It's Because of You Chap1

It's Because of You
None Evade

Cerita ini pure milik sang author, cast milik dirinya masing-masing *Kyuhyun oppa milikku*

BASH me if you want to, but don't you ever dare to BASH all the cast in this story!

Warning : GS | NC | Much Typos(s) | AU | Gaje | Bahasa ga sesuai EYD | Anak dibawah umur ga boleh baca ( karena gue ga mau tanggung jawab )

Maincast :

- Cho Kyuhyun (namja),

- Lee Sungmin (Yeoja)

DONT COPAS! UNLIKE! DON'T READ!

Happy read ^^

*author POV*

Dengan gayanya yang menawan, ia berjalan menerobos keramaian pesta. Ya, Sungmin, Lee Sungmin. Siapa yang tak kenal yeoja berparas imut ini. Langkahnya yang anggun dan parasnya yang cantik membuat semua orang memandang takjub ke arahnya. Tak terkecuali pria yang sedari tadi sibuk bermain benda hitam laknat *PSP* yang tak bergeming menatap keanggunan yang terpancar dari gadis berambut ikal tersebut.

*authorPOV end*

*Sungmin POV*

Siapa yang tak kenal aku? Ya aku Lee Sungmin, putri bungsu dari pemilik Lee's Coorporation. Karena appa menyuruh oppa ku melanjutkn s2 ny d kanada utk kelancaran perusahaan, sekarang aku lah yg harus menggantikannya untuk menghadiri pertemuan-pertemuan penting. Jika bukan karena appa yang memintaku hadir di sini, aku tak akan pernah mau menginjakkan kaki di ruang ini lagi. Dan siapa yang tahan dengan tatapan-tatapan menakutkan yang seakan berkata 'aku akan memakanmu'. Memuakkan! Aaah andai ada seseorang yang dapat mengambil perhatianku.

"Dia?"
'mengapa dia disini?'

Aku mulai bimbang. Kenapa harus ada orang yang tak ingin kulihat di saat seperti ini? Hati ini..sakit.. Ku usap pelan dadaku. Ku alihkan pandanganku, berharap ini hanya pikiranku saja. Tapi, ini nyata. Hati ini sakit, benar-benar sakit. Mengingat kejadian itu. Aku tak sanggup.

#Flashback#

"hentikan kyuu! Aah.. hentikan!"aku berusaha mendorongnya, namun percuma.

Kekuatanku tak sebanding dengan namja d depanku ini. Dia terus saja menciumiku, menjamah segala bagian yang dapat ia gapai. Tanggannya tanpa henti meremas dadaku kasar. Bibir itu kini telah melumat habis bibirku.
'aku butuh udara' kupukul keras dada itu. Namun tak ada reaksi sedikitpun. Entah dia juga kehabisan nafas hingga secara perlahan dia lepas tautan ini.

"haah haah haah~ YA! Apa kau sudah gila? Kau ingin membunuhku?" Bukannya menanggapi, dia malah kembali
melumat bibirku kasar. tak seperti tadi, kali ini dia melepaskan tautan ini lebih kasar.
"Jangan banyak bicara pabo! atau kau mau mendapatkan yang lebih dari ini?" Dia memamerkan evil smirk khasnya yang membuatku merinding.
"YA! Apa maksudmu? Lepaskan aku atau aku akan berteriak!"
"Sekali saja kau berteriak, kau akan tau akibatnya."
"TOLOOO….mmph!" dengan kasar ia lumat bibirku, kemudian turun ke leher jenjangku dan juga telingaku.
"Aaakkhh" kenapa harus di daerah sensitifku. Errhh kini ia beralih ke dua gunung kembar milikku. Secara bergantian ia hisap dan jilati. Entah sudah berapa banyak kissmark yang telah ia buat di tubuhku. Aku tak perduli. Aku hanya ingin menghentikan semua ini!

"Arrrhhhh Kyuu~ hentikaan" desahku tak ia gubris perkataanku. Bibir itu perlahan menurun, dan kini telah berada di perutku, kemudian ke bagian *rahasia*ku.
"Ahhh~ Kyuuuuu~!" Mendengar desahanku dia semakin gencar menjilati bagian sensitifku ini. Aku tak tahan! Seakan ada yang ingin mendesak keluar.
"Kyuu aku… aku tak tahan kyu… aku mau pipis..aahh~ Kyu….!" Ssrrr~ Bukannya merasa jijik, ia semakin lahap menjilati cairanku yang keluar.
"Ini pertamakalinya untukmu, eoh?"
"Emmhh?" aku hanya mampu melenguh.
"Mau yang lebih?" Aku menggeleng tegas.
"Tapi aku menginginkanmu minnie~"
"Kumohon kyu.!"
"Aku tak perduli minnie. Kau milikku, dan selamanya menjadi milikku!" Ia kembali menciumiku, menebarkan kissmark di seluruh bagian tubuhku. Dia gesekkan kejantanannya ke kewanitaanku. Perlahan ia tusuk-tusukkan batang keras itu ke liang kewanitaanku. Menimbulkan sensasi yang belum pernah kurasakan selama ini. Di lepaskannya tautan kami, dan fokus memasukkan batang itu ke liang kewanitaanku. Dengan perlahan ia masukkan batang kejantanan itu. Belum separuh masuk, perih telah menyerangku.

"AKH~ Sakit kyu! Sakit!" air mataku terjatuh. Seakan tak perduli dengan sakit yang kurasa, dengan kasar ia hentakkan pinggang nya dan *jleb* batang itu bersarang dengan sempurna di dalam vaginaku.
"AAARRGH~ KYUU~ hiks" aku tak kuat. Kata orang bercinta itu nikmat, tap apa? Sakit! Aku menangis tertahan karena bagian kewanitaanku terasa perih. Aku tak ingin ini terjadi Namun kyu tak perduli, dia semakin gencar menggenjot liang kewanitaanku. Hingga akhirnya ia berteriak.
"AAARGHHH~!"

Didalam kewanitaanku seakan ada yang berkedut. Kemudian dia mencium keningku dan seketika ambruk yang masih tak bisa menerima ini semua hanya bisa menangis tersedu, namun tak akan ada yang tahu. Karena kyu telah terlelap. Kenapa harus sekarang Kyu? KENAPA? Aku hanya ingin memberikan kehormatanku kepada suamiku Kyu. Dan kau merebutnya dengan segampang itu. Apa kau tahu kyu? Sejak kita d SMP aku selalu mengagumimu. Aku ingin memilikimu kyu. Bukan hanya sebagai idola. Aku ingin kau menjadi namjachinguku. Tapi kenapa kau tak pernah menyadarinya kyu? Bahkan sampai sekarang kita sudah menginjak kelas 3 SMA, kau tak pernah sekalipun menatapku. Namun kenapa kau melakukan semua ini kyu? Kenapa? Kau tak pernah menganggapku. Kenapa kau lakukan hal ini kyu? Aku tak bisa berhenti menangis. Mataku sembab dan terasa berat. sehingga aku tertidur di sampingnya.

~skip time~

terasa sinar mentari pagi menerpa wajahku. Perlahan kubuka mata ini, membiarkannya beradaptasi dengan cahaya yang diterimanya.
Perlahan kubuka selimut dan hendak berdiri. Aku terkejut melihat tubuhku fullnaked yang hanya dibalut selimut putih ini. Kejadian semalam seakan tak ingin hilang dibenakku. Kulihat kasur yang kutiduri.
"Darah? Ini…. ini darah?"
Begitu sakit hati ini menerima kenyataan bahwa aku sudah yidak suci lagi.
'Tuhan, kenapa semua ini terjadi padaku?' batinku. Kenapa? Aku menangis tersedu sambil menutupi wajahku. Kemudian..

*ceklek*

Pintu terbuka, mungkin itu pintu kamar mandi. Dan tebak siapa yang keluar. Ya dia Cho Kyuhyun, lelaki yang telah merebut kesucianku.
"Kau kenapa minnie? Kenapa kau menangis?" Kyu mencoba menenagkanku.
"Kenapa kyu? Kenapa? Kau tega kyu. Aku benci padamu!"
"Ada apa minnie? Aku tega? Tega apa?"
"Kenapa kau merebut kesucianku kyu? Kenapa?"
"Aku sudah bilang kan minnie? Aku menginginkanmu."
"Apa semudah itu? Jika kau menginginkan wanita apa kau akan langsung bercinta dengannya? Apa semudah itu kyu? Jawab kyu, Jawab!" kupukul dadanya keras. Kyu hanya menunduk.
"Sudahlah minnie, semua sudah terjadi. Lupakan saja. Sebaiknya kita sarapan, aku sudah memesan makanan untuk kita."
Aku mencoba berdiri, namun…

"Aaarghh" Perih itu masih terasa.
"Masih sakitkah?" aku hanya bisa mengangguk.
"Kugendong saja, ne?"
Wajahku memanas. Ku tundukkan kepalaku. Namun kyu dengan sigap membawaku kemeja makan *bridal style*. Wajahku bersemu sekarang, dan aku yakin wajahku sudah seperti tomat.

TBC

mian~ kalo ff ini Gaje nan Abal. Ini ff perdana sang author jd harap di maklumi ne~ ^^
Kritik dan Saran sangat diharapkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sang penulis maupun ff-nya. *Apa coba?*

More info/comment

twitter none_evade

facebook Eva Damayanti ( none . evade gmail . com [without space] )

atau hubungi via e-mail

g-mail none . evade gmail . com (without space)