The First (The Halte Bus)
By: Dinoya
Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, other.
Rated: T
Genre: romance, drama
a/n: That's GS (genderswitch) for uke. Don't be plagiator and silent reader! Absurd dan typo's. RnR please!
.
Inspired by BoA song 'Who Are You'
.
Lets check this!
.
Who are you stranger can't stop thinking of you
japhil deut sarajineun moraegachi hangsang geurae
People say that love is all the same
teukbyeolhan neo dapdo eomneun neo who are you
.
My heart is running to you
Every sec getting close to you
So please don't run away take my hand
.
Pertamakalinya aku melihatmu, dan ingin terus melihatmu setiap pagi. Bagai vitamin bagiku jika aku melihatmu dipagi hari. Aku ingin vitaminku setiap hari.
Siapa dirimu?
.
.
Dipagi hari, hari senin. Halte bus cukup dipadati pelajar dan orang yang akan pergi bekerja menggunakan bus. Termasuk Chanyeol, namja berperawakan tinggi itu dengan santai menuju halte yang penuh. Ia juga pengguna bus umum setiap berangkat sekolah.
Namja tinggi itu berdiri dipaling depan halte. Tangannya dilipat didepan dada. Jika ia berdiri paling depan pasti ia akan mendapat kursi dibus nanti. Mengingat betapa banyaknya orang dibelakangnya yang menunggu bus juga.
Dari kejauhan onyx-nya menangkap bus datang mendekat. Ia senang melihatnya. Ia tidak perlu menunggu bus terlalu lama.
Tepat beberapa detik setelahnya, bus berhenti didepannya. Perlahan pintu bus itu otomatis terbuka.
"chakkaman!" langkahnya terhenti ketika mendengar teriakkan seorang yeoja dari kejauhan. Ia berinisiatif melihat yeoja yang berteriak itu.
Chanyeol malah diam ditempat. Diberdiri dipaling depan pintu bus berniat masuk ke dalam bus lebih cepat karena banyak orang yang akan naik bus. Naas, karena ia terpaku pada yeoja yang berteriak tadi, ia malah diserubut orang dibelakangnya yang berburu tempat dalam bus.
Beruntung dirinya tinggi, ia masih bisa tetap melihat yeoja tadi.
Terlalu focus memperhatikan yeoja itu, ia tidak sadar yeoja itupun masuk ke dalam bus lewat pintu lain. Ia segera sadar, dan masuk berdesakan didalam bus. Jangan lupakan mata onyx-nya masih terus menatap yeoja tadi.
Berambut panjang gelombang, putih sipit—mungkin matanya memakai eyeliner—, menggunakan seragam sekolah yang berbeda dengan Chanyeol. Chanyeol kira yeoja itu ukuran murid sekolah menengah pertama, tapi melihat seragam yang dipakai yeoja itu sepertinya murid SMA. Mengapa Chanyeol mengira yeoja itu sebagai murid smp? Karena, tubuh mungil dan wajah yeoja itu terlihat seperti masih smp. Dan sejak kapan Chanyeol memperhatikan yeoja itu? mungkin sejak yeoja tadi berteriak dan membuat Chanyeol terdiam. Ia tau yeoja mungil itu bukan berteriak padanya, tapi seakan ada panggilan untuknya untuk 'diam, aku akan ada padamu'. Entahlah, mungkin hanya perasaan Chanyeol saja…
Dipemberhentian pertama, dimenit ketiga semenjak ia naik bus, yeoja tadi masih berdiri dipaling depan. Yeoja itu senasib dengannya, tidak mendapat kursi dan harus berdiri sampai ada kursi kosong dan mungkin itu tidak akan terjadi karena banyak sekali orang disana. Sampai ia berdesakkan.
Dipemberhentian selanjutnya, yeoja itu masih ada. Penumpang didalam bus semakin berkurang. Kenapa Chanyeol masih juga belum turun? Bukan karena ia menunggu yeoja tadi untuk turun, Tapi ia akan turun dipemberhentian ke empat. Sayang sekali jika Chanyeol turun terlebih dahulu dari yeoja yang sedari tadi ia perhatikan. Ia tidak bisa tahu dimana yeoja tadi bersekolah. Ia tidak begitu mengetahui seragam yang dipakai yeoja itu dari sekolah mana.
Beberapa detik setelah bus maju dari pemberhentian kedua, Chanyeol dibuat jengah. Yeoja mungil tadi, membuat Chanyeol terkagum.
"halmoni, duduklah, disini ada kursi kosong." Ucapnya lembut pada seorang nenek tua yang berdiri dibelakangnya. Meski jarak Chanyeol dan yeoja mungil itu jauh, tapi Chanyeol yakin dengan pendengarannya.
"ah terimakasih nak. Kau sangat baik." Nenek tua itu memuji yeoja tadi tak kalah lembut. Yeoja tadi hanya tersenyum dan mengangguk.
Tentu saja yeoja mungil itu baik. Ia rela memberikan kursi kosong yang didekatnya untuk seorang nenek tua. yeoja itu tidak egois, ia memikirkan kesehatan nenek tua tadi. Pasti nenek tua itu tidak kuat jika terlalu lama berdiri. lebih baik ia yang berdiri sampai pemberhentian selanjutnya.
Chanyeol tersenyum melihatnya. Tersenyum karena perbuatan yeoja tadi, dan senyumannya.
Chanyeol merasakan sesuatu. Yang tidak biasa, dan ia baru merasakannya seumur hidup. Berdebar melihat seorang yeoja yang tidak ia kenali. Tertarik pada orang asing yang baru saja ia lihat dihalte tadi. Sebelumnya ia tidak seperti ini. Dari sekian banyak teman yeoja-nya disekolah, ia baru merasakan ini. Apa hanya perasaannya atau….
"oh!" ia terjingkat melihat yeoja itu melangkah turun dari bus. Sudah dipemberhentian ketiga seingatnya.
Sampai bus kembali maju, Chanyeol tidak melepaskan pandangannya dari yeoja tadi. Yeonssang Senior high School. Ia tak sengaja melihat plang yang berdiri dipinggir trotoar. Kemungkinan besar itu nama sekolah yeoja tadi.
Ia berharap, besok ia akan bertemu lagi dengan yeoja mungil itu. Dan ia bisa berkenalan, lebih dekat. Semoga saja…
.
.
.
.
"hyung!" sehun beberapa kali mengibaskan tangannya didepan wajah hyungnya yang tengah melamun. Anehnya hyungnya itu sama sekali tidak peka.
"aigoo lihatlah, apa dia ada masalah?"
"tidak, sepertinya dia sedang jatuh cinta." Timpal namja lain.
"omo, benarkah?" sehun berjingkat. Kris mengangguk.
"bagaimana bisa kau menarik simpulan bahwa dia sedang jatuh cinta?" Tanya Jongin—namja berkulit tan. Nadanya terdengar sewot.
Kris si namja yang tertinggi dari teman-temannya itu mengendikkan bahunya. "wajar saja jika dia jatuh cinta. Dia pria normal kan?". Sehun membenarkan perkataan kris.
"lihatlah diatas kepalanya banyak hologram hati. Dia benar-benar." Canda Lay. Mereka semua terbahak. Terkecuali Jongin ia hanya tertawa kecil tidak seperti temannya yang lain.
"mwoya? Apa yang kalian bicarakan?" tampaknya namja yang menjadi bahan candaan tersadar dari lamunannya.
Lay berbisik pada sehun dan kris. "dia sudah sadar" Sehun dan Kris terkekeh bersama. Lay juga.
Chanyeol bingung dengan teman-temannya yang tiba-tiba aneh. "kalian kenapa sih?"
Bukannya menjawab, keempat temannya itu hanya menggeleng dengan senyum menahan tawa. membuat namja bertelinga lebar—Chanyeol mendengus sebal.
"sudahlah. Kajja ke kelas. Jam istirahat sudah habis." Kris berdiri dengan kaki jenjangnya. Diikuti Sehun dan Jongin.
"oh ya, yeol. Besok jangan lupa pulang sekolah latihan basket seperti biasa." Ujar Kris sebelum beranjak meninggalkan meja.
Chanyeol mengangguk. "arra." Jawabnya singkat. Lalu Kris dan kedua hoobae-nya pergi meninggalkan meja. Mereka berbeda kelas. Kris kelas tiga tingkat sma. Sedangkan Sehun dan Jongin satu kelas, kelas dua.
"hyung, kau tidak ke kelas?" tanyanya pada Lay yang masih duduk ditempat.
Namja berdarah China itu menggeleng. "kau sendiri kenapa masih disini?"
"aku? Aku akan ke kelas. Aku duluan hyung!" dengan cepat Chanyeol berdiri dan meninggalkan Lay ditempat. Lay hanya menggeleng.
.
.
Esoknya dipagi hari, Chanyeol yang tiba-tiba perhatian pada seorang yeoja yang tidak sengaja ia lihat pada waktu yang sama seperti sekarang. Bedanya, hari ini ia tidak bertemu lagi dengan yeoja mungil itu. ada sedikit kekhawatiran padanya. Takut-takut ada yang terjadi pada yeoja itu. tetapi ia tidak tau. Terpaksa hari ini ia berangkat sekolah dengan hati gelisah.
Namja tinggi bertelinga lebar itu segera masuk kelasnya. Sebentar lagi bel masuk berbunyi. Ia tidak mau menjadi siswa yang tercetak sebagai siswa yang pernah terlambat. Meski ia agak bandel, tapi ia sangat disiplin tentang sekolah.
Belum sampai lima menit ia berada didalam kelas, guru yang akan mengajar dikelasnya sudah datang. Lim songsaengnim, guru cantik tapi cara mengajarnya sangat tidak elit. Sekali saja murid yang ia Tanya dan jawabannya salah, ia akan berteriak bak sirine ambulance. Sangat memekakan telinga orang disekitarnya.
Ditanya soal Chanyeol dikelas, ia tidak pintar dan tidak bodoh. Ia murid yang standar jika tentang pelajaran-akademik. Kalau soal ketenaran, ia sangat dikenal seantero sekolah. Wajah tampannya, tubuh proposionalnya, dan juga ia anggota pemain basket yang pasti akan dikenal dikalangan yeoja. Kedengarannya ia anak dari pengusaha restoran dikota. Karena ketika ada acara-acara tertentu disekolah ia pasti akan menggunakan mobil yang lumayan mahal. Dan selalu bergonta-ganti. Jika hari ini ia menggunakan mobil Ferrari berwarna merah, dan dikesempatan lain ia akan menggunakan mobil yang bermerek dan warna yang berbeda. Jangan ditanya soal itu punya-nya atau sewaan, Ia seorang anak orang kaya. Apa saja yang ia inginkan, pasti ia akan dapatkan.
Setelah kelas berakhir dan terbebas dari guru killer yang paling ditakutkan, seperti biasa, jam istirahat Chanyeol ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong. Tidak lupa berkumpul dengan temannya yang aneh—sebenarnya aneh semenjak kemarin.
"hey bro! ke kantin?" tidak sengaja ketika Chanyeol baru saja keluar dari kelasnya ia berpapasan dengan Kris, si namja yang lebih tinggi beberapa centi darinya.
Chanyeol mengangguk cuek. Kris merangkul bahu Chanyeol dan melanjutkan jalannya menuju kantin.
"kau kenapa? Wajahmu kusut begitu." Kris bertanya dengan heran.
Chanyeol menggeleng. "ani. Gwenchana"
Kris tidak tahu, Chanyeol begitu karena ada sesuatu yang membuatnya galau. Chanyeol sering melamun dikelas. Bukan karena ia terkagum dan teringat yeoja yang tak sengaja ia lihat dihalte bus, tapi ia mengkhawatirkan yeoja itu. ia tidak bertemu tadi pagi. Heol… kau bertemu dengan yeoja itu hanya kebetulan saja yeol! Dan hanya sekali. Kenapa ia sebegitu tertariknya pada yeoja mungil itu? entahlah Chanyeol-pun baru sekali ini merasa tertarik pada seorang yeoja. Bukan berarti ia tidak normal, tetapi sebelum ia melihat yeoja dihalte bus itu ia tidak pernah tertarik pada yeoja manapun. Dari sekian banyak yeoja cantik disekolahnya yang mengaguminya, tidak ada satupun yang membuat hatinya tergoyah. Mungkin yeoja mungil yang berlari berteriak ke halte itu berbeda dari yeoja lainnya.
"hyung, akhir-akhir ini kau sering menekuk kepalamu. Sejak kapan kau menjadi moody?" sehun menatap hyung-nya itu penuh selidik. Ia tetap menyantap makanannya.
"benar yeol. Kemarin kau seperti orang yang jatuh cinta. Sekarang? Kau seperti patah hati. Apa ada orang yang kau sukai?" tebakan Lay selalu benar. Dari hari yang biasanya, kemarin Chanyeol berseri-seri dan melamun dengan senyum anehnya. Dan sekarang ia menjadi pendiam dan menekuk kepalanya.
Chanyeol mendongakkan kepalanya. "begitukah? Aku tak apa"
"eiy, jangan mengelak yeol. Cerita saja, kau mengenal kita begitu sebaliknya. Mungkin kita bisa memberi solusi atau apapun?" kini Kris berujar.
Sedari tadi Chanyeol hanya mengaduk-aduk makanan yang ada dipiring makannya. Ia tidak berminat untuk mengabiskannya atau sekedar memakan sesuap.
"hyung, siapa yang kau sukai? Apa salah satu dari yeoja terkenal disekolah?" jongin tak kalah penasaran dari Sehun, Lay dan Kris.
"ck apa yang kalian bicarakan! Aku tidak menyukai siapapun! Apalagi yeoja centil disini." Wajah Chanyeol semakin kusut sekarang. Sedangkan keempat temannya itu hanya tertawa. Itu semakin membuatnya sebal.
"makanya jujur saja. Jangan membuat kami menebak yang tidak tidak. Wajar saja kalau kau menyukai seseorang kan? Yeah kecuali kau menyukai sesama jenis" ujar kris santai. Ia acuh dengan tatapan Chanyeol yang tidak bersahabat.
"dia tidak sekolah disini." Cicit Chanyeol yang akhirnya jujur meski sedikit. Membuat keempat temannya itu diam.
"benarkah?!"
"apa dia cantik?"
"kau bertemu dengannya dimana?"
"dia mengenalmu?"
"kelas berapa dia?"
"apa dia menyukaimu juga?"
"YAK KALIAN BERTANYA APA TAWURAN?!" chanyeol kelewat sabar. Temannya itu sangat tidak mengerti. Banyak sekali yang ditanyakan oleh teman dekatnya itu. membuatnya pusing. Bahkan ia sendiri tidak tau semua tentang yeoja mungil yang ia lihat dihalte. Mengingat ia baru sekali melihatnya dan langsung berharap lebih. Bahkan ia tidak mengenalinya.
"kau membuat kita penasaran hyung." Sehun berdecak malas. Sehun salah satu yang bertanya paling banyak tadi. Perkataan Sehun diangguki Kris, Lay dan Jongin.
"aku baru bertemunya sekali" namja bertelinga lebar itu masih dengan kegiatannya mengaduk-aduk makanan dipiringnya.
"tidak baik membuang makanan yeol. Kau harus makan meski kau tidak mau. Kau tau berapa banyak orang diluar yang susah mencari sesuap nasi?" kini Lay mulai berceramah. Kris, Sehun dan Jongin terkikik melihat Chanyeol diceramahi si namja Changsa itu.
Chanyeol menggaruk tengguknya yang tidak gatal. "aku sedang tidak nafsu makan hyung."
"hyung, dia sedang patah hati. Apapun yang ada didepannya pasti ditolak. Biarkan dia seperti itu. biar dia merasakan lapar nanti!" timpal Jongin kesal.
"ckck… Lalu kenapa kau jadi sedih begitu? Apa yeoja itu memiliki kekasih?" kini Kris bertanya lebih baik. Yeah pikirnya dengan bicara baik-baik Chanyeol akan terus terang pada mereka.
Chanyeol tak bergeming. Ia melamun sembari mengaduk nasi dipiringnya. Tanpa sadar makanan yang ada dipiringnya itu sudah berubah menjadi benda yang menjijikan. Mungkin Chanyeol tidak mendengar ucapan Kris tadi.
Sehun menghela nafas yang duduk disampingnya. "sudahlah hyung. Dia sedang tidak ingin ditanya. Nanti dia mengamuk lagi." Kris hanya mengangkat bahunya. Setelah itu dimeja mereka hanya terdengar dentingan sendok dan piring. Tidak ada percakapan yang membuat mereka tertawa atau sekedar terhibur. Kali ini berbeda. Mungkin karena yang paling berisik dari mereka berlima hanya Chanyeol. Dia yang membuat suasana lebih berisik dan terhibur. Berhubung si virus itu sedang patah hati, mereka jadi saling diam hingga bel masuk berbunyi.
.
.
.
Prit Prit Priiit!
Pluit sang pelatih berbunyi tiga kali. Tandanya latihan basket selesai dan waktunya pulang setelah hampir dua jam setengah mereka berlatih. Para pemain basket itu bubar dari lapangan dan segera ke ruang ganti mengganti baju mereka dari baju yang terkena guyuran keringat.
Chanyeol salah satu dari anggota pemain basket tadi. Ia membuka lokernya dan mengambil kaos berwarna putih dan menggantinya. Yang sebelumnya ia telah mengelap tubuhnya yang berkeringat dengan handuk kecil berwarna merah yang ia bawa.
"kau tidak mandi yeol?" Tanya Kris yang juga anggota pemain basket tepatnya kapten basket disekolahnya.
Chanyeol menoleh ke kanan mendapati Kris yang topless yang sepertinya akan mandi. Ia sudah biasa dengan pemandangan perut berotot teman-temannya. Jika ia seorang yeoja pasti ia sudah pingsan ditempat sekarang juga.
Chanyeol hanya menggeleng. "aku sudah ditunggu dirumah. Aku bisa mandi dirumah kok." Jawabnya sambil memasukan baju kotornya kedalam tas. Ia mengambil parfum spray-nya lalu menyemprotkannya dibeberapa titik ditubuhnya karena ia tidak sempat mandi. Lalu menutup lokernya. "hyung, aku duluan ya."
Chanyeol mengambil hoodie hitam-abu-abu-nya ditas dan memakainya.
"tunggu yeol. Kau tidak mau pulang bersama?" chanyeol menghentikan langkahnya lalu berbalik.
Chanyeol dan Kris jarak rumah mereka tidak terlalu jauh. rumah mereka satu arah dan kadang pulang bersama. Chanyeol yang sering diajak pulang menggunakan motor sport Kris, tentu. Tapi ia benar-benar ditunggu eomma-nya cepat pulang karena 'katanya' eomma-nya membutuhkannya dirumah. Ia tidak mungkin menunggu Kris yang belum mandi, lalu berdandan, membenahi bawaan-nya, lalu-asdfghjkl… Tanggung jawab Kris lebih besar darinya karena Kris adalah Kapten Basket. Dan Ia tidak bisa menolak ucapan eommanya lewat telepon sebelum ia memulai latihan basketnya tadi siang.
"tidak usah Hyung. Aku duluan ne. semuanya, Aku pulang duluan!"
setelah berpamitan dengan anggota pemain basket yang lain, Chanyeol segera menuju halte bus. Ia bukan tidak mau memakai kendaraan pribadi ke sekolah, tetapi ia malas membawanya. Ia pikir lebih baik menggunakan kendaraan umum, walau setiap paginya ia selalu tidak mendapat tempat duduk dibus. Tapi ada kesan tersendiri baginya.
.
.
Tidak berapa lama ia menunggu dihalte dekat sekolahnya, bus datang. Keadaanya kosong. Hanya ada beberapa orang, tidak banyak.
Ia memilih duduk dikursi ketiga dari depan. Hanya sendiri. Dikursi sebelahnya yang bersebelahan dengan jendela kosong. Sebagai memecah keheningan dan kesendiriannya dibus, ia mengeluarkan ponsel dan earphone dari dalam tasnya. Lalu menyumpal kedua telinganya dengan earphone putih yang terhubung dengan ponselnya. Mem-play lagu secara acak.
Seiring berjalannya bus dan lagu yang melantun ditelinganya, ia memejamkan matanya merelax-kan otaknya sejenak. Menikmati musik yang ia dengar melalui earphonenya. Ia menutup kepalanya dengan tudung hoodie hitam-abu-abu-nya dan menunduk mencari posisi yang nyaman.
Sudah hampir habis dua lagu yang ia dengar, bus berhenti dipemberhentian pertama semenjak Chanyeol naik tadi. Ia membuka matanya. Ada beberapa ibu-ibu yang naik. Ia segera menggeser posisinya. Bersebelahan dengan jendela. Dan detik berikutnya ia merasakan ada yang duduk disebelahnya.
Tidak sampai satu menit bus berhenti, bus itu kembali melaju dengan tenang.
Onyx tajam milik namja bermarga Park itu melihat pemandangan diluar jendela. Tiba-tiba kelopak matanya terasa berat. Mungkin ia kelelahan setelah latihan tadi. Ia kembali menunduk mencari posisi nyaman dan tidak sengaja ia melirik layar ponselnya yang hitam. Memantulkan benda yang dilihatnya—disebelahnya.
Dan betapa terkagetnya ia, mata yang semula terasa berat dan ingin terkatup tiba-tiba terbelalak melebar. Ia sedikit tersentak diposisinya. Tetapi sebisa mungkin ia menahan pergerakannya yang menganggu orang disebelahnya.
Orang yang terpantul wajahnya dilayar ponsel Chanyeol yang hitam itu, yeoja yang ia tunggu. Yeoja yang membuatnya galau seharian ini. Ya Tuhan, betapa beruntungnya Chanyeol sore ini. Ia duduk bersebelahan dengan yeoja yang ia kagumi? Apa ini mimpi?!
Tentu jantung Chanyeol berpacu lebih cepat. persendiannya tiba-tiba melemas—dan untungnya ia tengah dalam posisi duduk. Bahunya yang bersandar dikepala kursi merosot perlahan. Tiba-tiba lupa cara bernafas…
Sedekat ini ia bisa merasakan parfum yang ia rasa beraroma strawberry. Yeoja ini sangat manis.
.
.
.
.
.
TBC or END ?
.
.
Review for Next chapters, juseyo^^
.
