Summary : Kumpulan drabble dan oneshot gaje bin abal tentang persahabatan para tokoh Eyeshield 21. MontaSuzu friendship for this chap.
Disclaimer : Riichiro Inagaki and Yusuke Murata.
Warning : A little bit OOC, Timeline loncat-loncat, dan kadang cerita tidak bersambung satu sama lain tapi masih memiliki benang merah.
Enjoy! XD
.
- Siapa
.
Suatu hari di siang yang tak begitu terik, ketika awal latihan rutin akan dimulai, saat para anggota Devil Bats sedang sibuk sendiri dengan urusan masing-masing dalam ruang klub...
"Mon-Mon!" mendadak Suzuna menghampiri Monta sambil menepuk pundaknya keras-keras, menyebabkan lelaki itu tersedak kulit pisang yang sedang ia makan.
"Ada apa, sih? Aku jadi kaget MAX nih!" Monta menoleh untuk memberikan tatapan sebal pada Suzuna yang hanya bisa nyengir.
Namun cengiran yang tadi ia pasang lenyap seketika tatkala dia mulai bicara, "Mon-Mon... kau tahu tidak...," kilauan licik terlihat kinclong di matanya, "...kalau Mamo-nee sudah punya seseorang yang spesial buatnya?"
Monta terdiam sejenak sebelum terlonjak kaget dari duduk, "MUKYAA?!" matanya terbelalak lebar, membuat dia makin mirip dengan monyet. Dan membuat seisi klub ikutan menoleh ke arah mereka karena teriakan kencangnya.
"Sstt!! Jangan berisik, ini rahasia!" Suzuna melirik Mamori yang memandang heran, "Kalau kau mau tahu, diam dan tanggapi aku dengan berbisik saja." ia berkata sambil menoleh kanan-kiri bak perampok bank.
"B-baik. Pasang telinga max."
"Nah, apa kau tahu tentang itu?"
Monta menggeleng-geleng lebay, "Mukkyaa~! Tidak tahu! Siapa itu? Siapa orang yang beruntung itu? Berani sekali dia merebut perhatian Kak Mamori! Siapa sih? Eh! A-ah, aku tahu... Jangan-jangan orang itu adalah ak―
"Bukan! Tentu saja itu bukan kau!" Suzuna menggeplak kepala Monta dengan Majalah Monthly American Football yang sedang dibaca Kurita.
"L-lalu siapa? Langsung to the point sajalah, penasaran max nih."
Sang gadis ber-roller blade menyeringai licik, "Sudah kubilang ini rahasia! Tapi aku yakin kau tak akan membiarkan hal yang seperti itu terjadi, kan?"
"T-tentu saja! Kalau orangnya bukan aku, pasti."
"Pada kenyataannya orang itu bukan kau. Jangan ngarep deh!"
"MUKYAA~! Siapa dia, sih? Akan kuhajar kalau ketemu! Najong sekali dia berani-beraninya merebut perhatian Kak Mamori yang seharusnya jadi milikku itu! Beritahu aku, akan kuberi pelajaran max!" Monta menunjuk udara dengan telunjuknya―seperti biasa, bergaya ala orang terkeren nomer satu di dunia. Padahal tidak,―tentu saja.
Seringai Suzuna makin melebar, "Benarkah? Apa kau akan berani mengiris-iris atau menginjak-injaknya kalau ketemu?"
"P-pasti!" Monta mengangguk yakin.
"Bahkan memasukkannya dalam karung dan membuang ke sumur agar jadi Sadako?"
"Bah, gampang!"
Lagi, seringaian gadis cheerleader tersebut makin melebar dan melebar, "Menyiksa hingga sakaratul maut, jika diperlukan?"
"Che, tentu!"
"Walaupun dia adalah orang yang jauh lebih keren darimu?"
"Hei, ini tak ada hubungannya dengan tampang, tahu! Lagipula tidak ada orang yang lebih keren dariku! Keren MAX!!"
"Oke, oke... Sebentar, aku mau muntah dulu," cepat-cepat Suzuna keluar dari ruang klub sembari mencomot sebuah kantong kresek. Setelahnya sedetik kemudian ia kembali dengan wajah agak pucat, "Mari kita lanjutkan. Mmm... meski dia adalah orang yang sangat-sangat-sangat menakutkan?"
Lelaki monyet sahabat Sena di sana kembali mengangguk walau tak seyakin yang pertama kali, "Oosh!! Akan kubuat dia jadi perkedel!!"
Kali ini Suzuna memperlihatkan cengiran ala Hiruma seraya berbalik dan beranjak menjauh dari Monta (lagi) dengan secepat kilat menyambar, "Kalau begitu silahkan lakukan sekarang. Orangnya ada di belakangmu tuh."
"Heh?"
Secara tiba-tiba aura setan terasa sangat kuat di belakang Monta, hingga ia tak berani menoleh barang sedikitpun. Tapi tapi... rasa ingin tahunya akan siapa orang yang beruntung tadi sangat besar. Maka dengan perlahaaaaan sekali, Monta menengok ke belakang. Dan apa yang dilihat matanya sekarang sungguh sangat membuat dia syok. Ludah diteguk banyak-banyak pun tak berarti.
"Apa yang baru saja kau katakan, Monyet? Mau membuatku jadi perkedel?"
Monta berancang-ancang kabur, namun kelelawar-kelelawar misterius yang aneh segera menangkap pergerakannya, "Ti-tidak Kak Hiruma! A-aku t-tadi c.. cuma bercandaa~!!! Kukira orang itu bukan kakak!"
"KEKEKEKEKE... Dasar Monyet Sialan. Kau yang akan kubuat jadi perkedel!"
Tak lama kemudian terdengar suara ledakan keras disertai teriakan pilu seorang(?) monyet.
.
OWARI~
A/N :
Oke, saya tahu ini abal dan nggak nyambung. Saya tahu itu! Saya tahu! Tolong jangan lempari saya dengan pisang! KYAAAAH~! -mulai gila-
Emang isinya semua bakal gaje kayak gini, so kalau yang nggak suka mendingan nggak usah baca. Jangan malah nantinya meninggalkan flame di fic yang sebenarnya memang butuh flame ini.(?) Jangan permasalahkan soal judul aneh itu.. '=.= Bukan apa-apa, saya cuma nggak punya ide buat bikin judul aja kok. Dx Ada yang mau ngasih saran? Dan jangan permasalahkan juga soal typo dan keanehan yang bertebaran~ Itu emang sudah jadi ciri khas saya dalam menulis. TT^TT
Ohya, eniwei saya pengen nanya sesuatu... Monta kalo manggil Mamori itu Mamori-neechan, atau Mamori-senpai? O.o Jadinya sekarang saya pake 'kak' aja, deh... Ripyu sangat diharapkan untuk perbaikan di masa depan. XD
.
Arigatou for reading, minna-sama~
