Seven Days Challenge

Chapter 1

Ujian sudah dekat

Disclaimer : Naruto by Masashi Kishimoto

Pairing : SasuHina

Genre : Romance, Friendship, Family (?)

Happy Read

"Ahhh...!" Suara desahan pelan itu kembali terdengar di sebuah ruangan dengan nuansa kuning muda disekelilingnya. Suasana yang hening membuat desahan pelan itu sedikit terdengar, meskipun banyak dari manusia yang ada disana tidak begitu memedulikan desahan tersebut dan hanya konsentrasi di satu titik.

"Jadi... Pertama, kita harus mempertimbangkan struktur data yang bisa di gunakan untuk menyelesaikan masalah..." Seorang lelaki yang usianya sudah tidak bisa dikatakan muda lagi tampak berdiri di depan ruangan tersebut sambil menuliskan sesuatu dengan spidol hitamnya.

Sementara para mahasiswa dengan tampang yang serius memperhatikan dosen berkumis tebal tersebut dengan wajah serius. Meskipun otak mereka masih berkutat dengan banyaknya masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan struktur data apapun, tapi lebih baik diam dan memperhatikan daripada kena omel dosen yang satu ini.

"Dan, bla... bla... bla" Kata seorang gadis berambut indigo yang tadi mendesah pelan sambil menaruh penanya dengan kasar diatas bukunya, merasa menyerah terhadap materi dewa yang disampaikan oleh sang dosen.

"Sakura, kau bilang hari ini kuis, kenapa aku malah harus mendengarkan ceramah dari dosen ini?" Bisiknya pada gadis berambut pink yang sedang asyik mencatat apapun yang dituliskan oleh dosennya di papan tulis. Meskipun dari ekspresi wajah gadis itu, bisa dibilang bahwa tulisan itu hanya lewat di depan matanya saja.

"Gak tau tuh, dosennya berubah pikiran kali" Jawab gadis yang dipanggil Sakura itu sambil tetap serius mencatat.

Wajah gadis berambut indigo itu menjadi kecut dengan ucapan Sakura yang menurutnya hanyalah sebuah kebohongan.

"Ah...! Kamu boong kan supaya aku bisa masuk kuliah kali ini. Harusnya aku saat ini sudah dikost, nonton drama sambil di temani mie rebus. Mana ujan gini lagi" Keluh gadis tersebut sambari curhat dan menundukkan kepalanya di meja.

"Jangan ngeluh gitu dong, Hinata. Kau itu sudah dapet beasiswa disini, kok malah males-malesan sih mau kuliah" Kata Sakura malah menasehati gadis yang dipanggilnya Hinata itu.

Gadis manis itu hanya bisa cemberut sambil memasang wajah bosan dengan dosen di depannya.

"Eh...! Kok materinya udah jauh ya kelihatannya, memangnya kita sudah kuliah berapa minggu?" Tanya Hinata ketika menyadari sesuatu di papan tulis.

"Empat belas" Jawab Sakura singkat.

Tapi, jawaban singkat itu langsung membuat Hinata kaget gak setengah-setengah.

"Oi...! Jadi, kita tinggal seminggu lagi dong. Abis itu ujian?" Tanya Hinata lagi. Mata emerald gadis berambut pink itu tampak menatap heran kearah kawan indigonya itu seolah dia bertanya apakah matahari besok masih terbit di timur.

"Kau kemana aja coba" Jawab Sakura sambil menepuk jidatnya menyadari bahwa Hinata serius soal pertanyannya.

Gadis berambut indigo itu pun mengeluarkan hapenya dan membuka aplikasi chat yang sudah sangat terkenal di kalangan mahasiswa dan kemudian membuka group chatnya. Di scrollnya layar grup keatas dan kebawah untuk mencari materi yang dia lupakan.

"Duh...! Kenapa ketika saat seperti ini wifi harus lemot" Gumam Hinata dengan nada kesal sambil menunggu halaman downloan terbuka. Beberapa saat kemudian dia mendownload materi yang sudah di share di salah satu grup mata kuliah.

"Nih ketua ASD siapa sih, kau ada materinya?" Tanya Hinata pada Sakura.

"Nah...! ASD kan memang gak ada materi yang di share sama dosennya. Minta aja sana sama dosennya" Kata Sakura sambil menunjuk ke arah depan ruang kelas.

Wajah Hinata pun langsung mengkerut mendengar ucapan Sakura.

"Ogah deh, dosennya nyeremin" Kata Hinata dengan kurang ajarnya sambil terus berkutat dengan mata kuliah lainnya.

Beberapa saat kemudian, dia mengeluarkan kabel data dari dalam ranselnya dan kemudian menancapkannya ke dalam laptopnya dan memindahkan data-data yang sudah di downloadnya ke dalam laptopnya.

"Sistem operasi, Interaksi manusia komputer, metode numerik, sistem multimedia, kurang apa lagi? Kukira ada tujuh mata kuliah kan?" Gumam Hinata berbicara sendiri sambil melihat materi yang ada di laptopnya.

"ASD, pendidikan kewarganegaraan, satunya lagi..."

"Ah...! Katanya kewarganegaraan gak ada ujian tuh, lucky deh" Kata Hinata sambil bernafas lega.

"Eh...! Bukannya mata kuliah wajib itu selalu ada ujiannya, dosennya udah bilang semua loh" Sahut Sakura yang tampaknya gak terima melihat Hinata menjadi tenang.

"Hah...! Jadi materinya? Kupikir dosen itu cuman ngoceh tentang sejarah perjuangan dan sikap kita sebagai warga negara yang baik, terus materinya tentang apa dong" Tanya Hinata.

"Aku punya ebooknya, mau?" Tanya Sakura dengan tenang.

"Iya deh, sama materi ASD juga sih. Kamu nyatet kan tiap kuliah?" Tanya Hinata yang hanya dijawab dengan anggukan dan senyuman manis oleh Sakura.

"Baiklah, kita akhiri saja pertemuan kali ini. Manfaatkan minggu tenang ini dengan sebaik-baiknya" Kata lelaki tua di depan sebelum akhirnya dia meninggalkan mahasiswa yang sudah teler dihajar oleh materi dewa miliknya.

"Minggu tenang ya? Jadi bisa belajar deh, tiap hari satu matkul" Kata Hinata sambil membuat jadwal belajar di hapenya.

Tanpa melihat kanan dan kirinya, dia pun berdiri dan mengikuti Sakura yang sudah lebih dulu berjalan di depannya. Bibir tipisnya komat-kamit menyebutkan hari dan matkul apa saja yang akan dia pelajari saat minggu tenang. Beberapa saat kemudian dahinya berkerut ketika melihat jadwal di hapenya yang tampaknya kurang satu matkul.

"Eh...! Ini apa yang ku..." Kata-katanya terhenti ketika dia menyaksikan seseorang yang keluar dari salah satu ruangan.

Pemuda berambut raven itu tidak terlalu mencolok karena sikapnya yang lebih pendiam dibandingkan dengan semua cowok yang berada di sekitarnya.

Tetapi, ada sesuatu yang lain yang membuat mata lavender milik Hinata tidak mau lepas dalam memandang pemuda tersebut. Langkahnya yang tegap, pandangannya yang tajam, dan garis wajah tegas nan tampan itu tampaknya menarik mata siapapun untuk memandangnya.

"Hei...! Kau, tunggu sebentar" Kata Hinata sambil berlari ke arah pemuda tersebut, tetapi pemuda itu masih terus berjalan tanpa peduli dengan teriakan dari Hinata sehingga gadis berambut indigo itu tampak terengah-engah di belakangnya.

Akhirnya, pemuda itu pun berbalik dan menatap Hinata dengan tatapan heran.

"Kau sengaja menghindar ya? Sudah dipanggil beberapa kali, masih saja berjalan" Kata Hinata dengan nada kesal. Pemuda itu hanya bisa mengangkat bahu mendengar keluhan dari gadis yang nafasnya sudah senin kamis itu.

"Memangnya kamu memanggilku? Aku tidak mendengar namaku dipanggil" Jawab pemuda itu enteng.

"Emm...! I... itu..." Hinata tampak kehabisan kata-kata mendengar ucapan pemuda tersebut.

"Ah, sudahlah...! Kau ketua kelas SBD-B kan? Aku minta materinya dong" Kata Hinata to the point. Tapi, entah kenapa mata lavendernya tampak tak bisa berlama-lama menghadapi onyx yang sekarang menatapnya dengan tatapan tajam tersebut. Tetapi beberapa saat kemudian, pemuda itu pun mengalihkan pandangannya.

"Bukannya tidak sopan jika memanggil seseorang dengan 'kau' saja? Apa jangan-jangan kau tidak ingat namaku?" Tanya pemuda tersebut sambil berbalik dan berjalan meninggalkan Hinata.

"Er...! Bukan begitu, aku hanya... Hei, tunggu dong" Kata Hinata ketika melihat pemuda itu sudah mulai jauh darinya. Dia pun membuka hapenya dan melihat siapa pembentuk grup chat dari SBD-B.

"Ah, iya. Uchiha-san, aku mau minta materi SBD untuk semester ini boleh kan?" Kata Hinata.

"Itu bukan namaku, itu margaku" Jawab pemuda tersebut tetap dingin. Hal itu tentu saja membuat Hinata menjadi sedikit frustasi.

"Baiklah, baiklah, Sa-su-ke" Kata Hinata dengan penuh penekanan pada setiap suku kata nama yang dia ucapkan.

"Ah...! Nadamu terdengar sangat manis saat mengucapkannya, tapi maaf saja, aku tidak punya materi yang kau inginkan" Jawab Sasuke enteng. Gadis berambut indigo itu jelas jadi keki dengan ucapan Sasuke dan langsung menghadang Sasuke dengan berdiri di depannya.

"Ketua kelas macam apa kau yang tidak mengurusi setiap materi yang diajarkan dosennya. Apa kau tidak punya tanggung jawab?" Tanya Hinata sambil berdiri di depan Sasuke.

"Kupikir setiap mahasiswa bertanggung jawab atas materi yang di sampaikan oleh dosen secara individu, tapi jika kau merasa kesulitan dengan materi itu, aku sebagai ketua kelas dengan senang hati akan membantumu" Jawab Sasuke sambil mendesah pelan dan berjalan melewati Hinata.

"Astaga...! Cowok itu"

TBC

Sebersit ide terlintas di benak author ketika melihat sebuah video di TED. Jadi, sekarang akan coba author praktekkan 7 days challenge.

Karena author masih libur, maka untuk seminggu kedepan, author akan coba untuk menulis chapter minimal 1k yang isinya tentang Hinata yang berusaha belajar untuk ujian semesternya. Apakah dia akan berhasil? (sebenernya pertanyaan yang paling tepat adalah, apakah author akan berhasil?)

Tunggu saja...

Thanks for Read

Don't forget to review