Annyeong~
Author balik lagi nih dengan FF baru... Yeeyyy!
Ehm. Seperti biasa, apabila sebelumnya readers rasa-rasanya pernah baca FF ini di suatu tempat (lebih tepatnya sih di salah satu Fanpage di Facebook) dengan nama author C Ryu, berarti ini memang FF itu tapi author repost disini...
Okelah. Hope u like it~
.:君のままで (Stay Who You Are):.
.
BaekYeol/ChanBaek (EXO)
.
Warning: YAOI! Gaje, OOC, Typo(s) bertebaran, dll
.
.
.
===== 君のままで =====
"Baekhyun..."
"Ah, ne... Waeyo Kyungsoo-ssi?"
"Kau dipanggil pimpinan ke ruangannya,"
"Ne, baiklah..."
.
-Baekhyun POV-
Dipanggil pimpinan yah? Akhirnya setelah sekian lama aku bisa kembali bekerja dengan 'tugas pribadi' yang diberikan kepadaku. Bekerja sama dibawah pimpinan orang lain yang sebenarnya setingkat dengan kita itu rasanya err-tidak menyenangkan. Disuruh ini itu padahal sama-sama karyawan biasa. Lebihnya hanya karena dialah yang diberi tugas langsung oleh pimpinan dan aku diajak bekerja-sama. Tapi ya apa yang bisa aku lakukan. Ini adalah pekerjaan dan aku mau tidak mau harus melakukannya dengan sungguh-sungguh agar hasilnya memuaskan. Aku adalah tipe orang selalu sungguh-sungguh dalam melakukan apapun dan nyatanya itu selalu membuahkan hasil yang bagus. Tetapi ada satu pengecualian.
Sampailah aku di depan ruang pimpinan. Sedikit takut memang, tapi hal itu tertutupi oleh rasa pengharapan. Semoga kali ini aku diberi 'tugas' yang bisa membuatku kembali merasakan seperti apa menyenangkannya pekerjaan sebagai seorang wartawan. Menulis dan mengumpulkan informasi agar orang lain bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Ya, itu adalah pekerjaan yang sudah aku jalani selama 5 tahun belakangan ini. Dan aku suka itu.
"Permisi..."
"Ya, silahkan masuk..."
Disinilah aku sekarang. Di ruang pimpinan yang tertata dengan rapi. Ruangan yang cukup besar bercat putih dengan beberapa penghargaan yang terpajang di dindingnya. Aku tahu betapa bangganya pimpinan dengan semua penghargaan yang telah ia peroleh itu. Sama halnya denganku yang tahun ini memperoleh penghargaan sebagai wartawan tergigih di kantor tempatku bekerja ini. Walau penghargaan itu hanya berupa lisan saja, tapi aku akan selalu mengingat hal itu. Sekedar untuk penyemangat bekerja.
"Silahkan duduk,"
"Ne..."
"Bagaimana kabarmu?" tanya pimpinan sedikit formal disaat aku telah duduk di kursi tepat di depan meja kerjanya. Jujur, diluar jam kerja sebenarnya pimpinanku ini adalah orang yang tidak suka dengan 'keformalan'. Ia bahkan bisa dikatakan 'jahil' dan suka 'mengerjai' orang lain, terutama aku. Karyawan sekaligus sepupunya. Tetapi jika sedang berada di area 'pekerjaan' dan 'bisnis', ia terlihat seperti orang lain untukku. Seakan mempunyai dua kepribadian. Dialah Oh Sehun.
"Sehat seperti biasanya Sehun-ssi..."
"Baguslah kalau begitu. Karena kali ini kau akan kuberikan pekerjaan yang mungkin tidak kau sukai secara pribadi. Tapi aku tahu kau adalah orang yang akan bersungguh-sungguh jika ada hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Benar kan, Baekhyun-ssi?"
"Eum, ne.. Pekerjaan seperti apa itu? Sepertinya tidak ada hal yang berhubungan dengan 'wartawan' dan mencari informasi yang tidak aku sukai. Aku sangat menyenangi pekerjaan ini,"
"Kalau begitu, aku rasa tidak ada masalah dengan hal ini bukan?"
Sehun, pimpinanku, memperlihatkan sebuah majalah kepadaku. Majalah itu terbuka pada halaman 5-6. Tepat pada bagian atas halaman ke-5, terpampang wajah seorang namja ikal yang sedang naik daun saat ini. Namja jangkung yang berprofesi sebagai model sekaligus aktor. Ya, aku akui secara visual dia memang tampan. Tetapi wajah itu bisa menipu, bukan? Sungguh. Aku langsung merasakan firasat buruk saat mengetahui kalau aku sebenarnya mengenal orang itu, secara pribadi.
"Bagaimana? Apa kau bisa melakukannya?" ucap Sehun seraya melihat ke arahku dengan tatapan yang sebenarnya tidak aku sukai. Iba, eoh?
"Apa yang harus aku dapatkan dari orang itu?" tanyaku dengan sedikit penekanan pada kata 'dapatkan'. Maksud disini tentu saja mendapatkan informasi.
"Semuanya. Mulai dari biodata umum sampai pada hal-hal yang bersifat pribadi. Para remaja sekarang sangat menggilai model sekaligus aktor jangkung itu. Mereka pasti akan sangat menyukai berita apa saja yang berhubungan dengan orang itu. Sayangnya ia sangat sulit didekati oleh wartawan,"
"Dan aku bukan seorang wartawan, begitu?"
"Bukan. Bukan begitu maksudku. Kau pengecualian, Baekhyun-ssi. Kau mengenali orang itu secara pribadi. Bahkan sudah sejak kau berumur 7 tahun. Aku rasa ia tidak akan menghindari wartawan sepertimu,"
"Kau salah kali ini, Sehun-ssi. Dia memang tidak akan menghindariku tetapi akulah yang menghindarinya. Oh ayolah... Aku sudah berusaha menghilangkannya dari pikiranku selama 5 tahun belakangan ini. Dan sekarang? Aku mencari informasi mengenai dirinya? Itu sama saja dengan bunuh diri,"
"Aku tahu kau adalah orang yang profesional. Kau tidak akan melewatkan kesempatan langka seperti ini, bukan? Baik itu dari segi pekerjaan maupun pribadi. Jika majalah kita bisa mendapatkan informasi yang banyak mengenai orang itu, kita bisa menjual majalah dengan produksi lebih banyak dan itu sangat kita butuhkan sekarang untuk menutupi beberapa biaya produksi yang masih tertangguhkan. Dan satu lagi. Aku tahu kau masih mencintai orang itu... Baekhyunnie,"
Tidak. Kali ini pertahananku runtuh. Begitupun dengannya. Ia kehilangan kata-kata formalnya. Dan aku kehilangan keprofesioanalitasku. Kehidupan pribadi tidak boleh dicampur-adukkan dengan pekerjaan. Aku harus bisa melakukan pekerjaan ini. Dengan atau tanpa melibatkan perasaan.
"Baiklah. Aku akan melakukannya. Demi kemajuan penjualan majalah kita. Bukan karena keinginan pribadiku untuk kembali berhubungan dengan orang itu,"
Dia tersenyum. Tetapi aku tidak bisa membaca arti senyumannya itu.
"Baguslah. Ini nomor handphone mananger orang itu jika kau sudah ingin memulai pekerjaan barumu ini," ucap Sehun seraya memberikanku secarik kertas bertuliskan beberapa digit angka disana. Jika aku sudah ingin ya? Baiklah.
"Ne. Apakah ada hal lain lagi, Sehun-ssi?"
"Semoga beruntung, Baekhyun-ssi. Untuk pekerjaan dan masalah pribadimu,"
"Eum, semoga. Kalau begitu aku permisi dulu..."
Aku membungkukkan badanku tanda hormat sebelum meninggalkan ruangan itu. Aku berharap semua ini hanyalah mimpi yang bisa aku kendalikan dengan sesukaku. Dengan begitu aku tidak perlu mendatangi orang itu dan menanyakan hal-hal tidak menarik mengenai dirinya. Lalu dengan sendirinya informasi mengenai orang itu bisa tertulis secara ajaib di lembaran majalah yang 'kami' terbitkan. Tapi tentu saja itu tidak mungkin.
"Bagaimana dengan pekerjaan barumu?" tanya Kyungsoo disaat aku kembali ke ruangan luas tempat para 'karyawan biasa' bekerja. Ruangan yang hanya berbataskan tripleks cukup tebal setinggi dada. Tanpa bertanya pun sebenarnya dia sudah tahu jawabannya. Karena entah kenapa aku yakin ia dan Sehun sudah merencanakan semua ini. Apa mereka berencana membantuku? Atau malah menghancurkanku? Entahlah. Apa saja itu aku sudah tidak begitu peduli.
"Aku sangat menyukainya," jawabku singkat sambil tetap berjalan menuju meja kerjaku yang sebenarnya berada tak jauh dari meja kerja Kyungsoo. Sesampainya aku di wilayah kerjaku yang hanya berbataskan tripleks itu, akupun mengistirahatkan diri di kursi yang selalu menemaniku selama beberapa tahun belakangan ini. Menoleh sejenak kearah secarik kertas yang tadi diberikan Sehun padaku. Haruskah aku menghubunginya sekarang? Apakah aku sudah 'ingin memulai'nya?
.
.
.
Ruang Make Up Artis. Gedung GS Entertainment
-Author POV-
"Yeoboseyo?"
"Ne, yeoboseyo. Apakah benar ini nomor managernya Park Chanyeol?"
"Ne, saya managernya Park Chanyeol, Jung Hyerin imnida. Ada yang bisa saya bantu?"
"Byun Baekhyun imnida. Saya wartawan dari Majalah Star News..."
"Oh, wartawan ya.. Apakah anda ingin mewawancarai Chanyeol-ssi?"
"Eum, ne... Apakah ada waktu, Hyerin-ssi? Hanya sebentar saja, tidak perlu lama-lama.."
"Ini sebenarnya bukan masalah waktu, tetapi artis saya yang satu ini sedikit berbeda. Akan saya bicarakan hal ini dulu dengannya. Nanti kalau sudah ada kepastian, anda akan saya kabari,"
"Ne, baiklah. Terima kasih sudah meluangkan waktunya Hyerin-ssi..."
"Eum, sama-sama..."
Tuut tuut tuut... Telpon ditutup.
"Wartawan kah?" tanya seorang namja tampan yang tengah duduk di depan sebuah cermin besar seraya dirias oleh seorang yeoja yang kelihatannya sudah sangat ahli di bidangnya itu.
"Ne..." jawab manager namja tersebut yang telah diketahui bernama Jung Hyerin.
"Kau sudah tahu jawabanku bukan?"
"Ne, saya tahu Chanyeol-ssi. Saya akan segera mengabarkan penolakanmu kepada Baekhyun-ssi..."
"Eh, kau bilang siapa tadi? Baekhyun?"
"Ne, Byun Baekhyun. Itu adalah nama wartawan yang menelpon barusan,"
Mendengar jawaban dari manangernya, namja tampan yang bernama Park Chanyeol itu sontak memperlihatkan senyum -atau lebih tepat- seringai khasnya. Terlintas beberapa 'kenangan lama' di pikirannya.
"Baiklah," ucapnya kemudian.
"Eh?"
"Aku akan melakukan interview dengan orang itu," ucap Chanyeol yakin.
"Apakah anda serius? Tidak biasa-"
"Sudahlah. Segera hubungi orang itu dan katakan kalau dia bisa menemuiku besok setelah pemotretan selesai,"
"A-ah, baiklah. Aku akan segera mengirimkan pesan padanya,"
Terlihat seringai masih bertahan di wajah Park Chanyeol. Entah apa yang sedang ia pikirkan. Yang jelas, saat itu managernya sangat penasaran dengan perubahan sikap artisnya yang satu itu. Ia akui, artisnya itu memang tak bisa diprediksi. Tetapi disitulah kelebihannya.
.
.
.
Kantor Majalah Star News
From: Manager Jung Hyerin
Subject: Interview
Park Chanyeol menerima tawaran interview dari anda. Anda bisa menemuinya besok jam 12 di gedung kami.
.
Baekhyun, yang sebelumnya membuka pesan itu dengan malas, sekarang sontak membelalakkan matanya melihat isi pesan yang ia terima. Park Chanyeol menerimanya? Ah, maksudnya menerima tawarannya interview darinya? Sekarang apa yang harus ia lakukan? Meloncat kegirangan karena bisa bertatap muka kembali dengan orang itu atau malah merutuki nasibnya?
To: Manager Jung Hyerin
Subject: Interview
Baiklah. Terima kasih sebelumnya, Jung Hyerin-ssi.
.
From: Mananger Jung Hyerin
Subject: Interview
Ne, sama-sama Baekhyun-ssi. Maaf sebelumnya, tapi jujur saya sebenarnya sedikit terkejut mengetahui kalau Chanyeol-ssi menerima tawaran dari anda. Karena tidak biasanya ia mau bertemu dengan wartawan seperti ini.
.
To: Manager Jung Hyerin
Subject: Interview
Benarkah? Sepertinya ini suatu keberuntungan bagi kantor majalah kami. Sekali lagi terima kasih atas persetujuannya..
.
From: Manager Jung Hyerin
Subject: Interview
Ne, sama-sama...
.
'Tidak biasanya yah... Semoga saja ini tidak ada hubungannya dengan 'aku'.. Semoga saja ini adalah keberuntungan kantor majalah kami seperti yang aku ucapkan kepada Hyerin-ssi tadi. Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi. Aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan orang itu..'gumam Baekhyun selama beberapa jam setelah pesan terakhir yang ia terima dari managernya Park Chanyeol, Jung Hyerin.
.
.
.
Flashback..
"Tuh kan, bolanya terlempar jauh.. Makanya sudah aku bilang lemparnya jangan kuat-kuat, Sehunnie.."ucap seorang namja kecil bermata besar kepada salah seorang teman bermainnya yang berambut blonde. Teman yang dimaksud hanya bisa menundukkan kepalanya tanda rasa bersalah yang ia rasakan.
"Biar aku ambilkan. Jangan marah hanya karena bola seperti itu Kyungie.." ucap namja kecil lainnya kemudian ia berlari cepat kearah terlemparnya bola yang tadi mereka ia berlari tanpa begitu memperhatikan sekitarnya sampai akhirnya ia menabrak seseorang dan terjatuh ke tanah.
"Mi-mianhae... Apa kau tidak apa-apa?" Terlihat seorang namja kecil jangkung berdiri di hadapan namja kecil yang berlari tadi. Namja jangkung itu mengulurkan tangannya hendak membantu namja yang menabraknya.
"Gwaenchana.." jawab namja kecil yang berlari tadi seraya membalas uluran tangan namja jangkung yang tidak sengaja ia tabrak. Sementara itu, dua temannya yang lain berlari mendekati mereka berdua.
"Kau tidak apa-apa Baekhyunnie?" ucap salah satu temannya yang diketahui bernama Kyungsoo.
"Apa kau terluka?"ucap temannya yang lain, Sehun.
"Ani, aku baik-baik saja," jawab Baekhyun sambil memperlihatkan senyum khasnya.
"Kau...manis..."
"Eh?"
"Perkenalkan, Park Chanyeol imnida. Senang bertemu dengan namja manis sepertimu.. Hehe"
Baekhyun terkejut dengan ucapan namja jangkung yang baru ia temui itu. Manis katanya? Hal itu membuat wajah Baekhyun langsung memerah seketika.
"N-ne.. Baekhyun imnida. Senang bertemu denganmu.."
"Baekhyunnie, kau baik-baik saja? Apa kau sakit? Wajahmu memerah.." ucap Kyungsoo dengan lugunya seraya menempelkan punggung tangannya di kening Baekhyun. Ia tidak mengetahui arti memerahnya wajah sahabatnya itu yang sebenarnya.
"Ayo kita segera kembali ke rumah, kita beritahu eomma kalau kau sakit.." ajak Sehun seraya memegang pergelangan tangan Baekhyun hendak membawanya kembali ke rumah.
"Aku ikut!"
"Eh?"
"Bolehkan?"
"Ne, tentu saja Chanyeollie! Ayo kita pergi sama-sama!"
-Flashback End-
.
.
.
-Baekhyun POV-
Pukul 11.30. Setengah jam lagi. Sebentar lagi aku akan kembali bertemu dengan orang itu. Orang yang telah menorehkan luka disini. Di hati ini. Tidak terlihat memang, tapi sampai sekarang masih bisa aku rasakan. Masih teringat jelas olehku kejadian 6 tahun lalu itu. Sebenarnya aku sangat ingin melupakannya. Tetapi sepertinya aku mebuat kesalahan besar. Mencoba melupakannya sama saja dengan mencoba semakin mengingatnya. Dan nyatanya itulah yang aku lakukan selama beberapa tahun ini. Bodohkah? Mungkin.
Aku melangkahkan kaki keluar dari kantor tempatku bekerja. Akan sangat tidak profesional jika aku datang terlambat pada acara yang aku ajukan sendiri. Memang bukan akulah yang menetapkan waktunya, tetapi tetap saja aku yang meminta orang itu untuk menyediakan waktunya untukku, untuk pekerjaanku.
Aku menaiki sebuah taxi menuju ke gedung GS Entertainment, tempat aku dan orang itu akan melakukan interview seperti yang wartawan lain biasa lakukan. Aku hanya perlu menanyakan biodatanya lalu sedikit kehidupan pribadinya. Menanyakan tipe yeoja idealnya yang pasti akan membuat para penggemarnya yang rata-rata yeoja itu heboh dan merubah penampilan mereka seperti yang orang itu sukai. Hem, padahal itu hanyalah sia-sia saja. Tipe yeoja ideal adalah pertanyaan formal biasa yang diajukan kepada idol namja pada umumnya. Padahal belum tentu idol tersebut benar-benar tertarik pada yeoja. Seperti orang yang akan aku temui tak beberapa lama lagi ini.
Di sepanjang perjalanan aku melihat beberapa CF yang diperani(?) oleh orang itu. Wajah itu...dan senyum itu. Masih sama seperti yang dulu. Hanya saja...itu bukanlah pribadi orang itu yang sebenarnya. Itu semua hanyalah topeng untuk menutupi sifat aslinya. Dan itulah yang orang-orang kagumi dari dirinya. Orang-orang itu kagum pada sesuatu yang dibuat-buat. Ck.
Tak beberapa lama aku pun tiba di depan gedung tempat aku akan bertatap muka kembali dengan orang itu. Ah, haruskah aku masuk? Atau lebih baik aku kembali saja ke kantor dan meminta agar pekerjaanku ini digantikan oleh orang lain? Lalu aku menyesali semuanya. Tidak! Pisahkan antara pekerjaan dengan masalah pribadi, Byun Baekhyun! Hadapilah kenyataan yang ada dan jangan menghindarinya...lagi.
Aku mulai memasuki gedung GS Entertainment. Bertanya pada staff yang terlihat lalu lalang di hadapanku. Salah seorang staff pun kemudian menuntunku menuju sebuah ruangan yang merupakan tempat orang itu melakukan pemotretan saat ini. Aku membungkuk tanda berterima kasih pada staff yang mengantarku tadi dan kemudian aku pun memasuki ruangan itu. Sesaat setelah memasuki rungan itu, aku merasakan perasaat asing yang menyesakkan. Seolah-olah perasaan itu menyuruhku untuk segera meninggalkan tempatku berada saat ini. Tetapi aku harus tetap bertahan.
Melihat kedatanganku, salah seorang kru mendatangiku.
"Apa ada yang bisa saya dibantu?"
"Eum, saya sudah membuat janji untuk melakukan interview dengan Park Chanyeol setelah pemotretan ini selesai.."
"Oh, anda wartawan dari Star News itu? Mari, silahkan duduk. Sebentar lagi pemotretan ini selesai,"
"Eum, ne.. Terima kasih,"
Aku pun berjalan menuju sebuah kursi kosong yang ada di ruangan itu. Setelah menyamankan tempat duduk, mataku tak sengaja mendapati sesosok namja tampan tengah berpose dengan luesnya di depan kamera. Ia terlihat menikmati apa yang tengah ia lakukan itu. Menikmati tubuhnya disentuh oleh yeoja-yeoja yang tengah berpose bersamanya. Begitu juga dengan yeoja-yeoja itu. Sebegitu senangnya kah jika mereka bisa menyentuh namja itu? Sungguh pekerjaan yang tidak aku sukai.
Tanpa sadar ternyata aku selalu melihat ke arahnya sampai sebuah suara mengalihkan perhatianku.
"Anda Byun Baekhyun?" tanya seorang wanita yang aku yakini adalah manangernya Park Chanyeol, Jung Hyerin.
"Ne, Byun Baekhyun imnida.." ucapku seraya berdiri dan sedikit membungkukkan badanku tanda hormat.
"Jung Hyerin imnida. Silahkan duduk kembali," ucapnya seraya ikut mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang beberapa saat yang lalu diletakkan salah seorang kru di samping kursi yang tengah aku duduki sekarang ini.
"Sebentar lagi pemotretan ini selesai,"
"Eum, ne.."
Aku menyempatkan diri menoleh sebentar ke arah dimana orang itu melakukan pemotretan tadi. Tetapi yang terlihat olehku disana hanyalah yeoja-yeoja yang tadi berpose bersama orang itu. Kemana orang itu pergi?
"Sudah lama tidak bertemu, Baekkie..."
Kurasakan seluruh tubuku memanas dan jantungku seakan berhenti bekerja. Suara yang masih sangat lekat ditelingaku. Tak akan pernah kulupakan suara berat yang dulu aku sukai ini. Ah, ani.. Sampai sekarang masih aku sukai. Bisikan lembut yang tepat di telingaku membuatku tidak bisa mengendalikan diri lagi. Lalu back hug yang dilakukannya. Masih sama. Kedua tangannya melingkar penuh di leherku. Merasakan sentuhannya kembali setelah sekian lama. Tidak bisa kupungkiri hal ini. Aku merindukannya. Seakan terhipnotis, tanganku bergerak dengan sendirinya menuju tangannya yang tengah memelukku. Merasakan lembutnya kulit itu. Ya, aku merindukan semua ini.
.
.
.
.
.
TBC
(Words: 2.506)
.
Gimana ceritanya readers-nim? Gaje yah? Ini FF BaekYeol/ChanBaek pertama author, jadi maklum aja kalau masih banyak kelemahan disana-sini. Patut untuk dilanjutkan ga nih? Semua tergantung dari review yang (akan) readers berikan kepada author...
So, review juseyo~ ^^
.
.
.
p.s: Bagi yang menunggu lanjutan FF JoTwins, harap bersabar yah. Author pasti ngelanjutinnya kok... :)
