Title: THE STORY OF LOVE

Cast: Jin, Namjoon, Jungkook, Taehyung, Jimin, Hoseok, Yoongi - #VKook #YoonSeok #YoonMin #NamJin FF

Lenght: Mini Chapter

Rating: 15+

Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]


CHAPTER 1

.

"Akhirnyaaaaaaaaaaaaaa! Kita bisa tinggal bersama, hyeong!" teriak Jeon Jungkook ketika ia diijinkan ayahnya untuk tinggal bersama sepupunya, Kim Namjoon, di Seoul.

"Yaaaaaiiishhh! Aku tidak tinggal sendirian disini, kau kan tahu itu? Jadi, jaga sikapmu dengan baik, araseo?" sahut Namjoon, memperingatkan sepupunya yang bertubuh tinggi namun memiliki wajah dan gigi kelinci yang sangat manis itu.

Jungkook menganggukan kepalanya dengan ekspresi wajah sangat polos di wajahnya manisnya itu. "Ne, hyeong!"

"Aigoo..." sahut Namjoon sambil mengacak pelan kepala Jungkook.

Jungkook memang sejak kecil sudah sangat dekat dengan Namjoon.

Ibu Jungkook dan ibu Namjoon kakak beradik, dan ibu Namjoon sering menitipkan Namjoon di rumah Jungkook waktu mereka masih kecil, karena itu Jungkook sudah menganggap Namjoon seperti kakak kandungnya sendiri.

Dan Jungkook begitu sedih ketika Namjoon harus pindah ke Seoul setelah ia lulus SMA.

Untung saja setelah Jungkook lulus SMA, ia diterima di sebuah Universitas di Seoul, dan diijinkan orang tuanya untuk tinggal bersama Namjoon di sebuah rumah sewaan yang ditempati Namjoon.

Rumah itu milik Min Yoongi, salah satu keturunan konglomerat, yang kebetulan merupakan sunbae Namjoon di kampus tempat Namjoon kuliah.

Yoongi sudah lulus kuliah sejak tahun lalu dan ia kini bekerja sebagai seorang kepala editor di perusahaan majalah milik ayahnya.

Selain Namjoon, ada juga Kim Taehyung, tetangga Yoongi sejak kecil. Sama seperti Yoongi, Taehyung juga berasal dari Daegu. Dan kedua keluarga mereka sangat dekat, sudah seperti selayaknya saudara sendiri.

Taehyung pindah ke rumah Yoongi itu karena ia juga diterima menjadi mahasiswa di sebuah universitas di Seoul dua tahun yang lalu, dan ia memilih untuk menyewa sebuah kamar di rumah Yoongi yang besar itu ketimbang harus menyewa apartement atau kos-kosan di tempat lain di Seoul.

"Ngomong-ngomong, kemana dua teman serumahmu itu, hyeong?" tanya Jungkook setelah ia puas berkeliling rumah Yoongi yang sangat luas itu.

"Yoongi hyeong bekerja dan baru pulang setiap jam enam sore... Taehyung sepertinya sedang ada kegiatan klub di kampusnya.." sahut Namjoon.

"Kau sudah semester tujuh ya, hyeong? Jadi, sudah tinggal sedikit kelas yang harus kau hadiri..." sahut Jungkook.

Namjoon menganggukan kepalanya. "Untuk semester tujuh ini aku hanya ada kelas setiap hari Rabu dan Jumat saja, enak kan? Hehehe... Tapi mulai minggu depan aku mengambil part time job di perusahaan milik ayah Yoongi hyeong, sebagai penerjemah di divisi majalah asing.."

"Minggu depan aku mulai masuk kuliah, dan kelasku full dari senin sampai jumat, huft..." gerutu Jungkook sambil memajukan bibirnya, membuat wajahnya terlihat sangat imut.

"Karena itu, selama seminggu ini kau puas-puaskan berjalan-jalan mengelilingi Seoul sebelum kau disibukkan kuliahmu, araseo?" sahut Namjoon, diiringi anggukan kepala Jungkook.

.

.

.

Sore itu Jungkook berjalan-jalan di sekitar rumah yang kini ditempatinya.

Ia berusaha memuaskan waktu liburannya yang akan segera berakhir minggu depan. Apalagi, ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di Seoul, dan rumah milik Yoongi itu berlokasi tak jauh dari Namsan Tower.

"Aku... Akan ke Namsan Tower! Dan mengambil foto sebanyak-banyaknya untuk kupamerkan kepada sahabat-sahabatku di Busan!" gumam Jungkook sambil tersenyum.

Jungkook duduk di halte bus, menunggu bus yang menuju Namsan Tower lewat di hadapannya, dengan hati yang sangat gembira.

Sesekali ia bersenandung menyanyikan beberapa lagu yang disukainya.

Dan tiba-tiba saja sebuah kaleng soda kosong mengenai kepalanya.

"Ouch!" gerutu Jungkook.

Jungkook menoleh ke sampingnya. Seorang pria yang sangat tampan, dengan hidung yang mancung dan sorot mata yang tajam dan agak dingin, mengenakan jaket panjang berwarna coklat muda dan sebuah syal merah di lehernya, tengah menatapnya.

Jungkook memegang kepalanya yang terkena kaleng soda kosong itu.

"Mian.." sahut pria dihadapan Jungkook dengan nada dingin, seolah tak iklas untuk meminta maaf atas kesalahannya.

"Mwoya?" gerutu Jungkook, kesal karena pria dihadapannya itu meminta maaf dengan tidak iklas.

Pria itu segera menoleh menghadap depan dan mengabaikan gerutuan Jungkook.

"Cih..." gerutu Jungkook sambil memajukan bibirnya karena kesal.

Tak lama bus yang ditunggu Jungkook tiba.

Jungkook segera berjalan masuk ke dalam bus dan hanya tinggal satu tempat duduk yang kosong.

Tepat ketika Jungkook ingin menduduki kursi itu, pria yang tadi menendang kaleng sudah terlebih dulu menduduki kursi itu.

"Yaishhh.." gerutu Jungkook.

Pria itu seolah tahu Jungkook juga tengah mengincar kursi itu, jadi ia segera menatap Jungkook ketika Jungkook menggerutu.

Tatapan mereka beradu.

"Siapa suruh kau lambat?" sahut pria itu dengan ekspresi dingin di wajahnya.

Jungkook semakin kesal dibuatnya.

Pria itu memperhatikan kedua kaki Jungkook. "Kedua kakimu sempurna, jadi kurasa tak ada salahnya kau berdiri.."

"Cih..." gerutu Jungkook.

Dan hati Jungkook terus merutuki pria yang duduk dihadapannya itu sepanjang perjalanan.

.

.

.

Yoongi menatap sebuah foto dihadapannya.

Foto dirinya bersama seorang pria manis, tengah bergandengan tangan di tengah salju.

Foto itu diambil bulan Desember tiga tahun yang lalu.

"Bogoshipo.. Jinjja..." gumam Yoongi sambil menatap foto dihadapannya itu.

Foto yang selalu menemaninya setiap ia merasa jenuh di meja kerjanya.

Dan ingatannya kembali ke tiga tahun yang lalu, ketika ia dan pria itu berkuliah di kampus yang sama.

Mereka bertemu, saling mengenal, kemudian saling jatuh cinta... Dan berkencan...

Mereka berdua menghabiskan banyak waktu bersama baik di kampus maupun di luar kampus..

Dan akhirnya... Perpisahan terjadi diantara mereka...

Perpisahan... Yang membuat mereka saling menjauh... Dan membuat mereka lost contact pada akhirnya.

Yoongi memejamkan kedua matanya sambil meletakkan dagunya di tangannya yang dilipat di atas meja kerjanya, dan senyuman pria itu terus melintas di benaknya.

Senyumannya, tawanya, suaranya, keceriannya... Semuanya melintas di benak Yoongi, membuat Yoongi semakin merindukannya..

.

.

.

Jungkook turun di halte Namsan Tower dan langsung melupakan semua kekesalannya pada pria di bus tadi ketika melihat keindahan Namsan Tower.

"Whoaaaaaaaaaa! Yeppudaaaaaa!" teriak Jungkook sambil membelalakan kedua bola matanya dan tersenyum lebar.

Dari kejauhan, pria itu menatap ke arah Jungkook. "Cih.. Pasti ini pertama kalinya ia ke Namsan Tower..." sahutnya sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Jungkook.

Pria itu segera berjalan menjauh.

Jungkook berkeliling Namsan Tower dan mengambil foto sangat banyak, karena fotografi adalah salah satu hal yang sangat disukainya.

"Whoaaa!"

"Yeppudaaaaa~"

"Whoaaa~ Daebak!"

"Whoaaa~ Jjjangiya! Jjjang!"

Ucapan-ucapan itu terus mengalir keluar dari mulut Jungkook, menunjukkan betapa ia mengagumi pemandangan Namsan Tower yang baru pertama kali dilihatnya secara langsung itu.

Jungkook tiba di lantai paling atas, tempat dimana para pasangan datang kesana untuk menggantungkan kunci gembok couple mereka di atas sana.

"Huft~ Aku akhirnya tiba disini... Tapi aku sendirian... Tanpa kekasih disampingku..." sahut Jungkook.

Jungkook melihat beberapa gembok yang tergantung dihadapannya, yang bertuliskan nama-nama pasangan dan ucapan-ucapan cinta mereka.

Jungkook menghela nafas. "Kapan aku bisa kesini dengan seorang kekasih yang tampan?"

"Kau single? Aigoo~ Betapa tragisnya nasibmu... Terkena kaleng kosong, tidak mendapat tempat duduk, dan ke Namsan Tower sendirian seperti ini.." sahut sebuah suara di belakang Jungkook.

Jungkook menoleh ke belakang dan melihat sosok pria itu lagi.

"Kau lagi?" gerutu Jungkook.

Pria itu menatap Jungkook.

"Apa kau.. Mengikuti? Mengapa kau mengikutiku?" tanya Jungkook, kali ini wajahnya ketakutan.

Ini pertama kalinya ia berada di Seoul, dan hanya sendirian! Bagaimana jika pria dihadapannya itu berniat jahat padanya?

"Cih... Untuk apa aku mengikutimu? Apa kau pikir aku ini tidak ada kerjaan sepertimu?" sahut pria itu, lalu ia segera membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh dari Jungkook.

Jungkook segera menarik nafas lega. "Huft~"

.

.

.

"Hyeoooong!" teriak Jungkook ketika ia tiba di rumah Yoongi malam itu, sepulangnya dari Namsan Tower.

Yoongi, yang baru saja turun dari tangga, menatap bingung ke arah Jungkook. "Kau... Siapa?"

"Ah! Annyeonghaseyo.." sahut Jungkook sambil membungkukkan tubuhnya, menyapa Yoongi. "Kenalkan, aku Jeon Jungkook, sepupu Namjoon hyeong yang akan tinggal disini mulai hari ini..."

"Ah... Sepupu Namjoon? Araseo.. Semoga kau betah disini.." sahut Yoongi dengan gaya coolnya sambil berjalan menuju sofa untuk menonton televisi.

"Ne..." sahut Jungkook. "Uhm... Kalau boleh tahu, kau siapa?"

"Aku? Min Yoongi.. Pemilik rumah ini.." sahut Yoongi.

"Ah... Ne.. Yoongi-sshi.." sahut Jungkook.

"Kau panggil aku hyeong saja, seperti Namjoon biasa memanggilku.." sahut Yoongi.

"Ne.. Yoongi hyeong.." sahut Jungkook.

Namjoon keluar dari kamarnya yang terletak di lantai satu. "Ah, kalian sudah berkenalan?"

"Ia sepupumu? Ia sangat manis.." sahut Yoongi sambil menatap Namjoon.

"Benar kan, seperti yang kuceritakan, ia sangat manis?" sahut Namjoon dengan bangganya.

Yoongi menganggukan kepalanya.

"Hyeong! Aku barusan dari Namsan Tower.. Dan kau tahu? Aku bertemu dengan pria yang sangat sangat menyebalkan!" sahut Jungkook kepada Namjoon.

"Ne?" Namjoon menatap bingung ke arah Jungkook.

Jungkook menceritakan pertemuannya dengan pria tadi mulai dari halte bus hingga di puncak Namsan Tower.

"Ia sangat menyebalkan! Apa orang-orang Seoul menyebalkan sepertinya?" gerutu Jungkook.

Namjoon tertawa, sementara Yoongi tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya mendengar cerita Jungkook.

"Tidak semua orang disini seperti itu.. Tapi... Ya memang kebanyakan semua orang yang tinggal disini disibukkan dengan urusannya masing-masing.." sahut Namjoon.

Namjoon ikut duduk di sofa untuk menonton film bersama Yoongi.

Jungkook juga ikut duduk di samping Namjoon sambil terus memasang ekspesi cemberut karena masih kesal dengan pria yang ditemuinya tadi.

Tiba-tiba suara pintu terbuka terdengar.

"Taehyung pulang..." sahut Namjoon.

"Taehyung? Ah, penghuni rumah ini juga? Temanmu itu, hyeong?" tanya Jungkook.

Namjoon menganggukan kepalanya.

Dan sosok Taehyung berjalan masuk ke ruang utama itu, tempat ketiga pria itu tengah duduk bersama.

Dan kedua bola mata Jungkook terbelalak lebar menatap sosok dihadapannya.

Begitu juga dengan Taehyung. Ia sangat terkejut melihat Jungkook duduk disamping Namjoon.

"Ia... Pria yang kuceritakan barusan, hyeong!" sahut Jungkook kepada Namjoon sambil menunjuk ke arah Taehyung.

"Uh?" Kedua bola mata Namjoon dan Yoongi terbelalak mendengar ucapan Jungkook.

.

-TBC-


NOTE: Oke.. Karya baru saya tercipta lagi :) Tapi kisah cinta kali ini tidak serumit kisah percintaan bangtan di ff saya yang sudah-sudah, jadi semoga ff ini masih bisa menghibur kalian dengan kesederhanaan kisah cinta para member bangtan di ff ini :)

Setelah bikin FF genre horor di 2 FF kemarin, saya kembali hadir dengan FF simple life begini lagi :) Semoga kalian suka dengan FF ini ya :)

Akan ada beberapa soundtrack drama "Weighlifting Fairy", "Legend of Blue Sea", dan "Goblin" yang akan saya masukan di FF ini, karena sebenernya chapter 1 ff ini sudah saya ketik di tanggal 27 Desember 2016, ketika saya lagi suka-sukanya nonton 3 drama itu! :)

Oke, untuk kelanjutan chapternya silakan ditunggu... Jangan lupa reviewnya :)