Konnichiwa Minna-san...
Kali ini author bikin fic kedua, tentang SasuSaku dan slight NaruHina
.
Polisi, kok suka penjahat?!
Sakura dengan semangat pergi ke kantor polisi, karena hari ini dia habis naik pangkat menjadi detektif, dan dia rencananya medapat kasus pertamanya hari ini.
"Good morning, prens!"
KRIK KRIK KRIK
Jangkrik yang dateng entah darimana yang nyaut
"Hehh.." Naruto, senior Sakura cuma geleng-geleng. Sakura nyengir kuda. Naruto lalu mengajaknya pergi ke ruang kerjanya.
"Nah Sakura-san, sesuai yang kujanjikan aku memberimu kasus baru, ini dia." Naruto mengambil arsip yang bertuliskan "Uchiha bersaudara".
"Mereka kelihatan biasa saja, Naruto-senpai" Sakura melihat foto 4 orang di arsip itu. Di masing-masing foto tertulis nama orang itu. Uchiha Fugaku, Uchiha Mikoto, Uchiha Obito, dan Uchiha Itachi.
"Merekamungkin terlihat biasa saja, tapi jangan salah, mereka telah diketahui membunuh diperkirakan 10 orang, mencuri uang sebesar 800.000 US dollar total. Dan katanya, mereka juga punya anggota satu lagi, yang kata orang di panggil, Si Pantat Ayam, anggota termuda namun juga merupakan anggota inti Uchiha bersaudara itu." Naruto menjelaskan panjang lebar.
"Pantat Ayam?! Huahahahahahahaha, apa itu!" Sakura tertawa terbahak-bahak.
"Hmph..cepatlah, mau ambil kasus ini untuk selidiki atau tidak? Cepatlah, aku ingin segera berkencan" Naruto mulai kesal.
"B-baiklah, Naruto-senpai!" Sakura bersemangat.
"Bagus...terimakasih!" Naruto langsung keluar dari ruangnya dan langsung menggandeng Hinata, pacarnya dengan sok mesranya dan pipi Hinata langsung merah.
'Mungkin aku harus berkonsultasi dengannya soal mencari pacar' Batin Sakura.
SKIP TIME...
Sakura sekarang berada di gedung bank Suna, dan dia sekarang sedang menginterogasi CEO bank itu, Shabaku Gaara.
"Lihatlah rekaman ini! Mereka punya perlatan lengkap, seperti pistol dan juga alat untuk membongkar brankas, dan kemampuan bertarung yang sangat hebat."
"Ya, dan apakah kau mengetahui mereka pergi memakai mobil apa?"
"Ooh, menurut rekaman ini mereka memakai van hitam, dan platnya 23 BCD 456. Tapi setelah itu rekamannya rusak."
"Terima kasih, Gaara-san!"
"Baiklah Sakura-san." Setelah itu Sakura pergi dengan senyuman senang
SKIP TIME
Sakura pergi ke tempat pemantauan cctv kota untuk melihat kemana perginya van hitam itu. "Selamat datang, apa yang bisa kami bantu?" Ujar wanita paruh baya ynag bernama Shizune.
"Bisa lacak mobil van hitam dengan plat 23 BCD 456?"
"Oh tentu, hey, Pein-kun, putar rekamannya dan lacaklah"
"Ha'i, tukang suruh" Ujar orang berpierching besi karatan itu.
"Hahaha" Sakura tertawa geli.
"Heh, kau detektif baru ya?" Tanya Shizune
"Darimana kau tahu?"
"Aku belum pernah melihatmu, yang biasanya kami lihat adalah Kakashi dan Naruto"
"Hey, ladies, nih aku sudah menemukannya, dia terakhir masuk ke jalan Samurai 5"
"Oke, terima kasih"
"Temuilah aku lagi disini~~"ujar Pein dengan genitnya. Sakura pun langsung pergi karena merasakan firasat buruk.
SKIP TIME
Sakura akhirnya mencapai jalan Samurai 5. 'Hmmm, kenapa jalannya ini sangat suram, seperti di film-film fiksi saja?' Batin Sakura. *Ini kan fiksi Sakuraaaaaa*
Tiba-tiba Sakura menginjak lantai kayu, dan...
JBRUASHHHHHH...(caps lock jebol) lantai kayu itu jebol dan Sakura jatuh kedalammnya dan pingsan.
SKIP TIME
Sakura sudah siuman. "Apakah aku sudah mati?" Sakura mengerjapkan mata dan melihat ruangan tempatnya berwarna putih, dan mendapati dirinya sedang tergeletak di kasur bersprei biru. Dan melihat ada orang berambut seperti pantat ayam.
"Tidak, kau hanya telah siuman." Ujar orang itu dingin.
Sakura yang melihat wajah orang itu, serta tatapan matanya membuat jantungnya berdebar. "Namamu siapa?!" Sakura berusaha mencairkan suasana.
"Aku tak bisa memberitahukan namaku, cepatlah pergi atau jika orang tua dan saudaraku tahu aku dan kau akan dalam bahaya."
"Oke, deh." Sakura langsung melompat keluar dari jendela kamar dan melihat mobil van hitam terparkir.
'Mobil itu...'
"Ayo kita berangkat!" Dan mendengar suara itu Sakura melompat keluar jendela
' Rambut pantat ayam dan van hitam...' Batin Sakura dengan agak curiga
Sakura pun langsung memotret rumah itu dan berlari menuju kantor polisi yang hanya berada hanya sekitar 1 kilometer dari kantor polisi.
'Tapi kemana akan pergi, ya?!' Batin Sakura sambil berlari.
SKIP TIME
Sakura sedang menonton TV, tiba-tiba ada acara interupsi. Sakura hanya berdecih kesal.
"Kami menginterupsi acara ini karena ada sebuah kejadian yang tak terduga yaitu kantor polisi Konoha telah dibombardir oleh orang yang diperkirakan keluar dari sebuah van hitam sekitar 20 menit yang lalu." Ujar pembawa berita itu.
"Apaaaaa?!" Sakura berteriak histeris.
TO BE CONTINUED
Akhirnya chapter 1 jadi juga...gimana? Bagus nggak?! Silahkan review...flame juga boleh
Saya akan usahakan upgrade fic ini secepatnya
THX for read my fic
Jaa...
