Dark Love

By Eucallysca Putly

Disclaimer Masashi Kishimoto

Rate T

Genre Romance, Fantasy

Main Pair Sasuke x Naruto

Naruto x Hinata /slight/

Warning! OOC,typo,dll(?)

.

.

.

Halo~ ini FF pertamaku disini. Jadi gomen ne kalau banyak kesalahan, disini saya minta di kritik, mungkin bahasa masih hancur terus disini walau pun Sasunaru tapi di awal-awal lebih banyak Naruhina. Tapi seiring jalannya waktu pasti Sasunaru *KYAAAA*. Gomen masih abal-abal FFnya maklum masih ababil(?)

Dark Love chapter 1

Hiruk pikuk Tokyo di siang hari serta udara yang cukup panas di pertengahan musim membuat orang-orang mempercepat langkahnya untuk mencapai tujuan masing-masing. Jalan yang terlihat ramai dipadati mobil dan motor yang melintas.

Dari kejauhan dapat didengar suara deru motor yang memekakkan telinga. Seorang pemuda dengan motor ducatinya melintas cepat tak memedulikan beberapa kendaraan lain yang telah mengklaksonnya beberapa kali akibat ulahnya. Entah karena dikejar waktu atau memang sengaja, ia sama sekali tak memelankan kecepatan motornya saat tikungan tajam. Hingga akhirnya matanya melebar melihat mobil sedan hitam tepat di depatnnya. Tak bias menghindar, ia hanya memejamkan matanya dan—

BRAKKKK!

Tubuh itu melayang hingga akhirnya terjatuh dengan suara bedebum yang cukup keras, cukup untuk mengalihkan sebagian besar pandangan orang-orang yang ada disitu. Darah merah yang menggenang memperlihatkan seberapa parah luka yang di deritanya. Terdengar lengkingan keras beberapa orang yang melihat langsung kejadian yang mengerikan itu dan orang-orang yang berlari menghaqmpiri pemuda yang telah kehilangan nyawanya.

=======EucallyscaPutly=======

BRAK

Lelaki bersurai pirang itu sontak terbangun dari tidurnya. Pandangannya kosong dengan nafas yang memburu. Tak lama, ia kembali tenang. Diedarkannya pandangannya dan menghela nafas lega melihat ia masih berada di kamarnya. Mimpi buruk itu selalu datang. Selalu tentang kematian. Tentu saja bukan kematian dirinya. Tapi itu cukup membuat mentalnya melemah akibat mimpi-mimpi buruk itu. Kepalanya kini menoleh ke arah buku bersampul hitam dengan ukiran bewarna perak yang tergeletak di nakas samping tempat tidurnya.

Setelah menuliskan beberapa kata di buku dengan kertas yang tak kalah gelapnya dari sampul bukunya ia segera beranjak dari ranjang king sizenya. Bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Menghela nafasnya melihat wajahnya yang terlihat pucat di cermin setinggi tubuhnya, ia menyambar handuk dan segera memasuki kamar mandi.

"Tiga hari lagi"gumannya pada dirinya sendiri.

=======EucallyscaPutly=======

Namikaze Naruto, nama pemuda dengan surai pirang serta wajah yang tergolong manis dengan tiga pasang garis halus seperti kumis kucing itu kini duduk di meja makan sendiri. Kedua orangtuanya yang bekerja sebagai direktur perusahaan Namikaze corp serta perancang busana selalu bepergian ke luar negeri. Walau pun ia tahu jika itu semua untuk dirinya tapi sejujurnya dari sudut hatinya ia menginginkan kebersamaan, bukan materi.

Menghela nafas entah untuk yang keberapa kalinya ia segera berjalan keluar dari ruang makan dan disambut dengan Iruka pengurusnya sejak dari kecil yang telah ia anggap sebagai pamannya, atau ayah keduanya? Entahlah.

"Tuan muda? Sudah minum obat?"Tanya Iruka yanga hanya dijawab dengan anggukan sekilas dari Naruto. Iruka hanya tersenyum miris melihat lelaki di depannya. Ia tahu jika Naruto kesepian, dan ia hanya bias melihat, tak berani terlalu dekat dengan pemuda manis itu. Bukannya tak mau, tapi pemuda itu seolah-olah membangun dinding besar dengan dirinya serta dunia luar.

"Ayo berangkat"ucapan Naruto membuyarkan lamunannya. Ia segera berjalan mengikuti Naruto yang telah meninggalkannya duluan menuju mobil yang telah ia siapkan di depan rumah.

"Hinata-san telah ada di mobil, tadi supir keluarga Hyuuga mengantarkannya kemari"ucap Iruka.

Naruto menghentikan langkahnya sejenak dan membalikkan badannya, memandang Iruka dengan tatapan heran "Mengapa ia tak masuk?"tanyanya kemudian.

"Ia ingin menunggu tuan muda, tak ingin mengganggu acara sarapan tuan muda"

"Ada-ada saja"senyum tipis kini tersemat di bibir tipisnya. Mendengar bahwa Hinata-pacarnya-sejak tiga bulan lalu telah menunggu di mobilnya.

Melihat mobil sedan hitam mewahnya, Naruto segera mempercepat langkahnya dan membuka pintu mobil. Memandang wajah lembut Hinata yang kini tersenyum padanya membuat dirinya tenang untuk sesaat, melupakan mimpi buruk tadi pagi yang terus-menerus menghantuinya.

Naruto memposisikan tubuhnya di samping Hinata "Jalan"ucapnya sekilas dan mobil hitam mewah itupun meninggalkan kediaman mewah Namikaze.

=======EucallyscaPutly=======

Udara malam membelai halus rambut segelap malamnya. Pemuda tampan itu memejamkan matanya, menyembunyikan onyx indah miliknya. Baju serba hitam dengan kesan gothicnya berkibar ditangannya terdapat sebuah sabit besar bewarna hitam dan sedikit warna meragdengan ujung atas serta bawahnya berupa tengkorak bewarna perak. Serta sepasang sayap bewarna hitam pekat yang melekat di punggungnya.

Ia menghirup nafas dalam-dalam menikmati udara malam yang begitu sejuk menerpa kulit pucatnnya. Sasuke, Uchiha Sasuke itulah namanya. Shinigami elit klan Uchiha, salah satu klan terkuat di gunia shinigami. Matanya memicing tajam. Dari tempatnya berdiri, atap salah satu gedung perkantoran, ia dapat melihat dengan jelas keadaan kota Tokyo di malam hari. Tapi entah mengapa kini matanya terfokus pada sebuah rumah mewah dengan warna gading yang berdiri kokoh di tengah kota Tokyo. Sebuah senyuman atau lebih bias disebut dengan seringai kini tercipta di bibir pucatnya. Memperjelas ketampanannya yang memang di atas rata-rata atau bias di bilang sempurna.

"Akhirnya aku bisa menemukanmu, Namikaze naruto"

=======EucallyscaPutly=======

Tokyo Gakuen

Kelas 11-A, kelas elit yang ditujukan untuk murid-murid jenius atau kalangan elit saja yang bias memasukinya. Salah satunya Naruto dengan kekayaan yang ia punya serta otak yang tergolong encer, sudah dapat dipastikan ia dapat dengan mudah untuk menduduki salah satu kursi di kelas itu.

"Na-Naruto-kun?"Hinata memanggil pacarnya yang sedari tadi terdiam di sudut kelas. Walaupun ia tahu jika Naruto tak seaktif Kiba, tapi dengan diamnya Naruto sejak tadi pagi membuat perasaannya tak enak.

"Ne Hinata-chan, ada apa?"Tanya Naruto dengan senyum manisnya membuat sontak wajah Hinata memerah. Senyum Naruto memang menawan walau pun kebanyakan senyum itu adalah palsu seperti senyuman aneh a la Sai tapi walau pun begitu tak ada satu orang pun yang menyadari bahwa itu adalah senyuman palsu. Lelaki pirang itu hanya bias tersenyum tulus pada beberapa orang saja, salah satunya Hinata, wanita yang mencintainya.

"A-apa nanti ki-kita b-bisa pergi se-setelah p-pulang sekolah?"Tanya gadis anggun di hadapan Naruto. Lelaki itu terdiam sejenak kemudian kembali tersenyum, membuat Hinata ingin pingsan saja.

"Gomen ne Hinata-chan, aku hari ini ada urusan, besok minggu saja bagaimana?"sekilas dapat terlihat raut kecewa dari Hinata, tapi tak lama kemudian sebuah senyuman lembut terpasang cantik di wajahnya.

"Ba-baiklah"

=======EucallyscaPutly=======

Naruto kini tengah berjalan santai dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam celana seragamnya. Beberapa kali ia menoleh melihat jajaran toko yang terletak di sebelah kirinya. Merasa jalan yang kini ia lewati mirip dengan jalan yang ada di mimpinya tiga hari lalu ia berhenti tepat di seberang jalan. Melihat jamnya yang telah menunjukkan pukul 14.32 terdiam dengan pandangan lurus ke depan.

"5 menit lagi"gumannya.

Tepat lima menit apa yang ditunggunya muncul, persis seperti yang ada di dalam mimpinya, sebuah motor ducati hitam melaju kencang. Pandangannya tetap focus pada pengendara motor yang seorang pemuda dengan pakaian biru muda itu. Matanya mengikuti kemana motor itu melaju. Dapat ia lihat di belokan sebuah mobil sedan bewarna hitam, seperti dimimpinya kini melaju tepat di depan pengendara motor itu. Dan kecelakaan pun tak dapat dihindari. Dapat Naruto dengar teriakan-teriakan kini menggeme di telinganya, walau pun ia melihat kejadian tragis itu ekspresinya tetap tak menunjukkan perubahan yang berarti, tetap datar seperti sebelumnya.

"Aoi Sasaki, 22 tahun, mahasiswa di Tokyo university, meninggal karena kecelakaan pukul 14.37, tepat seperti yang kutulis" ucap Naruto dengan nada datarnya.

"Kau benar"merasa ada yang seseorang di sampingnya serta menganggapi perkataannya, pemuda manis itu menoleh ke sebelah kanannya. Matanya sontak membulat tatkala melihat seorang pemuda tampan dengan pakaian yang terkesan gothic di tangan kanannya terdapat sebuah sabit besar mengerikan, serta sayap hitam pekatnya yang membuatnya melayang. Tunggu, melayang?

"Siapa kau?"

=======TBC=======