.

.

.

Waiting For You

Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

Story © Hyuugadevit-cherry

[Uchiha Sasuke & Uchiha Sakura]

.

.

.

Brwaaakkk... buummmm ...

Suara gemuruh terdengar, diiringi api yang menyala dari sebuah mobil.

Terlihat dua pemuda yang duduk santai bercengkrama di danau yang indah pinggir jalan, tempat mereka bermain sejak masa Junior High School. Seketika mata mereka melebar, terksesiap dengan apa yang mereka lihat sekarang ini.

" Ini bukan mimpi?" seorang pemuda berambut blonde berseru, bagai sebuah gumaman yang mana berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Sedang pemuda di sebelahnya setelah melihat kejadian itu hanya menunjukan sedikit ekspresi. Dua pemuda itu berusaha menyelamatkan seorang wanita yang menjadi korban dari kejadian naas tersebut.

Tidak! Bukan dua orang pemuda. Lebih tepatnya hanya satu pemuda, yaitu pemuda berambut blonde yang tengah berusaha mengeluarkan seorang wanita yang terjebak di mobil Volvo tersebut. Di sisi lain, pemuda yang satunya lebih memilih memainkan smartphonenya.

Pemuda berambut blonde itu terlihat kesusahan mengeluarkan wanita tersebut, sedang pemuda berambut raven itu hanya memandangi temannya. Tak sedikitpun berniat membantunya.

"Ohh ayolah Sasuke-Teme, dimana hati nuranimu hah?" Pemuda berambut blonde itu masih berusaha mengeluarkan wanita itu.

sudah kesabarannya sekarang, "oyy.. teme .." tidak ada respon. "Teme!" ? " Sasuke-Teme!" Teriaknya sedikit menggeram dan oh akhirnya dengan itu pemuda itu berhasil mengeluarkan korban itu dan menjauhi mobil yang siap meledak dalam hitungan detik.

Setelah dalam jarak aman, pemuda bernama sasuke itu berbicara " Hn, Naruto-Dobe, polisi dan pihak medis akan segera tiba".

─... buuuummmm... duuuaaaaarr.. ddduuaaarr ...

Selanjutnya yang terdengar adalah ledakan yang dahsyat dari mobil yang dikendarai wanita tadi. Sungguh, wanita itu akan menjadi daging panggang, bak barbeque yang malang apabila masih dalam mobil tersebut, apabila tidak diselakatkan oleh NARUTO!

Ingat hanya Naruto yang menolongnya hey!. Tak lama kemudian polisi dan pihak medis telah sampai di TKP.

.

.

.

"Hmmm.. jadi kalian saksi dari kejadian ini ?" Kata kepala polisi dsn mendapat jawaban anggukan kepala dari kedua pemuda tersebut. Kepala polisi tersebut mengajak kedua pemuda itu untuk ikut bersamanya menuju kantor polisi untuk di intogasi, tentu saja dengan statusnya sebagai SAKSI.

.

.

.

Waiting For You

.

.

.

[Rumah Sakit Konoha]

Naruto dan Sasuke telah selesai melakukan sesi tanya jawabnya dengan pihak kepolisan, tapi kedua pemuda itu tidak pulang melainkan menuju rumah sakit dimana wanita korban kecelakaan tadi dirawat. Kenapa mereka sangat peduli ?

Ya alasannya karena pemuda bernama Naruto yang ingin menjaga korban tersebut, dan yang paling menyebalkannya adalah Naruto ingin Sasuke juga bersamanya disana. Naruto terus meyakinkan sahabatnya itu bahwa Naruto mengenal korban tersebut, dan ia juga mengatakan telah menghubungi pihak keluarganya yang mungkin? Sebentar lagi akan datang.

Pemuda bernama Sasuke itu hanya bergukan tak jelas. Ia sungguh jengkel dengan tindakan sok pahlawan sahabatnya ini. Tapi yah, mau bagaimana pun pemuda itu tetap mengikuti kemauan sahabatnya itu.

.

.

.

Menit demi menit terlewati, tetap saja keluarga korban tidak ada sstupun yang datang mengaku sebagai keluarga dari korban tersebut. Tidak terdengar satupun percakapan diantara kedua pemuda ini, mereka sekarang berada di ruangan kamar wanita itu dirawat, kamar nomor 69. Dokter dan perawt datang dan mengatakan bahwa mereka akan melakukan sesi pemeriksaan pada pasien, kedua pemuda itu mengangguk dan keluar ruangan memberikan keleluasaan dokter dan perawat itu melakukan tugasnya.

Tak lama, dokter dan perawat itu telah menyelesaikan pemeriksaan dan membicarakan keadaan pasien, tapi sampai saat ini sudah satu jam lebih setelah pemeriksaan, keluarga korban belum kunjung datang. Tidak ada satupun yang menunjukan batang hidungnya dari keluarga korban ini.

Detik berikutnya, pintu ruangan itu terbuka. Naruto segera menolehkan kepalanya pada pintu, sedang sasuke lebih memilih tetap tiduran disofa, tak peduli dengan memejamkan mata.. ia sungguh lelah hari ini.

"Uzumaki-san?" Suara lembut itu mengalun begitu indah bagai melodi yang memabukan dikedua telinga pemuda itu. Pintu itu menampilkan seorang gadis cantik, manis, lucu, bak bidadari.

Dan apa itu warna rambutnya ? Pinky ?. Sasuke sontak membuka matanya dan mendudukan diri sambil menatap gadis cantik yang baru memasuki ruangan itu, sedang Naruto, tentu saja dengan sigap menghampiri gadis itu dengan wajah berbinar- binar, serta semburat kemerahan pada kedua pipinya syarat akan kekaguman dengan maha karya Tuhan satu ini.

" Uzumaki-san, emm.. ano watashi ha hajime mashite Haruno Sakura tomoshimasu. Anda yang menelepon keluarga Yamanaka tadi ? ..Emm aku perwakilan keluarganya. Mereka masih sibuk dengan pekerjaan mereka"

Kami-sama, suara gadis ini benar- benar menghipnotis kedua pemuda ini, mereka terkesima dengan gadis ini dan tidak menyahut, sampai─ " Uzumaki-san?"

Suara gadis itu kali ini menyadarkan kedua pemuda ini. "Aahh... yaa, Aku Uzumaki Naruto yang tadi menelpon" cengiran Naruto mengundang kegelian " oh, dan panggil saja aku Naruto tanpa embel- embel, kemudian dia Uchiha Sasuke" sambung Naruto.

"Terimakasih Uzu- Naruto dan Uchiha-san telah me─" belum selesai Sakura berbicara, Sasuke telah memotongnya

"Sudah sepantasnya. Dan panggil saja Sasuke"

"Ehh? Ya tentunya," kedua pipi gadis itu merona "kalau begitu, kalian juga bisa memanggil ku Sakura, ne Naruto ? Sasuke ?" Dan dijawab anggukan oleh kedua pemuda itu.

Sakura melangkahkan kikinya menuju ranjang pasien, Sakura memandang sendu wanita yang menjadi sahabatnya itu tengah berbaring tak berdaya. Rasa tidak percaya merasuk kedalam fikirannya, beberapa jam lalu sahabatnya ini masih bisa tersenyum dan menyapa tamu- tamu yang datang?.

Ia masih ingat betul wanita itu mengenakan gaun berwarna ungu, yang indah dan menjuntai, membingkai tubuhnya, wajah bak boneka berni itu tersenyum sumeringah. Dan apa yang dilihatnya justru berbanding terbalik, wajah yang penuh luka, mata yang menatap kosong lurus keatas, tak berkedip sedikitpun.

"Ano.. Sakura-Chan, dokter bilang─ " Naruto mencoba membuka suara, tapi─

"Aku tau Naruto, sebelum kemari aku menemui dokter yang menanganinya terlebih dahulu dan.. aku tau kondisinya, beberapa syaraf matanya kena, sehingga terganggu fungsinya dan tak dapat menutup dan membuka dengan normal" suaranya tetap lembut tapi bergetar, menahan tangis.

Itulah yang ditangkap Naruto dan Sasuke.

"Ini adalah makanan yang sengaja aku beli saat perjalanan menuju kemari, makanlah ! Aku yakin kalian pasti beluk makan apapun" Sakura tersenyum penuh arti.

" Arigatou Sakura-Chan. Itadakimashu"

Sedang Sasuke " Hn, Itadakimashu".

Selesai menyantap makanan yang sakura berikan, meski hanya Ramen Insatan dan bebrapa roti tawar serta slei, cukup enak untuk keadaan lapar seperti sekarang ini. Naruto dan Sakura sangat antusias berbagi cerita, terutama mengenai kecelakan yang menimpa Yamanaka itu. Menurut Naruto, Sakura adalah gadis yang menyenangkan, penedengar yang baik, dan sangat MAGIC!.

Andai kata Naruto belum memiliki kekasih, dia pasti sudah tergoda sekali dengan Sakura.

Hey ayolahh... siapa yang dapat menolak pesona gadis ini ? Tapi meski Sakura sempurna dimatanya, hatinya telah ada yang punya. Sasuke, pemuda itu hanya memperhatikn kedua orang yang sedang asik bercengkrana itu.

"Ne Sakura-Chan, kemana keluarga Yamanaka itu ? Bagaimana mereka belum kemari?" Kata Naruto.

Wajah Sakura terlihat bingung. Namun tak lama ia segera menjawab. "Mereka, emm.. mereka sedang membereskan urusan mereka" jawabnya.

"Ahh! Aku dengar Yamanaka Ino hari ini tunangan bukan?, dia teman sekelas ku saat aku ikut les. Tapi dia tidak mengundangku" grutu Naruto.

"Hn, kau memang tak penting dobe" Sasuke pun kali ini membuka suara, Sakura sedikit terkikik geli dengan tingkah kedua pemuda itu, dan entah mengapa ia merasa nyama dengan suasana ini. Tapi detik berikutnya wajah gadis ini berubah menjadi sendu sambil menata wanita di atas ranjang.

.

.

.

TBC

A/N:

Arigatou gozaimashuuu ^_^