Kuroko no Basket = Fujimaki Tadatoshi

Anata no yō ni utsukushī = 24AkasaVinka20

Chara : Akashi Family

Genre : Hurt/Comfort

"Kaa-san, kaa-san mitte mitte utsukushi nee? Ini buat Kaa-san"tanya seorang bocah berambut crimson sembari memberi satu bunga ajisai yang dipetiknya dari taman rumahnya. Bocah berambut crimson itu mungkin masih berumur 5 tahun.

"Haii.. utsukushi! Dari mana kau menemukannya Sei?" kata sang ibunda sembari mengambil bunga yang diberikan anaknya.

"Aku memetiknya dari taman kitaa... " kata bocah itu sambil tersenyum manis.

"Anata.. Lihat apa yang Sei berikan kepadaku.. Sepertinya dia lebih romantis dari pada kamu.." kata sang ibunda kepada suaminya yang saat itu sedang bersama mereka untuk menghabiskan waktu bersama keluarga yang jarang sekali didapatkan.

"Sei.. Kau ingin merebut Kaa-san dari Tou-san yaa?" tanya sang ayah sambil tersenyum jahil kemudian dia mengelitiki anak-tunggal-nya yang langsung tertawa senang.

Ia rindu dengan ini semua...

- - -

"Seijuurou... Kau harus menjadi yang terbaik dan harus selalu menang.. Keluarga Akashi tidak pernah menerima kekalahan..." kata sang ayah dengan tegas.

"Haii.. Tou-san"

Bahkan dirinya yang baru saja kehilangan sang ibunda, masih harus terus menjalankan tugas dengan embel-embel 'penerus' keluarga Akashi.

Masa mudanya tumbuh dengan tidak normal -dalam artian- tidak seperti remaja yang lain sampai tanpa sadar dia memiliki dark side yang pada kapan saja siap untuk mengambil alih tubuhnya.

- - -

Aku? Akashi Seijuurou akan kalah? Arienai kejadian seperti ini tidak boleh terjadi.. Seorang Akashi tidak akan pernah kalah... Dan sejarah kemenangan akan terhapus hanya satu kekalahan... Aku harus menang dan harus menjaga nama baik Akashi.

Kala itu dia teringat dengan janjinya dengan sang ibunda.

'Sei. kalau kau sudah besar.. Jaga nama keluarga Akashi ya.. Jangan pernah membuatnya jatuh hanya karena perbuatanmu yang tidak benar... kata sang ibunda.

'Haii... Kaa-san aku akan menjaga nama baik Akashi apapun caranya'

'Yakusoku?

Yakusoku yo...

'Demo Sei.. Kau harus ingat kalau -

Tatapi sepertinya ia melupakan lanjutan perkataan Kaa-sannya dan membiarkan kepribadiannya yang satu lagi mengambil alih tubuhnya dan menghancurkan pertemanan dengan teman-teman yang ia sayangi hanya karena embel-embel 'Semua untuk kemenangan'

- - -

Dan hingga saat itu terulang lagi. Dimana dirinya hampir terjerumus dalam lubang kekalahan disanalah ia bisa kembali mengambil alih tubuhnya dan berterima kasihlah kepada temannya yang bersurai bluenette karena bisa membuat kepribadiannya yang satu lagi putus asa dan dia bisa mengambil alih lagi tubuhnya. Setelah itu ia tersenyum dan mengingat apa lanjutan dari perkataan sang ibunda waktu dulu.

'Kau harus ingat kalau kemenangan bukan segalanya dan kekalahan akan membuatmu semakin kuat... Jagalah apa yang kau miliki, jangan pernah melepasnya.. Karena apa yang sudah kau miliki dan jika kau lepas maka hal itu akan sulit atau yang lebih parah tidak akan kembali kepadamu'

Setelah itu ia hanya bisa tersenyum miris. Kenapa ia baru mengingatnya sekarang? Dan lagi pula itu bukan salahnya jika tidak mengingat itu bukan? Dia masih kecil waktu itu dan kurang mengerti apa yang diucapkan Kaa-sannya, tapi siapa yang tau ternyata perkataan itu sangat amat penting untuknya... Yaa nasi telah menjadi bubur.. Mau bagaimana lagi yang sudah terjadi-terjadilah..

Dan dia teringat satu hal pada hari itu, pada hari yang sangat ia rindukan... Mereka sekeluarga pergi festival bersama dan menghabiskan waktu bersama dan ketika hanabi dimulai, sosok kecil bersurai crimson itu menolehkan badannya kepada Kaa-sannya dan berkata.

"Kireiii!"

Sang ibunda hanya bisa tersenyum dan berkata.

"Anata no you ni utsukushi.. Iee malah melebihi" kata Kaa-sannya dan mereka semua tersenyum sambil berpelukkan dibawah hanabi. (Jangan lupakan kalau sang ayah juga ada disini)

Ah.. Ia jadi benar-benar ingin menangis mengingat kenangan itu dan seberapa merasa tertekannya kehidupannya ini... Tapi ia harus kuat.. Ingat bukan kalau ia adalah seorang Akashi?