Author : Han Hye Neul
Genre : Romance , sad
Rating : T
Main cast :
Cho kyuhyun as namja
Lee sungmin as yeoja
Other cast : always find by ur eyes ^^
Warning : Typo dimana-mana , GenderSwitch , tak sesuai karakter aslinya.
Annyeong readers, setelah sekian lama hiatus dari dunia perFF-an kali ini aku Comeback membawa FF GS pertama aku dengan pairingnya itu Kyumin. "I give my first love to you" sendiri itu sebenarnya adalah sebuah film one episode (?) Lngsung habis. Karena aku sangat menyukai film ini, terbesitlah dibenakku buat jadiin Film ini jadi FF yang castnya aku ganti jadi kyumin. So Don't BASH ! Don't be Silent reader ! Unlike ?! Just don't READ ! Mian buat yg aku tag-in di FF abal2 ini. Semoga bsa ksih aku masukan biar jdi author yg baik (?). Okayy ! Go to story !
The STORY BEGIN
-0o0-
*All author POV*
"Hikss.. Bertahanlah chagia.. Eoma sudah peringatkan kan kalau kamu itu ga boleh bermain bola.. Hikss",isakan seorang yeoja paruh baya sambil membantu suster mendorong kasur troli anak semata wayangnya. Nafas si sang anak semakin memburu, karena pasokan oksigen yang dipompa jantungnya kian melemah.
"Uljima yeobo, aku yakin anak kita pasti akan sembuh",seorang namja paruh baya yang mencoba menenangkan istrinya saat anaknya berhasil masuk keruang UGD untuk diberikan pertolongan.
"Tapi dia masih kecil hankyung-ah, aku tidak sampai hati melihatnya sakit begini.. Hikss.. Hikss",isakan itu membuncah dikala sang suami memeluk erat istrinya.
Tak lama kemudian ,lampu didepan pintu ruang UGD mati. Dan itu menandakan dokter sudah selesai menangani sang pasien. Dengan sigap sepasang suami-istri itu bangkit dari duduknya.
Saat seorang dengan berpakaian serba putih itu keluar dari ruang UGD ,sang istri dengan cepat menghampirinya."Bagaimana keadaan anak saya dok ?",tanya sang istri.
"Keadaannya memang masih lemah sekarang, tapi dia sudah bisa dipindahkan keruang rawat inap. Namun harus banyak istirahat",jelas uisa.
"Eoh, ne , gamsahamnida uisa nim",ucap sang suami.
"Ini memang sudah kewajiban saya sebagai seorang uisa",ucap sang dokter sambil menepuk pelan bahu sang suami seakan memberi semangat. Sementara si sang istri masih menangis dalam pelukannya."Aku takut akan kehilangan dia hankyung-ahh",lirihnya.
"Sssttt,, aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuknya, uljima..",ucap si suami sambil terus mengelus punggung istrinya dengan lembut.
Krekkk
Perlahan suami-istri itu masuk kedalam ruang rawat anak semata wayangnya. Dilihatnya selang oksigen yang sempurna memasukki tubuh anak itu. Dikerjapnya imut kelopak matanya yang mungil."Eomma...nan gwaenchana",lirih anaknya sambil menarik sudut bibirnya hingga terciptalah seutas senyum yang mampu membuat hati orang tua manapun miris melihatnya.
Dengan asal sang eomma menghapus cairan bening yang daritadi keluar tanpa izin dari matanya dan ia mulai duduk disebelah sang anak."Jangan lagi kamu buat eomma appa khawatir , arraseo ?",ucap si sang eomma serak karena ia menahan isakannya. Si anak mengangguk pelan. "Eomma, aku ingin pipis, bisa eomma bantu aku ke kamal mandi?",ucap anak itu sambil seraya mencoba bangun namun niatnya terhenti,"aarrgggghh",geramnya karena bagian dadanya terasa begitu sakit.
"Chagi, kamu belum boleh bangun dari tempat tidur",jelas si appa."N..ne.. Pakai di-diapers saja ya?",ucap sang eomma ragu-ragu.
"Mwo? Shilleo! Kyuhyun kan sudah besal eomma, kyu mau pipis dikamar mandi",tolak anak yang bernama kyuhyun namun tangannya ditahan sang appa.
"Kyu.. Jebal, jangan begini..hikss",lirih sang eomma sambil membekap mulutnya sendiri agar isakannya tidak begitu terdengar.
Ssseerrrr *anggap bunyi pipis*
"Hikss.. Eomma.. Nan baboya.. Cudah besal tapi ngompol.. Hikss..",akhirnya isakan anak itu lolos begitu saja.
"Hikss.. Biar eomma gantikan ne ?",ucap sang eomma.
"Shilleo! Aku kan namja eomma! Aku malu! Hikss hikss",isakan anak itu semakin menjadi-jadi.
"Arra, biar appa yang bereskan ne ? Heechul yeobo, kamu tunggu didepan ne?",ucap si suami.
"Hikss.. Hikss.. Arrayeo",ucap heechul sambil beranjak keluar dari kamar anaknya.
-0o0-
Seorang yeoja kecil sekitar umur 7 tahun tengah bersembunyi dibalik semak-semak sambil menunggu siapa yang akan menjadi korban kejahilan berikutnya."Hhhfffttt",yeoja itu berusaha menahan tawa saat melihat seorang suster yang akan duduk dibangku taman. Namun si suster mengurungkan niatnya untuk duduk dibangku itu,"Suster Kim, anda dipanggil oleh Dokter Lee",ucap suster lainnya yang menghampiri suster Kim itu."Eoh, algeupseumnida",ucap suster Kim lalu pergi dari taman itu.
"Hahhh..",helaan nafas panjang si yeoja imut karena keinginannya untuk mengerjai suster Kim itu gatot! Alias gagal total. Akhirnya si yeoja kecil nan imut itu berniat keluar dari tempat persembunyiannya, seketika mata indahnya membulat sempurna."Yakk!",teriaknya frustasi karena melihat seorang namja yang sebaya dengannya menjadi korbannya. Dengan berlari kecil ia menghampiri namja yang terlihat bingung karena tiba-tiba diteriaki begitu.
"Yak! Kenapa kamu duduk dicitu?",ucap yeoja imut itu frutasi dan menarik namja itu bangun.
"Wae?",tanya namja kecil itu.
"Lihat! Jadi kotol kan?",ucap yeoja kecil itu sambil melihat celana pasien yang digunakan namja seumurannya itu kotor akibat crayon.
"Hmm,, igo!",ucap si yeoja sambil menyodorkan sebuah crayon berwarna pink.
"Untuk apa?",tanya namja kecil itu polos.
"Untuk dibeginikan",ucap si yeoja sambil mewarnai bangku taman itu. Dengan polos si namja mengikuti apa yang diperintahkan si yeoja.
"Whoaa! Bagus!",ucap si yeoja kagum lalu duduk dibagian yang tadi diwarnai crayon oleh si namja."Eh?!",namja itu terperangah melihat tingkah yeoja imut nan aneh dihadapannya.
"Dengan begini cekalang kita cama kan?",ucap yeoja itu sambil menunjukkan celananya yang kotor lalu tersenyum lebar.
"Apa kamu pacien baru dicini?",tanya si yeoja.
"Ne, kemarin baru saja macuk kecini",jelas namja itu."Apa kamu juga pacien dilumah cakit ini?",tanyanya lagi.
"Ani, uri appa menjadi doktel dicini. Kenalkan, joneun Lee Cungmin imnida kamu bisa panggil aku minnie. Neo?",ucap yeoja itu ceria sambil menyodorkan tangan kanannya berniat bersalaman.
"Joneun Cho Kyuhyun imnida",ucap kyuhyun sambil menjabat tangan sungmin.
"Boleh minnie memanggilmu kyunie?",tanya sungmin ragu-ragu namun dibalas anggukan imut oleh kyu."Cenang deh akhilnya minnie punya chingu juga dicini, bangapta",ucap sungmin sambil memamerkan gigi kelincinya yang tersusun rapi.
"Ne , bangapta minnie..",kyuhyun pun tersenyum membalas senyuman sungmin.
-0o0-
"Apa ini diagnosa milik namja cilik yg bernama kyuhyun itu dokter Lee ?",tanya suster Kim.
"Eoh, suster Kim anda sudah datang ? Eoh! Hari ini yeoja bocah jahil itu tidak menjahilimu?",tanya dokter Lee yang melihat rok susternya masih bersih padahal setiap harinya akan kotor karena ulah anak semata wayangnya itu, yaitu Lee Sungmin.
"Ahh! Dokter benar, untung aku tadi tidak duduk dibangku taman. Sepertinya hari ini anakmu akan kesal karena tidak berhasil mengerjaiku, haha",ucap suster Kim yang memang sudah dekat dengan Dokter Lee.
"Haha, ne. Ah! Mengenai pertanyaanmu tadi, ini memang benar diagnosa milik namja kecil yang bernama Cho Kyuhyun itu. Kelainan jantung yang dimilikinya benar-benar murni bawaan lahir. Jadi saru-satunya jalan untuk menyelamatkannya adalah mendapatkan transplantasi jantung yang cocok",jelas Dokter Lee yang direspon anggukkan oleh susternya.
"Tolong, malam ini suruh orang tua Cho kyuhyun menemuiku. Ne ? Aku perlu menjelaskan ini semua kepada mereka",pinta dokter Lee.
"Ye, algeupseumnida uisanim",ucap suster Kim sambil membungkukkan sedikit tubuhnya memberi hormat setelah itu keluar dari ruangan Dokter Lee.
-0o0-
"Na..na..na..na",seorang yeoja kecil tengah bersenandung ria sambil melangkahkan kakinya riang menuju ruangan appanya.
"Pintunya telbuka?",gumamnya melihat pintu ruangan appanya tidak ditutup.
"Hikss.. Bagaimana jika uri kyuhyun tidak mendapatkan transplantasi jantung yang cocok",tanya seorang yeoja paruh baya.
"Kyuhyun? Apa itu eomma dan appa kyuhyun?",gumam yeoja kecil yang tak lain dan tak bukan adalah sungmin. Ia masih setia menguping pembicaraan orang dewasa yang membuatnya penasaran ini.
"Karena kyuhyun mengalami kelainan jantung sejak lahir maka, kemungkinan kyuhyun hanya bisa bertahan hidup sampai umur 20tahun",jelas uisanim.
"Hikss.. Andwae! Hikss",isakan yeoja paruh baya itu buncah mendengar penuturan dari sang Dokter.
"Uljima, uljima heechul-ah.. Uisanim, tolong lakukan yang terbaik untuk anak kami. Saya akan membayar berapapun biayanya",ucap namja yang diyakini appa kyuhyun mantap.
"Saya akan melakukan yang terbaik Tuan Cho",ucap dokter.
Sedangkan dibalik pintu sungmin membekap mulutnya sendiri."Shilleo! Kyu teman peltamaku, dia tidak boleh pelgi!",gumam sungmin tanpa ia rasakan bulir-bulir airmata keluar begitu saja dipipi chubbynya.
Dengan gusar ia menghapus airmatanya dan berlari menjauh tempat appanya.
-0o0-
"Hosshh .. Hosshh",deru nafas sungmin yang berlari dari lantai 2 ke lantai 5 rumah sakit dengan menggunakan tangga. Karena menurutnya jika dengan lift maka akan lama sampainya.
Sesampainya dilantai 5, ia berlari menuju kamar nomor 309."Hoshh.. Hoshhh.."
Dibuka perlahan pintu kamar itu, membuat siempunya kamar bangun dan terduduk dikasurnya."Minnie?",gumam siempunya kamar agak terkejut.
"Kyunnie, apa kyunnie mau pelgi?",tanya sungmin yang masih mengatur nafasnya.
"Mwo? Pelgi kemana? Kyunnie akan tetap dicini kok",ucap namja itu.
Greppp
Kyuhyun membulatkan mata sipitnya karena tiba-tiba sungmin memeluknya."Yaksokhae?",ucap sungmin didalam dekapan kyuhyun. Dirasakannya kyuhyun mengangguk, dan sungmin melepaskan pelukannya.
"Kyunnie, apa kamu mau cembuh eoh?",tanya sungmin.
"Ne,tentu caja kyunnie mau cembuh.",ucap kyu mantap.
"Kalau begitu bial minnie yang menyembuhkan kyunnie ne?",ucap sungmin sambil menatap kyu.
"Memangnya minnie bisa menyembuhkan kyunnie ?",tanya kyu polos dan sungmin mengangguk mantap."Tentu caja,appa minnie kan ceolang doktel,jadi minnie juga bica menyembuhkan kyunnie",jelas sungmin.
"Bagaimana calanya menyembuhkan kyunnie?",tanya kyu polos lagi.
"Hmmm,,",sungmin terlihat berpikir keras karena ia mengatuk-atukan jari telunjuknya didagunya,maka terlihat jelas sungmin tengah berpikir. Sedangkan kyuhyun masih setia melihat yeoja mungil yang dihadapannya duduk 1 kasur dengannya.
"Ahha! Aku seling dengal kalau benda ini cencitip, boleh aku melihatnya",ucap sungmin sambil menunjuk pangkal celana alias paha kyu. Dengan intens kyu langsung menutupnya dengan kedua tangannya."Mwo? Chilleo! Tak kuijinkan minnie melihatnya!",bentak kyu sambil tetap menutupi pangkal celananya itu dengan kedua tangannya.
"Wae? Cekalang kan minnie jadi doktel kyunnie, masa minnie tidak boleh lihat sih?!",ucap sungmin sambil mempoutkan bibir mungilnya. Namun bukan sungmin jika ia akan mengalah begitu saja. Dia mencoba menepis tangan kyu dan menarik-narik celana yang digunakan kyu.
Duuarrrr duarrrr duarrrr
Aktifitas yang kyumin lakukan kini terhenti seketika dan berganti menatap keluar jendela dengan kagum. Bagaimana tidak ? Kerlap-kerlip lampu gedung kota seoul yang indah tersaji didepan mata ditambah berbagai kembang api yang meledak (?) dimana-mana.
Sungmin melepaskan tarikannya pada celana kyu dan ia berjalan mendekati jendela."Daebak! Bagaimana minnie bica lupa kalau hali ini malam tahun balu",gumam sungmin."Ahh! Kyunnie, gajja ! Ikuti aku!",ucap sungmin langsung menyambar tangan kyu. Dan membawa kyu keluar dari kamarnya dan menuju tangga rumah sakit. Sungmin menarik kyu untuk naik ke atap rumah sakit.
Suara ledakan-ledakan dan berbagai cahaya indah menyambut kedatangan mereka di atap rumah sakit. Sungmin berlari kecil dan naik kesebuah bangku panjang disana. Ia meloncat-loncat imut.
"Lihat kyunnie! Yeppeo!",ucap sungmin antusias tanpa mengalihkan pandangannya.
Kyuhyun yang tadinya diam kini mendekati sungmin."Ne, yeppeo! Tapi minnie jauh lebih yeppeo dibandingkan meleka",ucap kyu asal. Yang membuat sungmin menatapnya intens."Eh?",kyuhyun tersontak mendapati tatapan sungmin.
Namun sudut bibir sungmin mulai tertarik dan membuat senyuman yang indah,sangat indah."Gomawo, kyunnie olang kecekian yang mengatakan hal itu",jawab sungmin geer dan hanya direspon kekehan oleh kyu.
"Hmm, kyunnie, becok ikut aku kecuatu tempat ne ?",ucap sungmin dan kyuhyun mengangguk setuju. Pandangan mereka kini kembali lagi kehamparan langit luas yang penuh warna itu.
-0o0-
"Minnie, kita cebenalnya mau kemana?",tanya kyuhyun yang mulai kelihatan lelah mengikuti langkah kaki sungmin di tempat yang sedikit mendaki ini.
"Cabal ne ? Cebental lagi kita campai kok",ucap sungmin tanpa menoleh ke belakang.
"Cha! Campai!",sungmin tersenyum puas saat sudah mencapai puncak. Kyuhyun pun menyusul sungmin. Kyuhyun mengedarkan pandangannya kesekeliling. Dilihatnya hamparan rumput hijau yang rapi, beberapa tanaman bunga yang tersebar dibukit mungil ini dan ada sebuah pohon besar yang teduh disana.
"Daebak! Kyunnie ga nyangka dilumah cakit ini bica ada tempat ceperti ini",decak kagum kyu.
"Nah kajja kyunnie, bantu aku menemukan lumput yang belkelopak 4",ucap sungmin yang sedari tadi sudah berjongkok mencari rumput yang ia cari.
"Mwo? Mana mungkin ada? Bukannya hanya belkelopak 3 caja?",ucap kyuhyun tak percaya.
"Aku pelnah membaca cebuah buku yang mengatakan kalau kita menemukan lumput belkelopak 4 dan menyebutkan pelmohonan kita, maka keinginan kita akan telwujud",batin sungmin.
"Cudah cepat cali! Pasti ada! Allaseo?",perintah sungmin dan kyuhyun mengangguk tanda mengiyakan perintah sungmin.
Setelah beberapa saat kemudian,"ahh! Aku mendapatkannya! Minnie coba lihat! Ini lumputnya!",teriak kyuhyun antusias sambil menunjuk ketanah dimana rumput itu tumbuh. Dengan cepat sungmin menuju ke tempat kyuhyun.
Bughhh
Sungmin mendorong kyuhyun hingga jatuh dan kyuhyun hanya menatap sungmin bingung.
"Aku mohon! Jangan ambil dia dali aku! Tolong cembuhkan kyunnie! Aku mau kyunni akan menjadi cuamiku! Aku cidak mau yang lain! Aku mohon cembuhkan penyakit kyunnie! Hikss! Jebal! Jangan ambil kyunnie dali aku! Jangan bawa kyunnie menemui eomma!",teriak sungmin kalap dihadapan sebuah rumput. Tiba-tiba mata kelinci itu berhenti mengeluarkan air mata dan membulat sempurna.
-TBC-
Eotte readers? Gajekah ?
Tolong kritik dan sarannya ne ? Buat yang udah baca :D gomawo!
