By Your Side

.

Warning: Normal!AU. Ken x FeMC (Minako Arisato) Quick-pace. OOC. Typo(s)? Cliché-plot. Quick typing as usual. Lack of description? Lack of common knowledge :"D

Disclaimer: Persona © Atlus. Shaun own the plot.Tidak mendapat keuntungan materiil apa pun dari membuat fic ini.

Keterangan: Normal AU di sini maksudnya tidak ada membawa unsur persona dan supernatural lainnya.

.

.

(Musim semi, April)

Di saat Arisato Minako, 16 tahun, dipindahkan kembali ke kota kelahirannya, ia memutuskan untuk tinggal di asrama siswa yang berada di Iwatodai. Ia tidak bisa datang dengan Yukari ataupun Junpei. Si kepala merah menghela nafas, jika bukan karena anak-anak gosip itu tentu ia bisa lebih bebas pergi dengan teman asramanya.

Minggu keduanya ia habiskan di rumah sakit karena akhir minggu pertama ia menemui suatu hal yang membuatnya koma seminggu. Tentu ini bukan pembukaan yang baik. Tapi, ia memutuskan untuk melanjutkan hidup barunya dengan energi positif!

Murid pindahan itu terus berjalan sambil mendengar lagudari headphone merahnya. Meskipun begitu, ia masih dapat mendengarkan suara dari luar headphone-nya.

"Belakangan ada anak perempuan SD yang sering bermain di kuil sendirian, dia terlihat kesepian."

"Benarkah? Ah, aku juga sering melihat anak laki-laki SD yang sering pergi ke kuil meletakkan persembahan. Pemandangan yang tidak lazim, bukan?"

Minako terus berjalan menuju kelasnya. Ia mendengar rumor tersebut dan entah kenapa, ada hal yang membuatnya ingin mendatangi kuil Naganaki tersebut.

Sepulang sekolah, gadis bermarga Arisato itu segera membeli beberapa makanan yang menurutnya akan disukai anak-anak dan beberapa kaleng perempuan SD yang sering bermain di kuil Naganaki itu pada awalnya sangat waspada saat melihat seorang anak SMA mendatanginya dengan takoyaki dan sebotol Mad Bull.

Kenapa kakak itu tahu kesukaannya?

"Orang tuaku bilang, aku tidak boleh bermain dengan orang jahat. Jadi, apakah kamu orang baik?" tanya gadis yang rambutnya dikepang dua itu.

Senyum lebar diperlihatkan kepada Maiko, "Hmmmm ... Kalau aku bilang aku orang jahat?" kata-kata gadis SMA Gekkoukan itu membuat Maiko mundur banyak langkah, "Aku hanya bercanda," ujarnya tertawa, "aku orang baik kok. Perkenalkan namaku Minako!"

"Minako nee-chan ya ...? Aku Maiko! Oohashi Maiko! Apa kau mau menemaniku bermain?"

Begitulah awal mula Minako memutuskan untuk bermain dengan Maiko.

.

o.o.o.o.o.o

.

(Musim Semi, Mei)

Baru sebulan berada di sini, Minako sudah mendapatkan teman-teman baru. Ia mengikuti klub tenis, menjadi anggota OSIS, klub khusus SEES, klub kesehatan, klub fashion, dekat dengan pemilik toko buku di Iwatodai Strip Mall, dan entahlah, terkadang ia lupa berapa orang yang sudah ia temui saking banyaknya.

Hari ini adalah jadwalnya untuk bermain dengan anak SD yang pernah ia temui. Ah, terima kasih kepada para perempuan yang suka bergosip, ia jadi mengenal Maiko.

Saat mereka berdua menikmati angin karena bermain ayunan, Minako tanpa sadar memerhatikan gerak gerik anak laki-laki yang sedang membuat permohonan di depan kotak persembahan.

Itu salah satu anak yang dirumorkan bukan?

Untuk anak seumurnya, hal ini sangat tidak wajar bukan? Maksudnya, Minako pun mengakui ia hanya akan ke kuil di saat tertentu seperti sebelum ulangan, saat festival musim panas, saat tahun baru, dan membuat beberapa permintaan lainnya.

Teman mainnya yang masih duduk di bangku SD kemudian bersuara, "Anak itu, aku sering melihatnya datang ke kuil. Memberikan persembahan, terdiam di depan kotak persembahan lalu pergi begitu saja. Apa yang dia meminta nilai ulangannya bagus?" gumamnya sambil menambah kecepatan ayunannya.

Gadis bersurai coklat kemerahan itu mengusap leher belakangnya canggung, "Aku juga penasaran apa yang ia minta, Maiko-chan."

Entah kenapa Minako merasa tidak tepat untuk mendekati anak itu. Hingga akhir bulan Mei, ia hanya dapat memerhatikan laki-laki dengan jaket jingga itu datang dan pergi.

.

o.o.o.o.o.o

.

(Musim panas, Juni)

Gadis yatim piatu yang kembali ke kota kelahirannya itu mendapati teman bermainnya tidak ada di tempat biasa. Saat ia mengecek ponselnya, ternyata ia salah hari. Biasanya Minako akan menemuinya pada hari Senin, Rabu, dan Sabtu. Sedangkan hari ini hari Minggu. Minako merenggangkan badannya, meskipun ia salah jadwal, tetapi ia akan menikmati masa ini juga. Berdiam di dekat kuil membuatnya merasa dibersihkan.

Kenapa ia bisa selupa itu pada hari?

Baru saja menarik nafas panjang untuk menikmati ketenangan ini, telinga Minako mendengar suara yang tidak asing, "Jangan kauajari yang aneh-aneh, Junpei bodoh!" suara teman seasramanya.

"Tapi Amada muda harus diajari oleh orang yang lebih berpengalaman daripadanya!"

"Yang pasti itu bukan kau!"

Minako berjalan mendekati sumber suara dan menemukan orang-orang yang ia kenal, "Yukari, Junpei! Apa yang kalian lakukan di sini?" tanyanya kasual.

Semua mata menuju kepada gadis bermarga Arisato itu, termasuk pemilik mata coklat yang belum ia kenal, "Minako! Ah kami hanya bertemu dengan kenalan kami, perkenalkan Amada-kun," gadis berkaos merah jambu itu memberi gestur memperkenalkan anak laki-laki yang mengenakan baju baseball.

Anak laki-laki itu tersenyum kecil kemudian membungkukkan badannya, "Salam kenal. Aku Amada. Amada Ken," suaranya masih sangat terdengar bocah, tetapi pembawaannya sangat dewasa.

Minako tidak memercayai matanya sendiri, anak ini benar-benar anak SD? Tersadar dari lamunannya, ia segera memperkenalkan dirinya, "Arisato. Arisato Minako. Salam kenal, Amada-kun!" kemudian mata merah itu kembali menatap kawan-kawannya, "Aku seharusnya bertemu dengan teman bermainku, tetapi, aku salah hari. Hehe," ia menggaruk pipi dengan telunjuknya.

"Oh," Ken tiba-tiba bersuara seakan teringat sesuatu, "bukankah kau yang sering bermain dengan anak SD itu?" tanyanya.

Minako mengangguk dengan semangat, "Ya, ternyata kau memerhatikan! Maiko-chan bilang kau sering datang ke Kuil Naganaki. Pemandangan yang sangat tidak lazim," mata Minako bergemerlap penuh penasaran.

"Ya, awal mula perkenalan kami karena sering melihatnya di sini," ujar Yukari, "kemudian si Junpei ini langsung mendekatinya dan mengajaknya berkenalan. Untung saja Amada-kun tidak takut."

"APA WAJAHKU TERLIHAT SEPERTI KRIMINAL?!" pekik Junpei sambil memegangi seluruh wajahnya, topinya.

"Junpei tidak seperti kriminal tetapi wajahmu membuat orang merasa kimoi (buruk)" jawab Minako dan Yukari bersamaan.

"HIDOI-SSU MINAKOCCHI, YUKARICCHI!"

Lalu, mereka berempat tertawa.

Oh, teman seasramanya yang jarang pergi ke kuil saja bisa mengenalnya lebih dulu. Minako menyayangkan waktu 1 bulan setengahnya.

.

o.o.o.o.o.o

.

Ken's side (Musim semi, Mei)

"Tidak bisakah aku menemukan orang yang menabrak okaa-san?" lirihnya sambil mengatupkan kedua tangannya di depan kotak persembahan.

Mata coklatnya menatap bel yang ia bunyikan dengan hampa.

Ia kembali ke alam sadar ketika mendengar suara feminim dari taman kuil, "Hahaha! Wah, itu geli! Kyahaha!" seorang perempuan berseragam SMA Gekkoukan terlihat sedang dijilati oleh anjing penjaga kuil, Koromaru.

"Dia menyukaimu, Minako nee-chan!" seru gadis di sampingnya. Sepertinya anak itu sebaya dengan Ken.

Aneh sekali. Anak SMA itu bermain dengan anak SD dan Koromaru ... Bukankah itu sangat kekanakan?

Ken tidak dapat menghentikan kalimat di pikirannya. Tetapi, anehnya lagi ... Ia tidak dapat mengalihkan pandangannya dari perempuan itu.

Mungkin karena ia cantik? Normal, bukan?

.

o.o.o.o.o.o

.

A/N: Hai semuanya. Hm, jadi ini adalah fic pertama saya di fandom Persona. Lebih tepatnya Persona 3. Sungguh ini sangat sangat sangat bukan jamannya lagi. Saya libur semester kemarin baru menyelesaikan main P3P. Lalu, main entah sampai berapa playthrough hingga teman sekitar saya lelah melihatnya hahaha. Berhubung karakter favorit saya itu Ken (saya bukan shotacon :")) saya iseng main yang Jepang dan menemukan panggilan mereka berbeda dengan versi Amerika. Di sini saya menggunakan panggilan Jepangnya.

Jika ada yang bertanya, kenapa ada SEES? Saya membuatnya semacam klub detektif (yang akan berhubungan di chapter2 selanjutnya)

Jika ada waktu yang salah dengan ... Saya mager cek /dibejek. Seingat saya semuanya yang saya sebut itu sebelum melawan Priestess ...

Ya kalau ada pertanyaan lagi, silakan tanya sajalah hahaha.

Sudah lama tidak mengetik cerita, saya rasa kemampuan saya menurun ... Hahaha. Silakan memberi saran dan kritik. Semoga kalian menikmati bacaannya.

Have a nice day!

Shaun.