Haaai, Minna-san! Ucchan si gaje balik lagi! Kini kembali dengan fic STRAIGHT *gitu 'kan tulisannya?*! Em… maaf ya, kalau jelek. Ucchan juga manusia… SOOO, Ini mungkin akan bersambung ke beberapa chapt… TERGANTUNG REVIEW!*ketawa iblis*

So, silahkan dibaca! Kalo pada nggak suka straight, silahkan tekan tombol back dengan resiko CACAR AIR + PANUAN selama seminggu!*evil grin*


"Haaaah..."

Aku berjalan dengan gontai di jalan setapak untuk menunggu angkot.

Tadi malam aku lupa bikin tugas matematika yang seabrek, dan dengan kecepatan penuh menyelesaikannya dalam semalam. Hahahah! Bayangin wajahku, deh!

And, kalau kau bertanya kenapa aku mau-mau aja begadang demi bikin tuh soal-soal matematika yang berjumlah 35 yang sangat menyiksa itu (esay, dan lengkap dengan penyelesaiannya, my man! Kalau, Pg sih, gampang cap cip cup langsung beres! *ketauan begonya*), kau pasti tak kenal Guru matematikaku, pak Asuma! Hahahah! Aku nggak mau disuruh hormat bendera di lapangan yang cuacanya sangat "Wow" belakangan ini.

"Hhhh…. Sekolah itu memang melelahkan…" desahku dengan kantung mata yang sangat mengerikan. Aku cuma bisa tidur 5 menit-an, dan setelah itu terdengar suara cempreng ibuku (yang lebih horror dari suara kuntilanak! Percaya deh!) yang menyuruhku bangun. Dan sialnya, aku bangun dengan kantung mata yang sangat tidak indah untuk dikenang.

"Ooi, Ayumi!" terdengar suara yang tak asing di telingaku. Aku langsung menoleh, "Pagi, Sakura!" Cewek berkulit putih, dan berambut soft pink itu sekarang lagi terengah-engah mengatur nafasnya. Dia Sakura Haruno, sahabatku serta temen terlambatku sejak kecil. Aku dan dia pernah bolos sekolah. Ceritanya dulu sekali, saat di sekolahku ada razia hp, aku dengan begonya malah membawanya. Sakura yang mengetahui hal ini, langsung menemani ku bolos (dasar bandel!). Temen yang baik….*dijalan yang salah!* Aku juga bertetangga dengannya. Komplit 'kan?

Setelah nafas Sakura normal kembali, dia mengajakku untuk ngobrol lagi. "Heh! Tumben kau bangun sepagi ini! Eh, matamu kenapa tuh?" tanyanya sambil menatap kantong mataku yang mengerikan. "Iya nih, ibuku lagi buru-buru, jadi kami serumah harus berangkat pagiii banget!" keluhku sambil menguap. Ibuku itu selalu sibuk dengan segala macam kursus-kursus apalah itu. Tapi rasanya baru kali ini ibu kelihatan buru-buru banget. Kami serumah yang terdiri dari aku, adikku dan ayahku kerepotan dibuatnya.

"Lagipula ada pr matematika. Aku begadang semalaman ngebuatnya." tuturku sambil menguap. Sakura mengangguk-ngangguk sok ngerti. Aku ini paling nggak bisa matematika! Bawaannya pusing tujuh keliling.

"Eh, kamu juga tumben bangun pagi, Sakura!" aku menatap Sakura dengan tatapan heran. Sakura cengengesan lalu menjawab malu-malu, "Aaaah…. cuma nggak sengaja suka Siwon SuJu kooook~! Yumi jahil aaaa~h!" Sakura langsung meninju bahuku dengan PELAN. Oh Tuhan! Aku tanya apa dia jawab apa!

Ah, lupa aku! Perkenalkan! Namaku Ayumi Aimikka (author ngarep). Di cerita ini, kau boleh memanggilku Yumi. Maaf telat memperkenalkan diri! Aku memiliki rambut berwarna ungu gelap sebahu, dan mata Emerald yang kata beberapa orang, membuatku kelihatan manis~ (bukannya mau sombong, loh ya!)

"Eeh, Yumi! Kata pak Kakashi, ada murid pindahan 'kan?" suara Sakura yang LEMBUT menyadarkan aku dari khayalan ngawurku. "eh, iya, oom(?)!" aku teriak-teriak gaje dengan latah karena kaget. Aku menutup mulutku sebelum ada yang melirikku dan mengira diriku orang gila "Eh, sorry!"ujarku.

"Nggak pa-pa kok!" Sakura udah maklum. "Tapi moga-moga murid pindahan itu cakep ya!" tatapan mata Sakura mulai agak liar seperti temanku yang hobinya malakin orang dengan cara seperti apapun (apa nyambungnya?). "hehe! Iya ya!" aku mengedipkan mata. Kami berdua naik angkot nggak berdosa yang kebetulan lewat dengan tawa terbahak-bahak hingga membuat supir angkot yang bernama Kisame (Kisame: enak aja, gue supir angkot! *author disamehada*) itu ngerasa risih. "Jangan-jangan dua eneng ini kuntilanak lagi?" batinnya dengan wajah was-was. Kaga heran. Mengingat ini masih sangat pagi dan tawa horror aku dan Sakura yang meyakinkan(?).


Well, skip time aja. Daripada ngedengerin ocehan mahluk dua (kau tahu siapa?) dan supir angkot yang mau mampus plus teler (sama aja bu!).

Jadi yah, ceritanya aku dan Sakura terpaksa jalan kaki di tengah jalan karena si supir angkot yang imut-imut *muntah ditempat* itu meleng dan nabrak pohon sampai nggak sadarkan diri A.K.A pingsan, penyebabnya karena hal sepele, Sakura yang duduk dibelakang si mas-mas berwajah melas itu ketawa gaje dengan oktaf yang WOW.

Untung saja sekolah kami dekat dengan tempat perkara kejadian, Sakura sekarang malah udah ngutuk-ngutuk tuh supir yang (katanya) sengaja nurunin mereka dengan acara pingsan segala (lah, salah siapa coba?).

Yah, skip time lagi aja dah!


Sesampainya disekolah, aku dan Sakura berjalan dengan langkah ringan kekelas. Aku hanya ngangguk-ngangguk cengo saat mendengar setiap ocehan yang keluar dari bibir gadis ini. Ceriwis banget! Ceriwis dan kaga peduli mau lawan bicaranya dengerin atau nggak. Tapi Sakura adalah anak yang baik dan lumayan manis. Rambutnya tergerai panjang, tubuhnya juga bagus. Aku heran kenapa dia sering ditolak cowok-cowok. Yah, mungkin karena sifat liar(?), cerewet, keras kepala, dan ambisiusnya ya? Hehhehe, aku sendiri sudah menjomblo lamaaa banget. Dan aku tak perduli dengan itu. Menurutku buang-buang waktu aja. Mendingan sih ya, berteman aja. Lebih asyik dan nggak menyiksa.

Tapi kata Sakura, jomblo itu adalah masalah terbesar dalam hidupnya. Lah? Kalo punya waktu untuk menangisi hal kayak begituan, lebih baik dipakai untuk mengintrogasi diri sendiri 'kan? Nyari apaaa gitu kekurangan diri sendiri. Introspeksi diri. Tapi kayaknya Sakura nggak bakal terlalu memperhatikan walau aku sudah berkoar-koar dengan ceramahku.

Back to story again, my dude! *dilempar ember*

Saat melewati ruang guru, aku dan Sakura melihat sesosok cowok yang tampak asing bagiku. Aku tak pernah melihatnya di sekitar sini. Siapa ya? Aku melirik kearah Sakura yang sudah mulai meluncurkan jurus-jurus genit yang dinamakannya jurus penggoda, yang jujur aja. Bisa membuatmu perlu menyiapkan berpuluh-puluh kantong muntah kalau dijelaskan lebih lanjut. Tapi yah, karena authornya lagi mood ngenyiksa pembaca, maka akhirnya kita akan mengulasnya(raja tega)! Dimulai dari senyuman genit yang OH TUHAN, Kau bisa membayangkan wajah ayam kampung jantan yang sedang senyum menggoda lawan jenisnya (nggak nyambung), tawa cekikikan (yang kata Sakura) seksi tapi malah maksa dan akhirnya kedengaran seperti tawa kuntilanak di telingaku (ANEH tapi NYATA), juga sengaja ngemelototin mata biar keliatan unyu-unyu katanya, tapi lebih keliatan kayak tampang sapi sebelum di jagal.

Belum lagi dia suka memoyongkan bibir sok imut supaya kelihatan kalo dia baru pake lip gloss rasa jagung bakar (ada ya?*bingung sendiri*) yang berkilauan kayak lampu bohlam itu (silau, man!), kau bisa membayangkan Bebek yang baru saja mencelupkan mulutnya di laut penuh minyak sehingga bibirnya berkilauan(reader: HAAHH?!). Lagi pula tu bebek kayak kaga ada kerjaan lain aja. Main nyelup-nyelup!

Eh, juga ada goyangan-goyangan hebohnya Sakura. "Dipikirnya acara dangdut, apa?" batinku saat dia menunjukan tarian nge-bor yang sangat nista di mataku. Belum lagi puisi-puisi ngaconya, nih contohnya:

"Wahai pria idaman~, tahukah aku siapa? Aku adalah pengagummu~!

Tanpamu, aku bagai Romeo tanpa Juliet! Eh salah! Maksudnya Juliet tanpa Romeo~! Oooh~

Yu ar so Beutiful, Maai Meeeen~!"

Dan hasil puisi ancurnya, Sakura ditolak dan diketawain para cowok. Kasihan…..

Eit! Ada juga nyanyian-nyanyian ngaco nan ancur!

Contohnya:

"Oh Mai Darliiiing, Lope Lope You Sooo Maaach! Muach (5x)!(?)"

Juga

"OOOOOH! AI LOPE YOUH, BIIIBEEEEH!"

Hingga bikin kucing tetangga sebelah sakaratul maut...

"Yumiii! Dia cakep bangeeet~! Kayak cowok blasteran Eropa gituuuu~" bisik Sakura padaku heboh dengan masih mengedipkan mata pada cowok yang tampak agak risih melihat Sakura.

Dengan malas aku meliriknya diam-diam (aku nggak mau disangka Sakura kedua karena ketahuan meliriknya. Aku cewek biasa yang lemah nggak seperti Sakura yang berstamina TINGGI dan berkekuatan 1000 ekor kuda *waay!?* itu). Setelah kuperhatikan baik-baik, perkataan Sakura memang benar.

Cowok itu tampak cakep dengan rambut panjang sebahu dan diikat lemas kebelakang berwarna hitam raven. Kulit putih dan hidung mancung menyempurnakan mata Garnet-nya yang teduh. Perfect…

Benar-benar kayak cowok di komik (oh, ya! Bagi yang belum tau, aku adalah Otaku Saudara-saudari! (pidato pake toa) *dilempar sandal* (Reader: kaga penting lu!).

Kayaknya saat Tuhan menciptakannya, perasaanNya lagi seneng hingga menciptakan mahluk seindah ini….

Saat aku sibuk ngebandingin cowok asing itu dengan tokoh Anime kesukaanku, Sakura sekarang malah sudah sibuk melancarkan kedipan maut ke arah cowok perfect yang sepertinya eneg melihat Sakura. Tapi yah, who care? Sakura memang cewek super cueeek! Sakura memang gadis yang baik, tapi SAYANG, dia SUPER genit dan DUPER sok imut (kok jadi gaje gini?)!

Bayangkan saja dalam seminggu dia bisa jatuh cinta pada 4 cowok berbeda, dan dalam seminggu itu juga dia DITOLAK MENTAH-MENTAH (BUSET! Matiin capslock-nya dulu dong!)! Sungguh nista hidupmu, nak…..

Saat aku berkunjung ke rumahnya untuk menghibur, mukanya udah kayak orang depresi tinggi. Dia nangis-nangis histeris dan membanting semua perabotan yang murah dan nggak berharga (kalo mahal, sayang katanya*hah? Nggak salah tuh?*). Keluarganya hanya diam menatap mahluk yang beringas itu. Mamanya Sakura malah udah nangis-nangis gaje sambil teriak, "Sakura! Di mana kamu nak? Siapa Monster iniii?".

Sebagai teman, jujur aku prihatin padanya (dan KELUARGANYA yang notabenenya sama-sama sinting). Tapi aku bisa apa coba? Nyamperin tuh 4 cowok kaga tau diri itu lalu mengancam sambil nodongin tinju? Wahahahahahah! Itu mah, namanya cari digebukin! Well, kau boleh melakukannya jika kau adalah Supa Girl, Wonder Woman atau Cat Woman sekalian!

Esoknya, Sakura sekolah dengan mata bengkak dan merah. Mungkin hasil jerih payahnya meraung-raung dan membanjiri kamarnya semalaman. Hari itu aku tidak banyak bicara. Membiarkan Sakura menenangkan hatinya sendiri. Hohoohoh! Aku teman yang baik 'kan? *digampar reader*.

Lalu, kukira Sakura akan murung dalam waktu lama, ternyata aku salah, SALAH BESAR! Sehari kemudian dia sudah pulih kembali dan mulai mencari cinta secara membabi buta. Yah, Sakura memang aktif, salah, HIPERAKTIF maksudku, dalam mencari cinta! Berbeda banget dariku, yang dari lahir dengan wajah imut-imut *itu fitnah!*, sampai segede gedung monas *hueeh!?* ini, kaga pernah jatuh cinta! (yang ini beneran nggak pernah!) Bahkan Sakura pernah mengenalkanku dengan cowok-cowok cakep. Jujur aja, aku kaga tertarik dengan mereka. Eiiits! Bukan berarti aku penyuka sesama jenis lho! Cuma belum dapat yang sreg di hati.

Saat aku mulai ngelamun dengan wajah (yang aku yakin) udah kayak orang ketimpa beton seberat 50 ton *lebay, gan!*, (bo'ong kok. Cuma masang wajah bego plus cengo terbaikku.) Tanpa kusangka, cowok itu tersenyum maut ke arahku sampai memudarkan lamunanku dan membuat Sakura mimisan. Aku cuma bisa nyengir kuda karena masih kaget.

"Yumiiii~! Dia tersenyum padaku!" Sakura memelukku girang sambil menampilkan senyum terlebarnya pada cowok itu. Cowok itu agak mendelik pada Sakura dan aku. Ya ampun Sakura...! Bikin rusak imej aja….

Tiba-tiba muncul Kakashi sensei.

Beliau adalah guru Ipa Fisika sekaligus wali kelasku. Beliau guru paling baik hati di sini. Top dah! Sayangnya dia agak pemalas dan pelupa. Oh ya, dia juga, em… gay. Pasangannya adalah sensei Iruka Umino. (Reader: Kaga ilang-ilang fujoshimu?! Ucchan: Biarin!)

Yah, mari hentikkan promosi gaje ini, beliau kelihatan panik saat melihat cowok itu terlebih aku dan Sakura. Dia segera menyeret paksa cowok itu kedalam kantor guru. Cowok itu agak mendengus tidak suka. Dia melirikku dengan mata merah tajamnya yang OH TUHAN MENGHANYUTKAN sebelum menghilang di balik bayang-bayang kantor guru *jreng jreng!*. Aku agak terpaku. Kenapa dadaku rasanya hangat, pipiku panas, mataku kelilipan (what the maksud?), apakah ini….(mendramatisir)... Yang namanya Cinta….? Cintaaa?

CINTAAAAAAAAAA?! *PLAKK!*

Hey, hey! Aku baru saja melihatnya semenitan lalu! Gak nyampe malah, kenal juga belum! Oh God! What happening to meeee?! *sok pamer inggris*

Aku melirik ke Sakura. Itu anak sekarang sudah memandang pintu guru tanpa berkedip. O-oh… aku harus segera melakukan sesuatu!

Aku segera menyeret paksa Sakura sebelum dia memulai meneriakkan lagu wajibnya, sayangnya, gadis penggemar Brad Pitt dan Siwon Suju itu sudah sadar duluan. Dengan semangat 45, Sakura berteriak (dengan Bahasa Inggris yang ancur) dan menerjang maju tapi kutahan dengan tanganku, "Ooooooh! Cinta barukuuuuuu! Weit for meeeey haneeeeey! Eh? Ah! Yumi! Lepaskan! Aku mau melihat pangerankuuu~!" aku tak perduli.

Dan dengan segenap jiwa raga (bertele-tele!) aku menyeret Sakura ke kelas yang tak jauh dari ruang guru. Cuma tinggal belok kanan, lurus 5 kelas, belok kiri, 2 blok dari samping UKS, dan naik tangga ke lantai 3 (dekat apanyaaaaaaaa?!)".

Sakura sampai nangis Bombay saat kuseret. Tapi itu malah menambah stamina dan tenaga Gorilla-ku (ngeeeh! Bo'ong!) untuk lebih keras menyeretnya. Akhirnya, setelah melewati gunung yang curam (tangga), labirin berliku (lorong sekolahku), dan gangguan mahluk halus (teman-teman dan guruku)-, akhirnya aku berhasil sampai dengan selamat di kelasku bersama Sakura yang telah tepar karena kuseret naik tangga tadi. Tapi aku masa bodoh. Yang penting, aku telah berhasil mencegah membuat telinga semua orang di sekolah tuli! (BGM: We are the champion by Queen).


Di kelasku yang damai dan tenang (hahahaha...*ketawa garing*)….

Aku dan Sakura melangkah ke bangku kami. Aku duduk persis di belakang Sakura. Belum juga sempat bernapas lega, muncul lagi kecoak pengganggu(sadiiis)!

"Hai! Kalian tumben datang cepet!" itu Sasuke, cowok yang bloonnya minta ampun *author dikeroyok Sasuke FC*, tapi harga dirinya super tinggi!

"Iya nih, ibuku ngebangunin kami serumah terlalu pagi! Oya, kamu juga tumben cepat, Sasu? Biasanya jadi temen terlambat kita-kita!" aku menjawab sambil tersenyum.

Sasuke langsung naik Narsisnya, cowok berambut gelap yang menurutku cukup tampan dengan mata Onyx-nya itu langsung berseru, "Oooh, kalo aku karena ibuku ngebangunin aku pagi banget karena mau ke luar kota! Jam bangunnya juga tak sesuai jam bangunku!".

"Alah, palingan Ibumu cuma mau ke Kiri, atau Suna 'kan? Nggak jauh tuh dari sini! Dan jam bangunmu 'kan tak sesuai soalnya jam bangunmu itu jam KARET!" Sakura menimpali dengan sinis, dan ternyata tepat sasaran. Muka si Sasuke MERAH. Benar-benar meraaah!

"Huh….." Mata Sasuke berkilat-kilat. Oh, IT'S NOT GOOD….

"Apa? Dasar chick! Udah bego, nggak tau diri lagi!" Sakura malah memanas-manasi Sasuke sambil menjulurkan lidah.

Oh, God! Help Meee! (T0T)

Brak! Semua mata tertuju kearah pintu kelas yang tinggal kenangan.

Dari balik Pintu kelas yang sudah tak berbentuk itu muncullah…

"Kk-kau…."

BERSAMBUNG…


Hola Readerrr! Gimana? Gimana? Suka? Cinta? Tergila-gila? *PLAAAK!*

Maaf kalau reader tak merasakan ketiga perasaan diatas… *nyiapin boneka voodo*

Si Sasu Ucchan bikin Full OOC… Maaf ya, Sasu FC… *berpelukkan dengan Anti Sasu*

Maaf juga kalau jalur ceritanya kecepatan... Ucchan suka kecepatan...*PLAKKK!*

Btw, Review plis? Plis? Plis? Plis? Pl…(PLAK)