Unforgettable Relationship
Incest Story
Jung Moobin dan Jung Hyunno yang seharusnya tidak pernah terlibat hubungan terlarang.
NaraYuuki-chan
Tittle : Unforgettable Relationship (Ga nyambung dengan isi)
Writer : NaraYuuki
Betta Reader : Metha
Genre : Romance? Familly? Incest? silahkan tentukan sendiri)
Rate : T-M
Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong & Moobin
Disclaimer: : They are not mine but this story, Jung Hyunno and Park Hyeri are mine, NaraYuuki
Warning : Yuuki masih butuh banyak belajar. Kesalahan ejaan dan pemilihan kata harap dimaklumi, Miss Ty bertebaran.Tanpa Edit jadi mungkin sedikit amburadul ==" Penceritaan ngebut. Saran dan masukkan diterima. Tidak menerima Bash dan Flamer dalam bentuk apapun!
.
.
.
FF ini untuk Lina Poppy Poppy, semoga tidak mengecewakan ya. Yuuki sudah bilang kan kalau Yuuki ga bias buat agedan NC :) Pokoknya FF ini khusus Yuuki buat untuk kamu.
Maaf kalau mengecewakan.
.
.
.
"Yah! JungHyunno!"
"Hyunnoya, habiskansayurandipiringmuitu!"
"KausudahbesarJungHyunno! Berhentilahbersikapkekanakansepertiitu!"
Hyunno, Hyunno, Hyunno dan Hyunno. Kadang Hyunno merasa kesal jika setiap hari namanya selalu digaungkan di dalam rumah seindah ini. Lahir sebagai putra bungsu pasangan Jung Yunho dan Kim Jaejoong yang merupakan seniman besar Korea sama sekali tidak membuat Hyunno senang. Walaupun Hyunno tahu bahwa ayah dan ibunya sangat mencintai dirinya tetapi kadang Hyunno pun merasa bahwa dirinya sendirian. Ayah dan ibunya sibuk bekerja sedangkan kakaknya sibuk dengan kuliahnya. Hyunno merasa kesepian di rumah sehingga sering membuat onar untuk mencari perhatian.
"Tidak berangkat sekolah?" Jung Moobin, kakak Hyunno yang 3 tahun lebih tua darinya bertanya.
"Diskors satu minggu karena menghajar anak kepala sekolah." jawab Hyunno tak acuh sambil terus fokus pada permainan gamenya.
Moobin mendudukkan dirinya di samping Hyunno, merangkul bahu adiknya dan mencium kening adiknya dengan sayang.
"Hyuuung..."
"Mau ikut denganku ke kampus?" ajak Moobin, "Kau sudah kelas 3 sekarang, sebentar lagi harus kuliah. Akan lebih baik bila kau mengenal lingkungan perkuliahan sejak awal sehingga kau tidak akan canggung nanti. Ottoke?"
Hyunno berpikir sejenak, "Kalau Umma pulang dan tidak melihatku di rumah pasti akan histeris." ucap Hyunno.
"Aku akan menelpon Umma nanti."
"Arra. Karena Hyung yang mengajakku pergi jadi apabila Umma mengamuk Hyunglah yang akan dimarahi."
Moobin tersenyum, "Tidak ganti baju dulu?"
"Ani. Wae?"
"Bagaimana kalau ada namja kurang ajar yang menculikmu kemudian menodaimu?" goda Moobin.
"Dan namja kurang ajar itu pastilah Hyung sendiri!" ucap Hyunno yang langsung mematikan gamenya.
Tidak ada yang tahu –bahkan orang tua mereka sendiri pun tidak mengetahui bahwa hubungan yang terjalin antara Jung Moobin dan Jung Hyunno kadang lebih dari sekedar saudara maupun sahabat.
3 3 3
"Hyuung..." Hyunno mendorong paksa tubuh Moobin yang sejak tadi mengulum bibir merahnya, beruntunglah Hyunno yang memiliki bibir penuh indah nan merah seperti ibunya. "Akan ku laporkan kau ke pihak berwajib atas pelecehan yang kau lakukan pada anak kecil!"
Moobin tertawa, "Anak kecil? Nugu?"
"Secara teknis usiaku belum genap 17 tahun."
"Tapi kau bahkan sudah melakukan hal yang lebih daripada orang dewasa." Moobin merapikan rambut Hyunno yang sedikit berantakan karena ulahnya. "Kau mau menungguku di cafetaria atau perpustakaan?"
"Aku tidak mau jadi kutu buku seperti Changmin ahjushi. Di cafetaria saja."
"Kajja!"
3 3 3
"Yah Jung Moobin!"
Hyunno membulatkan mata kecilnya ketika melihat seorang perempuan dengan sangat cepat dan tidak terduga merangkul kakaknya dengan sangat mesra.
"Apa yang kau lakukan Park Hyeri? Tidakkah kau lihat kita dilihat oleh banyak orang?" tanya Moobin yang sedikit risih, bukan karena tatapan orang-orang di sekitarnya melainkan tatapan tajam lagi menusuk dari sepasang mata serupa miliknya.
"Kau berjanji padaku akan datang lebih awal untuk menyelesaikan makalah penelitian kita sebelum presentasi nanti. Tapi lihat dirimu! Kau terlambat dan membuatku terpaksa mengerjakannya sendiri." perempuan berambut panjang yang dicat sedikit kecoklatan itu terlihat merajuk.
"Mianhae... Aku akan mentlaktirmu ice cream usai perkuliahan nanti sebagai permintaan maaf." janji Moobin.
"Setuju." perempuan itu tersenyum bahagia. "Eh? Siapa dia?" tanyanya menatap Hyunno.
Moobin tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh rambut Hyunno yang sangat lembut, "Jung Hyunno. Adikku."
"Aigoo! Kawai!" Hyeri terlihat sangat gemas menatap Hyunno, matanya berbinar-binar seolah-olah menemukan sesuatu yang berharga, "Kulitnya seindah pualam, matanya walau kecil seperti matamu tapi sangat legam dan indah, bibirnya merah seperti buah strawbery. Aigoo! Aigoo! Bolehkah aku mencubit pipinya yang menggemaskan itu?"
"Ku rasa tidak." Moobin segera mencekal tubuh Hyeri yang nyaris menerkam –menubruk Hyunno. "Hyung masuk kelas dulu, tunggu di sini dan jangan kemana-mana! Arraso?"
Hyunno hanya mengangguk malas, sebal melihat kedekatan kakaknya dengan perempuan yang tidak dikenalnya.
"Dasar menyebalkan!" gerutu Hyunno.
3 3 3
Hyunno sangat benci jika dirinya harus menunggu, siapapun orangnya. Mengamati para mahasiswa dan mahasiswi yang berlalu-lalang di cafetaria sedikit banyak semakin menambah rasa bosan yang dideritanya. Mengatasi kebosanannya, putra bungsu Jung Yunho dan Kim Jaejoong itu memilih bermain game melalui handphone pintarnya.
"Awas saja bila Hyung mata sipit jelek itu membuatku menunggu lebih lama daripada ini!" gumamnya.
3 3 3
Rasanya Hyunno mau meledak melihat bagaimana perempuan bernama Park Hyeri itu bergelayut manja pada lengan kanan kakaknya, bahkan meminta kakaknya menyuapkan ice cream untuk perempuan itu. Kekesalan Hyunno bertambah ketika teman-teman kakaknya yang ikut bergabung dimejanya sejak tadi terus menerus menggoda dirinya, mengatakan wajahnya sangat lucu, menggemaskan, tampan, juga cantik. Cantik! Hyunno tahu bahwa ibunya sangat cantik walaupun seorang namja tetapi Hyunno tidak bisa terima dirinya dikatakan cantik karena bagaimanapun juga Hyunno merasa dirinya adalah seorang seme sejati –pengecualian untuk kakaknya tentu saja.
"Hyung mau mengantarku pulang sekarang, atau aku pulang sendiri?" ucap Hyunno penuh menekanan.
Moobin melepas gelayutan tangan Hyeri padanya, "Kau mau pulang? Baiklah."
"Pulang? Kenapa terburu-buru?" tanya Hyeri.
"Sepertinya Hyunno lelah. Aku pulang dulu."
"Telpon aku kalau kau sudah tidak sibuk!" pinta Hyeri.
"Okay."
3 3 3
"Hyu…"
"Kita bicara nanti saja Umma, Hyunno sedang malas berdebat sekarang." Ucapnya yang langsung melangkah cepat menuju lantai dua, tempat dimana kamarnya berada.
Jaejoong yang melihat gelagat dingin putra bungsunya merasa sangat aneh. Memang biasanya Hyunno sedikit tidak memedulikan apa yang dikatakan seisi rumah namun rasanya kali ini putranya itu lain daripada hari-hari sebelumnya.
"Umma sudah pulang?" Tanya Moobin yang baru masuk rumah. "Hyunno mana?"
"Ke kamarnya Umma rasa." Jawab Jaejoong, "Ada apa dengan adikmu itu, hm?"
Moobin tersenyum simpul, "Beruang kecil itu hanya perlu sedikit dijinakkan Umma. Biar aku yang mengurusnya, Umma tidak usah khawatir ne." usai mengedipkan mata pada 'ibu'nya, Moobin segera menyusul Hyunno.
"Ada apa dengan putra-putraku ya?" gumam Jaejoong. "Omo! Apakah mereka baru saja berbuat criminal? Aku harus segera memberitahu Yunie!" paniknya.
3 3 3
Moobin berjalan mendekati Hyunno yang sibuk memainkan game komputernya, duduk di sebelah adiknya itu kemudian merangkulnya erat, "Kau marah padaku ya?"
Hyunno tidak menyahut.
"Jawab aku, ADIKKU!" ucap Moobin penuh penekanan, "Atau aku akan menciummu." Gudanya.
Tetap. Hyunno tidak menyahut.
"Arra, aku akan…."
Baru saja bibir Moobin hendak mendarat di atas pipi Hyunno, putra bungsu pasangan Jung Yunho dan Kim Jaejoong itu berhasil menepuk wajah kakaknya menggunakan bantal, "Siapa Park Hyeri itu?!" Tanya Hyunno sengit.
Moobin tersenyum santai. "Wae? Kau cemburu, hm?"
"Cih!" cibir Hyunno.
"Aku tetap memilih Jung Hyunno tersayangku."
"Jawab aku!" desak Hyunno.
Moobin mengecup bibir Hyunno sekilas, "Kau tidak akan percaya pada apa yang akan ku katakana mengenai Hyeri."
"Jangan bertele-tele! Cepat katakana siapa itu Park Hyeri!"
"Well, dia adalah yeoja special."
"Jung Moobin…."
"Hahahha…." Moobin tertawa kecil, "Hyeri adalah fansmu. Dia selalu mengatakan padaku bahwa dia ingin menikahimu! Kau tahu, teman-temanku sangat gemas padamu."
Mata Hyunno menggelap, perasaan malu menyeruak keluar dari dalam tubuhnya.
"Karena kau adik tercintaku aku sering memamerkan foto-fotomu pada teman-temanku dan well… mereka mengidolakanmu yang memiliki wajah tampan sepertiku dan Appa namun juga memiliki sisi feminism dan mata besar indah seperti punya Umma."
"Dasar maniak!" Hyunno memukuli Moobin menggunakan bantal, melupakan gamenya yang sudah bertuliskan game over.
Moobin mencekal lengan Hyunno erat, "Tapi karena aku terlalu mencintaimu tidak akan ku biarkan orang lain memilikimu selain aku, adikku." Diciumnya Hyunno berulang kali dalam ciuman yang menggirahkan.
Baik Moobin maupun Hyunno tidak mengetahui sampaikan hubungan mereka ini sanggup bertahan. Tetapi keduanya memastikan bahwa perasaan saying dan cinta mereka yang tidak biasa itu adalah perasaan yang tulus seperti perasaan kedua orang tuanya.
"I love you my brother…." Bisik Moobin sebelum melesakkan wajahnya pada ceruk leher Hyunno yang hanya bias menatap hampa langit-langit kamarnya, menekuri perasaan terlarang keduanya yang entah dimana ujungnya.
3 3 3
3 3 3
3 3 3
END
3 3 3
3 3 3
3 3 3
Wednesday, August 05, 2015
10:11:04 AM
NaraYuuki
