" NARUTO SECOND! "
Author : Ladea Vesia
Title : Second
Chapter : 1 (Satu)
Genre : Angst, Nyebelin,..muter-muter,..gag ada Romantisnya kok!..
Ratting : 15+
Discalimer : Baru pertama buat pake fandom ini!
Pairing : Naruto vs "…"
Song : Suju – Shake it UP!..(gag nyambung banget)
~0~
Jaman dahulu kala ( Author digetok panci ), okay-okay,.gag usah pake jaman dahulu dweh. Karena ini cerita pertama yang pake nie Fandom suka-suka diriku nech…!
Siang yang panas dan benar-benar menghabiskan cairan tubuh ( lebay! ), tapi gag segitunya sech!. Naruto, Choji, Shikamaru, dan Kiba duduk di bawah pohon kamboja yang merupakan bascamp mereka sambil ngadem untuk menghindari dehidrasi seperti Sai yang manis yang sudah pingsan karena kekurangan cairan.
"Hey, ada yang bawa rokok?" Tanya Shikamaru menoleh kearah Kiba.
"Ini sekolah, kau tidak boleh merokok lagi di sekolah !" celotek Choji membuat Shikamaru menatapnya tidak suka.
"Ciih, hilang sudah kesenanganku!" umpat Shikamaru.
"Hey, Shikamaru! Ini juga demi kesehatanmu!" imbuh Naruto dengan nada malas "Kau tidak mau Temari menjauhimu bukan?"
"terserahlah!" Kata Shikamaru menghempaskan tubuhnya ke rerumputan, Temari adalah kekasihnya dan tentu saja Shikamaru akan melakukan apa saja untuk Temari, bahkan jika memang ia harus berhenti merokok.
Naruto tersenyum simpul kearah Shikamaru yang tidak tahu kalau Naruto masih melihat kearahnya. Angin perlahan bertiup, Naruto mengalihkan pandangannya kearah gedung sekolah.
"HUWAAAA!" teriak Naruto yang terkejut membuat Choji, Shikamaru dan Kiba menoleh kearah Naruto "Gawat, Nyonya Tsunade menemukan kita!" Seru Naruto menunjuk kearah salah satu jendela kaca yang menampakkan wajah garang kepala sekolah mereka yang sudah menempel kekaca.
"KABUR!" teriak Kiba yang membuat kedua temannya segera mengikutinya kecuali Choji yang masih diam sambil memakan keripiknya.
~0~
"HOsh,..HOsh,..ham—pir saja kita tertangkap!" engah Kiba "iya kan Choji? CHOJI?" teriak Kiba karena Choji tidak bersama dengan mereka.
"Tidak perlu berteriak!" kata Choji yang muncul dengan santai "Nyonya Tsunade tidak menemukan kita!"
Naruto menoleh kearah Choji "Hey, apa maksudmu?"
"Nyonya Tsunade tadi melihat kearah Rocklee yang melompat masuk kehalaman sekolah!" kata Choji.
"Dari mana kau tahu, bodoh!" cela Shikamaru.
Choji memakan keripiknya banyak-banyak dan menunjuk kearah halaman sekolah. Di halaman terlihat Rocklee yang berdiri kaku dengan Nyonya Tsunade yang terlihat marah besar ditemani oleh si ketua osis KONOHAGAKUEN yaitu Neji yang diam menatap nyonya Tsunade dan Rocklee.
"kita beruntung!" kata Kiba lega.
"tidak seberuntung itu lain kali!" terdengar suara tinggi dari arah belakang mereka.
Keempatnya menoleh dan mendapati guru BP mereka berdiri tak jauh dari keempat cowok yang terkena sengatan listrik melihat guru BP mereka disana.
"KALIAN BEREMPAT KE KANTORKU SEKARANG!" teriak Orochimaru kepada empat muridnya yang membolos dan masih membeku karena sengatan listrik tegangan tinggi itu melihat tampang guru BP mereka yang sangar dan bertato itu.
~0~
Sepulang sekolah Naruto, Kiba, Shikamaru, Choji, dan Rocklee mendapat hukuman membersihkan GYM bersama. Nyonya Tsunade dan Pak Orochimaru sendiri yang secara langsung mengawasi kelimanya juga Neji yang dengan terpaksa mengambilkan tas kelima temannya itu.
"Sial, ini gara-gara kau Kiba!" gerutuk Naruto
"Kenapa gara-gara aku, kau yang membuatku terkejut!" elak Kiba membela diri sambil mengepel lantai.
"gara-gara kalian berdua aku batal kencan dengan Temari!" kata Shikamaru sebal.
Kiba dan Naruto menatap Shikamaru dengan pandangan tidak terima, kalau bukan saran dari Shikamaru mereka tidak akan membolos dan mendapat hukuman seperti sekarang ini. Dan satu-satunya orang yang masih semangat menjalankan hukuman hanya Rocklee seorang sementara yang lain telah menebarkan aura kegelapan.
"Shikamaru!" panggil Temari saat Shikamari baru saja keluar dari gedung olahraga setelah menyelesaikan hukumannya.
"Temari? Kau belum pulang?" Tanya Shikamaru heran.
Temari menggeleng "Aku menunggumu bodoh!" seru Temari memukul kepala Shikamaru "kenapa tidak bilang kalau kau dihukum, aku tidak perlu menunggu selama ini!"
"Maaf, aku lupa!" kata Shikamaru memegangi kepalanya.
"hei-hei-hei, jangan bertengkar disini!" kata Naruto "lebih baik cepat pulang sebelum dua monster didalam melihat kita lagi.
Semua menyetujui dan segera pulang kerumah masing-masing.
Naruto berjalan menuju halte bersama dengan Neji dan Kiba. Sementara Shikamaru yang menggunakan motor sudah pulang lebih dulu bersama Temari sedangkan Choji sudah di jemput oleh ayahnya dengan truk super besar milik perusahaan keluarga Akamichi.
"Aku duluan!" kata Naruto segera masuk kedalam bus sementara kedua temannya masih menunggu bus mereka.
Naruto duduk sendirian didalam bus seperti biasanya dan sampai dirumah setelah berjalan selama lima belas menit dari halte. Rumahnya tampak seperti biasanya, tenang.
"Aku pulang!" kata Naruto setelah membuka pintu dan masuk kedalam rumah.
"Selamat Datang!" kata ibunya dan segera menghampiri putranya dan mencium kening Naruto.
"Kau pulang terlambat!" kata Ayahnya saat Naruto masuk kedapur.
"Minato sudahlah, Naruto baru saja pulang!" sela Kushina sebelum Minato marah seperti tadi pagi "Setidaknya dia tidak terlibat masalah hari ini!"
"Tidak apa-apa ibu, lagi pula sudah lama juga ayah tidak memarahiku seperti ini!" kata Naruto sambil tersenyum mengingat pekerjaan ayahnya yang selalu keluar kota.
Minato menghela nafas "Baiklah-baiklah, terserah kalian saja!" katanya membuat Kushina tersenyum dan mengacak rambut Naruto.
~0~
Naruto merebahkan diri di tempat tidur, dulu setiap ayahnya datang pasti terasa sangat menyenangkan. Tapi sekarang tidak lagi sejak pekerjaan ayahnya semakin sibuk dan membuat orangtuanya juga sering bertengkar karena hal kecil. Naruto berharap ia punya saudara tapi kenyataannya sekarang ia tidak memiliki siapapun.
-melewati gunung lewati lembah, sungai mengalir indah kesamudra, bersama teman bertualang,...-
Ponsel naruto berdering disakunya membuat Naruto dengan malas mendudukkan diri dan mengangkat ponselnya tanpa melihat siapa yang menghubunginya sama sekali.
"Hallo, aku sedang malas, jadi langsung saja tidak perlu basa basi!" kata Naruto dengan nada tidak suka.
"lagi-lagi kau tidak membaca siapa yang menghubungimu ya anak nakal?" terdengar teriakan yang memekakan telinga hingga Naruto terpaksa menjauhkan ponselnya dari telinga.
"Paman Jiraiya?" seru Naruto "Ada perlu apa menghubungiku?"
"aku tidak ada perlu denganmu, hanya saja aku menghubungi ayahmu tapi tidak diangkat!" kata JIraiya masih marah "cepat kau berikan pada ayahmu!"
Naruto mendesah "Paman jalan saja sendiri, aku sedang malas!" kata Naruto tanpa berpikir.
"MEMANGNYA PONSEL BISA BERJALAN SENDIRI, DASAR ANAK BODOH CEPAT BERIKAN PADA AYAHMU!" teriak JIraiya dan langsung membuat Naruto berdiri dengan sigap dan berlari keluar kamar menuju dapur.
Saat NAruto sedang sudah berada di dekat pintu dapur, Naruto mendengar suara sedih ibunya dan membuatnya tediam ditempat.
"Apa maksudmu dengan kita tidak bisa tinggal disini lagi?" kata Kusina menatap nanar suaminya.
Minato memeluk Kusina dengan lembut "Aku tidak bisa berbuat apa-apa, kita sudah terlambat membayar sewa apartemen kita selama tiga bulan dan kita tidak bisa lagi tinggal disini!" kata Minato sedih "Pekerjaanku sedang sulit, dan aku berharap Jiraiya segera memberi kabar!"
"Tapi kita akan tinggal dimana?" tanya Kusina terisak.
"Aku sudah memikirkannya, kita akan tinggal di apartemen lain! milik Jiraiya, katanya dia sudah tidak menggunakannya lagi karena ia mendapatkan rumah mungil di pinggir desa yang menurutnya lebih menarik!" kata Minato tersenyum pada istrinya "Dan Naruto, sedang apa kau berada di pintu seperti itu!" tegus Minato membuat Naruto terkejut dan segera masuk kedalam dapur.
Naruto menatap ayahnya kemudian menyerahkan ponselnya "Paman Jiraiya marah karena kau tidak bisa dihubungi!" katanya kemudian beralih menatap Ibunya yang berusaha tersenyum.
~0~
KArena ini cerita pertamaku maafkan jika mungkin tidak terlalu bagus!..aku belum pernah memakai fandom ini,..!
SELAMAT MEMBACA
