***** My Hot Butler ***** Author : Kyuufi No Kitsune

Keterangan :

Fanfic ini pertama kali di publis di grub facebook NaruSasu (SasUke & FemSasu) dan admin sudah meminta ijin pada Author aslinya untuk mempublikasikan fanfic ini di lewat akun ffn bersama. Fanfic akan update secara berkala. (ttd – Admin Yuki)

P.s Kalau mau bergabung ke grub silahkan . *plak* #promosi

DON'T LIKE, DON'T READ!

Sasuke menatap pemandangan di depannya dengan ngeri, tubuhnya gemetaran, melihat darah yang menetes dengan suara 'krak' tulang yang patah benar-benar membuatnya gemetaran.

Sasuke melihatnya, seorang pemuda bersurai pirang berwajah datar yang sedang dikeroyok oleh tiga orang berbadan besar dan berwajah sangar. Sementara di sekitar sana dua tubuh besar lainnya telah tergeletak dengan wajah bonyok.

'Srettt!'

Seorang pria bersurai merah mengayunkan belati kearah pemuda pirang.

Sasuke memekik, menutup matanya saat melihat belati itu hampir mengenai wajah si pirang.
Namun saat lama ia mendengar suara 'gedebuk' yang menyakitkan Sasuke membuka matanya dan melihat si pirang telah mengunci tangan si merah kebelakang sebelum menendang punggungnya keras dan menginjak kepalanya, sebelum si merah memekik sakit dan pingsan dengan hidung patah. Lalu dua orang sisanya maju, pria bersurai biru dan perak, mata mereka tampak memicing tajam kearah si pirang.

'Tak.' Keduanya mengayunkan pukulan dari arah kiri dan kanan kearah wajah si pirang, namun si pirang menghindar dengan cara melemparkan tubuhnya kebelakang membuat kedua pukulan pria itu mengenai wajah kawannya masing masing, membuat bibir mereka lebam dan mengelurkan darah.

Melihat kesempatan saat kedua lawannya tampak sempoyongan, si pirang melakukan sapuan pada kedua kaki pria sangar itu membuat keduanya jatuh terjerembab.

'Duagh.. Duaghh.. Duaghhh..' Si pirang memukul wajah pria berambut biru dengan keras, membuat hidungnya mengeluarkan darah.

'Duugghh..' Sebelum membenturkan wajah si biru ke aspal untuk serangan penutup.

Si pirang menyodokkan sikutnya kearah belakang tepat mengenai rusuk pria perak dan membuatnya lagi-lagi terjerembab.

'Bruk!' Si pirang mengangkat kerah kaos si perak membuat wajah si perak membiru tak dapat bernafas.

"Dengarkan ucapanku baik-baik, jangan ganggu dia lagi jika kau dan teman-temanmu itu masih ingin hidup," desisan lirih yang terdengar datar namun menakutkan itu cukup terdengar sampai telinga Sasuke dan membuat bulu romanya merinding. "Paham?" pertanyaan yang tak kalah lirih membuat pria perak itu cepat-cepat menganggukkan kepalanya ketakutan.

"Pa-paham," jawab pria itu gagap. Si pirang itu segera melepaskan cengkramannya dari kerah si perak dengan kasar sebelum berdiri dengan Cool.

Mata birunya yang tajam memandang tubuh bergetar Sasuke yang berada di sudut gang dengan intens sebelum berjalan kearah Sasuke. Mengabaikan tubuhnya yang letih dengan beberapa luka lebam di anggota tubuhnya dan darah di sudut bibirnya, si pirang mengangkat Sasuke ala bridal style.

"Sudah saya katakan, Sasuke-sama. Seharusnya anda tidak keluar malam tanpa penjagaan saya," ucapnya lembut tetap dengan wajah datarnya. Ia mengecup dahi Sasuke, membuat Sasuke tersentak kecil sebelum menyelusupkan wajahnya di dada si pirang yang bidang, menyembunyikan wajahnya yang memerah.

"Gomen-" Sasuke meminta maaf, ia sedikit terisak melihat keadaan pemuda pirang yang menggendongnya ini. Pakaian yang dipakai si pemuda tampak kumal dengan beberapa bekas sobekan dan darah.

"Tak apa, jangan menangis Sasuke-sama," ucap lembut si pirang mengeratkan gendongannya.

"Arigatou, Naru," balas Sasuke sebelum terlelap karena kelelahan.

"Ne. Oyasumi 'Suke."

***** TBC *****