Red Thread of Soul

Pair: Veela!dom!Draco Malfoy x Fem!Harry potter

Warning: Female Harry Potter, Mention Child Abuse, Good Malfoy family,Free Sirius.

A/n: Cerita ini mulai tahun keempat, dan Sirius dinyatakan bebas setelah Harrieta Dorea Potter menangkap Peter

Malfoy Manor,

Draco Malfoy berada disebuah ruangan di salah satu manornya. Di dekat tempat tidurnya, terdapat berbagai ramuan penyembuh yang disiapkan oleh ayah baptisnya, Severus Snape.

"Draco kau sudah siap?"tanya Lucius yang berdiri bersebelah dengan Severus Snape, kawan baiknya. Draco hanya mengangguk. Ia sengaja menanggalkan kemejanya agar sayap veelanya nanti bisa keluar dengan bebas. Narcissa menuangkan ramuan penahan sakit dan menyuruh putra kesayangannya itu minum.

"Dengar Draco,kami harus meninggalkanmu agar kau bisa menerima warisan darah dengan sempurna. Biasanya setelah penerimaan warisan darah. Kau akan mendapatkan petunjuk siapa Matemu"jelas Ibunya.

"Aku mengerti bu"jawab Draco. Para orang dewasa pun meninggalkan ruangan itu. Dalam waktu seperkian detik, Draco Malfoy merasakan kesakitan yang mungkin jika ia tidak meminum ramuan penahan sakit rasanya akan sangat luar biasa. Setelah sayap berwarna putih keluar dari punggungnya. Draco mengatur nafasnya dan segera tertidur.

Dream

Ketika pewaris keluarga Malfoy itu membuka matanya. Dihadapannya seorang gadis tengah tertidurnya. Rambut berwarna hitam berantakan. "Potter"kata Draco. Seakan mendengar namanya dipanggil, Gadis itu membuka matanya, Menunjukkan bola mata berwarna Hijau bening. "Malfoy, Apa yang kau lakukan di kamarku?"Protes Harrieta.

"Secara teknis, kita di alam mimpi"jawab Draco. Harrieta melihat musuh bebuyutannya dengan baik - baik. "Malfoy kau Veela?"tanya Harrieta dengan pandangan ke sayap Draco. "Hu um dan kau mateku"kata Draco.

"Apa?!"kata Harrieta tak percaya.

"Kau Mateku"jawab Draco sambil menyentuh pipi Harrieta.

"Jangan bercanda, Kita menghabiskan waktu tiga tahun dengan perang mantra dan ejekan Malfoy"kata Harrieta.

"Aku tahu. Dengar bisa beritahu kau dimana aku membutuhkanmu berada didekatku"balas Draco.

"Dengar aku tidak akan…"belum selesai Harrieta menyelesaikan kalimatnya. Gadis itu sudah menghilang menandakan ia sudah bangun atau lebih tepatnya di bangunkan paksa. Draco hanya bisa melihat tempat dimana Harrieta tadinya berada dengan kesal dan bangun dari tidurnya juga

End Dream

Narcissa berada disebelah Draco ketika putranya membuka mata. "Kau baik - baik saja Draco?"tanya ibunya. Draco mengangguk.

"Kau tahu siapa matemu?"tanya Narcissa lagi.

"Harrieta Potter"jawab Draco

Mendengar hal itu, Lucius langsung mengubah sihir pelindung yang melindungi manor tersebut. "Ini merubah segalanya. Kita tidak akan setia pada pangeran kegelapan. Aku akan meminta Dumbledore perlindungan"kata Lucius kalem.

"Aku akan menyampaikan ini hal pada Albus"kata Severus.

"Sayang kau bisa menemukan lokasi Harrieta?"tanya Narcissa.

"Dia tidak mau memberitahukan padaku bu"jawab Draco.

"Hari ini Black akan menjemputnya dan mengasuh gadis itu. "jawab Snape datar.

"Sepupu Sirius? Aku tahu dimana gadis itu akan tinggal tenanglah little Dragon"kata Narcissa.

Ditempat lain, Harrieta dibangunkan paksa oleh bibinya Petunia. Pasalnya, Arthur Weasley bersama Sirius dan Remus Lupin ada diteras rumah membuat paman Vernon kesal. Bibi Petunia menyuruh membereskan semua barang - barangnya. Harrieta tersenyum itu berarti Sirius sudah mendapatkan Hak asuhnya. Tanpa perlu berbasa - basi lagi, gadis yang memiliki marga Potter tersebut segera mengambil semua barang - barang sekolahnya dan segera turun kebawah.

"Sirius"kata Harrieta senang dan memeluk ayah baptisnya. "Cub, bagaimana kabarmu? Kau semakin kurus"kata Sirius.

"Cepat pergi dari rumahku"usir paman Vernon.

"Selamat tinggal"kata Arthur yang segera berapprate dengan barang - barang Harrieta menuju kediaman Black. Sirius, Harrieta dan Lupin berapprate bersama.

Grimmauld place no 12 adalah tempat yang di tuju oleh mereka. "Sirius tempat apa ini?"tanya Harrieta penasaran. "Ini rumah keluarga Black. Aku sudah menyiapkan kamarmu dan kau bisa membuang baju kebesaranmu. Setelah kau beristirahat kita berbelanja"kata Sirius.

Harrieta menulis surat pada teman - temannya, memberitahu keberadaannya sekaligus mengajak Luna berbelanja. Selesai menulis surat, ia merebahkan tubuhnya dikasur.

"Harrieta,"panggil mantan guru pertahanan ilmu hitam tersebut sambil membawakan secangkir cokelat panas Untuk Harrieta. "Paman Remus"kata Harrieta pelan.

"Ada yang ingin kau ceritakan padaku?"tanya Remus pelan. Harrieta mengigit bibirnya sejenak. Ia pun menceritakan mimpinya. Seusai menceritakan mimpinya, Remus Lupin membelai rambut gelap putri sahabatnya tersebut. "Kau beruntung. Memiliki mate yang ditakdirkan padamu adalah sebuah anugrah terlebih veela. Mereka mahluk protektif. Draco Malfoy beruntung memilikimu sebagai matenya, begitu pula kau Harrieta sangat beruntung memilikinya sebagai pasangan yang ditakdirkan untuk mu"kata Lupin sambil tersenyum.

"Tapi paman Remus, Aku dan Draco menghabiskan waktu tiga tahun dengan perang mantra dan ejekan. Jika kami tiba - tiba dekat akan sangat janggal"jawab Harrieta.

"Kau bisa memulai lagi dari awal. Harrieta kau bisa memulai pelan - pelan. Izinkan dia disebelahmu. Beri ia kesempatan."kata Remus. Seekor burung hantu yang Harrieta kenali sebagai Morpheus, Burung hantu milik Malfoy bertengger manis di jendela kamarnya. Remus Lupin segera berdiri dan mengedipkan sebelah matanya pada Harrieta sebelum menutup pintu.

Harrieta menghela nafas. Harrieta melepas surat yang ada di kaki Morpheus. "Kau bisa meminum dan memakan makanan Hedwig. Beristirahatlah,selagi aku membalas surat buat tuanmu"kata Harrieta lembut.

Harrieta Potter

Potter, Aku berkata sejujurnya. Kau dan aku berpasangan. Cepat katakan dimana kau berada, Kau seharusnya disebelahku…

Forever your mate,Draco Malfoy.

Harrieta memutar bola matanya ketika membaca kalimat Forever your mate. Too chesesy menurut gadis berbola mata hijau tersebut.

Ia pun segera membalas surat tersebut. Harrieta menghela nafas dan mulai menulis.

Draco Malfoy,

Kau tahu kita memiliki sejarah yang buruk'kan. Bagaimana bila kita memulai ulang dari awal ?

Bisa kita berteman dulu? Selagi aku mencari tahu tentang Veela. Kau sadar bukan aku di besarkan dikeluarga Muggle. Aku buta soal Veela dan mate. Izinkan aku mencari tahu terlebih dahulu.

Jika kau ingin bertemu, Aku akan berada di Diagon Alley sore ini. Untuk berbelanja.

Harrieta Potter,Your ex-rival dan Your Friend

Harrieta pun mengirimkan surat balasan untuk Draco.

Merasa tak lelah, gadis yang miliki bekas luka di keningnya itu memutuskan untuk menjelma menjadi Harmione sesaat dengan menuju perpustakaan buku milik keluarga Black.

A/n: halo. Sebenarnya author lagi lihat - lihat baju lolita gothic yang unyu - unyu di pin intrest. Begitu kepikiran cerita ini. Author ngebayangin. Gimana kalo female version Harry potter more punya selera fashion yang unik dan tentu saja Dominat!veela!draco malfoy. Sebenarnya ada banyak kejutan dari female harry potter di versi ini. Juga dari kelurga malfoy.

Nope!cerita ini gak bakalan ada bashing siapa pun. Yang ada keluarga Malfoy yang berbalik ke Light…