URBAN LEGEND BTS

By: Psyco-SG

Genre: Horror, thriller

Cast: All BTS Member

Rated: M (for murder scene)

WARNING: TYPO, OOC, Murder scene, Blood everywhere, Based on real urban legend

_

Aku menunggumu di lantai atas. Dengan kejutan besar.

One: 14th Floor

Hari mulai beranjak malam. Seoul kini penuh dengan cahaya berwarna-warni dari lampu yang mulai menyala. Seokjin, seorang mahasiswa super sibuk yang baru saja menyelesaikan tugasnya dikampus melangkah gontai menjauhi bangunan kampus. Ia merutuki seniornya yang tega meninggalkannya sendiri mengerjakan tugas organisasi demi kencan dengan kekasihnya.

"Dasar sialan kau, Jung Hoseok! Akan kubunuh jika aku bertemu denganmu. Beraninya dia meninggalkan semua tugas nya padaku demi berkencan dengan kekasih genit nya itu" omelannya tak kunjung berhenti walau bus yang ia tumpangi sudah setengah jalan menuju apartemennya.

Ia mencoba melupakan kekesalannya dengan mendengarkan lagu kesukaanya. Tak lama, ponselnya bergetar. Menandakan ada pesan masuk. Senyum Seokjin mengembang melihat nama si pengirim pesan itu.

Monie : Sayang, kau sudah pulang ? Aku menunggumu di apartemenmu :*

Jari-jari Seokjin dengan cepat membalas pesan itu.

Jinnie : Aku sudah di bus. Tunggu sebentar sayang :3

Tak lama, bus Seokjin sampai di dekat apartemennya. Ia hanya tinggal berjalan sebentar. Pandangannya terfokus pada ponsel sehingga ia tidak terlalu memperhatikan sekitarnya. Ia bahkan tidak menyadari bahwa sedari tadi, ada seseorang yang mengikutinya dari belakang.

Setelah sampai di apartemennya, ia segera masuk kedalam lift dan memecet tombol lantai 14. Kamarnya berada di lantai 14. Saat pintu lift akan tertutup, sebuah tangan menghalanginya agar tidak tertutup. Seorang pria masuk dan memencet tombol lantai 13.

Seokjin mengamati penampilan pria itu. Nampak nya familiar, namun ia tidak dapat melihat wajahnya karena tertutup hoodie hitam yang dikenakan pria aneh itu.

"Kau tinggal di lantai 14, ya ?" suara bass pria itu mengagetkan Seokjin. Entah kenapa ia tiba-tiba merasa takut.

"I-Iya. Aku tinggal di lantai 14" Seokjin menjawab dengan gugup.

"Wah, aku tinggal di lantai 13. Kita berbeda satu lantai!" si pria aneh itu menjawab dengan nada yang sedikit antusias. Benar-benar sangat familiar untuk Seokjin. Tapi ia tidak dapat mengingatnya.

TING!

Mereka sampai di lantai 13. Saat pintu terbuka, pria itu segera keluar. Namun tiba-tiba ia berbalik dan mengacungkan sebuah pisau dapur yang tajam kearah Seokjin.

"AKU MENUNGGUMU DI LANTAI ATAS. DENGAN KEJUTAN INI!" serunya sebelum pintu lift tertutup. Seokjin sangat panik. Ia mencoba untuk menghentikan lift, dengan memencet segala tombol namun gagal. Keringat mengucur diseluruh tubuhnya. Jantungnya berdebar dengan sangat kencang.

TING!

Tubuh Seokjin semakin bergetar saat pintu lift terbuka dan menampakan si pria aneh dengan pisau yang mengacung. Wajahnya sedikit terlihat karena hoodie nya dalam keadaan berantakan.

Hoseok ?

JLEB!!

Netra Seokjin membola. Pisau itu kini berpindah tempat ke dadanya. Lebih tepatnya kejantungnya. Pria itu menarik tubuh Seokjin yang sudah bersimbah darah keluar dari lift. Ia mencabut pisau itu dan menghujamkannya kembali ke jantung Seokjin. Membuat kesadaran Seokjin perlahan sirna. Ditengah keadaannya yang hampir mati, si pria itu berbisik di telinga Seokjin.

"Selamat tinggal, sahabatku. Kini Namjoon milikku"

_

Matahari bersinar terik. Membangunkan sosok pria bersurai violet itu dari tidurnya. Ia meraba ranjang di sampingnya, namun tidak mendapati sosok yang dicarinya. Ia bangkit dan mencari keseluruh apartemen namun nihil. Sosok itu tidak ada. Ia membuka ponselnya untuk mengecek apa ada panggilan dari si kekasih hatinya itu.

KNOCK KNOCK!

Pria itu menoleh kearah pintu. Dalam hatinya ia bertanya-tanya siapa yang bertamu pagi-pagi. Ia berjalan kearah pintu dan membukanya. Matanya membola mendapati sosok yang tengah dicarinya tegeletak tak bernyawa bersimbah darah didepan apartemennya.

Ia segera memeluk tubuh kaku itu. Ia menangis meraung sembari mengusap pipi si kekasih yang sudah pucat dan ternoda darah.

Sosok itu berdiri di pojok koridor. Menatap pemandangan yang menjijikan menurutnya. Seringai menghiasi wajahnya.

"Kau milikku sekarang, Kim Namjoon"

The End!

Huaaahhh!! Psyco-SG kembali dengan ff horror ga jadi ini XD aku ga tau ini horror atau gak, karna aku ga jago bikin ff horror xd

Kalo ada yang bingung, jadi ceritanya disini tuh, si seokjin sahabatan sama seniornya, hoseok. Seokjin juga pacaran sama Namjoon. Si hoseok ini sebenernya suka sama namjoon. Tapi dia ga deketin namjoon gara2 takut nyakitin perasaan seokjin. Tapi tiba2 gatau iblis dari mana /? si hoseok pengen milikin namjoon. Jadinya dia berpikir buat nyingkirin seokjin. Menyingkirkan disini punya arti membunuh. Intinya hoseok pingin seokjin mati biar dia bisa milikin namjoon.

Maafkeun karna udah bikin uri hosiki jadi jahaatt :'(((( btw ini diambil dari urban legend korea, ceritanya hampir mirip gitu :D

Di tunggu review nya, dan aku bakal coba buat fast update :D