Beast Love Theory
Akabe Yoshino / SexyBabyWolf
Specially for HUNHAN APRIL PASSION
holla, Dyo back with new ff for this month event. hehehe, jangan hajar Dyo karena belum selesai ff lain udah main upload yang baru. tenang saja karena Dyo akan upload 3 ff sekaligus termasuk yang baru ini. untuk Twins Exchange nya dipending dulu karena the idea is stuck in my head. hehe, just wait it and happy read for that! saranghae bbuing 3~ Yang gak suka monggo diclose saja. Review please, cuma TwoShoot juga kan. Dyo tidak berminat FANWAR.
N.B : gomawo untuk review, fav, dan follow yang diberikan. mungkin ceritanya sudah pasaran dan ada yang sudah tahu mungkin. banyak typo dan mungkin kesalahan lainnya, jwesonghamnida. tapi, ya terima kasih lagi, yang menyempatkan diri review. keke, ditunggu chap selanjutnya 3 saranghae bbuing~
.
Berkelahi sudah menjadi makanan harian untuknya. Selalu menargetkan para yeoja untuk bercinta dengannya. Dia benar benar seperti binatang buas. Dan kini Luhan tidak akan membiarkan hal itu terjadi. "Aku tidak akan memaafkan Oh Sehun. Aku akan mengadilinya dengan memeprtaruhkan nama Xi Luhan sebagai ketua perwakilan siswa." Sehun terpana mendengar itu. Apakah itu serius? Sehun bersumpah akan menjadi tipe namja yang disukai Luhan.
.
Luhan menatap dengan geram objek didepannya saat melewati koridor belakang yang biasanya digunakan untuk membolos para siswa bagel. Disana, tepat ditengah jalan para namja tergeletak lemas dengan luka disana sini. Genggaman tangan Luhan mengerat saat matanya tak sengaja melihat siluet tulisan pada punggung salah satu siswa yang tergeletak itu.
"Kau teralu cepat 100 tahun untuk mengalahkanku" begitulah yang tertulis jelas dipunggung siswa itu menggunakan spidol merah.
"Ini perbuatan Oh Sehun lagi? Benar benar sulit dipercaya" geramnya rendah sambil memejamkan matanya guna menahan emosinya yang bisa dipastikan akan meledak sebentar lagi.
Luhan POV
Benar benar tidak bisa dibiarkan! Namja itu, padahal baru saja pindah kemari sebulan yang lalu. Tapi sikapnya benar benar… Berkelahi sudah menjadi kegiatan sehari hari. Selain itu gosipnya dia suka bercinta dengan yeoja disekolah. Namja itu benar benar seperti binatang buas yang hidup dengan instingnya.
Tapi, dia belum pernah tertangkap basah. Jadi tidak ada satu orang pun yang menghukumnya meski banyak yang mengadu. Dan aku tidak bisa membiarkan namja itu bertingkah , Xi Luhan akan mempertaruhkan namaku sebagai ketua OSIS. Aku pasti bisa menangkapnya.
Aku mendengus kesal dan melewati tumpukan(?) namja lemas ini begitu saja dan melanjutkan tugasku untuk mencari siswa siswi yang mungkin saja membolos pelajaran. Lalu bagaimana denganku? kalian bertanya kenapa aku tidak ikut pelajaran? Karena aku ketua OSIS, maka para guru memberikanku waktu 1 jam untuk berkeliling sebelum mengikuti pelajaran. Dan karena mengerjakan tugas ini, aku jadi terlambat masuk kedalam kelas. Satu jam bonusku sudah habis sedari tadi. Namun langkahku terhenti saat berada didepan ruang kelas yang kosong. Aku mendengar suara yang entah mirip atau mungkin benar sebagai suara desahan. Pasti sedang ada yang bolos didalam. Aku membuka pintu dan mataku serasa ingin lepas begitu saja. Aku melihat Sehun dan juga seorang yeoja tengah berpelukan dengan tubuh bagian atas yang sudah polos.
"Kyaaa, siapa yeoja itu?" teriak yeoja itu sambil memandangku dan menutupi dadanya. Sejurus kemudian dia menatapku tajam lalu memakai seragamnya dan pergi dari kelas itu.
"Aku pergi dulu, Hun-aah!" ucapnya sambil menatap marah padaku. Aku hanya menatapnya dengan bingung. Aku maju selangkah dan melipat kedua tanganku didepan dada.
"Benar benar sulit dipercaya jika kau melakukan hal ini. jika saja digabungkan dengan ulahmu yang suka sekali mengamuk itu, maka bisa dipastikan kau akan kena hukuman." Ucapku sambil menyeringai dan menatapnya remeh. Namun reaksinya sangat berbalik dengan harapanku. Dia justru terbahak sambil memegangi perutnya. Hei, aku tidak sedang melucu. Apa dia tahu kalau baru saja aku mengancamnya? Buka melucu didepannya. Dasar, namja ini membuatku sebal saja.
"Hukuman? Dasar bodoh! Jika mau mengamuk maka aku akan mengamuk. Dan jika ingin bercinta maka aku akan melakukannya. Lalu apa masalahnya?" ucapnya dengan santai dan juga dengan senyuman menyebalkan miiknya.
"Tentu saja itu masalah besar!" bentakku padanya. Dan tanpa kusadari dia berjalan kearahku dan mendorongku kearah meja.
Author POV
"Kyaaaaa" Luhan berteiak bersamaan dengan setengah tubuhnya yang terbaring dimeja.
"Gara gara kau yeoja itu jadi kabur! Kau mau bertanggung jawab?" ucap Sehun pelan disela lumatannya pada bibir Luhan. Luhan yang kaget dan bingung hanya bisa meronta dan berusaha memaki namja itu. namun yang keluar hanya erangan yang mungkin saja bisa disalah artikan oleh Sehun.
"Nng…ng…ng…" Sehun melepas lumatannya dan menatap Luhan dengan remeh. Sementara Luhan hanya menatap Sehun tajam dengan wajah merah. Malu atau emosi? Hanya Luhan yang tahu.
"Aigoo, kau keras kepala sekali hm? Aku suka yeoja seperti ini. Dan aku senang membuatmu menangis. Keke, ppali menangis!" ucap Sehun sambil menyeringai dalam menanti saat Luhan menangis dan meminta belas kasihan padanya untuk dilepaskan.
'Namja ini…dia lebih brengsek dari yang digosipkan!' batin Luhan masih menatap Sehun.
"Jangan bercanda! Aku tidak akan pernah menangis. Daripada menangis, lebih baik aku mati saja!" ucap Luhan tak takut dan menatap tajam Sehun. Sehun terkejut melihat reaksi yeoja dibawahnya ini. Tipe yeoja yang keras kepala dan sangat sulit untuk ditakhlukkan. Melihat Sehun mulai lengah, Luhan memberontak dan berusaha lepas dari kukungan namja itu. Namun Sehun sadr dan menahan pergerakan Luhan.
"Joha, aku jatuh cinta padamu! Kau harus jadi yeojachinguku!" ucap Sehun dengan frontal tanpa tahu apa yang akan dia hadapi nanti. Sementara Luhan kini memandang Sehun dengan bingung.
'Apa apaan namja ini? Apa yang baru saja dia katakan? Tidak, ini hanya mimpi!' batin Luhan sambil memandang Sehun dengan wajah cengo sementara Sehun menatapnya dengan serius.
XXX
Keesokan harinya Sehun berubah 180 derajat pada Luhan. Bahkan banyak siswa yang bingung dengan sikap manis Sehun pada sang ketua OSIS itu. luhana sendiri sampai dibuat jengkel dengan tingkah berandalan itu.
"Luhannie… Hari ini kau manis sekali! Aku suka padamu!" teriak Sehun dari kejauhan membuat beberapa siswa menoleh dan menatap aneh pada Sehun maupun Luhan.
"Yaa, hentikan bodoh! Kenapa sejak hari itu kau selalu saja menggangguku?" teriak Luhan pada namja itu hingga membuat Sehun menghampiri Luhan yang sedang mengatur nafasnya yang terengah karena berteriak padanya tadi.
"Mengganggu? Siapa? Aku? Eii, aku kan suka padamu" ucap Sehun menjelaskan pada Luhan dengan wajah polosnya. Oh, tolong bunuh aku karena memuji berandalan itu polos.
"Lagipula aku benci dengan namja sepertimu!" ucap Luhan menatap tajam Sehun. Sehun menghela nafas dan menatap Luhan dengan serius.
"Jika aku namja baik baik, apa kau akan jatuh cinta padaku?" ucap Sehun dengan tatapan mengintimidasinya.
"Y..ya, kau ini bicara apa sih? Mana mungkin aku bisa…"
"Bisa! Kau adalah yeoja pertama yang kusukai! Kalau kau mau, aku pasti bisa melakukan apapun untukmu!" ucap Sehun memotong Luhan dengan keras dan membuat yeoja itu terdiam dengan wajah merona.
"Bo…bodoh! Dasar namja bodoh!" uap Luhan sambil berbalik dan meninggalkan Sehun yang terkekeh senang.
"Bersiap siaplah Xi Luhan! Tidak ada yang tidak bisa kulakukan! Kau pasti akan jatuh cinta padaku!" ucap Sehun sambil tersenyum lebar.
"Tidak mungkin!" sahut Luhan dengan galak lalu berlanjut meninggalkan Sehun dan tak tahu jika namja itu mengikutinya.
Luhan POV
Aku memegang dadaku sambil berjalan menuju ke ruang OSIS. Aku kaget karena ekspresi wajahnya tiba tiba saja berubah seperti itu. Atau jangan jangan, dia memang benar benar menyukaiku? Ish, dasar menyebalkan! Dia bilang akan berubah? Baiklah, jika dia mau menjadi anak rajin, maka aku akan mengampuninya. Aku tersenyum jahil karena ideku tadi.
"Luhannie!" aku berjengit dan menatapnya dengan galak karena mengagetkanku.
"Yak, tak bisakah kau bicara dengan normal dan tidak mengejutkan seperti itu?" aku memakinya dan dia malah tersenyum lebar. Namja ini benar benar.
"Mianhae, habisnya kau menggemaskan sekali!" ucapnya masih tersenyum dengan lebar. Menggemaskan? Dari mananya hah? Ah iya, rencana.
"Sehun-aa, kau mau aku menyukaimu juga kan? Jika iya maka aku akan mengajukan syarat untukmu!" dia terlihat bingung.
"Syarat? Apa itu?" ucapnya penasaran.
"Kau harus membantu tugas OSIS terutama tugas ketua OSIS." Ucapku menyembunyikan senyuman jahilku.
"Aku harus membantu tugas ketua OSIS?" aku mengangguk menyahuti pertanyaannya.
"Setiap tahun pada musim dingin OSIS selalu menyelenggarakan acara natal. Saat ini kami membutuhkan orang untuk membantu tugas kami. Misalnya untuk membuat pohon yang besar! Jadi, perlihatkan keseriusanmu ne?" ucapku sambil tersenyum lalu berjalan kebelakang dan mengambilkan sekardus besar alat untuk membuat pohon natal.
"Arraseo, serahkan saja padaku!" ucapnya sambil tersenyum lalu memelukku dengan erat dan mencium keningku. Dia segera mengambil kardus ditanganku dan berlari keluar dri ruang OSIS sebelu aku sempat mendampratnya. Dasar namja kurang ajar! Sampai kapan semangatnya akan terus berlanjut? Awas saja jika ada masalah lagi! Maka dia akan benar benar menerima hukuman dariku. Ish, kenapa akhir akhir ini aku jadi plin plan?
XXX
Hari hari berlalu dan semuanya terlihat berbeda. Para guru bahkan memuji jika akhir akhir ini Sehun sangat penurut.
"Apa yang sudah kau lakukan pada Oh Sehun? Belakangan ini dia jadi penurut sekali!" ucap para guru saat bertemu denganku. aku hanya bisa tersenyum dan menggeleng pada mereka. Bahkan kini hampir semua siswa juga berani mendekatinya dan mengajaknya berbicara. Bahkan anak OSIS jua memujinya secara terang terangan.
"Ketua, Sehun orangnya rajin sekali! Berkat dia persiapan acaranya jadi mudah karena pekerjaan berat yang memerlukan otot sudah dikerjalan semua olehnya." Kalian lihatkan? Aku sendiri sampai terkejut. Apa dia memang benar benar ingin menjadi anak baik? Kemana Sehun yang suka seenaknya? Apa Sehun yang seenaknya sendiri melakukan semuanya demi aku?
"Luhannie, apa masih ada tugas lain?" ucapnya tiba tiba didepanku sambil tersenyum lebar. Aku sendiri sampai terkejut dan gugup.
"A…Ah i…itu…" aku merutuki diriku yang tiba tiba saja menjadi gugup begini.
"Sehunnie! Wuah, kau benar benar datang keruang OSIS? Hehehe, belakangan ini kau jadi penurut sekali. Ada apa? Eh, sudah lama kita tidak bercinta! Ayo, kita bercinta!" aku mendelik dan menatap tajam kerarah yeoja yang sedang menempel pada Sehun. Tapi tunggu, bukankah dia yang bercinta dengan Sehun saat itu? Untuk apa lagi dia kemari? Tunggu, bukankah tadi dia mengajak Sehun untuk bercinta? Heol, jam segini? Dan kenapa namja itu diam saja? Dasar namja brengsek!
TBC
mian kalau ada typo dan kata kata yang tidak baku ya, see ya~ saranghae bbuing~ :D
