH?
"Ha-ah…" Itachi hanya menghela nafas mood nya tiba-tiba menurun saat berbincang dengan Kyuubi.
"Nii-chan! Nalu mau mandi bola!" seru Naruto sambil nunjuk-nunjuk ke taman bermain di seberang stan mainan.
"Aku ikut! Aniki aku mau mandi bola!" Sasuke pun ikut karna gak mau jauh-jauh dari calon uke nya.
"Heh? Sejak kapan kau mau main seperti itu?" Itachi sungguh heran dengan kelakuan adik nya yang sangat tiba-tiba OOC.
"Gak ada cerita! Aku mandi bola!" Sasuke pun menarik-narik baju Itachi.
"Ya, ya" dengan terpaksa Itachi menuruti kemauan sang adik. "Kyuubi, apa kami boleh ikut juga…?"
"Ya! Cacuke cama Itachi-nii boleh ikut!" baru Kyuubi mau buka mulut Naruto sudah berteriak kegirangan.
Dengan terpaksa (Bagi Itachi) dan sangat senang hati (Kyuubi, karna walau bentuk nya pemuda 17 tahun, aslinya kan 7 tahun, pasti seneng donk kalo ke taman bermain?) mereka pun berjalan ke arah taman bermain yang bertuliskan TimeKids. Kyuubi dan Itachi pun membeli tiket untuk masuk ke dalam TimeKids itu.
"Aku mau 2 tiket…" ujar Kyuubi.
"Eh, Kyuu kenapa 2, yang mau main kan Naru… kenapa 2? Kita kan pasti tunggu di ruang tunggu di sana" ucap Itachi sambil menunjuk ke ruangan tunggu.
"Aku kan juga mau mandi bola!"
"Hah? Gak salah? Umur mu kan 17 tahun? Masih mau mandi bola?"
"Pokoknya Kyuu mau mandi bola!" Oh~ sungguh Kyuubi lupa bahwa ia di tubuh yang berumur 17 tahun, sifat manja ketika keinganan nya tidak di turuti keluar.
"Childish banget sih,"
"Pokok nya Kyuu mau mandi bola sama Naru!" serunya sambil menggembungkan pipi.
"Maaf dik, yang boleh masuk anak-anak di bawah 12 tahun… sedangkan adik sudah di atas 12 tahun…" nasehat penjual tiket.
"Aku mau mandi bola! Atau aku pulang!" Kyuubi masih tetap pingin mandi bola… ah Kyuu kita sama (Author nostalgia terakhir mandi bola).
"Maaf tidak bisa…" penjual tiket itu pun tersenyum ramah.
"Baiklah, mana tiket nya!" akhirnya Kyuubi pun menyerah dan penjual tiket itu pun memberi satu tiket ke Kyuubi, lalu Kyuubi menarik tangan Naruto masuk ke dalam dan di ikuti oleh Itachi dan Sasuke.
"Kalau ada yang nganggu panggil nii-chan, oke?" ucap Kyuubi sambil mengelus kepala Naruto.
"Hmp! Tenang aja! Nanti kalau ada yang nganggu Nalu, Nalu pukul!" Naruto pun nyengir lebar ke Kyuubi.
"Kalau ada yang nganggu bilang ke aniki…" Itachi nyoba-nyoba kayak Kyuubi.
"Ngapain ngadu-ngadu ke Aniki… aku bisa menghajar mereka langsung…" mendengar adik nya Itachi Cuma bisa sweet drop sendiri.
"Cacuke! Ayo macuk!" Naruto langsung menarik tangan Sasuke, masuk ke dalam kolam yang di penuhi bola-bola kecil berwarna-warni. Sedangkan Kyuubi Cuma bisa diam dan sedikit sedih karna gak bisa mandi bola.
.
.
"Di mana mereka?" tanya Kushina yang sedang kebingungan sudah sejam lebih ia mencari Kyuubi dan Naruto.
"Permisi," panggil seseorang dari belakang Kushina.
"Ya?" Kushina pun berbalik badan dan melihat seorang wanita cantik berambut hitam panjang bermata onyx sedang kebingungan.
"Apa kau lihat pemuda tinggi berkuncir, lalu ada kerutan di dekat hidung bersama anak kecil berambut raven? Aku sudah lebih dari dua jam mencari anak-anak ku…" ujar wanita itu.
"Maaf aku tidak melihat nya. Ah maaf, anda juga kehilangan anak ya? Bagaiman kalau kita mencari bersama? Anak ku juga hilang…"
"Benarkah? Ciri-ciri anak mu bagaimana? Mungkin saja tadi aku melihat nya…"
"Yang satu tinggi berambut orange kemerahan, mata nya rubby ama anak kecil berambut pirang bermata biru…"
"Wah, maaf… aku tidak melihat nya."
"Oh baiklah… jadi anda mau mencari bersama-sama?"
"Ya ide yang bagus… sebelumnya nama saya Mikoto Uchiha salam kenal.
"Ah, perkenalkan saya Kushina Namikaze…"
"Berapa umur nya? Kau muda sekali…"
"Umur ku baru 26 tahun... kalau anda?"
"Baru 36 tahun…"
"Wah! Saya kira anda seumuran saya! Wajah Mikoto-san muda sekali…"
"Haha, bisa saja Kushina-san…"
"Pakai kosmetik apa bisa semuda ini Mikoto-san?"
"Ah, saya tidak pakai kosmetik apa pun kok, hanya sering minum teh hijau saja…"
Oke kita tinggalkan obrolan ibu-ibu rumah tangga ini…
.
.
"Cacuke!" teriak Naruto pada Sasuke yang sedang mendekatinya.
"Diam lah dobe!" Sasuke pun terus mendekati Naruto dan menyudutkan nya ke dinding.
"Cacuke! Jauhkan topeng itu dali Nalu!"
"Ini Cuma topeng kok…"
"Itu topeng hantu! Nalu benci hantu! Kyuu-nii!" teriak Naruto yang memang sudah sangat ketakutan karna Sasuke mengambil sebuah topeng musang yang dikenal dengan Totoro, hantu yang lucu dan imut. Tapi kenapa si Naruto ketakutan? Author juga gak tau.
.
.
Melihat adiknya yang sedang ketakutan karna Sasuke, Kyuubi pun menorobos masuk ke dalam arena bermain, dia melewati lautan bola, memanjat jaring, dan melompati trampolin dan barulah dia sampai ke tempat Naruto.
"Ada apa Naru-chan?" tanya Kyuubi yang panik.
"Nii-chan!" Naruto pun langsung memeluk kakaknya.
"Heh, kenapa dia takut dengan ini sih?" tanya Sasuke heran sambil mengangkat topeng Totoro.
"Kyuu-nii! Cacuke takut-takutin Nalu pake topeng Totolo…" rengek Naruto sambil menunjuk ke topeng yang di pengang Sasuke.
"Kenapa harus takut? Totoro kan lucu…" bujuk Kyuubi.
"Tapikan! Totolo hantu!" bantah Naruto sambil menggembungkan pipinya.
Tiba-tiba security menghampiri Kyuubi. "Maaf, yang boleh masuk ke dalam arena hanya anak-anak…" ujar security tersebut pada Kyuubi.
"Aku juga anak-anak… umur ku baru 7 tahun!" segak Kyuubi.
"Jangan bercanda adek itu pasti berumur 17 tahun…"
"Umur Kyuu 7 tahun!" lah kambuh deh sifat Kyuubi yang asli.
"Jangan membantah, lebih baik kamu keluar…"
"Nggak!"
Karna kesal security itu pun menarik Kyuubi keluar, Kyuubi yang tak terima memukul security tersebut hingga terjatuh.
Itachi yang baru saja mambeli minuman untuk dirinya dan Kyuubi, hanya bisa tercengang saat melihat Kyuubi sudah ada di dalam arena permainan dan habis memukul security? Sebagai orang yang sudah sangat dewasa atau tua yang terlihat dari keriput yang ada *di amaterasu Itachi* Ia harus turun tangan.
.
Itachi pun masuk ke dalam arena permainan setelah meminta izin tentunya. Ia mengernyitkan dahi saat meilhat wajah security yang membengkak.
"Aku kan sudah bilang! Aku tak mau keluar!" segak Kyuubi pada security yang lain.
"Tapi ini sudah ketentuan, kau harus keluar." Ujar security itu dengan sabar.
"Aku bilang nggak! Ya nggak!" elak Kyuubi dan terus mencoba melepaskan tangannya dari security tersebut.
"Kyuu, sudahlah kita keluar saja. Lagi pula Sasuke dan Naruto sudah habis waktu bermainnya." Bujuk Itachi.
"Tapi, Kyuu belum main!"
"Kau ini! Kekanakan sekali! Kau itu sudah berumur 17 tahun!"
"Aku ini baru berumur 7 tahun! Siapa bilang 17 tahun! Mentang-mentang kau tua dan sudah keriputan beraninya memerintah orang!"
Twitch… Twitch…
"Dasar rubah jelek! Berani sekali kau menghina ku tua dan keriput!" saking emosi nya di hina Itachi pun mendekati Kyuubi dan menarik kaos Kyuubi emosi. "Aku sudah sabar dengan mu!" ucapnhya marah.
"Heh! Aku kan Cuma mau main! Kalo kau tak mau ikut main yah sudah! Memang kenyataannya aku berumur 7 tahun! Kenapa kau harus marah?"
"Kau kira dengan sok kekanakan itu kau bisa bermain di sini? Sadarlah kau harus dewasa!"
"Itu urusan ku! kenapa kau harus marah sih!"
"Hiks… Hiks… jangan marahin Kyuu-nii." Rengek Naruto yang sudah tak tahan melihat kakaknya di marahi.
"Kan! Kau buat adik ku menagis!" teriak Kyuubi kesal.
"Aniki…" panggil Sasuke sambil mengisyaratkan mendekat.
Itachi pun melepaskan cengkramannya dari kaos Kyuubi dan mendekat ke Sasuke. Itachi pun berjongkok menyesuaikan tinggi Sasuke.
.
Bletak…
"Aw! Aisshh! Kau kenapa Sasuke!" teriak Itachi marah karna kepalanya di jitak Sasuke.
"Kau buat uke ku menangis, baka aniki!" teriak Sasuke yang juga marah.
"Hiks… Hiks… pulang… Nalu mau pulang…" rengek Naruto yang makin menangis terisak.
"Kan! Uke ku minta pulang gara-gara kau baka aniki!"
"Hei! Dia yang minta pulang kenapa kau yang marah pada ku?" sungguh ia sangat heran dengan adiknya yang sering kali menyalahkannya walau dirinya tidak salah.
"Nii-chan! Nalu mau pulang… hiks…"
"Baiklah kita pulang…" Kyuubi pun menggendong Naruto dan pergi keluar area bermain.
"Hei! Kyuu! Oi!" teriak Itachi yang melihat Kyuubi sudah keluar dari area bermain.
"Kau buat uke ku pergi!" teriak Sasuke marah.
Duaak!
Dengan kesal Sasuke menendang tulang kering Itachi.
"Aissh! Sakit Sasuke!" ringisnya sambil memegang tulang kering kakinya sambil meloncat-loncat.
"Kapan aku akan bertemu dengannya lagi…?" gumam Sasuke yang mencuri dialog yang sebenarnya author buat untuk Itachi. Karna Itachi yang sedang menderita dengan sakit di kakinya terpaksa Sasuke yang mengucapkannya.
.
.
Akhir kata Ryuu ucapkan…
…TBC…
.
~oO0Oo~
.
Lanjut? Nggak? Itu tergantung review dari anda…
.
Mind to review?
