Gombalan Maut Ahomine

Disclamer : Fujimaki Tadatoshi

Genre : parody (maybe), humor (maybe)

Warning : Garing, sho ai, ooc, typo dll

A/N : Holla! Minnacchi lama tak jumpa XD *melambaikan tangan* ah brasa udah lama banget saya nggak kesini XD *lebay* saya mau mempersembahkan sebuah karya gaje, kykny ini bkal garing banget, karena sense of humor saya terbang tertiup angin(?), aduh kenapa jadi curhat, mari silahkan baca dan review, ne? :3

Summary : Hanya berisi rayuan abal si Aho yang sedang terobsesi menjadi raja gombal sedunia akherat(?).

Tertarik? Silahkan review :D

Tidak Tertarik? Silahkan klik tombol 'Back'

Tertarik, tapi gak mau review? Silahkan 'Fav' XD

Tidak tertarik tapi mau review ? Ampun jangan Flame DX

Reader and Silent Reader, welcome :D

Enjoy Reading Minna :D

Take 1 Kagami

"Hah~ Panas!" tangannya mengibas-ibas berniat menghasilkan angin dari gerakan dinamis tangannya. Sementara si lawan bicara mendelik tajam kearahnya.

"Aho! Kau bilang panas? Padahal suhu ruangan ini hanya dua puluh derajat!" semprot Kagami tak tanggung-tanggung.

"Iyah aku tau, suhu ruangan ini tidak panas, tapi kau yang membuatku panas Bakagami." Aomine mendekat teratur kearah Kagami, mata birunya menelusuri wajah Kagami, leher Kagami, badan Kagami.

Kagami memundurkan kepalanya perlahan. Mendadak keringat dingin."Jangan dekat-dekat, aku besok ada pelajaran olahraga!"

Aomine menyeringai"Kau tak sadar Bakagami, kau itu HOT tau!" Ucap Aomine dengan intonasi dibuat-buat sok seksi. Mungkin Kagami merasakan hujan lokal disekitar wajahnya karena kata 'Hot' yang di bold dan di italic(?).

BUAAK

Sebuah tabokan manis bersarang diatas kepala Aomine.

"I-ittai Bakagami!"

"Na-nafasmu bau Aho!"

Dan hanya sebuah gombalan absurd Aomine sukses membuat pipi Kagami merona.

Take 2 Akashi

"Oi Akashi."

"..." mendelik tajam kearah Aomine.

Tak gentar dengan delikan itu Aomine mulai melancarkan aksinya."Kau tau tidak Akashi apa persamaan antara kau dan guntingmu?"

Ckris

"Hei tunggu aku lagi ngegombal nih!" protes Aomine."Seharusnya kau bilang 'Kok bisa?' gitu!" sambungnya.

Menghela nafas bosan."Lanjutkan anggap aku sudah bertanya."

Aomine nyengir bahagia."Begini jadi persamaanmu dengan gunting adalah kalian sama-sama mungil_twitch_kecil_Twitch_dan juga sama-sama berbahaya_Ckris_"

"Kemari kau Daiki! Kembali kemari, kau masih punya urusan dengan si mungil kesayanganku ini." Nada menakutkan nan mengancam keluar dari mulut Akashi.

Dan aksi romantis-romantisan antara Aomine dan Gunting-chan berakhir tragis.

Take 3 Midorima

"Midorima, kau tau kalau hari ini lucky itemku adalah sesuatu berwarna hijau?"

"Aku tidak peduli nodayo! Jaga jarakmu Aomine jangan menempeliku." Midorima berjalan mundur teratur. Keberadaan Aomine didekatnya membuatnya risih. Apalagi Oha Asa tadi pagi memberitahukan bahwa Cancer harus jaga jarak dengan Virgo. Atau tidak dia akan ketiban sial.

"Diantara semua orang disini hanya kau yang berwarna hijau, jadi aku harus dekat-dekat dengan lucky itemku."

Sebuah petakan terbentuk dijidat Midorima."Daun itu hijau nodayo, ganggu saja daun itu jangan aku!"

"Tapi kau lebih menyegarkan untuk dilihat." Sontak Aomine memeluk Midorima.

"AHOMINECCHI! Ternyata kau begitu dibelakangku!" terdengar teriakan dari ambang pintu gym. Terlihat sesosok siluet seseorang sedang memegang bola dan bersiap melemparnya.

Syung

Bola melambung tinggi. Aomine menutup matanya karena ia tau dialah sasarannya.

DUUAAK

Lho kenapa aku tak merasakan bolanya."Sialan kau Aomine!" oh ternyata Midorima yang jadi sasarannya. Tanpa ampun Midorima menghujani Aomine dengan berpuluh-puluh bola basket yang mengarah ke pemuda dim itu. Dan kalian tau apa? Dari puluhan bola yang Midorima lempar tak ada yang meleset satupun. Hebat ya!

Take 4 Murasakibara

"Hei Murasakibara, apa kau tau apa yang paling manis didunia ini?" Aomine kembali berulah kali ini dia mendatangi si menara sutetnya Teiko, Murasakibara.

Melirik sebentar kearah Aomine dan kembali mengunyah stick jagungnya."Lolipop, mungkin?"

"Kau salah, lolipop masih kalah manis." Tegas Aomine.

Murasakibara sedikit berfikir."Kalau aku berhasil menjawabnya apa Mine-chin mau memberiku sesuatu yang manis itu?" Aomine mangangguk antusias.

"Emm, Aka-chin?"

"Salah, Akashi mah nggak ada manis-manisnya."

Ckris

"Lalu apa Mine-chin?" Murasakibara dengan tampang malas bertanya pada Aomine.

"Aku!" dengan percaya dirinya Aomine menunjuk dirinya sendiri, sementara Murasakibara bertampang nggak-salah-loe?

"Mine-chin mah pait nggak manis orang Mine-chin gosong gitu, lebih manisan Aka-chin daripada Mine-chin." Murasakibara melanjutkan acara makannya tanpa memperdulikan wajah tertohok Aomine.

Take 5 Kise

"Kise~." Si pemilik nama langsung menoleh. Wajahnya cemberut ketika melihat siapa pelaku kebisingan itu. Si pemuda dim sudah berada dihadapannya.

"Hm." Dengusnya. Sepertinya Kise masih marah karena adegan Aomine-memeluk-Midorima tadi.

"Yah Kise, kamu masih marah ya?" Aomine memasang tampang memelas yang malah terlihat seperti om-om pedo yang lagi cari mangsa.

"Bukan urusan Aominecchi." Pemuda pirang itu memalingkan wajahnya.

"Kise, apa kau tau perbedaan antara aku dan superman?"

Kise tampak berfikir."Jelas banyaklah Aominecchi, Aominecchi wajah preman, superman wajah maskulin, terus Aominecchi dekil superman kinclong, terus-terus_"Kise tak melanjutkan kalimatnya saat melihat aura pundung disekitar Aomine."Aku salah bicara ya?" gumam Kise.

Aomine menghela nafas. Wajahnya kembali sumringah."Kise pinjam tanganmu." Dengan polosnya Kise mengulurkan tangannya. Diletakannya tangan Kise didada Aomine."Kau merasakannya 'kan? Debar jantungku," Kise mengangguk."Kau tau jika tak ada kau disini mungkin jantungku tak berdetak seperti ini lagi. Jadi mau kah kau berada disisiku terus Kise?" Aomine tersenyum gentle.

Wajah Kise merona.

Semua yang ada di gym menatap Aomine jijay.

Gilak udah dim lebay, idup lagi.

Kise yang polos lugu sekaligus bego termakan gombalan lebay Ahomine! Oh mai gay!

Take 6 Kuroko

"Oi Tetsu."

"Ada apa Aomine-kun?" pemuda berambut biru tua itu mengalihkan pandangannya pada pemuda kecoklatan didepannya.

"Bapak kamu penjual milkshake ya?"

"Ayahku bukan penjual milkshake Aomine-kun, jangan mengada-ada."

Slurp

Dengan wajah stoicnya Kuroko kembali menyeruput milkshakenya.

Ganti gombalan! Ctik, sebuah ide nista muncul dibenak Aomine.

"Tetsu, jika aku jadi udang, mau kah kau jadi sungainya agar aku tinggal dan hidup disana."

"Aku nggak mau jadi sungai Aomine-kun, aku kan manusia."

Slurp

Wajah cek masih datar.

Milkshake cek masih tersisa(?).

Tak mudah menyerah Aomine kembali mengeluarkan jurus gombalannya.

"Tetsu!"

"Ada apa lagi Aomine-kun?"

"Aku ingin kita berdiri_"

Kuroko berdiri, Aomine cengoh."Aku sudah berdiri Aomine-kun, ada apa?"

"Aku ingin kita berdiri di altar pernikahan."

Krik

Krik

"Tidak terima kasih Aomine-kun, aku mau menikah dengan Kagami-kun saja, untuk memperbaiki keturunan(?), ah milkshake-ku habis, aku pergi dulu ya Aomine-kun."

Tap tap tap

Aomine berdiri mematung. Apa dia sudah ditolak mentah-mentah oleh mantan bayangannya sendiri?

Catatan mental Aomine : carilah orang normal untuk dirayu, merayu GOM sekaligus Kagami sama saja makan ati. Sekian.

THE END

Yatta akhirnya selesai juga XD

Terima kasih sudah membaca, tolong tinggalkan jejak.

Jaa ne! :)