Candy
Keajaiban sebutir permen mint yang dapat mempersatukan hubungan Wonwoo dan Mingyu.
"itu permen terakhir ku bulan ini."
-Kmg
"apa harus aku kembalikan?"
-Jww
T+
Wonwoo menggosok mata nya, mencoba menghilangkan kantuk yang melanda nya sejaak pertengahan jam ke 3. Pelajaran biologi selalu sukses membuat Wonwoo ingin tidur saja di atas tumpukan buku tebal nya.
Wonwoo kembali menggunakan kacamata nya lalu melirik seorang namja berkulit tan yang tengah asik menotak atik ponsel nya mengabaikan sang guru yang sedang menjelaskan.
"Mingyu. Letakan ponsel mu."
Wonwoo terkekeh kecil melihat teman sekelas nya itu di tegur oleh sang guru, Mingyu memang pintar tapi ia tetap tidak boleh mengabaikan guru yang tengah menerangkan.
Mingyu pun meletakan ponsel nya dan mengeluarkan sebungkus permen mint, Wonwoo terus menatap Mingyu yang tengah mencoba mengeluarkan permen mint dari bungkus nya.
Dua permen mint keluar dari bungkus itu, Mingyu yang sadar di perhatikan oleh Wonwoo pun akhirnya mendongakan kepalanya menatap Wonwoo.
"mau?"
Wajah Wonwoo bersemu lalu mengangguk kecil. Wonwoo menggapai permen yang Mingyu sodorkan dan langsung memakan nya. Mata nya kembali fokus, rasa kantuk nya hilang.
"itu permen terakhir ku bulan ini."
Wonwoo sontak menoleh.
"apa harus aku kembalikan?"
Mingyu tertawa konyol lalu menggeleng.
"anggap saja aku membantu mu agar tidak mengantuk."
Wonwoo tersenyum lalu mengangguk.
.
Wonwoo mengemut permen mint nya sesekali ia melirik ke kanan dan kekiri melihat teman teman nya yang mulai meninggalkaan sekolah tapi Jihoon dan Soonyoung belum juga menunjukan batang hidung nya. Padahal mereka sekelas.
Setelah Wonwoo menghabiskan 3 permen mint, akhirnya Jihoon dan Soonyoung datang dari kejauhan, "Tunggu Won, sumpah Kim ssaem sangat keterlaluan. Aku mau duduk dulu."
Soonyoung dan Jihoon duduk di sebelah Wonwoo. Wonwoo mengendus, ternyata penantian nya belum selesai. "setidaknya ambil mobil mu, Kwon. Aku malas jalan ke parkiran."
"iya, sabar Wonwoo-ya."
Jihoon tiba tiba tersontaak lalu mengisyaratkan Wonwoo untuk menoleh.
Kim Mingyu
Betapa tampan nya mahkluk berkulit tan itu dan dalam hitungan detik ia akan melewati nya.
"Duluan, Won."
Wonwoo tersadar dari lamunan nya.
"hm-
-Hati hati, Gyu."
"Yoo." Jawab Mingyu tanpa menoleh dan tetap melanjutkan jalan nya.
" 'Duluan,Won'? oh sekarang Mingyu mau pamit pada orang lain, biasanya hanya tersenyum."
"cukup menyakitkan jika tidak di sapa teman sekelas mu. Yakan, Kwon?"
Godaan yang cukup pedas di telinga Wonwoo. Wonwoo pun memilih bangkit dan berjalan meninggalkan Soonyoung dan Jihoon.
.
Wonwoo berlari kecil menaiki anak tangga rumah nya yang akan menuntun nya menuju kamar nya. Ia menempatkan bokong nya pada kursi meja belajarnya lalu menarik setoples permen mint yang ia simpan khusus untuk nya saat belajar pada malam hari atau sekedar menontin drama yang terkadang membuat nya mengantuk.
Ia memasukan beberapa bungkus permen ke dalam sebuah kantung plastik dan ia ikat. Senyum Wonwoo mengembang melihat pesan masuk dar Mingyu.
Jangan lupa besok permen nya.
-Mingyu
Ung- ok
-Wonwoo
Wonwoo meletakan permen kedalam tasnya lalu beranjak dari depan meja belajar nya, melupukan jika esok ada ulangan fisika yang siap menghadang nya.
.
Wonwoo melangkah kan santai kaki nya menuruni anak tangga, ini terlalu pagi dan Wonwoo tidak tau apa yang membuat ia datang sepagi ini ke sekolah. Jadi ia memutuskan untuk menuju kantin mencari air mineral untuk membasahi tenggorokan nya.
Langkah nya terhenti saat sebuah lengan menahan tangan nya, lengan seseorang yang melintas di sebelah nya. Wonwoo pun mendongak melihat siapa yang berani berani mengganggu nya.
"mana permen nya?"
Wonwoo memutar bola matanya malas melihat Mingyu dengan rambut berantakan dan muka bantal yang melekat pada wajah tampan nya.
"ada di kelas. Aku mau beli minum dulu, gyu."
Wonwoo mendorong sedikit dada Mingyu yang terlihat sangat dekat dengan nya.
"kau pasti membawa setidak nya 1 bungkus di saku mu, woo."
"apasih? Jangan panggil aku begitu. Lagi pula aku benar benar hanya punya ini,
Wonwoo menjulurkan lidah nya memperlihatkan permen mint berwarna merah
-Kau mau?"
Mingyu terkekeh dengan suara dalam nya lalu mendekatkan wajah nya ke depan wajah Wonwoo.
"Boleh, tapi lain kali. Soonyong dan Jihoon mungkin akan memergoki kita."
Setelah nya Mingyu menjauhkan tubuh nya dari Wonwoo, tersenyum melihat wajah memerah Wonwoo. Tamgan nya menepuk pucuk kepala Wonwoo.
"Woo itu panggilan sayang ku untuk mu, terima saja."
Setelah Mingyu menghilang dari hadapan nya Wonwoo menelan ludah nya membuat Wonwoo-
"uhuk! Akh permen sialan!"
Tersedak.
Wonwoo bernafas lega saat permen yang sempat mengganjak tenggorokan nya kini kembali ke atas lidah nya.
"ah- Mingyu sialan, hampir saja aku mati karena dia."
.
Freeclass adalah hal paling menyenangkan di dunia. Wonwoo sedang mondar mandir di depan kelas nya membagikan permen yang ia bawa kepada teman teman yang ia kenal, tidak banyak jadi bukan masalah.
Masalah nya adalah si raja permen yang membuat Wonwoo tersedak tadi pagi.
"Woo, mana jatah ku?"
Wonwoo merengut lalu memberikan permen itu pada Mingyu namun tangan Mingyu bukan mengambil permen itu malah menggenggam tangan nya.
"ayo ikut aku."
Wonwoo hanya menghela nafas malas saat Mingyu menarik tangan nya meninggalkan kelas mereka. Membuat Jihoon dan Soonyoung menatap Mingyu dan Wonwoo heran.
"apa mereka berniat bolos ulangan fisika?"
"aku rasa begitu"
"Wonwoo pasti belum belajar."
.
Atap sekolah. Disanalah mereka sekarang berada.
"Jadi, mana jatah ku?"
Wonwoo cemberut masih dengan mulut nya yang aktif mengemuti permen yang baru saja ia makan lagi. Mingyu menyudutkan Wonwoo tanpa di sadari Wonwoo.
"kan tadi sudah aku kasih."
"belum."
"sudah. Dan karena kau tidak menerima nya jadi aku makan"
Wonwoo tersenyum bangga, Mingyu tersenyum mengejek. "tidak mungkin, coba buktikan."
"ini"
Wonwoo pun menjulurkan lidahnya memperlihatkan permen yang terlihat masih lengket karena baru di buka. Dengan senang hati Mingyu mengambil jatah nya membuat mata Wonwoo membulat. Tangan nya meremat kemeja Mingyu, pandangan nya menyayu dan Wonwoo memilih memejamkan mata nya menikmati kuluman Mingyu pada lidah nya.
Setelah permen itu pindah ke mulut Mingyu, ia memutuskan untuk melepas ciuman itu. Wonwoo memalingkan wajah nya yang memerah. Mingyu kembali mendaratkan kecupan kecupan kecil pada bibir Wonwoo membuat Wonwoo melenguh malas.
"Setelah ini aku akan mati karena terlalu banyak mengonsumsi hal hal yang manis dan hangat"
"kau konyol, gyu."
"tidak Woo, aku menyukai mu. Aku tidak konyol."
"terserah."
"jangan terlalu banyak makan permen, itu membuat mu terasa sangat manis."
"kau yang jangan terlalu banyak makan permen."
Tanpa Wonwoo sadari Mingyu kembali menaruh perhatian nya pada bibir merah Wonwoo.
"kau tau? Aku lebih menyukai nya dari pada permen."
Wonwoo mengerenyit kesal mendengar nya, namun saat ia tau apa yang Mingyu maksud dengan kata 'nya' Wonwoo buru buru membuang muka.
"tidak keberatan kan kalau kita bolos ulangan fisika hanya untuk berciuman berjam jam."
"apa?! Ulangan? Kau gila! Tidak, aku mau ke kelas saja. Ayo"
Wonwoo menarik lengan Mingyu. "aku belum sempat belajar astaga."
"aku akan bantu jika mau."
Mata Wonwoo berbinar. Mingyu mau membantu seseorang saat ulangan adalah sesuatu yang mustahil.
"Jinja?"
"hm- tapi nanti pulang bersama ku ya?"
"baiklah, Gomawo Gyu."
Wonwoo mengecup bibir Mingyu lalu berlari meninggalkan Mingyu.
"sialan aku jadi tidak sabar."
.
Wonwoo tersenyum senang mengingat betapa lancarnya ia mengerjakan ulangan fisika nya kali ini.
"Woo, ayo."
Wonwoo mengangguk lalu melambaikan tangan pada Soonyoung dan Jihoon.
Wonwoo masuk ke mobil Mingyu lalu memasang sabuk pengaman nya. Tapi Mingyu tak kunjung menyalakan Mobilnya, Wonwoo pun melirik kearah Mingyu melihat apa yang di lakukan Mingyu.
Dan Mingyu tertangkap basah tengah memperhatikan bibir Wonwoo. "Woo, bukan maksudku-"
Mana sanggup Mingyu melanjutkan kata katanya saat bibir Wonwoo sudah melekat nyaman di bibir nya, tidak mau banyak berpikir Mingyu pun mulai mengerakan bibir nya membuat ciuman mereka makin dalam. Sesekali Mingyu terkekeh saat ia dengan tidak sengaja menjauhkan bibirnya dari Wonwoo namun dengan malas Wonwoo merengek sambil tetap mengejar bibir Mingyu.
"Woo. Jadi pacarku mau kan?"
Ujar Mingyu saat melepas ciuman nya.
"pikir saja sendiri."
Wonwoo membetulkan duduk nya. Tangan nya ia mainkan untuk menghilangkan gugup.
"ku anggaap jawaban mu iya."
"terserah."
Mingyu terkekeh melihat jawaban singkat Wonwoo namun wajah Wonwoo menunjukaan semburat merah nya.
"baiklah sebagai perayaan kita main ke rumah mu ya?"
"apa?! Tidak jangan. Ada eomma di rumah."
"oh- jadi kalau kau sendirian di rumah tidak apa kan?"
"iya- eh! Tidak!"
End
Garing sih yaaaa T^T
Jadi aku rubah story ini jadi kisah meanie yaang berhubungan dengan makanan sama kisseu(?) Soalnya kalo ga ada tema nya kayaknya kurang seru(?) Ya pokok nya gitu deh(?)
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak ya guys!
Love!
