Hurt

Jeon Jungkook x Kim Taehyung x Do Jihan

"Siapa namanya?"

"Apanya?"

"Ck! Nama mahasiswa bimbinganku"

"Kim Taehyung"

Seharusnya dia tidak bertanya. Seharusnya dia tak penasaran. Atau bahkan..seharusnya dia dari awal menolaknya.

Bukan. Dari awal seharusnya dia tidak menjadi dosen profesor disini.

Andai saja dia punya pilihan. Andai saja dia bisa menolak. Mungkin namja manis ini akan menolaknya dari awal.

"Eh? Kenapa diganti?"

"Profesor Lee pindah tugas"

Namja itu mencebik lucu, "Yang benar saja. Baiklah siapa pengganti Profesor Lee?"

"Profesor Jeon"

"Huh? Siapa itu?"

"Astaga Tae. Kau tak tau? Dia satu-satunya profesor muda disini"

Taehyung mencebik sebal. Dia tidak suka harus beradaptasi lagi dengan pembimbing baru.

"Baiklah"

Seharusnya dia menolak. Menolak dibimbing oleh profesor muda yang tidak dikenalnya.

Seharusnya.

.

"Taehyung ke ruanganku"

"Baik prof"

Profesor itu berdiri di sampingnya. Duduk di lengan kursinya. Membungkuk. Membuat Taehyung merasa aura yang mencekiknya tanpa ampun.

Seharusnya tidak seperti ini.

.

"Lakukan penelitian"

"Eh?"

"Bersamaku"

Taehyung tanpa sadar mengangguk saat manik sekelam malam itu menatapnya telak. Taehyung tak punya pilihan.

.

Taehyung tau ini salah. Tapi dia sudah terlanjur terperosok terlalu dalam. Segalanya buta. Hanya sang profesor saja yang bisa terlihat olehnya.

Tiba-tiba semuanya jadi menyakitkan. Begitu Taehyung tersadar, sesosok wanita cantik menatapnya nyalang.

"KAU. MURAHAN. JANGAN GANGGU SUAMIKU, JALANG"

Dan setelahnya Taehyung hanya merasa kesakitan saat istri sang profesor itu memukuli tubuh telanjangnya bertubi-tubi. Tubuh kurusnya membiru tapi sang profesor hanya terdiam.

"DAN KKAU! APA KARENA JALANG MURAHAN INI KAU SELALU PULANG TERLAMBAT?!"

"Aku..."

"AKU ATAU DIA?!"

Taehyung menatap sang profesor penuh permohonan.

"Aku hanya bermain-main dengannya. Hanya selingan di kampus"

Suara itu terdengar sangat mantap untuk menghancurkan hatinya. Hati yang selama ini dia jaga mati-matian.

"Kau hamil Taehyung-sshi"

"Apa? Tapi..."

"Kau memiliki rahim. Dan kandunganmu sudah berusia 6 minggu. Selamat"

Taehyung tak tau harus bagaimana

"Kau siapa?"

"A-appa?"

"Aku tak punya anak sepertimu. Anakku sudah mati"

Ucapan itu menohok.

"Kenapa kau lakukan ini pada kami? Kami melepasmu untuk menuntut ilmu di Seoul. Bukan malah menggoda suami orang bahkan sampai kau hamil"

Taehyung tak bisa mengelak. Kedua orang tuanya tampak sangat terluka.

"Pergilah Tae. Pergi dari rumah ini sampai kami mampu memaafkan kesalahanmu"

"Hey! Kau baik-baik saja?"

"Lap..lapar"

"Kajja ikut aku ke rumah"

.

"Siapa namja yang kau bawa itu Jihan-ah?"

"Eomma..tolong rawat namja ini"

.

Taehyung sudah tak ingin memikirkan apapun lagi. Hatinya mati sejak Jeon Jungkook melakukan itu padanya. Tapi Do Jihan menawarkan diri untuk mengobati lukanya.

.

"Hey, kau menangis?"

"Jihan hyung, kenapa kau mau melakukan semua ini? Apa karena kau kasian padaku?"

"Awalnya. Tapi sejak 3 bulan lalu semuanya berubah Tae. Aku mencintaimu"

"Hyung! Sakit! Arrrggghh!"

"Kondisi Taehyung-sshi sangat lemah. Mengandung tiga orang bayi dalam satu waktu sangatlah berbahaya"

"Lakukan apapun agar ketiga bayinya dan juga Taehyung bisa selamat"

Jungkook mencelos saat melihat sosok rapuh itu terbaring tak berdaya di atas ranjang pesakitan. Itu Kim Taehyung. Namja yang selama ini dia cari. Namja yang sudah sangat dia sakiti.

"Cho-chogiyo..namja itu kenapa?"

"Dia hamil kembar tiga dan kondisinya sangat lemah. Kami harus segera melakukan operasi sebelum nyawanya tak tertolong. Permisi"

Dan Jungkook tak bisa merasa tenang. Apalagi saat melihat sesosok namja tampan yang tampak mondar mandir dengan raut sangat khawatir.

Apa dia terlambat?

End/TBC?

Just prolog guys...
Aku ngga tau harus nulis apa lagi wkwkwkwk...

Ini gegara obrolan ngga jelas yang berujung plot gajelas juga xD

Sayang kan kalo plot-nya dianggurin