Title : Your Promise

Disclaimer : Super Junior belong to SMEnt

Main Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Pairing: KyuMin

Warning : cerita ini sedikit terinspirasi dgn FTV yang lupa apa judulnya dan catatan aku gak nyimplak ye…lil bit OOC, AU, miss typo, agak gaje, abal-abal n ini hanya fiktif belaka dan khayalan saya. Jika ada kesamaan namkor ato karakter yang disukai menjadi gaje itu sepenuhnya salah author yang ga jelas lahir dimana ini dan mohon dimaklumi. Kalo mau silahkan timpukin author ini dengan berton-ton tahi kebo…

Selamat menikmati pelemparan tahi kebo…*kissgoodbye #plak*

Haii…aku kembali dengan ff gaje lainnya, tolong dimaklumi klo dalam penceritaanku ini banyak membuat anda saudara-saudari bingung tingkat akut. Silahkan di flame bagi yang mau untuk motivasi saya membuat ff yang lebih bagus kedepananya. Tapi jangan pedas bgt ya, pakai kecap dikit.

Enjoy the reading, chingudeul..!

.

.

.

~Prolog~

12 years ago

Dua orang anak kecil yang berumur sekitar delapan tahun sedang bermain bersama di sebuah taman belakang rumah keluarga Lee. Mereka berlarian dengan wajah penuh kegembiraan satu sama lain. Mereka sangat menikmati permainan itu hingga akhirnya salah satu diantara mereka terjatuh tersungkur.

"Aigooo…Sungminnie, kau tidak apa-apa?" tanya anak kecil yang satunya duduk menjongkok membantu sang teman berdiri. Namun yang bernama Sungmin itu tak mampu untuk berdiri, kakinya terkilir dan lututnya terluka. Anak yang satunya terkejut melihat luka yang lumayan lebar itu. Sungmin menahan sakitnya dan hanya memandang luka yang masih mengeluarkan darah tersebut. "Tidak apa-apa, Kyuhyunnie. Hanya berdarah sedikit!" jawabnya menampilkan senyuman manisnya memperlihatkan pada anak yang bernama Kyuhyun itu bahwa dia baik-baik saja.

"Ani..ini parah, lihat lututmu berdarah. Akan aku obati. Kau tunggu disini ya!" perintah Kyuhyun disertai anggukan dari Sungmin, ia berlari kedalam rumah keluarga Lee untuk mengambil obat.

Sungmin yang ditinggal sebentar berusaha untuk berdiri dan menduduki dirinya di bangku taman yang tidak jauh dari tempat dia terjatuh. ia meregangkan kakinya, lukanya tidak terlalu parah tapi mengeluarkan banyak darah. Hal itu yang membuat Kyuhyun khawatir terhadap keadaan temannya. Selang beberapa detik kemudian, Kyu kembali membawa kotak putih P3K ditanganya. Ia berlari kearah Sungmin dan membuka kotak itu. Dengan telaten ia membersihkan luka Sungmin dan memberinya perban. Sungmin sedikit meringgis menahan pedih.

"Sudah baikan kan?" tanya Kyuhyun. Sungmin mengangguk senang. Tanpa ia duga Kyu melakukan sesuatu kepada lututnya. Ia mencium lutut Sungmin. Seketika Sungmin merasa aliran panas mengalir ke wajahnya. Sungmin tercengang dengan perlakuan Kyuhyun.

"Untuk apa itu tadi?" tanya Sungmin menggunakan jurus cengo face miliknya. Kyuhyun tersenyum. "Kata eomma, kalau kita punya luka dicium aja biar cepat sembuh!" jawabnya dengan polosnya. Sungmin tertawa karena penuturan Kyuhyun. Tapi disisi lain dia merasa senang karena sangat diperhatikan oleh Kyuhyun. "Gomawo!" ujar Sungmin malu-malu. Kyu berdiri dari posisi awalnya yang berlutut di bawah Sungmin dengan duduk disampingnya kini. Kyu memandang Sungmin lama dengan senyuman-senyuman yang sulit diartikan Sungmin. sungmin bingung dengan tatapan Kyu yang sedikit berbeda.

"Minnie, suatu hari nanti disaat umur kita 20 tahun," ujar Kyu sedikit menggantung perkataannya menunggu Sungmin tertarik dengan pembicaraan itu. Sungmin mengangguk menyuruh Kyu untuk melanjutkan kata-katanya. "Aku akan melamarmu!" tambah Kyu yang sukses membuat Sungmin kaget setengah mati. Awalnya Sungmin merasa senang namun sesuatu mengganjal pikirannya. Kyu menggenggam kedua telapak tangan yang mungil itu dengan lembut. "Kau mau?" tanya Kyu sembari mendekatkan wajahnya lebih dekat kearah Sungmin.

"Aku…aku dan kau sama, Kyu. Ini - !"ujar Sungmin namun terpotong dengan perkataan yang secara tiba-tiba dari bibir Kyu. "Ya, aku tahu maksudmu. Tapi aku menyukaimu dan aku akan menunggumu untuk menerimanya, Minnie. Sampai kapanpun !"

Sungmin sempat berfikir dan akhirnya ia mengangguk mantap. "Aku terima!" jawabnya dengan senyuman dan nada yang mantap. Kyu menghembuskan nafas lega dan langsung memeluk Sungmin erat. "Gomawo, Minnie. Aku akan menunggu sampai kita berusia 20 tahun!"

"Ne…Cheonmaneyo, Kyuhyunnie!" jawabnya memeluk Kyu dengan erat pula dan membenamkan kepala kecilnya di bahu kanan Kyu. Mereka menikmati hembusan angin yang berhembus sempurna menjadi saksi bisu ikatan antara mereka. Bukan hanya angin yang lembut, namun bumi dan langit cerah hari ini juga menjadi saksi bisu janji Kyuhyun untuk Sungmin dua puluh tahun yang akan datang. Ini sebuah janji walaupun mereka tahu ini hal yang tidak bisa terbaca oleh akal sehat. Namun itulah cinta. Tak mengenal apapun dan siapapun.

.

.

.

Sungmin dan Kyuhyun duduk dengan keluarga mereka masing-masing di ruang tamu keluarga Lee. Keduannya tertunduk lesu dengan isak tangis deraian air mata. Kyu menggenggam tangan Sungmin erat. Sebuah pemberitahuan yang membuat keduanya kaget dan tidak terima dengan kenyataan. Kyuhyun beserta keluarganya harus pindah ke Boston karena Appa Kyu harus bertugas disana sampai masa pensiun Appanya tiba. Intinya ia takkan kembali ke Seoul dalam jangka waktu yang sangat panjang dan lama. Sungmin menyadari bahwa ia harus berpisah dengan Kyuhyun dan ini adalah hari terakhir mereka bersama.

"Mianhae, Sungmin. Kami harus pergi ke Boston dan memisahkan kau dengan Kyuhyun." Ujar Eomma Kyu lembut sambil memegang pipi Sungmin menghapus air matanya. "Kalian… akan… kembali… lagi..kan?" tanya Sungmin dengan isakannya. Namun Eomma Kyu menggeleng pelan dan pada saat itu juga Sungmin mengetahui dirinya tak akan berjumpa lagi dengan Kyu. "Kami tidak tahu, Mianhae Sungmin. Kami memisahkan kalian berdua!" ujar Appa Kyu merunduk dan memegang kepala Sungmin. Orang tua Sungmin hanya berdiri di belakangnya menahan duka berpisah dengan sahabat yang sudah mereka anggap seperti saudara itu. "Tetap hubungi kami, jangan sampai lost contact ya!" ujar Appa Sungmin, mereka bersalaman dan berpelukan untuk terakhir kalinya. Kyu yang posisinya jauh dari Sungmin mulai mendekatinya. Kyu langsung memeluk sahabat serta orang terpenting dalam hidupnya itu dengan erat seakan tak mau melepas kehangatan tersebut. Sungmin kembali menangis terisak dalam pelukannya.

"Sssttt…aku akan kembali. Pasti. Itu janjiku!" bisiknya ditelinga Sungmin. "Yakso" tanya Sungmin lagi memastikan."Yakso!" jawabnya mantap.

.

.

.

Incheon International Airport

Sungmin melepas kepergian Kyuhyun dengan hati yang lapang. Ia percaya akan janji Kyu padanya. Kini mereka sedang dibandara melihat keluarga Cho take off.

"Jangan lupakan aku ya, Kyu!" ujar Sungmin

"Pasti. Tidak akan kulupakan!" jawab Kyu mantap sambil memperbaiki letak tasnya. Sungmin mengelurakan sesuatu dari dalam saku jaket besarnya dan memerikannya ke Kyu. "Ini, ambil. Kenang-kenangan dariku!" ujar Sungmin menyerahkan benda berbungkus kertas biru kepadanya. Kyu menerima benda tersebut dan mengguncangnya keras, mendengar isi didalamnya. "Apa ini?" tanya Kyu penasaran. Sungmin menggeleng plus senyumannya yang indah. "Jangan disini, setiba disana baru boleh dibuka!" jawab Sungmin senang membuat Kyu penasaran. Pertemuan mereka akhirnya berakhir, pesawat tujuan Boston akan berangkat dan meninggalkan tanah Seoul.

"Jaga dirimu baik-baik ya!"

"Ne…kau juga!" ujar Sungmin dan dikejutkan dengan Kyu yang mencium pipinya kilat. Dia langsung berlari meninggalkan Sungmin yang berdiri mematung. Sekejap mata, Sungmin akhirnya sadar. Wajahnya merah padam karena malu. Ia memandang punggung Kyu yang sudah berlari jauh menuju orang tuanya. Ia berbalik dan melambaikan tangan. Sungmin membalasnya.

"Ku harap kau akan menepati janjimu nanti, Kyu!" batinnya.

.

.

.

Pendek ya…

Kyknya aku hobi banget buat yang pendek-pendek…

Yo wisss…ini kan bru prolog.

Tak usahain panjang deh di chap 1….

Mohon bantuan chingu, nanti bakalan ada yang jadi roommate-y Kyu saat kuliah nanti. Bagusnya siapa ?

Eunhyuk ato Donghae?

Jawab ya….

~Gomawo minna-san~