"Ayo putus."

Jinyoung menatap Jihoon yang sibuk mengaduk cokelat panas di cangkir. "Putus?"

Jihoon kini menatap Jinyoung dengan tatapan dingin, bukan hangat seperti dua bulan terakhir. "Iya, putus. Kita berakhir."

Jinyoung mengangguk. "Kalau itu maumu, baiklah."

"Kau tidak bertanya alasannya, Jinyoung?"

"Untuk apa?" Jinyoung bersandar pada kursi dan menyilangkan kakinya. "Apakah kau merubah pendirianmu saat aku bertanya alasan kita putus?"

"Tentu tidak, Jinyoung." Jihoon meletakkan sendok miliknya. "Aku hanya, bosan? Ya, aku bosan denganmu."

Jinyoung tersenyum pahit, "Bosan denganku?" Jinyoung melirik pada pintu masuk. "Kekasih barumu sudah datang, Jihoon."

Jihoon menoleh ke arah pintu dan segera melambaikan tangannya dengan semangat, oh jangan lupakan senyum yang tercetak jelas di bibir lelaki dengan nama keluarga Park itu.

"Aku pergi, Jinyoung," ujar Jihoon sambil berdiri. "Dan kuharap kita masih bisa berteman."

"Berteman setelah peristiwa ini? Kau bercanda?" Jinyoung melipat kedua tangannya di depan dada.

Jihoon mengendikkan kedua bahunya. "Terserah padamu, tapi sekarang aku harus pergi dengan Jonghyun hyung. Mari bertemu lain waktu." Jihoon mengakhirinya dengan wink pada mata kanan.

Jinyoung masih memandang Jihoon yang memeluk Jonghyun sekilas di luar kedai kopi. Hati Jinyoung tersengat saat Jonghyun dan Jihoon berjalan beriringan sambil bercengkrama, bonus lupa kecupan yang dilayangkan Jonghyun pada Jihoon benar-benar menyengat hati Jinyoung.

"Putus sangat mudah bagimu, meskipun ini sangat menyakitkan bagiku. Meninggalkanku sangat mudah bagimu," Jinyoung tersenyum, "karena aku tidak ada apa-apanya untukmu, Jihoon."

.

.

.

.

.

.

.

Jinyoung terlalu sering menyakiti Jihoon (di kebanyakan ffku) dan disini Jihoon yang menyakiti wkwk.

Based from Sf9-Easy Love yang suaranya Taeyang+Inseong+Chani itu af sekali๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•

Maaf untuk typo. Dan review?