Arakafsya Uchiha Mempersembahkan :

"Anthem Of The Angels"

Genre : Hurt/Comfort/Romance

Characters : Sasuke U. & Sakura H.

Rate : M

Disclaimer : Masashi Kishimoto

.

.

Don't like? Don't read!

.

.

Sepeninggalan Uchiha Itachi dalam kecelakaan bersama Sakura Haruno membuat gadis itu cukup menderita dan sempat mengalami gangguan kejiwaan. Akankan Sasuke Uchiha mampu menyembuhkan semua luka Kakak Iparnya? Lalu, bagaimana dengan status Hinata yang berdiri sebagai calon Tunangan Sasuke?

.

.

Konoha Hospital, 5 Januari 2002

Seorang gadis berambut merah muda masih terbaring lemah di atas kasur putih milik Rumah Sakit Konoha. Ruangan VIP yang diberikan dari keluarga Uchiha kepada gadis itu membuat siapa saja akan mengetahui kalau gadis itu memiliki arti penting bagi keluarga Uchiha. Selang-selang yang masih setia melilit tubuhnya, alat bantu pernafasan serta alat bantu pacu jantung masih setia menemaninya. Tubuh gadis itu kurus, tidak lagi se-'indah' dulu. Kulit putihnya bahkan terganti menjadi pucat.

Rambut merah muda panjang kebanggaannya perlahan mulai rontok. Meskipun demikian, gadis itu tetap memancarkan aura kecantikan wajahnya. Ruang VIP Rumah Sakit Konoha dijaga dan diberi perhatian khusus. Uchiha selalu mendapatkan apa yang ia mau, dan kalau bukan karena nama Uchiha yang bertengger pada nama gadis itu, ia tidak akan mendapat perawatan seperti ini.

Seorang pemuda melangkahkan kakinya di atas lantai marmer rumah sakit Konoha. Tangan kirinya membawa tas ransel kotak berwarna hitam, tubuhnya atletisnya ditutupi dengan kemeja hitam lengan pendek dan dasi merah yang serasi. Sepatu kulit hitam mahalnya membuat suara decitan saat bersentuhan dengan lantai. Rambut mencuatnya yang biasa rapih, saat ini sedikit acak-acakan. Namun, siapapun yang melihat pasti tetap akan menggumam satu kata. Sempurna.

"Sasuke-sama, anda mau menemui Nyonya Uchiha Sakura?"

Pemuda yang dipanggil Sasuke itu menoleh dan mendapati seorang pria dengan jubah berwarna putihnya. Sekali melihat saja, Sasuke sudah tahu kalau dia adalah dokter yang bertanggung jawab penuh atas pasien yang bernama Uchiha Sakura.

"Hn," jawab Sasuke seadanya.

"Nyonya Sakura pasti akan senang jika adik iparnya selalu datang untuk menemaninya,"

"Hn, bagaimana keadaannya?"

"Masih sama seperti sebelumnya,"

Jawaban dokter itu membuat pandangan Sasuke melembut. Iris kelam itu begitu khawatir saat kejadian yang pernah merenggut nyawa kakaknya terjadi. Sudah satu bulan sejak kejadian 'itu'. Ya, sudah satu bulan. Tangannya membuka pintu kamar Sakura dan meninggalkan dokter muda itu sendirian.

"Aku datang lagi, Sakura."

Sasuke duduk di tepi kasur empuk berukuran king-size itu. Tangan kanannya terulur menyentuh pucuk kepala gadis bernama Sakura itu. Menyentuh helaian merah muda yang terasa sangat kasar. Sangat kontras dengan keadaan yang dulu. Padahal siapapun tahu kalau gadis merah muda itu sangat membanggakan rambut panjangnya, bahkan merawatnya dengan telaten. Halus, lembut, tanpa kusut, dan harum. Sangat berbeda dengan yang sekarang.

Rasa sesak kembali menjalari perasaan pemuda itu. Pasalnya, setiap ia kesini pasti ia akan mengingat kata-kata terakhir mendiang sang kakak sebelum ia benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya.

"Sasukeehh…hhh…ja-jagalah…uhuk…Sa-Sakuraaahh…kuuuhh.."

Bayangan akan meninggalnya sang kakak dengan darah yang terus menguar dari rongga mulutnya, mengucapkan permintaan terakhirnya kepada sang adik. Yakni, menjaga gadisnya. Gadis yang ia titipkan pada Sasuke. Hubungan akrab adik kakak itu membuat Sasuke harus memenuhi keinginan terakhir kakaknya. Bagaimana juga Sakura adalah satu-satunya harta peninggalan kakaknya, dan gadis itu sudah menjadi bagian keluarga Uchiha sejak beberapa tahun yang lalu.

Tangan kiri Sasuke meraih tangan kanan Sakura yang terpasang selang infuse. Pemuda berambut raven itu tertegun sesaat, menatap lekat-lekat seluruh tubuh gadis di hadapannya dengan lembut. Iris obsidiannya meredup seperti kehilangan cahaya. Kehilangan kakaknya pernah membuatnya terpuruk sesaat.

"Kalau aniiki menyampaikan pesan untuk menjagamu, maka kau harus bangun Sakura."

Ucap Sasuke pada gadis yang masih terbaring di hadapannya. Ini adalah hari ke-30 dimana pria itu datang untuk melihat kondisi Sakura. Sudah satu jam berlalu dan akhirnya pemuda itu memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Ia berdiri dan menatap tubuh Sakura dengan pandangan penuh harap.

"Sakura, aku akan pulang sebentar. Nanti aku kemari lagi,"

Entah kenapa, entah kenapa pemuda itu juga menyadari kalau semua pertahanannya runtuh jika berada di hadapan gadis itu. Segala julukannya sebagai 'pangeran es' akan berubah menjadi pribadi yang hangat jika sudah berhadapan dengan Sakura— gadis yang pernah menjalani hubungan dengan almarhum kakaknya.

Dan Sasuke, tahukah kau? Setelah kau berbalik dan menutup pintu kamar gadis itu, ada sebuah suara lenguhan yang tertahan dan gerakan kecil dari jemari gadis itu. Bahkan kelopak matanya sedang mencoba terbuka dan memperlihatkan sebuah iris emerald yang indah— yang hampir satu bulan ini tak pernah terlihat oleh siapapun.

.

.

*TBC*

Author Area :

Nani? Apa lagi yang mau aku luncurkan? Entah kenapa terlintas ide seperti ini. Bagaimana? Lanjut, ataukah dihapus saja? Oh ya, karena fict ini atas kerja sama (lagi) dengan Shaskeh, jadi dia meletakkannya di rate M. Karena yaaaa begitulah~ hahaha.

Review, please ;)