BE MY LADY
Disclaimer : Pastinya Naruto cs ya punya Masashi Kishimoto sensei.
Story by : Yana Kim
Warning: Oneshot,CANON,OOC,always typo.
:
:
Baik. Tapi satu yang harus kau tahu. Aku hanya pernah jatuh cinta dua kali. Pertama pada Rin dan kemudian padamu. Sayangnya dulu kau telah memilih sahabatku.
:
:
Gedung Hokage.
Tok tok tok.
"Silahkan masuk."
"Ohayou,Sensei. Ah,gomen ne Hokage-sama."
"Ah,Sakura. Aku lebih suka kau memanggilku sensei seperti biasa. Kalian sudah pulang rupanya. Mana Naruto dan Sai?"
"Hai'. Aku datang ingin memberikan laporan misi. Naruto dan Sai tadi ke kamar mandi sebentar,mungkin akan datang sebentar lagi."
"Begi-". "Ohayou Kakashi-sensei…!."
'Ribut seperti biasa' batin Kakashi.
"Ohayou Naruto, Sai."
"Ohayou Hokage-sama."
"Bagaimana misi kalian?". tanya Kakashi.
"Tentu saja lancar. Ngomong-ngomong, semakin lama sensei semakin cocok menggunakan jubah itu."
"Terimakasih kalau begitu, Naruto. Setelah ini kalian mau kemana? Mau menemaniku sarapan ?"
"Ya ampun sensei, ini sudah lewat jam 10 pagi dan sensei baru akan sarapan !? Kau harus mencari istri dan menikah sensei !", cerocos Sakura.
"Kami sudah sarapan Hokage-sama, "tambah Sai.
"Mana ada yang mau menikah dengan Kakashi-sensei yang pemalas ini. "imbuh Naruto
"Aku sedang sensitive terhadap kata istri dan menikah anak-anak."
"Haah?, "sahut ketiga murid sang Hokage.
"Sebenarnya. ."
Flashback
"Hokage sama , hari ini anda ada pertemuan dengan para tetua Konoha jam 10 pagi. Para tetua mengatakan ada hal penting yang harus dibicarakan dengan anda."
"Baiklah."
"Kakashi, kau sudah hampir setengah tahun menjabat sebagai seorang hokage. Alangkah baiknya kalau seorang hokage memiliki seorang pendamping. Bagaimana menurutmu?"
"Apakah harus ? Bukannya Godaime Hokage bahkan belum menikah saat menjabat Homura-sama?
"Bagaimanapun juga ini adalah keputusan para tetua konoha. Kami membiarkanmu untuk mencari sendiri pasanganmu atau kami bisa merekomendasikan wanita dari luar desa untuk menjadi istrimu."
"Akan kupikirkan."
"Hn. Dan kuharap kau memilih wanita yang tepat. Minimal dia adalah seorang jounin."
Flashback end.
"Waaah..! aku setuju aku setuju. Sensei memang harus segera akan membantumu sensei, " Sakura menanggapi cerita senseinya.
"Benar . Kau memang seharusnya memiliki pendamping Sensei," tambah Naruto.
Sai hanya tersenyum . Kakashi sweatdrop melihat para muridnya.
"Huuh"
:
:
:
Dari gerbang Konoha terlihat tiga orang shinobi sedang berjalan memasuki Konoha. Tampaknya mereka baru pulang dari menjalankan misi.
"Aku ingin makan yakiniku-Q sekarang juga."
"Kita harus segera memberikan laporan misi kita Chouji."
"Kurasa tidak apa-apa Shikamaru. Kitakan seharusnya pulang besok. Besok saja kita memberikan laporannya."
"Terimakasih, Ino-chan."
"Merepotkan, baiklah baiklah."
"Yeah….!"
Shinobi yang ternyata Ino,Shikamaru dan Couji itu pun melangkahkan kaki mereka ke Yakiniku-Q yang merupakan tempat penuh sejarah bersama guru tersebut.
Yakiniku-Q.
"Waaah. Enak seperti biasanya ya …!". Ino mulai membuka suaranya.
"Umm nyam..nyam..nyam…!"
"Makan pelan-pelan Chouji. Merepotkan."
"SHIKA-JISAN…!", sebuah suara menginterupsi keributan kecil kelompok sepuluh.
"Jangan berlari begitu Sora.."
"Sora-kun…!Ah Kurenai-sensei..Ohayou gozaimasu..!"Ino langsung menarik tangan sang anak untuk duduk di sampingnya.
"Terimakasih Ino-neesan."
"Ah, Kau manis sekali. "Ino mencubit kedua pipi Sora gemas.
"Kurenai-sensei, mari bergabung dengan kami," Shikamaru mengajak Kurenai untuk bergabung bersama mereka.
"Hmm. "sahut Kurenai sambil tersenyum.
"Waah ternyata Sora menyukai yakiniku juga ya. Sama seperti kami dan Asuma-sensei. "ujar Chouji sambil memperhatikan Sora.
"Tentu saja Bodoh. "Ino hanya tersenyum.
"Sora-kun. Umurmu sudah empat tahun ya..?
"Iya nee-san."
"Sora , kenapa kau memanggil Ino dengan 'nee-san' sementara aku dan Chouji kau panggil 'ji-san'?"
"Iya. Seharusnya kan kau memanggil aku dan Shikamaru 'ni-san'
"Tentu saja karena aku muda dan cantik. Iya kan Sora-kun ?"
"Umm. Ni-san ku hanya Konahamaru-nisan, "ujar Sora sambil tersenyum.
"Kalian baru pulang misi ya ?"Kurenai mulai berbicara.
"Iya sensei"sahut Chouji.
"Wah, sudah lima tahun aku tidak menjalankan misi. Rindu juga rasanya.."
"Sensei kan harus menjaga Sora."Ino menanggapi keinganinan Kurenai.
"Bagimanapun aku seorang ninja. Setelah Sora masuk akademi aku akan meminta Hokage memberikanku misi".
"Ku rasa sebaiknya sensei tidak usah menjalankan misi. Nanti Sora malah sering ditinggalkan dan kurang mendapatkan perhatianmu."kata Shikamaru.
"Benarkah?. Kita lihat saja perkembangan Sora nantinya."
"Kau sudah selesai Sora ?"
"Kalian langsung pergi ?"
"Umm. Kaa-san bilang kami akan mengunjungi makam Tou-san."
"Ohh."
"Ayo Kaa-san. Shika-jisan yang bayar kan.."
"Haah?"
:
:
:
"Hai Tou-san . Sudah lama aku dan Kaa-san tidak mengunjungimu. Gomen ne."
"Sora-kun. Ayo berdoa untuk Tou-san."
"Umm."
Beberapa menit kemudian.
"Kalian juga datang?"
Sebuah suara sedikit mengagetkan Kurenai dan Sora yang sedang meletakkan bunga ke makam Asuma.
"Kakashi-sama."
"Hei. .jangan memanggilku begitu Kurenai."
"Sekarang Kau adalah Hokage ke-enam Kakashi."
"Waaah. Anda hokage ke enam ? Senang sekali bisa bertemu dengan hokage-sama. Sarutobi Sora desu. "Sora memperkenalkan dirinya sambil membungkukkan badannya.
"Aku tidak menyangka kau sangat senang bertemu denganku Sora. Aku Hatake Kakashi. Panggil ji-san saja., Kakashi berkata sambil mengangkat Sora kedalam gendongannya.
"Hai. Hokage-jisan"
"Dia sangat terobsesi terhadap Hokage setelah Konohamaru bercerita bahwa mereka berdua adalah cucu seorang hokage ke-tiga. "Kurenai menanggapi.
"Benarkah."
"Hmm. Kau berziarah juga ?"
"Hn. Bagaimanapun juga Asuma itu adalah sahabatku juga,sama sepertimu."
"Jisan, kenapa jisan memakai masker ?"
"Untuk menutupi sebagian wajahku ?"
"Apa ji-san sangat jelek ?" Kakashi dan Kurenai tertawa mendengar ucapan Sora.
"Bukan. Karena ji-san sangat tampan makanya ji-san memakai masker. Kalau ji-san tidak memakai masker maka semua gadis akan mengejar-ngejar ji-san."
"Jangan bercanda Kakashi. Kurasa Sora benar. Kau sangat jelek makanya kau menutupi wajahmu. Kita sudah bersahabat lebih dari dua puluh tahun, tapi aku bahkan tidak pernah melihat wajahmu tanpa masker, "Kurenai berkata sambil tertawa.
"Aku hanya akan membuka maskerku dihadapan istriku saja Kurenai."
"Masalahnya kau tidak akan pernah menikah kurasa."
"Waah. Ji-san. Aku pintar menjaga rahasia loh. Apa jisan mau menunjukkan wajah ji-san padaku ?.Sora bertanya.
"Bagaimana ya..?"
"Kumohon ji-san.."Sora menunjukkan puppy eyesnya kepada Kakashi membuat Kurenai menahan tawanya.
"Baiklah. Tapi kita harus mencari tempat dimana hanya kau yang dapat melihatnya."
"Hai'. Bagaimana kalau dirumahku ji-san. Kau bisa membuka maskermu dikamarku. Iya kan Kaa-san ?"
"Terserah kalian saja."
Setelah berpamitan kepada Asuma,kedua orang dewasa dan seorang anak itu meninggalkan pemakaman Konoha. Sesampainya dirumah Kurenai. Kurenai menawarkan Kakashi untuk makan siang kemudian meninggalkan kedua lelaki itu di kamar Sora dan menuju dapur untuk memasak.
"Kalian sudah selesai ?Ayo makan. Aku sudah selesai memasak."
Kakashi dan Sora pun keluar kamar dan beralan ke meja makan. Terlihat Sora yang tersenyum seperti orang yang baru mendapatkan harta karun. Kurenai sedang mondar-mandir meletakkan makanan yang baru dimasaknya.
"Kaa-san. Hokage ji-san tadi membuka maskernya loh.."
"Oh ya. .Bagaimana wajahnya ?"sahut kurenai sambil terus berjalan dapur-mejamakan.
"Kaa-san lihat saja sendiri "
Perkataan Sora membuat Kurenai berhenti dan melihat kearah kedua lelaki itu.
Prang !
Sendok yang ada ditangan wanita itu jatuh kelantai sedetik setelah ia melihat Kakashi yang tanpa menggunakan masker. Wajah mulus dengan pipi tirus dan hidung mancung menghiasinya. Kurenai tidak menyangka bahwa Kakashi akan setampan ini.
"Ka-kau..Kakashi ?"
"Tentu saja."
"B-bagaimana mungkin ..?"
Sora hanya tersenyum.
"Bukannya kita mau makan siang Kurenai ?"
"A-ah iya ."
Kurenai mengambil sendok yang tadi dijatuhkannya kemudian mengambil yang baru untuk dipakai. Mereka pun makan seperti keluarga dengan ayah,ibu dan seorang anak. Kentara sekali bahwa sang wanita terlihat sedikit gugup atau mungkin memang sangat gugup.
"Sora,setelah ini waktunya kau tidur siang, "Kurenai membuka percakapan di meja memang telah selesai makan dan Kurenai mulai membereskan meja.
"Baik Kaa-san."
Setelah selesai membereskan meja dan mencuci piring. Kurenai berjalan keruang tamu untuk mendapati kedua lelaki yang tengah bercengkerama itu. Kakashi sudah menggunakan kembali maskernya.
"Sora, sudah waktunya sayang.."
"Ji-san, aku tidur siang dulu ya.."
"Hn. Aku juga sudah mau pulang."
"Umm. "Sora berjalan menuju kamarnya.
"Terimakasih untuk makan siangnya, Kurenai."
"Sama-sama,aku juga berterimakasih karena hokage-sama mau sudi makan dirumah kecilku ini. "Kurenai bercanda.
"Kau bisa saja."
Keduanya kemudian diam dalam waktu yang cukup lama.
"Ehhm"/"Kurenai.. "Keduanya sama-sama berbisara. Suasana menjadi sedikit canggung.
"Kau duluan saja. "ujar Kakashi.
"Tadi kau bilang bahwa kau hanya akan membuka maskermu didepan istrimu , ta-tapi kenapa kau…?"
"Karena aku tidak mungkin makan menggunakan masker kan ?"
"Ah,benar juga. Kau tadi mau bilang apa ?"
"Begini. ,Para tetua menyuruhku untuk segera menikah."
"Hahaha Itu sangat bagus. Kau memang harus menikah Kakashi. "Kurenai tertawa mendengar penjelasan Kakashi.
"Tapi sangat sulit mencari wanita untuk kujadikan istri ,Kurenai."
"Memang sangat sulit .Apalagi kau memakai masker seperti itu. Kalau kau membuka maskermu mungkin akan banyak yang mengantri untuk menjadi istri mu."
"Haruskah begitu? .Aku memang sudah memikirkan seorang wanita untuk menjadi pendampingku.
"Benarkah ?Bagus kalau begitu."
"Tapi aku tidak yakin dia mau."
"Kau belum mencobanya Kakashi. Memangnya siapa wanita itu ?"
"Kau."
Kurenai langsung bungkam mendengar penuturan pria didepannya. 'Tidak mungkin' batinnya.
"Jangan bodoh Kakashi."
"Aku serius."
"KUBILANG JANGAN BODOH. .!"Entah mengapa Kurenai jadi tersulut emosinya.
"Ah, kau belum bisa melupakan Asuma ya..?"
"Bukan karena itu."
"Lalu ?"
Entah mengapa airmata mulai membasahi pipi wanita itu.
"Kau jangan menghinaku Kakashi. Bagaimana mungkin kau menikahi wanita sepertiku. Seharusnya kau menikahi seorang gadis yang baik bukan seorang wanita yang memiliki seorang anak tanpa status pernikahan sepertiku."
"Kau mengkhawatirkan tanggapan orang ? Aku tidak akan membiarkan mereka menghinamu."
Kakashi memegang bahu Kurenai yang mulai terisak.
"Dengarkan aku. Sora butuh seorang ayah. Dan aku membutuhkanmu."
"Kakashi kumohon pergilah.. "Kurenai menghempaskan tangan Kakashi.
Kakashi diam.
"KUBILANG PERGI !"
"Baik. Tapi satu yang harus kau tahu. Aku hanya pernah jatuh cinta dua kali. Pertama pada Rin dan kemudian padamu. Sayangnya dulu kau telah memilih sahabatku."
Setelah mengatakan kalimat itu sang hokage meninggalkan tempat itu.
:
:
:
Kakashi terdiam di ruangannya. Sudah seminggu sejak ia mengungkapkan perasaaannya kepada Kurenai. Dan semenjak itu ia belum pernah bertemu dengan wanita itu karena tugasnya yang menumpuk sebagai seorang pemimpin Konoha. Entah mengapa ia merasa merindukan Sora.
Dua hari yang lalu ia mendapat surat dari para tetua yang mengatakan bahwa ia harus segera melaporkan siapa yang akan menjadi istrinya. Bila dia tidak melaporkannya maka para tetua yang akan mencarinya. Mereka memberikan Kakashi waktu seminggu lagi.
"Huuh,sudah kuduga akan sesulit ini". Kakashi menghela nafas sambil memijit keningnya.
"SENSEI…!"
Terlihat Naruto masuk tanpa mengetuk pintu membuat sang hokage semakin pusing.
"Naruto bodoh !Seharusnya kau mengetuk pintu dulu !"Sakura menjitak kepala pirang itu.
"AWW. Sakura-chan itu sakit sekali…!" Naruto mengelus kepalanya sementara Sai hanya tersenyum seperti biasa.
"Rasakan. Sensei tiga hari ini kami bertiga telah berdiskusi tentang…."
"CALON ISTRI ROKUDAIME HOKAGE… !"Ketiga murid itu kemudian berteriak membuat sang guru sweatdrop.
"Haaaah. Benarkah…?"
"Kami akan mengajukan beberapa calon untukmu sensei. "Kata Naruto
"Kandidat Pertama….Mitarashi Anko. Dia pernah menunjukkan ketertarikan khusus pada anda Hokage-sama " kata Sai kalem.
"Bagaimana sensei ?" Tanya Sakura dengan wajah berbinar.
"Aku tidak suka wanita yang terlalu aktif seperti dia , "sahut Kakashi santai.
"Masih ada Kandidat kedua . ninja medis yang sangat berbakat. Bagaimana ?"kata Naruto.
"Dia sudah milik Yamato. Aku tidak mau cari masalah dengan si tukang kayu itu."
"Haah ! Sizhune senpai dengan Yamato-taicho…?!"Ketiga murid tampak syok..
"Hn…"
"Masih ada. .Shion sang Miko dari Uni no Kuni. Dia seorang wanita yang hebat dan juga dapat memimpin. Ini sangat cocok untuk mu sensei. "Sakura mempromosikan kandidat ketiga.
"Dia terlalu lembut .Aku tidak suka."
"Haaaaah…Kami sudah tidak punya kandidat lagi sensei…!"
"Ya sudah. Terimakasih karena sudah mau membantuku. Kalian memang murid yang baik. Aku bangga pada kalian."
"Tapi…"
"Akan aku serahkan pada para tetua.."
:
:
:
"Apa yang harus aku lakukan Asuma…?". .Seorang wanita berkata sambil menahan tangisnya didepan sebuah makam,ya,dia adalah Kurenai yang menangis didepan makam Asuma.
"Kurenai-sensei.."
"Ah. Shikamaru."
"Apa yang terjadi ?"
"Tidak ad-"/ "Kita bicarakan sambil minum teh ."
Kedai Teh Konoha
"Sora dimana ? "Tanya Shikamaru sambil mulai meminum tehnya.
"Dia sedang dibawa oleh Konohamaru. Katanya ia kan mengajarkan Sora sebuah jurus. Aku tidak mengerti jurus apa yang akan diajarkan kepada anak umur 4 tahun."
"Hn. Jadi apa yang terjadi ?"
"Tidak ada."
"Kalau tidak ada tidak mungkin kau berbicara sambil menahan tangis didepan makan Asuma-sensei"
"Kau memang jenius . " lama terdiam Kurenai mulai bicara lagi. "Bagaimana pendapatmu bila…. bila Sora memiliki seorang Tou-san ?"
"Seseorang melamarmu sensei ?"
"Hmm. Tapi aku merasa aku tidak pantas untuknya dan aku takut Asuma akan membenciku?"
"Asuma-sensei tidak akan membencimu. Dia pasti bahagia bila kau bahagia. Kalau soal Sora, pastinya pertumbuhannya akan semakin baik bila seorang ayah mendampinginya."
"Benarkah ?"
"Hn. Siapa orang itu sampai kau merasa tidak pantas untuknya , sensei ?"Tanya Shikamaru.
"Dia… Dia.. Hatake Kakashi. "Kurenai susah payah menjawabnya.
"Apa karena dia seorang hokage ?"
"Harusnya dia mendapatkan seorang gadis yang baik seperti Sizhune atau Anko. Bukannya seorang wanita yang sudah mempunyai seorang anak sepertiku."
"Kau juga seorang ninja yang hebat sensei."
"Tapi-"
"Kau dan Sora pantas bahagia sensei. Aku mendukung semua keputusanmu. "Shikamaru menggenggam tangan sang guru.
"Terimakasih Shikamaru."
"Hn."
:
:
:
Naruto ,Sakura dan Sai sedang berada dipadang rumput tempat mereka biasa latihan. Sai terlihat sedang melukis .Sementara Sakura dan Naruto berbaring disebelah Sai.
"Sakura-chan,siapa ya kira-kira yang cocok untuk Kakashi-sensei ?"
"Aku juga tidak tahu, yang kita ajukan kan sangat cocok,tapi Kakashi-sensei malah tidak berminat samasekali."
"Aku punya satu kandidat kalau kalian setuju "Sai mulai bicara.
"Siapa Sai ?"Tanya Naruto dan Sakura serempak.
"Ayame-san ?"
"Hmmmm… Ayame cukup cantik. Dan gosip mengatakan bahwa hanya dia yang telah melihat wajah Kakashi tanpa masker. "Naruto menanggapi.
"Aku setuju. "Sakura tersenyum senang.
"Kakashi-sensei tidak akan mau. "tiba-tiba Shikamaru muncul dan duduk dengan santai disebelah Naruto.
"Shikamaru?Kenapa kau tiba-tiba berkata begitu ?" Sakura bertanya.
"Karena Kakashi punya seorang yang dicintainya. "kata Shikamaru.
"Kalau maksudmu Rin, dia sudah lama meninggal, Shikamaru-san."
"Bukan, adalah…."
Waktunya untuk memberikan laporan kepada para tetua tinggal dua hari lagi. Dia sudah pasrah dengan siapa dia akan diodohkan oleh para tetua Konoha. Kurenai sepertinya memang tidak mau menjadi istrinya .Ya,dia harus menerima takdir itu. Dia memang pernah menaruh hati pada Kurenai, namun setelah mendengar bahwa Kurenai dan Asuma adalah sepasang kekasih, Kakashi memilih mundur dan memendam terus perasaannya.
Saat ini ia sedang duduk seperti biasanya untuk memeriksa laporan misi dari beberapa shinobi Konoha. Jam sudah menunjukkan pukul 5 kenapa ia merasa sangat karena seharian ia hanya memeriksa surat dan laporan misi.
Menjadi Hokage bukan merupakan keinginannya. Para tetua dan ninja Konoha yang lainlah yang memintanya untuk menjadi seorang Hokage. Padahal ia merasa kurang pantas menjadi pemimpin Konoha. Apalagi ia merasa gagal sebagai guru karena tidak dapat memepertahankan Sasuke yang notabene adalah muridnya.
Tiba-tiba..
Tok tok tok.
"Masuk."
"Kakashi-sama.."
"Shikamaru."
"Hai Sensei.!"
"Sakura dan Naruto juga apa ? jangan bilang… "/ "Iya sensei, kami akan kembali mengajukan kandidat yang akan menjadi istrimu .hahaha."Ucapan Kakashi dipotong oleh Naruto.
"Kan sudah kubilang.. "/"Kali ini Shikamaru ikut membantu kami … "Lagi-lagi ucapan Kakashi dipotong,kali ini Sakura yang melakukannya.
"Hn. Dan kali ini kami akan membawa mereka kesini,supaya anda dapat mengevaluasinya dengan baik. "Shikamaru ikut menambahi.
"Haaah. Kalian susah sekali dinasehati ."Kakashi akhirnya pasrah.
"Baiklah-ttebayo..! Kandidat yang pertama…."
Pintu terbuka dan menampakkan seorang wanita dengan rambut ungu muda.
"Ada apa Hokage-sama?! Shimura Sai bilang anda memanggil saya karena keadaan darurat. !"
"Ada pasti sudah mengenalnya Kakashi-sama. Mitarashi Anko. "Shikamaru mulai mempromosikan Kandidat pertama.
"Shikamaru. Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak menerima yang ini."
"Benarkah ? Mereka tidak bilang padaku. "sahut Shikamaru enteng.
"APA MAKSUDNYA INI ?!Jadi tidak ada masalah darurat ?!"
"Tidak ada sensei, mungkin Sai salah memberikan informasi. "Sakura menenangkan Anko.
"Huh! Kalau begitu aku pergi dulu !"Anko pun pergi meinggalkan ruangan itu setelah membungkukan badannya kepada Kakashi.
"Hei.. kalian..sudah kubilangkan.. "/"tenang sensei masih ada dua kandidat lagi. "Naruto memotong kembali ucapan sang guru.
"Kandidat kedua…."
"Pintu terbuka dan muncul seorang gadis berbaju koki.."
"Apa hokage-sama memanggil saya ?" sang gadis bertanya.
"Ayame. Anak pemilik ramen Ichiraku Paman Teuchi. Kalau dia menjadi istrimu, maka aku akan mendapatkan ramen gratis sensei. "kali ini Naruto menjelaskan mengenai Kandidat kedua.
"Maksudnya ?"Ayame mulai bingung.
"Para tetua bilang bahwa yang kunikahi haruslah seseorang dengan tingkatan minimal jounin. Jadi haruslah seorang ninja."terang Kakashi.
"Begitu ?"
"Ah Ayame-san boleh pulang. Kami akan datang nanti malam untuk makan ramen."
"Baiklah. Kalian harus datang ya Sakura ."
"Hai'".
"Sudahlah….Aku akan menyuruh para tetua yang mencarikan istriku. Kalian tidak usah repot-repot"kata Kakashi.
"Seorang jounin ya.. ? Kali ini sensei pasti akan menerimanya. "Shikamaru menyeringai.
"Kandidat ketiga.. "Naruto memanggil.
Pintu terbuka lagi dan muncullah…
"SAAIIII…!" semua bersorak melihat Sai yang muncul dari balik pintu.
"Ah. maafkan aku baru datang. Tadi aku menjemput kandidat ketiga.. "Sai tersenyum palsu.
"Dan Kandidat ketiganya ialah…."Kali ini Sakura yang berbicara.
"Sudahlah..Terimakasih karena sudah peduli,tap-"
Perkataan Kakashi terhenti saat melihat siapa kandidat ketiga yang dibawa oleh Sai.
"K-Ka-kau ?"
"Hmm. Y-ya..Aku."
Kakashi membelalakkan matanya melihat siapa yang datang. Dia langsung berdiri dari kursi hokagenya. Yuhi Kurenai datang dengan mengenakan pakaian putih merahnya saat menjadi ninja dulu.
"Nama Yuhi Kurenai. Tingkatan Jounin. Kemampuan genjutsunya juga sangat dengan kandidat ketiga ini Hokage-sama..?". tanya Shikamaru sambil menyeringai.
Kakashi terdiam. Bingung harus berkata apa. Bila Kurenai datang kemari sebagi kandidat,berarti… berarti dia secara tidak langsung menerima lamaran yang diajukan Kakashi dua minggu lalu dan bersedia menjadi istrinya.
"Baiklah. .dari ekspresi anda. Sepertinya anda juga tidak menyukai Kandidat kami ini Hokage-sama. Kalau begitu…"
"Aku menerimanya Shikamaru. Aku menerimanya. " Kakashi langsung tersadar mendengar ucapan Shikamaru.
"Waaah Aku senang sekali. Akhirnya Kakashi-sensei menikah juga. Kyaaa!"Sakura heboh sendiri sementara ketiga pria lainnya tersenyum senang melihat kedua guru mereka akhirnya menemukan kebahagiaan mereka. Kurenai dan Kakashi hanya tersenyum malu
BRAKK!
"KAMI TIDAK SETUJU !"
Pintu terbuka secara paksa memperlihatkan Kiba,Hinata,Shino,Ino dan Chouji.
"Hokage-sama. Seharusnya anda meminta izin kami dulu sebelum menikahi Kurenai-sensei. Kami adalah murid Kurenai-sensei. "Kiba mulai berbicara.
"Benar sekali "Shino menambahi.
"Shikamaru, kenapa kau tidak memberitahukan kami tentang ini hah?"cerocos Ino .
"Merepotkan."
"Heii anak-anak…Aku akan menikahinya dengan atau tanpa persetujuan kalian ."Kata-kata Kakashi membuat semua orang yang ada disana swaetdrop.
:
:
:
Saat ini Kakashi dan Kurenai sedang duduk diruang tamu rumah Kurenai. Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Sora sudah tertidur. Alangkah senangnya anak itu setelah mengetahui bahwa sang Kaa-san akan menikah dengan hokage yang dikaguminya itu. Berarti sang hokage akan menjadi Tou-sannya. Saking senangnya,Sora sampai menari-nari tidak jelas sampai lelah sendiri. Tentu saja Kakashi senang Sora dapat menerimanya.
"Kenapa tiba-tiba kau menerimaku. Ku kira kau tidak memberiku kesempatan lagi."
"Aku sudah berpikir semalam penuh hari itu. Kemudian Shikamaru memberiku nasehat dan aku akhirnya memutuskan menerimamu."
"Apa yang Shikamaru katakan ?"
"Dia bilang Aku dan Sora pantas untuk bahagia."
"Benar. Dan aku berjanji akan selalu membahagiakan kalian berdua."
Kurenai memeluk Kakashi. Dan Kakashi pun membalasnya.
"Terimakasih Hokage-sama."
"Jangan panggil aku seperti itu atau aku akan…"
"Akan apa Hokage-sama ?" Kurenai mencoba berdiri dari duduknya dan berjalan menjauhi Kakashi namun menarik tangannya membuat Kurenai terduduk dipangkuan Kakashi.
"Aku akan.."
Cuup
Kakashi membuka maskernya dan mencium Kurenai tepat dibibir wanita itu. Hanya ciuman singkat namun dapat membuat wajah wanita itu memerah.
"Semakin sering kau memanggilku seperti itu, maka semakin sering aku menciummu."
Empat tahun kemudian….
Sang Rokudaime sedang duduk sambil memeriksa surat-surat dan laporan yang membosankan memang.
Tok tok tok
"Masuk. Ah Kurenai,kau tidak perlu mengetuk pintu begitu jika ingin masuk,sayang. Duduk lah. "Kakashi mengajaknya duduk disofa yang ada disana.
"Aku hanya mengikuti prosedur yang berlaku, Kakashi-kun. Ini makan siangmu"
"Hn. Terimakasih sayang. Tetsuya mana ?"Tanya Kakashi sambil mengecup singkat pipi istrinya itu, lalu menanyakan keberadaan anak keduanya alias adik Sora.
"Tadi aku memang ditengah jalan Ino menawarkan diri untuk menjaganya. Karena ia merasa kesepian di toko bunganya. "jelas Kurenai.
"Ohh. Aku lelah sekali,Kurenai. "Kakashi menyandarkan kepalanya kebahu sang istri.
"Kurasa satu ciuman darimu akan membuat lelahku hilang ."lanjut Kakashi modus sambil menurunkan maskernya.
"Kau selalu begitu Kakashi. "Kurenai lalu mendekatkan wajahnya kearah Kakashi untk memenuhi permintaan sang suami. Sedikit lagi bibir Kurenai mendarat pada bibir Kakashi…
"TOU-SAN…! "Sora masuk kedalam tanpa mengetuk pintu membuat kedua insane tersebut menjauhkan diri mereka dengan wajah memerah.
"Sora. Kau mengganggu Tou-san tahu. ."ujar Kakashi kesal namun mendapatkan pukulan pelan dari sang istri.
"Konohamaru-niisan dan Naruto-jisan mengajarkanku jurus baru. Aku ingin menunjukkannya pada Tou-san. Katanya jurus ini sangat ampuh untuk mengalihkan perhatian. Bahkan mereka bilang Ebisu-sensei bisa kalah hanya dengan jurus ini. "Sora terlihat bersemangat.
"Benarkah ? Tunjukkan kalau begitu."
'Tapi tunggu… Jurus yang bisa membuat Ebisu kalah ?'batin Kakashi.
"Sora ap-"/"KAGE BUNSHIN NO JUTSU….! Hai sayaaaang… "Tampaklah seorang wanita cantik tanpa busana dikelilingi oleh asap tipis.
"APA-APAN ITU…..!APA YANG DIAJARKAN KONOHAMARU DAN NARUTO PADA ANAKKU INI ?
Teriak Kakashi dengan darah yang menetes dari lubang hidungnya…
Sementara Kurenai menutup mata dan telinganya.
END
HAIII MINNA-SAN ini adalah fict oneshot pertama aku. .Kakashi-Kurenai ?Aku merasa mereka cukup cocok untuk dijadikan pairing secara ,Asuma sudah tiada.
Tapi aku tidak tahu pendapat para senpai dan reader tentang pairing ini . Review please pendapatnya…*bow*
Arigatou…^_^
Yana kim
