Magic of Naruto
Rate : Fantasy, Romance
Disclaimer : Masahi Kishimoto
Pair : SasufemNaru
Author : HIDUP SASUFEMNARU!*ngibarin bendera berduka*
*author di bazooka SasufemNaru*
Summary : Naruto seorang tabib yang menggunakan sihir berupa cakra biru yang hebat. Tapi, karena Kyubi yang ada ditubuhnya, ia menjadi sulit untuk menyembuhkan sihir hitam karena Kyubi merupakan sihir suci yang tak bisa dicampur dengan sihir hitam. Apakah yang terjadi dengan Naruto? Apakah ia akan berhenti menjadi tabib? Ataukah ia malah menghapus sihir itu?
WARN : AU, OOC, Typo, sedikit humor.
Note : Terima flame koq! Saya kan Author Berbudiman dan Berperasaan(?) and, untuk kejelian senpai-senpai dan sensei-sensei yang membaca cerita saya. Mohon sampaikan segala kekurangan di post Review. Terima kasih.
~Silahkan Di Nikmati~
#gampar
"Langit hari ini gelap sekali… Aku tidak bisa merasakan hangatnya matahari…"
Seorang wanita berperawakan seperti pria berambut pirang cerah seperti matahari tengah duduk santai di atas tatanan permadani yang terbuat dari jerami.
"Sebaiknya Nona Uzumaki-sama segera masuk kedalam rumah sebelum hujan lebat datang…"sapa seseorang berambut hitam dan berkulit putih seputih mayat hidup itu.
"Ahh Sai… Nanti saja! Masih ingin memandang langit…"
"Nanti anda bisa sakit Uzumaki-sama!"
"Hey Sai! Sudah berapa kali aku katakan padamu? Panggil aku Naruto! Na-ru-to…"orang yang bernama Naruto itu pun ngambek dan membuang pandangan ke arah yang lain.
"Maafkan saya Nona Naruto! Saya bawakan teh hijau untuk anda!"
"Hooo… Warnanya hijau yaa…"sambil memperhatikan cangkir berisi teh hijau itu. sedangkan Sai hanya sweetdrop dengan perkataan Naruto barusan.
"Iya Nona Naruto! Silahkan dinikmati…"
Syyrruuuppp
"Waahh… Enak sekali…"Naruto pun meminum teh itu lagi sedangkan orang bernama Sai itu tersenyum melihat gadis yang tak jauh beda umur dengannya itu.
"Haaahh… Lelah sekali hari ini… Habis bermain di sawah padi… Setelah itu main di sungai… Menyenangkan sekali…"Naruto pun berbaring.
"Yaa… Di desa seperti ini memang sangat asri dan sejuk udaranya"
"Hu-umm… Hey Sai! Aku ingin jalan-jalan lagi… Kau mau menemaniku?"
"Tapi hari sedang mendung Nona Naruto… Besok saja kita jalan-jalannya!"sambil tersenyum.
"CK! Benar juga… Kalau begi-"
"Nona Naruto tidak boleh merubah cuaca dengan seenak hati Nona Naruto…"Sai langsung memotong perkataan Naruto. Ia sudah mengerti akan apa yang akan dilakukan oleh Naruto jika keinginannya terhalangi oleh sesuatu dan apa pun itu, ia akan segera mengatasinya.
"Cih! Lama-lama kau mirip sekali dengan ibuku… Aahhh! Bosaaann!"Naruto pun pergi meninggalkan Sai yang tengah tersenyum senang.
Naruto POV
Hai! Namaku Uzumaki Naruto! Namaku juga Namikaze Naruto! Tapi kalian tidak perlu memanggilku dengan nama margaku. Kalian hanya cukup memanggil nama pendekku!
Aku adalah seorang tabib, yaa. Keluargaku keturunan yang sejak dulu hingga sekarang digariskan untuk menjadi seorang tabib. Tak heran jika aku juga masuk di dalam garis tersebut. Tapi, keluarga besarku menggunakan mantra sebagai media pengobatannya.
Asal kalian tau yaa! Mantra yang digunakan untuk pengobatan itu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dalam sekejap. Tak percaya? Tapi aku bisa membuktikannya koq.
Aku sebenarnya tinggal di bagian selatan. Tepatnya di desa Konoha. Disana, semua keluargaku tinggal di desa itu. tapi,…
Aku malah tinggal di utara tepatnya di desa Suna. Menyebalkan memang! Ini semua gara-gara nenekku yang jahatnya minta ampun itu. namanya Tsunade. Tapi jangan salah kira yaa! Biarpun dia tua. Tapi wajahnya tetep cantik loo! Gak kalah sama seperti orang berusia 25-an.
Tapi itu dia yang membuatku takut jika dekat-dekat dengan nenekku itu. mengerikan! Jika dia marah, kota Konoha akan hancur seketika. Untunglah nenekku itu bisa menahan emosinya.
Yosh! Cukup sudah berkenalannya!
End naruto POV
"Haahh… Menyebalkan sekali… Jika sudah begini, apa yang harus aku kerjakan? Di luar akan turun hujan! Ahh… Mencari kayu bakar saja! Tapi di luarkan mendung! Aarrggg…"Naruto yang frustasi sendiri karena bingung mau melakukan apa. Akhirnya ia pun memilih tidur.
Keesokan harinya.
"Waahh! Indahnyaaaaa…"teriak Naruto yang kagum melihat keindahan desa itu.
"Jangan lari-lari Nona Uzumaki-sama! Nanti anda bisa jatuh!"
Yaa, mereka berdua tengah berjalan-jalan untuk menikmati udara pagi di desa Suna ini. Walaupun matahari akan terbit, para warga di desa itu sudah pergi ke ladang dan ke sawah. Masyarakat di desa Suna memang terkenal rajin dalam hal bercocok tanam. Tak heran jika desa Suna tempat perdagangan dengan hasil panen yang berkualitas tinggi.
"Ohayo! Nona Uzumaki-sama!"
"Lagi berjalan-jalan Nona Uzumaki-sama?"sapa para warga desa yang tak sengaja melihat Naruto dan asistennya tengah lewat di pinggir sawah.
"Ohayo! Yaa… Udara pagi di desa ini sangat segaaaarrr…"
"Yaa! Tapi hati-hati jika berjalan di pinggir sawah jika habis hujan seperti ini, Nona Uzumaki-sama bisa-"
"HHUUUUAAAAA!"
"Hup…"
Naruto hampir saja terpeleset dan masuk ke dalam sawah jika Sai tidak sigap menarik lengan Naruto agar tidak jatuh.
"Huuuhh… Hampir saja! Untung ada kau Sai! Jika tidak, aku harus mandi lagi!"
"Berhati-hatilah Nona Uzumaki-sama…"
"Hn! Terima kasih paman, sudah memperingatkan tadi! Walaupun terlambat 0,5 detik… Hehehehe…"
"Yaa lain kali berhati-hatilah Nona Uzumaki-sama!"
"Hehehe…"Naruto hanya nyengir dan melanjutkan perjalanan menuju pasar pagi yang memang agak jauh dari kediaman naruto.
Naruto tak henti-hentinya di sapa dengan hangat oleh warga desa yang tak sengaja lewat dan melihat Naruto dan Sai. Yaa, Naruto merupakan tabib terkenal di Suna dan menjadi orang yang paling di hormati oleh seluruh warga di desa Suna.
"PUTRIKUUU! BANGUN NAKK! PUTRIKU HINATA-CHAN!"
Naruto yang asyik liatin pemandangan itu diusikkan dengan suara jeritan seseorang.
"Enngg? Suara siapa itu?"Naruto celingak-celinguk nyariin asal suara.
"Sepertinya suara itu berasal dari kereta kuda itu Nona Uzumaki-sama!"kata Sai sambil nunjuk-nunjuk kereta kuda yang banyak banget pengawal yang mengitari kereta kuda itu.
"Ayo kesana!"Naruto segera berlari mendekati kereta yang di kerubungi oleh banyak orang.
"PUTRIKUUU! BANGUN NAKK! AYAH TAK MAU DITINGGAL OLEHMU! KAU SATU-SATUNYA HARTA MILIK AYAH YANG PALING BERHARGA NAKK!"jeritan seorang bapak-bapak yang berpakaian seperti seorang Raja yang menangisi putrinya di pelukannya itu. putrinya bernama Hyuga Hinata. Yaa, mereka adalah keluarga kerajaan Hyuga. Sedangkan sang ayah atau sang Raja sendiri bernama Hyuga Neji.
"Ada apa-ada apa?"Naruto pun bertanya pada salah satu warga yang menonton kejadian itu.
"Ohh Nona Uzumaki-sama! Itu, putri dari orang itu tengah sakit keras! Sepertinya ia sudah meninggal!"
"Waahh! Kalau begitu kita terlambat Sai…"Naruto berwajah sedih.
"Jangan menyalahkan diri sendiri Nona Uzumaki-sama! Itu sudah kehendak langit!"Sai menepuk-nepuk bahu Naruto.
"A-ayah…"suara lirih dan serak berasal dari putri Hinata yang tengah sekarat itu.
"PUTRIKU! AYAH DISINI NAKK! BERTAHANLAH!"Raja Neji pun keluar dari kereta kuda.
"DIMANA TABIB TERKENAL YANG ADA DIDESA INI? DIMANA?"sambil gelagapan Raja Neji bertanya pada warga yang menonton kejadian itu.
Dan semua warga menjawabnya dengan meminggirkan badan mereka. dan terlihatlah disana, Naruto dan Sai yang ikut nemplok di kerumunan itu.
"Ee-eehh?"Naruto bingung sendiri.
"JADI KAU TABIB ITU? TOLONG SEMBUHKAN PUTRI SAYA! SAYA AKAN MEMBERIKAN HARTA SESUAI YANG ANDA MAU JIKA PUTRI SAYA SELAMAT! TOLONG SELAMATKAN PUTRI SAYA!"Raje Neji teriak-teriak memohon di depan Naruto. Naruto sendiri cengok dan untungnya langsung disarankan oleh Sai. Dan Naruto dan Sai masuk ke dalam kereta kuda tersebut.
Putri yang sangat cantik. Ia tengah tekapar tak sadarkan diri di kursi dalam kereta tersebut.
"Sai! Cepat bawa gadis ini keluar kereta! Aku tak leluasa menyembuhkannya jika seperti ini!"
"Baik!"Sai langsung keluar dan memberitahukan sang Raja dari putri tersebut untuk menyiapkan tempat untuk putrinya berbaring.
Naruto memeriksa kondisinya. Namun, ada kejanggalan yang aneh pada putri Hinata.
"Aneh! Dia sama sekali tidak menderita penyakit! Ada apa ini?"Naruto memeriksa sang putri dan ia menemukan sebuah tanda yang mencurigakan di belakang leher gadis itu.
"Nona Uzumaki-sama! Tempatnya sudah siap!"
"Bawa ke sana!"perintah Naruto pada Sai.
Naruto pun membaringkan kepala putri itu dengan perlahan di bawah pohon yang sudah beralaskan permadani jerami.
"PUTRIKUUU! HIKS… HIKSS…"isak sang raja yang tak tega melihat putrinya sendiri menderita penyakit aneh seperti itu.
"Hey Sai! Apakah kau mengenal tanda ini?"Naruto memperlihatkan tanda di belakang leher wanita itu.
"…"Sai mencoba berpikir tenang sekarang.
"Astaga! Ini kan tanda dari mantra hitam!"Sai terkejut begitu teringat dengan tanda itu.
"Mantra hitam?"
"Yaa! Hanya ada satu kelompok yang bisa menggunakan mantra hitam tersebut! Ini akan sulit dihilangkan!"
"Tapi jika tidak gadis ini bisa mati!"
"Tapi ini juga akan sangat beresiko terhadap anda Nona Uzumaki-sama!"
"Harus kita coba Sai! Tak usah di bahas lagi soal resikonya! Yang terpenting orang ini selamat!"
"Tapi Nona Uzumaki-sama…"Sai tidak bisa berkata apa-apa lagi. Naruto memang orang yang sangat keras kepala.
Naruto mengeluarkan cahaya biru dari telapak tangannya dan mengarahkannya pada tanda aneh dari mantra hitam itu.
'Aarrgghh… Tanganku terasa mati!'batin Naruto yang menahan sakit pada bagian tangannya dan juga efek dari bertabrakannya mantra hitam dengan mantra biru yang Naruto miliki.
"No-Nona…"Sai jadi khawatir melihat Naruto yang menahan sakit itu.
"A-apakah dia tidak apa-apa?..."Tanya Neji. Ia jadi khawatir juga meihat bocah berumur sangat muda itu.
'Tanganku seperti terbakar… Aakkhh! Kyubi tolong bantu aku…'batin Naruto.
"AARRGGHH… Uhukk uhuukk…"Naruto memuntahkan darah dari mulutnya.
"UZUMAKI-SAMA! TOLONG HENTIKAN INI! INI BISA MEMBAHAYAKAN NYAWA ANDA!"teriak Sai.
Semua orang yang melihat itu takut juga melihat Naruto mengeluarkan darah seperti itu. kasihan , jika anak semuda itu harus tersiksa karena menahan sakit untuk menyembuhkan gadis itu.
"Haahh… Hahh haaah… Sedikit lagi sai… Hahh haahh…"Naruto terengah-engah sendiri.
'Sakitnya makin menjalar ke seluruh tubuhku… Sial… Sedikit lagi…'
Dan akhirnya selesai juga, tanda itu meluap hilang dan seketika gadis itu sadar.
"Ayah… Dimana ini?..."
"Putriku! Kau sadar nak…"mereka berpelukan.
Sedangkan Naruto tersenyum lembut melihat kasih sayang ayah kepada gadis itu padanya. Ia jadi mengingat ayahnya di Konoha.
"Anda tidak apa-apa Nona Uzumaki-sama?"Tanya Sai yang memegangi pundak Naruto.
"Haah hah…Haahh… Aku tidak apa-apa…"Naruto menjawab seadanya. Sai yang tak sengaja melihat kalung Naruto yang Naruto pakai berubah menjadi hitam.
"Anda butuh pensucian Uzumaki-sama! Mantra hitam jadi mengendap di tubuh anda sekarang!"bisik Sai.
"…"Naruto pun tak bisa apa-apa lagi.
"Terima kasih banyak! Terima kasih sudah menyembuhkan putriku satu-satunya ini! Terima kasih banyak!"
"Yaa! Memangnya apa yang terjadi dengan putri anda sampai seperti itu?"Naruto mencoba menenangkan diri.
"Entahlah! Saya juga tidak tau! Yang saya tau, kemarin saat kami makan malam, ia tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri dan tanda itu baru muncul saat ia pingsan. Ia juga menjerit kesakitan di seluruh bagian tubuhnya hingga tak bisa bergerak lagi hingga kau menyembuhkannya!"
"Aneh sekali…"Naruto mengelap bekas darah yang disekitar bibirnya.
"Sekali lagi terima kasih! Datanglah ke kerajaan ku! Aku akan memberikanmu harta sebanyak yang kau mau. Karena telah menyembuhkan putriku ini!"
"Aahh! Tidak usah! Itu sama sekali tidak perlu! Aku hanya ingin menolong saja!"Naruto menggaruk kepala belakangnya.
"Anda yakin tidak ingin harta? Ini sebagai ucapan terima kasihku untukmu! Kau masih sangat muda belia untuk menjadi tabib handal seperti itu! saya sangat tertolong karenamu…"
"T-tapi… Umur saya sudah 27 tahun…"Naruto jadi malu sendiri.
"Be-benarkah? Tapi kau seperti masih berumur 17 tahun!"
"…ha ha ha …"Naruto tertawa hambar.
"Ayah… Jika ia tidak mau harta, ayah bisa memberikanku padanya sebagai ucapan terima kasih kita!"Hinata itu pun bicara juga dan akibat perkataannya itu, Naruto sukses meminta bantuan pada sai untuk mengurus soal itu.
'Ta-tapi… aku ini wanita!'batin Naruto sakit hati.
"Maaf sebelumnya. Tapi, Uzumaki-sama sudah menikah. Tapi istrinya tidak sedang bersama Uzumaki-sama…"kata Sai songong.
"A-AP-"Naruto pun berhenti berbicara.
'Jika aku dikira pria dan sudah memiliki istri, dia tidak akan menikahkanku!'
'Bagus Sai! Kau memang pandai berkata-kata… Tenanglah aku jika sudah seperti ini…'batin Naruto yang diam-diam menghela nafas.
"Benarkah? Kalau begitu jadikan saja aku istri kedua tuan Uzumaki!"
"Iya benar! Aku akan senang hati memberikan putriku pada orang yang sudah menolong nyawanya! Aku yakin kau akan menjaga putriku dengan baik!"
'Mereka mengira aku PRIA SUNGGUHAN?'Naruto shock sendiri.
Dan keadaan semakin runyam. Mau tak mau Sai memakai trik yang kedua. Sai mengedipkan sebelah matanya. Naruto yang mengerti langsung berpura-pura lemah.
"Aahh… Tubuhku terasa sakit semua… Kita harus pulang Sai…"
"Uzumaki-sama! Baik! Kita akan segera pulang! Anda harus banyak istirahat sekarang!"semua orang yang melihat keadaan Naruto bertambah khawatir dan mau tak mau sang raja dan putrinya membiarkan sang penyelamat bak super hero itu pulang untuk istirahat.
Dan para penduduk desa Cuma bisa mingkem saat mendengar pembicaraan mereka. secara, Naruto itu kan wanita. Masa iya mau di nikahin sama seorang putri cantik jelita seperti Putri Hinata. Ha ha ha…
Warga pun hanya bisa tertawa hambar dalam hati.
Sai memapah Naruto.
"Maaf sebelumnya! Tapi, Uzumaki-sama harus istirahat sekarang! Dan tawaran yang tadi, tuan Uzumaki adalah orang setia terhadap istri. Jadi beliau tidak akan menerima tawaran anda! Sekali lagi saya minta maaf! Dan saya undur diri!"
Dan Sai dengan secepat kilat kabur dari kerumunan dengan Naruto yang bersungut-sungut tapi bernafas lega.
"Waahh! Memang tipe suami yang ideal! Beruntung sekali istri tuan Uzumaki!"kata Hinata yang terlihat sedih karena tawarannya untuk menjadi istri kedua Naruto di tolak.
"Yaa! Jika sudah seperti itu, apa boleh buat… Ayo pulang putriku!"
"Yaa ayah!"Kedua bangsawan kerajaan Hyuga itu akhirnya pergi ke kerajaannya yang ada di perbatasan Utara dengan Barat.
Sedangkan Naruto tengah sekarat. Sai yang notaben-nya hanya seorang pengawal setia untuk menjaga keselamatan Naruto. Pengawal terlatih yang bisa menggunakan mantra penyerang untuk melakukan pertahan jika ada yang ingin mencelakai Naruto.
"Hahh… Hahhh… Uhuuk uhuukk…"Naruto memuntahkan darah lagi.
"UZUMAKI-SAMA!"Sai mencoba membantu Naruto berjalan menuju rumah. Tapi, Naruto yang sudah sangat lemah itu terjatuh dengan darah segar yang keluar dari mulutnya.
"Hah hahh tubuhku terasa mati…"
"Jika tidak segera ditangani, berakibat fatal…"Sai pun menggendong Naruto. Tapi, suhu badan Naruto berubah drastic menjadi sangat panas bahkan tidak ada bedanya dengan panasnya lelehan besi karena Kyubi sepertinya juga terusik dengan keberadaan mantra hitam itu.
"Gawat! Bisakah anda menahan agar tak berubah wujud Uzumaki-sama? Akan bertambah bahaya jika orang melihat wujud asli anda!"
Naruto adalah seorang Kyubi. Seorang pemilik mantra terkuat. Kyubi adalah partikel roh terhebat tipe penyerang yang handal dan sangat kuat. Awalnya Kushina ibu Naruto tak terima dengan keberadaan Kyubi di tubuh anaknya itu. begitu juga dengan Tsunade dan ayah Naruto, Minato. Kyubi memasuki tubuh Naruto saat ia berumur 2 tahun.
Flash back
Saat itu Naruto tanpa sengaja bertemu dengan roh Kyubi di hutan terlarang di desanya. Kyubi yang meminta Naruto menjadi majikannya pada Naruto melakukan perjanjian darah. Alhasil cakra Naruto terdesak dengan keberadaan Kyubi di dalam tubuh Naruto.
"K-kau kenapa mengikutiku? Aku kan sudah bilang. Ibu tidak boleh aku memelihara binatang! Jangan ikuti aku lagi!"kata Naruto yang tengah mengusir Kyubi yang mengekor di belakangnya.
"Aku ingin melakukan perjanjian darah denganmu bocah!"kata Kyubi. Naruto tercengang mendengar seekor rubah berbicara dengannya.
"K-ka-kau b-bisa bicara? Apa aku bermimpi?"
"bagaimana? Kau mau melakukan perjanjian darah denganku?"
"perjanjian darah? Apakah itu akan membuatku menjadi kuat?"
"yaa! Kau bisa menggunakan kekuatan mantraku sesuka hatimu! Asalkan kau mau melakukannya dan menjadi majikanku!"
"benarkah? Baiklah! aku mau melakukan perjanjian darah denganmu!"
####****####
Naruto langsung menjerit kesakitan dan meminta tolong pada ibunya. Cakra Naruto didesak keluar hingga sang nenek Tsunade memilih memasukkan cakra Naruto pada sebuah permata yang ia dapat dari hasil pencampuran cakranya dengan Kushina dan Minato. Dan menjadi sebuah permata putih berbentuk prisma panjang itu.
"HHAAAAA! SAKIIIIITTT…"jerit Naruto.
"Naruto! Bertahanlah putriku!"Minato mencoba menenangkan Naruto.
"Tsunade-san! Bagaimana ini? Kyubi terus mendesak cakra Naruto! Jika cakra itu hilang, Naruto bisa tidak selamat! Tolong selamatkan Naruto!"Kushina menangis melihat Naruto putri satu-satunya di ambang kematian karena Kyubi yang mencoba beradaptasi di dalam tubuh Naruto.
"…Tak ada cara lain! Kita buat wadah untuk menaruh cakra Naruto! Cepat lakukan!"
Cakra Naruto sangat besar. Itulah sebabnya Kyubi memilih Naruto sebagai majikannya. Dan keberadaan Kyubi di dalam tubuh Naruto merubah semua kebiasaan Naruto. Naruto manusia yang seharusnya memakan makanan yang manusia makan. Tapi berbeda dengan Naruto yang memakan darah.
Awalnya mereka tak tau menahu tentang Kyubi yang memakan darah. Jadilah Naruto yang menjerit-jerit kelaparan. Padahal ia sudah memakan makanan manusia hingga perutnya terasa penuh. Tapi ia tetap saja merasa lapar. Hingga Sakura sahabat Naruto berkunjung untuk melihat keadaan Naruto dan tanpa sengaja tangannya tergores pintu kamar Naruto yang tajam. Darah segar mengalir dari sikutnya. Naruto langsung berkontraksi dan mengendus-ngendus darah yang keluar dari sikut Sakura.
"N-Naruto… k-kau kenapa jadi seperti ini?"Sakura menahan ketakutannya.
"…"sedangkan Naruto hanya mengendus-ngendus darah di sikut Sakura.
'Aku mengerti sekarang…'batin Kushina dan langsung merobek pergelangan tangannya sangat lebar sehingga darah segar itu mengucur deras dari tangannya.
"Kushina! Apa yang kau lakukan?"jerit Minato dan langsung menutup tangan istrinya itu dengan kain.
"Tidak! Jangan dulu… coba perhatikan Naruto…"kata Tsunade yang melihat Naruto mengeluarkan ekor sebanyak Sembilan ekor. Awalnya memang indah. Tetapi, semua itu lenyap sudah saat Naruto menerjang ibunya sendiri.
"AARRGGHH… I-IBU… AKU TIDAK BISA MENAHAN DIRI LAGI…"desis Naruto.
"Ibu mengerti nak! Minumlah darah ibu…"Kushina mengelus rambut pirang Naruto.
"T-TAPI… AKU TAK BISA BU… KYUBIIIII… TOLONG JANGAN LAKUKAN INI PADA IBUKUUUU…"teriak Naruto. Tsunade pun mengerti tentang makanan sebenarnya dari seekor Kyubi.
"Jadi Kyubi pemakan darah huuhh?"decak Tsunade yang berkacak pinggang dan langsung menonjok Naruto hingga terlempar keluar dan pintu yang hancur karena Naruto yang terlempar karena tonjokan neneknya sendiri. Tidak peduli bahwa Naruto seorang wanita.
"SADARLAH NARUTO! DIA ITU IBUMU! DAN KAU KYUBI, JANGAN MEMBUAT MASALAH JIKA MASIH INGIN BERADA DIDALAM TUBUH CUCUKU! JIKA TIDAK KAU AKAN AKU TARIK KELUAR!"bentak Tsunade yang mengguncang-guncang tubuh Naruto. Dan itu langsung membuat Naruto sedikit tenang.
"TAPI AKU LAPAR! KALIAN PIKIR INI SUDAH BULAN PURNAMA KEBERAPA SEJAK AKU ADA DALAM TUBUH MAJIKANKU INI?"Kyubi berbicara. Yaa, sudah 3 bulan sudah Kyubi berada dalam tubuh Naruto. Dan selama itu pula ia menahan lapar.
"…"Tsunade tak bisa berkata lagi.
"Asalkan kau tak melakukan macam-macam saat dalam tubuh putriku, aku akan memberimu darahku!"
"AKU TIDAK AKAN MELAKUKAN MACAM-MACAM! Aku hanya masih harus beradaptasi dengan tubuh baru ini! Aku juga mana mungkin membunuh majikanku sendiri! Lagipula, aku hanya akan berkontraksi saat mencium bau darah! Dan aku hanya akan meminum darah manusia yang menyerahkan darahnya untuk aku minum! Tidak sembarangan meminum saja! Dan satu hal lagi, aku akan merubah wujud asli ku saat bulan purnama dan saat itulah aku memakan makananku!"jelas Kyubi.
"Begitu, baiklah! aku menyetujuinya!"Kushina pun mendekap tubuh anaknya dan membiarkan Kyubi yang ada dalam tubuh Naruto meminum darah dari tangannya yang masih mengalirkan darah itu.
Semuanya pun menjadi damai. Naruto tak lagi menjerit kesakitan dan beraktivitas seperti biasa asalkan setiap bulan purnama ia membiarkan Kyubi meminum darah. Dan sebagai anak dari seorang keluarga Namikaze dan Uzumaki, ia diwajibkan mempelajari mantra penyembuhan. Hingga sekarang.
Flash on
"Hah hahh akan kucoba…"
Dan mereka pun tiba di rumah. Naruto yang sudah tak tahan harus menahan Kyubi agar tak merubah wujudnya. Sedangkan Kyubi dalam tubuh Naruto kesakitan dan menjerit sangat keras ditelinga Naruto.
'GGGAAAHHH! PANAS SEKALIII! GGRRR…'teriak Kyubi. Naruto hanya mencoba untuk menenangkan Kyubi dengan membujuknya.
'Tahan sebentar Kyuu~ argghh a-aku, juga sama sepertimu… arrghh'batin Naruto.
"Kita harus menemui Namikaze-sama! Jika tidak segera, bisa bahaya!"kata Sai yang mencoba membuat portal dimensi penghubung agar lebih cepat sampai di desa Konoha yang berada di Selatan. Dan Naruto tak berhenti berteriak saat dimana tanda hitam menyelimuti kulitnya.
"ARRGGGG"
Saya mohon maaf atas kekurangan dalam cerita-cerita saya sebelumnya. Saya kurang teliti. Dan cerita ini sebenarnya juga sudah lama saya buat, jadi yaa… maklumin yaa…
Saya kan juga Newbie autis di ff…
YOSH!
Review?
Kali ini gak bayar koq #digiles
Hehehe…
