PENGIKAT HATI
By: zhaErza
Naruto milik Kishimoto Masashi, saya cuma minjem charanya.
ItaSaku, SasuSaku
Rate: T
Warning: OOC, EYD?, Typo, geje, abal, chapter awal dipenuhi ItaSaku dll.
Saya adalah Author baru, jadi jika ada yang salah maka mohon dimaafkan ya.
Chapter 1
SAKURA POV
Suara klakson mobil terdengar dari kamar ku, secepat kilat aku langsung turun dan membuka pintu rumah, seorang lelaki tersenyum dan menatapku. Ketika ia menghampiriku dan menuju ku yang berada di pintu, seketika itu pula jantungku berdegub sepuluh kali lipat. Perasaan apa ini? Aku sama sekali belum pernah merasakan hal ini sebelumnya. Mata onyx itu, begitu kelam dan menghipnotisku, seakan-akan menelanku ke pusarannya. Senyuman ramahnya membuatku seketika membeku, emerald dan onyx bertemu, dalam jabatan tangan yang menghangatkan jiwa dan hatiku.
Lelaki itu memperkenalkan dirinya dihadapanku sambil tersenyum lembut. "Uchiha Itachi, senang bertemu dengan mu, emm...," suaranya yang lembut dan ramah seolah membuatku terpaku, sampai sebuah deheman menyadarkanku dari dunia khayalanku.
"A-anoo, Sa-sakura, Haruno Sakura, hehehe," Jawabku dengan gugubnya.
"Oh, Sakura-chan namamu indah, cocok sekali dengan orangnya." Pujinya kepadaku, dan itu membuat wajahku berubah seperti kepiting rebus.
'Ya Tuhaannnn, tolong selamatkan aku dari gangguan jantung gila iniiiiii...,' innerku berteriak dikepala, benar saja seolah terkena serangan jantung mendadak karena berhadapan dengan lelaki satu ini.
"Hoy... hoy, apa yang kau lakukan hah... mecoba menggoda adik tercantik dan tersayangku, I-TA-CHI?" teriak suara cempreng itu menggagu pendengaranku, cih dan jabatan tangan kami pun terlepas. Ya, dia adalah kakakku satu-satunya, Haruno Sasori. Tingkahnya yang senang mengganggu oh tidak lupa gayanya yang sok keren dengan muka baby face yang, errr... digilai banyak gadis di kampus tempatnya kuliah dengan kak Itachi. Aku akui itu, dia memang lumayan ehemtampanehem, tapi tidak setampan kak Itachi tentunya ehemm.
"Ah, Sasori kau lama sekali, hehe... aku hanya berkenalan dengan Sakura-chan." Ia berbicara sambil tersenyum canggung kepada kakaku, oh ayolah itu semakin membuatnya mempesona, 'Kyaaaaaa', innerku berteriak girang.
"Cih... dasar modus." Aku mendelik ketika kakakku berbicara sambil medecih. Hey itukan tidak sopan, sementara kak Itachi hanya tersenyum canggung.
"Nii-san tidak sopan, Itachi-nii maafkan Sasori-nii ya!" kataku sambil tersenyum canggung dan menggaruk kepalaku yang tak gatal.
"Aaa, tak apa Sakura-chan."
"Haaaah, Saku-chan, kenapa kau sopan sekali bicara dengan si keriput ini hah?" tanya kakakku terang-terangan dengan agak berteriak, sambil mendelik kulirik kak Itachi yang memasang wajah sebal, sementara kakakku dengan senangnya dia tertawa laknat.
"Nii-san dasar gak sopannnnn...," akupun langsung menghapirinya dan menginjak kaki kakakku dengan kerasnya, tentunya aku langsung lari secepat kilat ke kamarku, dan suara kesakitan Sasori-nii menggelegar ke seluru rumah kami. Sekarang giliranku yang tertawa laknat di kamar. "khu khu khu khu huahahahahaaaa...,".
"SAKURAAAAA JIDATTTT".
END SAKURA POV
"Sudalah Sasori ayo ke kampus." Itachi berbicara sambil menatap datar khas Uchihanya.
"Ck, urusaii." Itachi hanya memutar bola matanya bosan, merekapun berangkat. Sementara sakura, dia sedang bersiap-siap ke sekolah barunya Konoha Internasional High School. Sakura merupakan murid pindahan dari Suna, ia ke Konoha karena ingin tinggal bersama kakaknya dikota itu.
Skip...
Setelah pertemuan Itachi dan Sakura untuk pertama kali, hubungan mereka pun berjalan dengan baiknya sebagai seorang teman, mereka menjadi akrab bahkan Itachi selalu mengantar jemput Sakura dengan mobilnya. Keduanya merasa nyaman antara satu sama lain, dan akhirnya hubungan mereka menjadi sepasang kekasih ketika sudah berteman selama 1 tahun lebih, Itachi meminta Sakura menjadi kekasihnya ketika perayaan ulang tahun sakura ke-17 tahun dirumah keluarga Haruno di Suna.
FLASHBACK
"Sakura-chaaannnnnn, otanjoubi omedetouuuu." Serempak seluruh orang yang ada di kediaman Haruno mengucapkan selamat kepada Sakura.
"A-arigatou minna-san." ucap Sakura terbata sambil tersenyum.
Kedua orang tua Sakura langsung memeluk gadis musim semi itu dengan eratnya, tidak lupa Sasori pun langsung bergabung menuju pelukan bahagia itu, di sisi lain Itachi yang satu-satunya orang luar hanya memandang dengan senyum haru, melihat keluarga yang sedang berbahagia merayakan pertambahan umur gadis musim semi itu. perayaan itupun berjalan dengan canda tawa dan kebahagian yang terlihat jelas di wajah mereka semua.
.
.
.
Di sinilah Sasori dan Itachi duduk sambil sesekali mencomot makanan yang dihidangkan didepan mereka, "Pssstt... pssstt Itachi," bisik sasori yang langsung disambut dengan 'Hn,' khas Itachi.
"Kapan kau akan... akan menjalankan rencanamu kepada adikku haaa~" seringaiyan Sasori mengembang diwajahnya, ketika melihat Itachi yang tersedak saat itu.
"Uhukk... jangan berisik baka," memalingkan wajahnya yang sedikit terdapat semburan merah.
"Ahahaha kau ini, jangan membuang waktu haa~~"ucap Sasori menggoda sambil menyikut pelan lengan Itachi. "kalau begitu akan ku panggilkan Sakura-chan yaaaa~ kau tunggu saja di taman belakang haha...," Sasori langsung lari menuju Sakura yang bersama orang tuanya di ruang keluarga. "Ck," decihan Itachi sambil mendegus sebal.
Sakura pun berjalan menuju Itachi yang berada dibangku taman. "A-anoo, ada ap-apa ya Itachi-nii?"tanyanya dengan wajah memerah. Itachi pun langsung menyuruh Sakura duduk disampingnya.
"Sakura-chan," panggil Itachi dengan tatapan lembut menatap emerald teduh sakura.
"I-iya Itachi-nii, apa ada hal penting yang mau dibicarakan, tadi kata Saso-ni...,"pembicaraannya terhenti ketika Itachi memegang tangan Sakura dan menghadapnya sambil menatap Sakura dengan lembut. "I-Itachi-nii?" tanya bingung Sakura.
"Apa yang kau rasakan Sakura-chan?" Itachi berbicara sambil memandang Sakura dengan tatapannya yang tegas tapi tetap lembut, sontak membuat gadis dihadapannya memerah.
"Mak-maksud Itachi-nii ap-apa ya?"
SAKURA POV
'Huaaaa... ini... ini pasti mimpi, Itachi-nii kenapa memegang tangan ku segala hahh, kenapa dia memasang wajah yang MEMPESONA begitu, aku... aku tidak kuat dalam keadaan begini dia terlalu KERENNN,' inner ku berbicara dan seolah menguasai pikiranku, akupun menggelengkan kepalaku untuk mengusirnya. 'Hey Sakura kau tidak setuju kalau dia itu mempesona dan keren? Ayo katakan dia itu memang keren dan TAMPANNN,' innerku berbicara lagi, akupun semakin menggelengkan kepalaku. 'Buka matamu bodohhhh, ayo KATAKAN dia itu memang KERENNN,' bicara innerku lagi, 'Haaaaa baiklah dia memang kereeeennnn, kau puas HAH.' Sambil menganggukkan kepalaku dan akhirnya pertarunganku dengan innerku pun tidak terelakan, sampai suara Itachi-nii menyadarkan ku dari pemikiran nista ini.
END SAKURA POV
"Ada apa Sakura-chan?" tanyanya kepada Sakura seolah dia tau ada yang tidak beres dengan isi kepala Sakura.
"Ehehehe... ti-tidak kok Itachi-nii," jawabnya dengan tertawa aneh.
"Ehm... Sakura-chan," panggil Itachi kemudian dia memengang dan membawa tangan Sakura tepat menuju dada kirinya, ya kejantung Itachi. "Bisakah kau dengarkan suara ini, begaiman menurutmu?" tanyanya kepada Sakura.
"Eh... Itachi-nii, detakannya ken-kencang sekali, ukh." Jawab Sakura sambil menatap wajah Itachi. Emerald dan onyx bertemu, Sakura pun merasa seluruh wajahnya memanas dan jantungnya semakin menggila.
"Bukankah kita sama Sakura-chan, kau juga merasakan jantungmu sepertiku bukan?" tanya Itachi sambil memasang senyum tulus untuk gadis di hadapannya ini.
"Ke-kenapa bisa ta-tahu Itachi...," belum sampai Sakura menyelesaikan kata-katanya, Itachi sudah mencium punggung tangan Sakura. "Itachi-nii?" Tanya Sakura keheranan.
"Jadilah kekasihku sakura, aku menyukaimu, sangat." Pernyataan Itachi pun disambut dengan anggukan kepala Sakura dan dibalas dengan senyuman hangat Itachi. Sepasang kekasih baru ini pun menghabiskan waktu bersama mereka ditaman belakang dengan saling membagi pelukan kehangatan dimalam yang dingin itu. Hey jangan salahkan mereka, salahkan saja suasana yang benar-benar mendukung.
END FLASHBACK
.
.
.
Setelah hampir setahun lebih berpacaran akhirnya Itachi serius kepada Sakura mengenai hubungan mereka ke jenjang pernikahan, dan terbukti ketika Itachi mulai mengajak Sakura ke rumahnya untuk memperkenalkan Sakura dengan anggota keluarganya. Sakura terlihat gugub disepanjang jalan menuju kediaman Uchiha itu, dan kegugupannya semakin menjadi-jadi ketika mereka sampai di rumah besar itu.
"Sakura-chan, tenanglah... coba pejamkan matamu, lalu hirup dan hembuskan nafasmu dengan pelan dan teratur." Sambil tersenyum Itachi mencoba mengusir kegugupan gadisnya itu.
"U-un," Sakura pun mengikuti apa yang disarankan oleh kekasihnya.
"Bagaimana sekarang?" sambil memegang pucuk kepala Sakura.
"Huuuhhh... rasanya lebih baik Itachi-kun... hehehe," walaupun tawa Sakura terlihat aneh, tapi dia tetap menunjukkan bahwa semua sudah bisa ia kendalikan. "Emm... kalau penampilanku... a-apakah...,"belum sempat sakura menyelesaikan kata-katanya Itachi sudah memotong pembicaraan gadisnya itu.
"Kau sempurna Cherry~"ucapnya sambil tersenyum lembut.
Merekapun memasuki minsion megah itu sambil bergandengan tangan, di sinilah ruangan keluarga yang terkesan, err... klasik itu. Si empunya rumah Tuan dan Nyonya Uchiha sedang menikmati waktu santai mereka, sambil menyesap teh dan memakan makanan yang tersedia di meja itu.
"Konnichiwa... my lovely Tou-san Kaa-san~" teriak Itachi dengan suaranya yang berubah menjadi cepreng. Lho? Dan disambut oleh senyum lembut ibunya, Mikoto. Sementara sang ayah hanya mengangguk singkat.
"Konnichiwa U-uchiha-san," Sakura memberi salam dengan kaku dan gugub.
"Konnichiwa. Wahh siapa ini Ita-kun, manis sekali, sini nak duduk dekat Ba-san!" jawab Mikoto dengan senyum riangnya. Sementara sang ayah hanya berguman tidak jelas 'Hn'.
"Hehehe... ini Sakura Kaa-san Tou-san, dia kekasihku." Jawab Itachi sambil menggaruk kepalanya, dan Mikoto hanya ber'oh' ria.
"Sa-salam kenal saya Haruno Sakura Uchiha-san," Sakura yang kini duduk di sebelah Mikoto hanya menundukkan kepalanya malu.
"Tidak perlu begitu memanggilanya sayang, panggil saja Kaa-san dan Tou-san. Bukankah kau akan menjadi menantu kami sebentar lagi ya kannn~" tungkas Mikoto sambil memasang senyum jahilnya kepada Sakura, dan yang lebih membuat Sakura hampir jantungan, karena Fugaku sang kepala keluarga menganggukkan kepalanya dengan antusias. Hey adakah rencana yang sudah kalian susun wahai Tuan dan Nyonya Uchiha?
"Hahahah... sudalah Kaa-san jangan menggoda Sakura-chan terus lihat saja wajahnya sudah merah, lalu di mana ototou ku sekarang Kaa-san Tou-san? Bukankah seharusnya dia sudah kembali, eh?" tanya Itachi setelah tertawa renyah. Sementara Sakura dia masih menundukkan kepalanya karena malu.
"Eh, tapi pasti kalian akan menikahkan? Setidaknya aku sangat setuju kalau Sakura-chan menjadi anggota Uchiha, dan Sasu-chan...oh mungkin sebentar lagi dia turun, ah itu dia sasu-chan," ucap Mikoto seraya tersenyum lebar.
"Hoyyyy... my lovely ototou," ucap Itachi seraya berlari ke pelukan Sasuke, tapi secepat mungkin Sasuke menghindar dan akhirnya hanya memeluk udara kosong. "Kau tega sekali SasuCAKES." tutur Itachi seraya memasang tampang sok ngambek, Sasuke hanya mendengus sebal, seraya mengucap 'Hn'.
Sakura yang mendengar ucapan Sasuke hanya bisa memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan, bagaimana mungkin dia melihat ada seorang lelaki yang memiliki tampang, errr... kelewat datar itu.
"Hn, duduklah!" ucap sang kepala keluarga itu.
"Saskeyyy ini perke...," ucapan Itachi terpotong ketika Sasuke mendecih dan berbicara.
"Ck, bisakah kau memanggilku dengan normal baka aniki."
"Hahhh, kau itu tidak menyenangkan baka ototou, baiklah perkenalkan ini Sakura kekasihku. Sakura-chan, ini Sasuke baka ototou ku, dan sebentar lagi kami akan bertunangan jadi sebaiknya jangan kau membuatnya takut dengan tatapanmu yang membunuh itu Sasuke." ucap Itachi PxL.
"Hn." jawab Sasuke dengan tatapan datarnya, Sakura hanya tersenyum tulus sambil mengganggukkan kepalanya kepada Sasuke, sementara Fugaku hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, dan Mikoto hanya tersenyum canggung seranya mengelus-elus rambut halus Sakura.
"Ita-kun, kapan kalian akan melaksankan pertunangannya? Menurut ibu lebih baik secepatnya, setelah itu kalian menikah dan Kaa-san akan menimang cucu~" tanya Mikota dengan semangatnya sambil menggoda anaknya itu. Sakura hanya bisa kembali memerah seperti tomat.
"Hn, aku setuju saja, lagi pula kau sudah cukup umur untuk menikah Itachi." Ucap sang kepala keluarga sambil menganggukkan kepalanya.
"Rencananya sebulan lagi, tapi kalau masalah pernikahan mungkin 2 tahun lagi saja, usia sakura juga baru 18 tahun lebih Tou-san Kaa-san," jawab Itachi dengan serius, seketika terjadilah pembicaraan serius diantara Uchiha ini, sementara Sasuke hanya diam saja.
"I-iya rencanya kami 2 tehun lagi akan menikah, ketika usia saya sudah 20 tah...,"
"Itu terlalu lama nak... sebaiknya kalian menikah saja setelah 2 minggu bertunangan, kalau masalah belum siap punya anak kalian bisa pisah kamar sampai usia Sakura-chan genap 20 tahun, yang terpenting Sakura-chan menjadi anggota keluarga kita, Ita-kun. Kaa-san sangat menyukai Sakura-chan, dan Kaa-san ingin Sakura-chan tinggal di rumah kita sebagai seorang menantu dari Uchiha...," ucap Mikoto yang menyela perkataan Sakura seraya terus menggenggam tangan calon menantunya itu.
"Tapi Ka-s...," belum sempai menyelesaikan perkataanya, kini giliran Fugaku yang menyela perkataan Itachi.
"Hn, aku juga menyetujui perkataan Kaa-san mu, dia gadis yang cocok dengan mu Itachi".
Selesailah sudah jika sang kepala keluarga telah mendukung perkataan Mikoto maka Itachi hanya bisa pasrah dan mengiyakan keinginan orang tuanya, Sakura juga sama dia hanya mengangguk pasrah. 'Yah setidaknya setelah mereka menikah masih akan pisah kamar kan, mengingat usia sakura yang baru 18 tahun' pikir gadis musim semi itu. Sementara Sasuke, errr...
.
.
.
Tak terasa sekarang Sakura dan Itachi sudah bertunangan dan pernikahan mereka tinggal menghitung hari. Ya, tiga hari lagi sepasang tunangan muda yang hanya berbeda empat tahun ini akan menikah, dan Sakura semakin hari semakin merasakan kegugupan yang teramat sangat.
",ra... Sakura... Hoooyyy FORHEAD...," pekik Ino karena tak mendapat tanggapan dari si empunya nama.
"Apa sih baka pig...," jawab Sakura sambil mendengus sebal.
"Hehe... bagaimana persiapan pernikahanmu Sakura, tak ku sangka kau yang akan lebih dahulu menuju jenjang pernikahan diantara kita semua ya. Haha...," kata Ino yang disahuti anggukan oleh temannya yang lain.
Di sinilah, di sebuah Cafe Sakura dan ke empat temannya sedang berbincang mengenai perihal pernikahan Sakura. Ino, Tenten, Hinata dan Temari selalu antusias sedang mengintrogasi Sakura.
"Yah begitulah pig, kalian semua harus datang ya, tinggal tiga hari lagi pernikahan ku dan Itachi-kun akan di...," belum selesai Sakura berbicara Tenten pun berkata sesuatu.
"Wahhh... kami pasti datang Sakura-chan, kau tenang saja karena memiliki sahabat seperti kami-kami ini." Ucap Tenten semangat dengan tatapan berbinar.
"I-iya Sakura-chan, bisa mengandalkan ka-kami." Sahut Hinata sambil tersenyum lembut, dan Temari, Ino, Tenten menganggukkan kepalanya.
TBC
A/N:
Makasihhhh minnasan... Agak sangsi nulisnya... ff nya jelekkkk...
yasudahlah...
ini punya saya, punya kamu mana? LOH.
*dibacok...
*zhaErza*
