Boboiboy: Alasan Terbesar (The Biggest Reason)
Boboiboy © Animonsta Studio, Malaysia
Fanfiction by widzilla
Warning! Genderbender alert! Contain OOC.
Fang x fem!Boboiboy pairing.
Language: Indonesia and Malaysia (as the conversation between characters)
Suara bel sekolah berdering keras menandakan waktu sekolah telah usai, membuat para siswa SD Pulau Rintis berhamburan keluar gedung. Dengan semangat mereka berlari menuju rumah masing-masing sambil tertawa-tawa. Beberapa ada yang dijemput orang tua mereka, beberapa ada yang berjalan bersama teman-temannya… tak terkecuali…
"Hari ini akulah yang dah kalahkan kau, Boboiboy! Akuilah itu!"
"Enak je! Tadi kau tengok sendiri aku berlari mendahuluimu, Fang!"
"Mana ada? Aku jelas-jelas beberapa senti di depan kau!"
"Grrrr!"
Pemandangan yang sudah lumrah di lingkungan Pulau Rintis setiap usai bel pulang sekolah, di mana seorang bocah bertopi oranye berdebat dengan temannya yang lebih tinggi berkacamata.
Ketiga teman mereka, seorang anak perempuan berjilbab dengan jepitan bunga di samping, anak perempuan yang setahun lebih muda dari mereka dengan kaca mata lebar dan berwajah Tionghoa, serta bocah laki-laki dengan tubuh besar gemuk berkulit hitam yang setahun lebih tua di antara mereka, hanya bisa menggeleng kepala setiap perseteruan kedua cowok itu mulai.
Tak hanya di sekolah, Boboiboy dan Fang selalu berdebat hampir di setiap saat. Tentu saja Yaya, Ying, dan Gopal tak pernah serius menggubris ataupun melerai keduanya, toh akan berlanjut kapan pun kedua orang itu inginkan.
"Haiyo… sudahlah ma… Korang tak pernah damai sikitpun… Kitorang penat sangat lerai kalian…" Ying menghela napas sambil berjalan di samping Yaya menggubris kedua cowok di depan mereka dengan logat khasnya.
"Hmph!" sekarang Fang dan Boboiboy saling membuang muka.
"Aish… tak pernah ke korang bosan berdebat macam ni terus…? Kita je bosan tengok korang macam ni…" Yaya turut menghela napas sambil membetulkan tentengan tas di punggungnya. Ying tertawa kecil melihat Boboiboy dan Fang semakin membuang muka "Yah, sudahlah… nanti mestilah diam juga mereka…"
"Hei! Kalian nak mengerjakan PR hari ini bersama tak? Aku rasa.. aku nak banyak membutuhkan bantuan…"
"Gopal, bila kau ni macam boleh belajar sendiri…? Awas kalau kau cuma tengok Kerja Sekolah kitorang nanti…" omel Ying pada Gopal yang kemudian terkekeh dan nyengir.
"Ah, boleh juga …! Kita kerjakan kat kedai Tok Aba je ya…"
Yaya dan Ying kembali protes pada Gopal yang setuju dengan saran Boboiboy karena menginginkan suguhan cokelat gratis di kedai kakek dari temannya itu. Fang menyetujui tanpa mengucapkan kata-kata sama sekali dan hanya mengikuti teman-temannya berjalan menuju kedai Tok Aba.
Sebuah kedai kecil berdiri di tengah-tengah taman yang asri dan hijau. Seorang kakek dan sebuah robot bulat kecil berwarna kuning tengah melayani beberapa pelanggan yang baru saja selesai menikmati cokelat di kedai.
"Atok…! Ochobot…! Aku pulang!"
"Selamat datang, Boboiboy… Wah, ramai sekali… Nak kerjakan PR bersama lagi ke?" sambut kakek dari Boboiboy yang masih memiliki semangat tinggi di usianya yang tak muda lagi itu. Anak-anak yang rajin berkunjung ke kedai itu melempar senyum dan duduk mengelilingi kedai sambil mengeluarkan buku dari tas masing-masing. Sementara Boboiboy membantu sedikit pekerjaan kakeknya mencuci gelas-gelas bekas pelanggan sebelumnya. Barulah ia turut duduk bersama teman-temannya mengerjakan PR.
"Aduuuh! Amboy, susah sekali soal nomor 35 ini! Yaya, bantulah aku…!" Gopal menggeserkan tubuhnya sedikit untuk melihat pekerjaan gadis berjilbab sahabatnya. Namun Yaya mendengus kecil "Ei, cuba dihitung dulu! Jangan langsung main tengok je kau ni…!"
Gopal kembali mengeluh hingga akhirnya Yaya dan Ying memberi bantuan padanya dengan membantu menghitung bersama soal Matematika yang ada di buku.
Boboiboy jelas-jelas terlihat kesusahan. Mata pelajaran Matematika bukanlah mata pelajaran yang disukai bocah bertopi terbalik itu. Kini ia hanya bisa garuk-garuk kepala sembari menunggu gilirannya bertanya pada Yaya dan Ying yang masih mengajari Gopal.
Di samping Boboiboy, nampak Fang dengan mudahnya mengerjakan soal-soal PR Matematika. Boboiboy menggeser tubuhnya dan memohon "Fang… tolong la bantu aku menghitung ini… Kau mengerjakan dengan senang sangat, tolong la bantu aku…"
"Hmph, mestilah aku lagi senang kerjakan ni… tak macam kau… Aku ni lagi bijak darimu, Boboiboy…!" Fang tertawa bangga pada dirinya merendahkan Boboiboy yang menghela napas dan memutar matanya sebal pada Fang "Ye la tu… Nah, kau nak bantu aku tak…?"
"Hmm… baiklah… sini buku kau…" Fang duduk menghadap Boboiboy dan membantunya menghitung. Tok Aba tersenyum melihat anak-anak itu akrab dan saling membantu mengerjakan PR. Meski Fang memang selalu sigap bersaing dan bahkan terobsesi ingin mengalahkan Boboiboy, namun bocah itu tetaplah sahabat cucunya yang amat sangat bisa diandalkan. Tak pernah ia menolak jika yang lain membutuhkan bantuan.
Pada suasana yang damai itu tiba-tiba angin perlahan berhembus semakin kencang. Semua orang merasakan adanya getaran di tanah. Para penduduk Pulau Rintis berhamburan keluar rumah takut terhadap gempa yang tiba-tiba itu. Namun di luar rumah mereka disambut sebuah kapal luar angkasa raksasa di langit. Semua orang terkagum-kagum, namun ketakutan kini melanda mereka begitu melihat siapa yang muncul dari pesawat luar angkasa tersebut.
Bukan hanya para penduduk Pulau Rintis, Adu Du dan Probe turut keluar dari markas mereka di tanah kosong. Keduanya berlarian panik menuju area penduduk Pulau Rintis dan melihat apa yang terjadi dengan penuh horor. Tak urung bocah-bocah yang tadi sedang mengerjakan PR bersama, Boboiboy dan teman-temannya turut berlari menuju orang-orang yang berkumpul di mana menjadi pusat pesawat luar angkasa itu muncul dari langit.
"EJO JO!"
Seringai licik terlukis di bibir alien hijau berkepala kotak yang adalah rival Adu Du itu.
"Kau! Belum kapok kah kau kemari lagi, Ejo Jo!" Adu Du berteriak kesal. Boboiboy yang melihat teman aliennya itu berlari mendekat bersama sahabat-sahabatnya "Adu Du!"
"Hahahah! Aku kembali untuk merampas koko yang ada di sini dan menguasai bumi ini tentunya… Tapi, hal itu nak kukesampingkan dulu… Karena… Aku ini masih dendam padamu, Boboiboy! Kan kubelasah kau hingga tak bersisa lagi!"
Para penduduk Pulau Rintis ketakutan melihat senjata-senjata dan pasukan robot tempur yang keluar dari pesawat luar angkasa. Yaya dan Ying dengan sigap membantu mereka mengungsi dari tempat tersebut. Boboiboy, Fang, dan Gopal yang gemetaran tetap berdiri di tempat siap tak siap menghadapi Ejo Jo di hadapan mereka. Adu Du dan Probe tak segan membantu.
"BOBOIBOY... KUASA TIGA!"
"Ayo! Lawan dia, Boboiboy!" para penduduk yang menonton dari kejauhan berseru memberi semangat Boboiboy yang telah membagi tubuhnya menjadi tiga kekuatan. Para sahabatnya turut maju mendampingi dengan kekuatan mereka masing-masing.
"Maju, Probe!" Adu Du siap dengan robot tempurnya dan Probe yang telah mengubah dirinya menjadi sistem tempur.
"JOM! SEMUANYAAA!"
Boboiboy Taufan berhembus kencang berusaha mengalihkan pandangan Ejo Jo agar Boboiboy Gempa dan Boboiboy Halilintar bisa menyerangnya. Sayang sistem perlindungan Ejo Jo kini lebih kuat sehingga ketiganya justru terpental begitu menabrak perisai pelindung yang tak kasatmata.
Yaya berusaha meninju perisai tersebut berkali-kali tapi justru senjata-senjata kini mengarah padanya. Dengan bantuan Gopal, senjata-senjata tersebut berubah menjadi makanan. Ying dengan cepat menghindari peluru-peluru yang mengincarnya. Tapi ketiga bocah itu tak mengira bahwa Ejo Jo telah meningkatkan sistem persenjataannya dengan data-data mengenai kekuatan Boboiboy dan sahabat-sahabat yang telah ia kumpulkan sebelumnya.
Fang kini bertarung menggantikan teman-temannya yang sudah kewalahan. Ejo Jo nampak berusaha keras melawan bocah yang lihai mengontrol bayangan-bayangan di sekitarnya itu. Tapi Fang pun mulai kewalahan begitu Ejo Jo menggunakan kecepatan penuh berpindah-pindah dengan robot tempurnya. Beberapa kali bocah berkacamata itu nyaris terkena tembakan.
Yaya tak sanggup lagi melawan pasukan robot yang tak kalah kuat dari kekuatannya itu "Apa yang mesti kita lakukan sekarang…?"
Ying sudah merasa kelelahan menghadapi para robot yang tak kalah cepat darinya. Gopal yang terus-terusan menghindar dan mengubah semua peluru menjadi makanan kini terbaring lemas di atas kue raksasa karena kelelahan berlari dan mengeluarkan tenaga terus menerus demi melindungi teman-temannya.
Adu Du yang juga kewalahan dengan robot tempurnya, mendarat di antara Yaya, Ying, dan Gopal "Nampaknya… Ejo Jo dah rekam semua data korang dan memperkuat sistem pertahanannya berdasarkan data yang ia miliki… Kalau macam ni… pastilah dia nak membuat kita lemah dulu… lalu rampas kuasa korang…"
Ketiga bocah itu semakin panik. Terlebih Gopal yang sudah merelakan sedikit waktunya untuk membuat surat wasiat. Probe geleng-geleng kepala membaca isi surat wasiat yang ditujukan pada kedua orang tua Gopal itu agar keduanya menyimpan game Papa Zola yang baru dibelinya kemarin "Menyedihkan…" ujar Probe. Sementara Boboiboy dan Fang masih melawan para pasukan robot.
Adu Du kembali berpikir dalam sempitnya waktu mereka menghadapi Ejo Jo dan pasukannya "Dari tadi aku perhatikan… Ejo Jo dah memperhitungkan kuasa Gopal dengan membuat mereka cepat menghindar dengan kekuatan Ying… Robot-robot ni cepat sangat gerakannya! Dan kekuatan Yaya yang memanfaatkan gravitasi pun ia lawan dengan sistem perlawanan gravitasi yang ia pasang di semua robotnya…! Pastilah dia nak korang bertiga ni lemah dahulu… barulah melawan Boboiboy dan Fang!"
Yaya dan Ying mulai mengerti pikiran cepat Adu Du "Ejo Jo boleh membuat robot-robot tandingan untuk lawan kita bertiga, maka kita bertiga pasti kalah dan menyisakan Fang dan Boboiboy saja… Dia nak lawan Boboiboy dan Fang karena nak kuasa mereka!"
"Ye la tu! Dia orang tak boleh lawan kuasa Fang dan Boboiboy karena kuat sangat ma! Maka tu dia orang nak kuasa Boboiboy dan Fang untuk diambil dan kuasai bumi!"
Sementara itu, Fang berusaha mengumpulkan tenaganya diam-diam tanpa sepengetahuan Ejo Jo yang sibuk melawan Boboiboy. Fang sudah tahu apa tujuan Ejo Jo setelah curi dengar teman-temannya yang berdiskusi di dekat situ.
Boboiboy terhempas dan kini tubuhnya kembali menjadi satu. Tenaganya sudah habis bahkan tubuhnya tak sanggup bergerak sedikitpun.
"Boboiboy!" Dalam sekejap Yaya, Ying, dan Gopal terjebak dalam perisai yang dipasang Ejo Jo hingga tak bisa menolong sahabat mereka itu. Ejo Jo sudah memperhitungkan semuanya. Ia tertawa puas keluar dari dalam robot tempurnya, berdiri di hadapan Boboiboy. "Aku kena tengok dengan mataku sendiri masa kematianmu, Boboiboy…"
Fang berdoa dalam hati agar rencananya berhasil. Namun ia kembali berkejar-kejaran dengan waktu, sementara kekuatannya belum cukup terkumpul.
"Selamat tinggal… Boboiboy…" sebuah senjata ditodongkan Ejo Jo ke wajah Boboiboy yang tak lagi bisa berkutik.
"He, hentikan!" Probe spontan melempar sesuatu yang ia raih dari dalam kepala robotnya ke Ejo Jo hingga mengenai senjatanya. Yaya, Ying, dan Gopal bersorak karena senjata Ejo Jo terlempar jauh dari tangannya "Yeeey! Bagus, Probe!"
"Cih! Robot tempur brengsek!... Hm?"
Dan kini semua orang baru sadar Probe melemparkan senjata yang lebih besar pada Ejo Jo ketika ia berusaha menghalangi niat jahat Ejo Jo tadi.
"Probe! Dasar bodoooh!" protes Adu Du.
"Ma, maaf incik Bos! Eh… tapi itu kan senjata percubaan incik Bos… siapa tahu tak boleh fungsi… hehe…"
Tapi begitu Ejo Jo menyalakan senjata berukuran besar itu, nampak sinar terang menyala di ujung senjata. Senyuman puas penuh keculasan nampak berseri di wajah Ejo Jo, menandingi kepanikan semua orang yang melihatnya.
"Huaaa! Ternyata berfungsiiii!" Adu Du dan Probe semakin panik. Yaya dan Ying saling berpelukan tak sanggup melihat apa yang akan terjadi sementara mereka tak bisa keluar dari dalam perisai bersama Gopal. Namun waktu yang diluangkan Ejo Jo berkat gangguan dari Probe justru menguntungkan Fang mengumpulkan tenaga hingga maksimal.
"EJO JOOOOO! TERIMA INIIII! NAGA BAYAAAAAAAANG!" Fang melepaskan seluruh kekuatannya sehingga seekor naga hitam raksasa muncul dari langit dan menelan semua pasukan robot milik Ejo Jo.
Akan tetapi di waktu yang sempit itu, Ejo Jo berhasil menembakkan sinar laser dari senjata rancangan Adu Du pada Boboiboy. Begitu sinar ditembakkan, tubuh Boboiboy bagai tersetrum kemudian mengeluarkan sinar terang yang membutakan mata. Ejo Jo tersenyum puas melihat kekalahan musuhnya sebelum terhisap Naga Bayang Fang yang membuka mulutnya lebar menghisap segala kekacauan yang dibuat Ejo Jo.
"Tak ada yang kusesali sekarang… Habislah kau, Boboiboy…" akhirnya Ejo Jo menghilang terhisap Naga Bayang entah ke mana ia akan terlempar bersama puing-puing pasukan robot dan kapal luar angkasanya.
Fang bagai kehilangan napas. Naga Bayang hilang seiring habisnya kekuatan Fang. Dalam putihnya pemandangan yang berujung pada sebuah ledakan, semua nampak berjalan begitu pelan. Suara ledakan yang amat sangat keras justru membuat pendengaran semua orang menghilang sesaat. Tak ada suara yang terdengar selain hembusan angin.
Perisai yang justru melindungi Yaya, Ying, dan Gopal kini pecah dan membebaskan ketiga anak itu. Mereka berlarian menuju Fang yang berdiri membisu di hadapan sebuah lubang besar di tanah.
Semua orang turut berlari mendekati area pertarungan yang nyaris rata tanah. Para penduduk Pulau Rintis hanya bisa menahan napas sejak menonton pertarungan bocah-bocah tadi hingga melihat dengan mata kepala mereka sendiri… Boboiboy telah tewas terkena tembakan laser dari Ejo Jo.
Bagai tersambar petir, Tok Aba berjalan gontai menuju bibir lubang besar di mana Fang mematung tak sanggup berkata-kata. Ia meneteskan air mata menangisi cucunya yang telah mengorbankan dirinya melindungi Pulau Rintis "Bo… Bo… BOBOIBOOOOY!"
Para penduduk menundukkan kepala dan menangis penuh kesedihan. Yaya dan Ying tak sanggup lagi menahan tangis mereka hingga sesenggukan. Keduanya berpelukan dengan tangan bergetar. Gopal menangis tersedu-sedu kehilangan sahabatnya.
Fang masih shock terdiam menunduk menerawang pada dasar lubang yang dipenuhi asap itu. Begitu asap tersebut menipis, barulah ia sadar ada sesuatu di dasar sana.
Semua orang terkejut begitu Fang melompat ke dalam lubang, bagai menemukan sesuatu yang membuatnya harus melompat ke dalam sana.
"Fang? Apa yang kau…?…oh!" Semua orang terkejut dan bersorak begitu Fang kembali dari dalam lubang dengan Boboiboy dalam gendongannya, utuh tak kurang apa.
"BOBOIBOY! SYUKURLAH!" Tok Aba langsung memeluk dan menciumi wajah cucunya. Ia bisa merasakan adanya napas berhembus dari cucunya itu. Semua orang bernapas lega dan menitikkan air mata haru.
"Syu, syukurlah senjata incik Bos tak boleh fungsi! Huhuhuuu…!" Probe benar-benar merasa lega, dan diikuti Adu Du yang terduduk lemas penuh kelegaan.
Yaya dan Ying serta Gopal berlutut mengelilingi Tok Aba yang memeluk Boboiboy. Ochobot tak melepaskan genggaman tangannya dari lengan Boboiboy "Huhuhuuuu, Boboiboy… Aku pikir aku akan kehilangan kau selamanyaaa…!"
Fang hanya berdiri sembari tersenyum. Ia sendiri tak bisa melukiskan betapa besar rasa syukurnya kini. Meski selalu ada perasaan tersaingi, bagaimanapun Boboiboy adalah sahabatnya yang penting, dan tak ada siapapun yang bisa menggantikan keberaadaannya.
Tak lama tangan dan tubuh Boboiboy bergerak sedikit menggeliat dalam pelukan kakeknya. Semua orang kembali mengelilingi pahlawan mereka yang baru tersadar dari pingsannya.
"Boboiboy! Syukurlah kau tak apa-apa!"
"Kau baik saja, kah?"
"Boboiboy, terima kasih telah lindungi kitorang… kalian juga Fang, Yaya, Ying, Gopal serta Probe dan Adu Du…"
"Boboiboy… baik-baik je kah?"
Bocah itu nampak merasa sedikit kesakitan untuk duduk. Setelah menarik napas panjang dan sadar dari pingsannya, ia melempar senyum lemah pada semua orang yang mengelilinginya.
"Aku… tak apa-apa… Terima kasih, semua…"
"… eh…?... ini… aku je atau… suaramu dah berubah, Boboiboy…?"
"Macam suaramu jadi… jadi lebih kecil dan tinggi…"
"… jadi macam suara… perempuan, la…"
Semua orang terheran-heran begitu bocah tersebut mengeluarkan suara. Boboiboy sendiri heran dengan dirinya. Terasa ada yang berbeda. Terutama dari suara dan… tubuhnya?
"Eish? Macam mana suaramu boleh berubah, Boboiboy? Yah, tak apalah suara berubah… Aku dah panik tadi waktu kau terkena senjata percubaan milik incik Bos… kukira kau akan mati…" ujar Probe. Adu Du jadi penasaran akan senjata percobaannya itu. Semua orang kini menjadi tertarik dan turut penasaran pada senjata yang telah menembak pada tubuh Boboiboy.
"Senjata apa tu, Adu Du? Nampak bukan senjata biasa…?"
"Aku pun tak tahu… ini masih dalam masa cuba… Makanya aku simpan dalam kepala si Probe ni supaya aku boleh cek kapan saja dan boleh ingat kalau tengok Probe… Mudah lupa la aku akhir-akhir ni…"
"Aish? Mudah lupa? Bisa gawat tu…! Kau pasti kurang rehat…! Banyak percubaan boleh je… tapi tak sampailah lupa istirahat…!"
Adu Du menghela napas mengiyakan nasehat Yaya. Tapi rasa penasaran semua orang belum hilang. Papa Zola akhirnya membungkukkan tubuh tegapnya memeriksa Boboiboy yang kebingungan.
"Cuba... kau berteriak dengan penuh kebenaran, wahai anak muda…!"
Boboiboy bingung, tapi ia lakukan apa yang diminta gurunya yang nyentrik itu. Tentu teriakannya terdengar seperti teriakan seorang perempuan.
Adu Du yang kembali membongkar senjatanya itu menemukan apa yang menjadi penyebab perubahan suara Boboiboy itu.
"GA, GAWAT NI! INI SENJATA PEMBALIK!"
Semua orang heran begitu Adu Du berteriak panik. Mereka menyerang Adu Du dengan beribu pertanyaan yang sama mengenai senjata itu. Adu Du kembali ingin memastikannya.
"Ying! Yaya! Tolong korang bantu aku pastikan tubuh Boboiboy…!"
Kedua anak perempuan itu malah memekik panik dan bingung begitu Adu Du membisikkan sesuatu.
"Ka, kau nak kami tengok apa?"
"Adu Du! Korang kepala tu beres, kah?"
"Sudahlaaah! Cepat bantu tengok tubuh Boboiboy sajaaa!"
Yaya dan Ying berjalan mendekati Boboiboy dengan ragu. Mereka mengajak bocah itu ke tempat yang tersembunyi dan tak terlihat oleh siapapun di balik bebatuan sehingga membuat semua orang semakin penasaran.
Tak lama jeritan Boboiboy terdengar keras dan membuat semua orang kaget. Mereka berlari menuju tempat di mana Yaya dan Ying mengajak Boboiboy, dan menemukan kedua anak perempuan itu berdiri dengan wajah shock sementara Boboiboy terduduk sambil memeluk kedua lututnya.
"A, ada apa ni?"
Yaya dan Ying tergagap tak bisa menjawab. Mereka sendiri tak yakin pada apa yang telah mereka cek barusan.
"A, aku…!" kini semua orang tertuju pada Boboiboy yang terisak penuh kebingungan.
"TUBUHKU! TUBUHKU DAH BERUBAH MENJADI PEREMPUAN!"
Dan beberapa saat setelah mencerna kata-kata cucunya, Tok Aba jatuh pingsan dengan sukses.
TBC
Note:
Since I'm not from Malaysia (I'm from Indonesia), please forgive me about the awful Malaysian language I have here. If you're Malaysian, and you found mistakes here (I bet there will be so many mistakes xD) I'm so sorry TTATT
You can message me by 'Private Message' or maybe by reviews, the right sentences if you want me to correct them ^^
But for some reasons, there are some words I won't change. For example: 'anak' (children) in Indonesian. As I know, in Malaysian language, 'anak' is 'budak'. I don't want to change it because some reasons I couldn't explain here. I'm so sorry.
Thank you very much ^^
