Baby In Me

By

QBee

a.k.a

Jung Jaemi

Disclaimer : Semua tokoh di sini bukan milik author, melainkan milik diri mereka sendiri. Kecuali YunJae, Yunpa adalah milik Jaema dan Jaema adalah milik Yunpa. Mereka saling memiliki.

Pairing : YunJae, YooSu, All member DBSK, member Suju, and others.

Rated : M (T for this chap)

Genre : Romance, Friendship, Fantasy (Little bit)

Wanings : Boys Love, Typos, NC (Belum muncul di chap ini), Possible to M-PREG, No flame, Don't Like Don't Read, OOC, read the bottom note

"Plot ini punya Author. Murni dari imajinasi Author sendiri. Apabila ada kesamaan cerita, itu hanya unsur ketidaksengajaan.^_^

Chapter 1

.

.

.

Hujan deras sudah membasahi kota Seoul sejak tadi pagi. Namun, hujan ini tak menghalangi beberapa orang yang tetap melakukan aktivitas mereka malam ini. Termasuk seorang yeoja setengah baya yang nampak cantik di usianya. Dengan tergopoh-gopoh dia berlari untuk menghindari hujan sambil menggendong anak kecil yang tertidur dan bersandar dibahunya, yeoja itu berhasil memasuki sebuah gedung apartement super mewah.

Dengan langkah cepat, yeoja itu menaiki lift sambil menenangkan anak kecil yang di dalam gendongannya karena terusik akan gerakannya.

Drrrrrtttt… Drrrrttt…

Setelah sampai di depan sebuah pintu apartement yang bernomor 2606, yeoja itu menekan bel yang ada di sisi pintu.

"Siapa?" terdengar suara bass di sebuah interphone di samping bel.

"Yunho, buka pintunya! Ini Umma!" ucap yeoja itu.

Sedetik kemudian pintu itu pun terbuka, menampilkan sosok namja tampan dengan tubuh tegap dan badan sempurna bak seorang model *Author nosebleed o_o*. Tampangnya acak-acakan. Dia hanya memakai kaus singlet dan celana pendek. Terlihat sekali kalau dia habis bangun tidur. Namja itu menatap horror pada sang Umma yang sedang menggendong anak kecil dengan pakaian sedikit basah.

Tanpa disuruh, Mrs. Jung atau Umma Yunho langsung masuk ke dalam diikuti oleh Yunho setelah dia menutup pintu apartemennya. Yunho cukup bingung mendapati Ummanya masuk ke dalam kamar kosong yang ada di samping kamarnya lalu merebahkan anak kecil tadi ke tempat tidur. Dengan hati-hati, Mrs. Jung mengambil boneka gajah yang ada dipelukkan anak itu. Lalu menyelimuti anak itu dan memastikan posisi tidurnya agar nyaman.

"Yunho! Ada yang ingin Umma bicarakan denganmu," ucap Mrs. Jung setelah mereka keluar dari kamar. Mrs. Jung melepaskan mantel bulunya yang agak basah, lalu duduk di sofa ruang tengah. Tepat dihadapan Yunho.

"Waeyo, Umma?" tanya Yunho.

"Begini Yun! Anak kecil yang Umma bawa itu adalah Kim Jaejoong. Dia adalah anak dari sahabat Umma saat SMA. Kebetulan, tiga minggu yang lalu sahabat Umma dan suaminya itu meninggal yun. Karena mereka tidak memiliki keluarga lagi, Ummalah orang yang bersedia merawat Joongie."

"Lalu?" Yunho mengerutkan dahinya.

"Kau tahu sendirikan Umma dan Appa-mu sering berpindah-pindah tempat dan Joongie memiliki kondisi tubuh yang lemah, jadi…"

"Jadi?"

"Umma ingin kau yang merawat Joongie dan dia akan tinggal di sini,"

"Mwo?"

.

.

.

Yunho POV

Seoul, 07.00 a.m.

Drrrttt… Drrrtttt

Suara meja kerja membangunkanku. Dengan malas aku mematikannya. Sambil menguap pelan, aku melihat sekeliling. Aku baru saja tertidur di meja kerjaku sendiri. Bahkan, laptopku yang menampiikan laporan keuangan perusahaan pun masih menyala.

Tiba-tiba aku teringat sesuatu. Apa tadi aku bermimpi tentang bocah itu lagi? Aish! Beberapa malam ini, kejadian tentang kedatangan bocah itu untuk pertama kalinya ke apartemen ku menjadi mimpi burukku. Sejak dia tinggal di sini, aku sungguh kerepotan. Dia adalah bocah yang cukup menyusahkan dan keras kepala. Untung saja ada Park Yoochun dan namjachingu-nya Kim Junsu yang membantuku merawat bocah itu.

Author POV

Dengan malas, Yunho mematikan laptopnya dan berjalan menuju kamar Jaejoong. Dia harus membangunkan anak kecil itu terlebih dahulu.

"Jaejoong-ah! Iroena! Hei! Iroena!" Yunho mengetuk pintu kamar Jaejoong agak keras. Dia tahu Jaejoong cukup susah dibangunkan.

"Jaejoong-ah! Buka pintunya!" Yunho kembali mengetuk pintu kamar dengan kesal. Apa bocah itu tak mendengar suaranya yang sedang menggedor pintu?

Krieeetttt~~~

Karena pintu tak terbuka juga, akhirnya Yunho langsung masuk. Dia menghampiri tempat tidur dan melihat Jaejoong masih tertidur pulas sambil memeluk boneka gajahnya. Anak kecil itu sangat menggemaskan. Bibir merahnya bergerak-gerak lucu saat tidur.

"Enghh…" Jaejoong langsung terbangun saat Yunho membuka tirai jendela. Mau tak mau cahaya matahari memasuki kamar dan menusuk mata Jaejoong. Bocah itu terduduk di tempat tidur dan langsung menatap kesal ke arah Yunho.

"Ahjucchi! Joongie macih mengantuk,"gumam Jaejoong dengan suara cadel khas anak-anaknya.

"Aish! Bocah ini!" Yunho menggerutu "Cepatlah bangun! Junsu akan segera menjemputmu,"

"Chilleo! Bialkan Joongie tidul cebental lagi, ne?" Jaejoong kembali merebahkan dirinya di kasur empuknya. Tapi Yunho dengan cepat menggendong Jaejoong dan membawanya ke kamar mandi.

"Ahjucchi! Turunkan Joongie!"Jaejoong meronta di gendongan Yunho. Tapi percuma, tubuh kecilnya tak berarti apa-apa bagi seorang Jung Yunho.

.

.

.

Namanya adalah Kim Jaejoong. Namja kecil berusia enam tahun ini sudah tiga hari tinggal di apartemen Yunho. Dia sangat menggemaskan untuk anak seumurnya. Dia memiliki mata yang besar dan indah. Kulitnya putih pucat sangat kontras dengan rambut cokelat kemerahannya. Bibirnya pun merah bagaikan cherry.

Saat pertama kali tinggal di rumah Yunho, Jaejoong menangis seharian karena ingin di antar pulang ke rumah Mrs. Jung. Yunho yang saat itu tak berpengalaman mengasuh anak kecil, malah membentaknya dan hasilnya Jaejoong semakin menangis. Untunglah di saat yang tepat si Angel atau si Dophin, namjachingu sahabatnya datang. Kalau tidak ada, mungkin Jung Yunho sudah masuk Koran karena tertangkap mengubur hidup-hidup seorang anak kecil.

"Kemana dia? Lama cekali?" Yunho menggerutu sambil mondar-mandir di lobi apartemen. Sesekali dia melirik arloji yang melingkar manis di lengannya. Dia sudah memakai setelan jas lengkap. Sangat tampan.

"Kemana dia? Lama cekali, hihihi," Jaejoong yang menirukan lagi gaya Yunho terkikik geli. Dia bosan melihat Yunho yang mondar-mandir di hadapannya. Sekarang, Jaejoong sedang duduk di sofa lobi. Dia juga sudah siap dengan kaus lengan pendek dan celana pendek juga. Mereka sedang menunggu Park Yoochun dan Kim Junsu.

Yunho terdiam sejenak. Dia memandang Jaejoong dengan mata tajamnya "Kalau sekali lagi kau mengikutiku, aku akan membuang boneka gajahmu."

DEG~

Ancaman Yunho tepat sasaran. Yunho tahu Jaejoong takkan bisa tidur tanpa boneka gajahnya.

"Andwae…! Ne Ahjucchi! Joongie tak akan mengikuti ahjucchi lagi. Ne… Ne… cekalang Joongie diam," Yunho tersenyum kemenangan melihat Jaejoong ketakutan. Sedangkan Jaejoong? Dia merutuk dalam hati.

"Yunho-ah!" teriak seseorang yang ditunggu-tunggu.

Yunho menatap dua orang yang mengahampirinya. Terlihat Park Yoochun dengan santainya, sedang merangkul mesra kekasihnya, Kim Junsu. Sedangkan yang dirangkul hanya menundukkan kepalanya. Malu.

"Aish! Kenapa kalian lama sekali?"

"Mian. Kami tadi ada urusan, benarkan Su-ie?" bisik Park Yoochun saat membisikkan nama kekasihnya sambil tangan jahilnya menyusup ke belakang dan meremas duck butt kekasihnya. Sedangkan Kim Junsu memekik dan sedikit mengerang, kesakitan mungkin.

Yunho memutar matanya, kesal. Dia tahu apa yang membuat sepasang sejoli ini terlambat. Terlihat sekali dari cara berjalan Junsu yang tidak biasa. "Bisa tidak kalian jaga sikap? Ada anak kecil di sini."

Yoochun menghentikan tangan jahilnya. Mereka bertiga menatap Jaejoong yang bingung melihat kelakuan Yoochun.

"Ne! ne!"dengan sedikit kesal Yoochun melepaskan rangkulannya. Ternyata dia cukup terganggu juga dengan kehadiran Jaejoong. Sekarang dia harus menjaga sikap karenanya? Oh no! Dia tidak bisa mencium bibir manis Su-ienya dengan bebas, lalu membuka bajunya, lalu… #Plakk# *Yadong Author kumat*

"Yoochun-ah! Bisakah kita langsung ke kantor? Pagi ini kita ada rapat penting dengan Lee Corp."

"Ne" Yoochun mengangguk dan membiarkan Yunho pergi terlebih dahulu keluar "Chagiya, aku berangkat, ne?"

Junsu mengangguk. Kemudian…

Chuuuu~

"Nanti malam kita lanjutkan yang tadi, ne?" Yoochun mengedipkan matanya, genit. Kemudian dia pergi menyusul Yunho setelah Junsu yang malu memukul lengannya, pelan.

"Dasar mesum," gumam Junsu yang justru senyum-senyum malu. Aish, imutnya!

"Ahjucchi!" Jaejoong menarik-narik baju bagian bawah Junsu. Langsung Junsu yang tadinya melayang karena godaan kekasihnya langsung tersadar saat melihat Jaejoong di bawahnya.

"Waeyo?" tanya Junsu lembut. Beda sekali dengan Yunho. Junsu sengaja berjongkok agar sejajar dengan Jaejoong.

"Lapal Ahjucchi! Joongie belum calapan," ucapnya polos yang disambut tatapan iba tak kalah polos dari Junsu.

"Aigooo! Kasihan sekali? Yunho hyung tidak memberi Joongie sarapan?" tanya Junsu lembut seperti seorang Umma bagi Jaejoong.

Jaejoong mengangguk "Yunho Ahjucchi tidak salapan! Dia langsung ke pelgi. Jadi Joongie juga tidak salapan!"

"Aish! Aku lupa Yunho hyung itu jarang sarapan,"Junsu berbicara pada dirinya sendiri "Ya sudah! Kita makan di restoran saja, ne?"

Jaejoong mengngguk.

"Kajja!"

.

.

.

TBC

A/N : Hiks…. Hiks… mian chingudeul! Saya sebenarnya juga masih bingung kenapa tiba2 saja fic ini bisa tidak ada lagi di akun saya,,, saya sudah menangis seharian karena ini, tapi fic saya ini tidak juga kembali. Jeongmal mianhaeyo chingudeul, reviews chingudeul ikut meghilang. Tapi saya masih ingat siapa saja yang sudah memberi saya semangat dengan reviews nya. Saya benar-benar berterima kasih chingudeul. Ini pun saya akan mempublish fic ini dari awal. Dan saya juga akan mempublish fic ini di akun baru saya ini. Sekali lagi mianhaeyo chingudeul…. *deep bow*