Chariot330 : Huh…belum selesai fic-ku yang lainnya…dah ngupload fic lain. Yah, itung2 hadiah buat ichiruki FC lah.

Disclaimer : Bleach bukan punya saya. Walaupun saya menangis, merengek, bahkan mengancam bunuh diri untuk mendapatkan bleach…Itu tidak mungkin.


:: PROLOG ::


"Nii-sama…! CUKUUP!! KUMOHON!!!...NII-SAMA!!...TIDAAKK!!"

Pria berambut hitam dengan kenseikan yang berada di rambutnya , terjatuh, tersentak keras. Kepalanya mengeluarkan darah, jantungnya tertusuk. Namun, ia masih bernafas, ia membuka matanya perlahan, melihat ke arah gadis yang tersungkur di depannya dan menangis.

"Rukia…" Panggilnya dengan suara pelan. "Larilah…lari…selam-..atkan…dirimu…", pinta lelaki itu dengan suara yang sangat pelan. Nafasnya mulai sesak, ia mulai tidak kuat untuk membuka matanya lebih lama lagi. Iapun menghembuskan nafas terakhirnya.

"BYAKUYA NII-SAMAAAA!!!"

Gadis yang bernama Rukia itupun menangis sejadi-jadinya. Menatap pembunuh itu dengan kebencian. Kimono furisode yang dikenakannya juga sudah sangat lusuh, penuh dengan darah kakaknya. Dengan penuh keberanian, Rukia mengambil pedang kakaknya, dan mengarahkan pedang itu ke arah pembunuh kakaknya.

"KU BUNUH KAU!!!"

Rukia mulai menyerang pria itu dengan asal-asalan. Pria itu menggunakan topeng putih, sehingga menutupi wajahnya yang sebenarnya. Pria itu menghindar dengan mudahnya dari serangan Rukia, namun Rukia tidak lelah samasekali menghadapi pria itu. Ayunan pedang milik kakaknya masih berusaha untuk melukai tubuh pembunuh itu.

"KAU SUDAH MEMBUNUH NII-SAMA!!! KAU HARUS MATI!!!"

Rukia menusukkan pedang itu ke jantung pria itu, namun dengan mudahnya, pria itu menghindar. Pria itu kemudian menebaskan pedangnya yang hitam ke leher Rukia, memutuskan nadinya. Rukiapun langsung terperosok ke bawah dan terbaring lemah di samping mayat kakaknya.

"Ka…Kau…"

Pria itu berjalan mendekatinya. Memandang Rukia. Kemudian ia melepaskan topengnya, menampakkan wajah aslinya di depan Rukia. Rukia melihatnya dengan samar-samar. Mata musim gugur dan..rambut oranye, serta pedang hitam. Setelah melepas topengnya, pria itu meninggalkan Rukia yang masih dalam kondisi mengkhawatirkan.

"Aku…tidak…akan me-..maafkanmu…A-…Akan kucar-i..kau…dan…ku bunuh kau-…hingga…keturu..nan…mu…"

Mata Rukia masih terbuka lebar. Nafasnya berhenti. Namun, matanya masih terbuka dan…mengeluarkan tangisan darah. Di terangi cahaya bulan dan turunnya salju, seorang wanita terbaring, menangis darah, di dalam ruangan yang penuh darah orang yang sangat dicintainya.


Chariot330 : Akhirnya prolog selesai. Hhhm…? Penasaran sama lanjutannya? Review! Semakin banyak review, semakin cepat saya update.

Rukia : Maksa banget sih ni author.

Chariot330 : Yaudah deh…Seikhlasnya aja. Mohon kritik dan sarannya + reviewnya ya!