Chapter 1
.
.
.
Cast : Kim Jong Woon a.k.a Yesung
Kim Ryeowook
Other's
Genre : Romance
.
Typo (s), Ooc
.
.
.
Happy Reading
.
Normal Pov
Udara pagi ini di sebuah desa di Incheon korea selatan, cukup membuat badan menggigil kedinginan. Tapi tidak membuat penduduk desa malas bekerja. Semua bekerja seperti biasa, ada petani yang membawa hasil perkebunannya ke pasar, anak-anak yang pergi ke sekolah dan lain sebagainya. Tapi, tidak bagi pemuda manis ini. ia masih bergelut dalam selimut ungu kesayangannya dan ia tidak menghiraukan teriakan sahabat kecilnya yang sedang membangunkannya.
"Yakk! Tukang tidur ayo bangun! Hari ini kau janji padaku." Ia berteriak dengan kencangnya agar orang yang masih bergelut dengan selimut tebalnya bangun. Tapi usahanya sia-sia, karna sang empu tidak menunjukkan tanda-tanda ia akan bangun.
"Hey! Bangun!" ia terus berusaha membangunkan sahabatnya yang masih tidur itu. "Baiklah kalau kau tak bangun juga, aku akan membawa kiki dan jangan harap aku akan mengembalikannya!." Sungmin-orang yang membangunkan sahabatnya- mencoba memakai cara kedua setelah cara pertama gagal – berteriak -. Dan benar saja, cara keduanya berhasil.
"aku bangun. Kau puas?" mendengar perkataan sahabatnya yang akan membawa boneka kesayangannya, membuat ia bangun dari alam mimpi indahnya. "Ck, cepatlah bersihkan badanmu. Nanti kita ketinggalan bus. Aku tunggu dibawah. Cepat oke." Setelah mengucapkan kalimat itu, sungmin langsung melesat keluar dari kamar yang didepan pintunya bertulisan 'Wookie's Room'.
Sedangkan wookie atau nama lengkapnya Kim Ryeowook, belum beranjak dari 'Futon'nya. "aish. Dia itu sering sekali mengganggu acara ~ , kalau aku tidak berjanji padanya mungkin aku masih berada di alam mimpiku. Aish menyebalkan." Ia mengacak rambut coklatnya yang sebelumnya sudah berantakan menjadi berantakan lagi. Ia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi yang ada dikamarnya.
.
.
411
.
.
Ryeowook turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama keluarganya. Disana ia sudah ada appa, umma, dongsaengnya –Kim Minri dan jangan lupakan sahabat setianya namja imut yang diketahui namanya Sungmin, Lee sungmin.
"sudah bangun chagiya?" ucap sang appa saat melihat ryeowook turun dari lantai 2.
"ne appa" ryeowook berjalan menuju meja berbentuk persegi panjang yang diatasnya sudah terhidang berbagai sajian makanan.
Pletak
"yak! Ryeowook kenapa kau memukul kepalaku!" ucap sang dongsaeng saat ryeowook menjitak kepala nya dengan sayang. "panggil aku oppa pabbo dan kau mengambil tempat dudukku." Dengan tidak elitnya, ia mendorong dongsaengnya yang mengakibatkan Minri terdorong kesamping dengan keras.
"aish... menyebalkan." Appa kim hanya bisa tersenyum melihat kedua aegyanya yang bertengkar karena memperebutkan tempat duduk. "bisakah kau mengalah kepada dongsaengmu wookie?" tanya sungmin. Sungmin sudah terbiasa melihat pertengkaran yang tidak jelas antar ryeowook dan yeodongsaengnya. "aniya" jawab ryeowook cuek.
"kalian berdua jika bertemu selalu bertengkar, tapi jika tidak bertemu akan menanyakan satu sama lain." Ucap umma kim dari dapur sambil membawa panji yang berisikan sup daging menuju meja yang sudah terisi beberapa makanan. Setelah meletakannya, umma kim langsung duduk di samping sungmin berhadapan dengan ryeowook.
"dia saja yang rindu padaku." Ucap minri sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya. Ryeowook berniat memukul kepala dongsaengnya, tapi niatnya terhenti karena sungmin sudah terlebih dulu memukul kepalanya. "cepatlah makan. Atau kita akan ketinggalan bus." Ucap sungmin pada ryeowook. sedangkan sang korban hanya menggerutu tak jelas. dan korban satunya, Minri, tertawa puas saat melihat sang oppa ditindas.
"hey minri-ah, kau tidak sekolah?" kini sungmin bertanya pada minri. Minri melirik ke jam yang bertengger (?) manis dipergelangan tangannya. "OMO! AKU TERLAMBAT! Ini semua gara-gara kau ryeowook." Minri segera menghabiskan sarapannya dan segera berangkat kesekolah. "umma , appa aku berangkat." Cup. Setelah mencium pipi kedua orangtuanya, Minri segera berlari sebelum sang hyung mengamuk mendengar perkataannya tadi. "YAAKK! DASAR DONGSAENG KURANG AJAR! AWAS KAU!". Dan benar saja, tak lama dongsaengnya keluar ryeowook segera berteriak.
.
.
411
.
.
Kini ryeowook dan sungmin berada di kotanya –Incheon. Mereka menyusuri toko yang berada di pinggir-pinggir jalan besar tersebut untuk mencari sesuatu yang mereka butuhkan.
"Min, kau benar-benar akan pergi ke seoul?" tanya ryeowook pada sungmin.
Pletak
"panggil aku hyung, wookie." Sungmin memberi 'hadiah' kepada wookie berupa jitakkan manis dikepalanya. "appo~" ucap ryeowook mempoutkan bibir mungilnya sambil mengusap kepalanya yang baru diberi 'hadiah' oleh sungmin. "Ne" ucap sungmin sibuk dengan kegiatannya yaitu melihat-lihat. "boleh aku ikut denganmu?" ryeowook mencoba merayu sungmin dengan puppy eyesnya.
"tanpa kau minta, aku akan membawamu wookie. Tapi, ahjumma pasti tidak akan mengizinkanmu." Ucap sungmin kepada sahabatnya yang sudah diaanggapnya sebagai dongsaengnya.
Mendengar hal itu, ryeowook hanya bisa mempoutkan bibir mungilnya tanda ia sedang kesal. "hey, berhentilah pasang wajah imut itu. kau mau mereka menculikmu karena wajah imutmu itu?" sungmin terkekeh melihat wookie kembali memasang wajah biasanya saat iya melihat sebagian namja melihat ke arahnya yang seperti ingin 'menerkamnya' saat ini juga.
.
.
411
.
.
Kini siang berganti malam. Sang matahari sudah kembali ke tempatnya dan sekarang digantikan oleh sang bulan yang terang ditemani oleh beberapa bintang menambahkan keindahan di langit malam itu. Dirumah keluarga Kim, semua anggota keluarga sudah berkumpul untuk menyantap makan malam. Seperti biasa, selalu ada keributan kecil di keluarga ini. "yakk! Kim Ryeowook kenapa kau menghapus semua dataku?" suara yeoja yang sedikit cempreng memenuhi rumah sederhana ini.
Pletak
"dasar dongsaeng kurang ajar. Aku lebih tua dari mu pabbo." Ryeowook menjitak-lagi kepala dongsaengnya karena sang dongsaeng tidak memanggilnya dengan embel-embel opp-aniya maksudnya Hyung.
Ryeowook Pov
Pletak
"Dasar dongsaeng kurang ajar. Aku lebih tua darimu pabbo!" aku kembali menjitak kepala dongsaengku karena ia bersikap kurang sopan padaku.
"Appa~ hyung memukul kepalaku lagi". Ck, dasar pengadu. Aku jadi heran, kenapa aku punya dongsaeng seperti dia? Selain kurang ajar dia juga aneh. Kenapa ku bilang aneh? Karena dia memanggilku dengan embel-embel Hyung bukan oppa padahal ia seorang yeoja. Asal kutanya 'kenapa ia memanggilku hyung bukan oppa padahal ia seorang yeoja' dan ia selalu menjawab 'aku sangat geli jika memanggilmu oppa.'. hah~ dasar aneh.
"Aish.. sudahlah. Waktunya kita makan malam. Minri-ah, simpan laptopmu dulu." ucap appa pada minri. Sebaiknya aku bilang saja pada appa dan umma jika aku ingin ikut bersama sungmin hyung ke seoul. "appa, umma. Euhm.. bolehkah aku ikut dengan sungmin hyung?" tanya ku hati-hati pada umma dan appa. "memangnya sungmin akan kemana?" umma kini bertanya padaku. Apakah aku harus mengatakannya? Ah baiklah aku akan bilang. "eum.. sungmin hyung akan-", "sungmin hyung akan pergi ke seoul." Mwo? Darimana ia tau?. "mwo? Keseoul?" umma menatapku dengan tatapan bingung.
"ne. dan wookie hyung ingin ikut dengannya Ke SEOUL" . Dari mana ia tau tentang itu? "mwo? Kau mau ikut sungmin kesana?" .Pletak. auuh~ tukan, eomma akan memukul kepalaku. "kalau kau pergi keseoul, kau akan tidur dimana? Lagian kota seoul itu besar dan untuk apa kau keseoul hah?" ini yang membuatku tidak berani mengatakannya pada umma. "aku akan bekerja di sana umma~" aku mencoba merayu umma dengan puppy eyes andalanku. Sepertinya tidak berhasil. Lihat saja, umma menatapku tajam. "Tidak ada cerita KIM RYEOWOOK!" hah~ umma kau sungguh pelit. Dan kulihat dongsaengku menahan tawanya karena melihat rayuanku gagal.
.
.
411
.
.
Author Pov
Hari ini ryeowook bersama yeodongsaengnya mengantarkan sungmin ke terminal karena sungmin akan berangkat ke seoul.
"Hyung, hati-hatilah disana."ucap ryeowook sambil memeluk sahabatnya. "Ne wookie." Balas sungmin. Sungmin melepaskan pelukannya dan beralih ke seorang yeoja. "hyung, jangan melupaknku ne." ucap sang yeoja yang juga memeluk sungmin. "aku tidak akan melupakanmu minri-ah." Ucap sungmin. "sudahlah. Busnya sudah datang hyung." Sungmin melepaskan pelukannya dari Minri dan mengucapkan salam kepada ryeowook juga adiknya. "Bye Hyung!" ryeowook dan Minri melambaikan tangan kepada sungmin yang sudah menaiki bus yang akan membawanya ke seoul.
.
.
411
.
.
Pagi minggu yang menyenangkan bagi Kim Minri. Karena ia bisa bersantai dari tugas sekolahnya. "Hey, kau tidak menolong appa?" suara lain menghentikan kegiatan yeoja ini. "appa bilang, aku tidak usah membantunya." Yeoja itu kembali berkutat kepada PSP yang sempat terhenti. "hah~ aku merindukan sungmin hyung." Ryeowook tidur di pangkuan sang dongsaeng yang asik dengan gamenya. "kau berlebihan hyung. Ini baru 5 hari sungmin hyung pergi keseoul. Dan kau merindukannya?" ryeowook mencubit tangan sang dongsaeng dan itu ia mendapatkan tatapn tajam dari dongsaeng. "Mwo?"
Kriing~ Kriing~
Suara telp rumah mereka berbunyi.
"angkat itu." suruh ryeowook pada dongsaengnya dan ia menegangkan badannya menjadi duduk. "Kenapa tidak kau saja hyung?" Minri bangun dari duduknya dan berjalan menuju telp rumah.
'Yeoboseo.' Ucap Minri sopan.
'...'
'Umma?'
'ah ne, tunggu sebentar ahjumma.'
"siapa" tanya ryeowook saat melihat dongsaengnya berjalan ke belakang rumah sambil membawa telp. "molla" ryeowook mengikuti dongsaengnya menuju halaman belakang tempat umma dan appanya berada.
"Umma ada yang mencarimu." Minri menyodorkan telp kepada umma kim. "nuguya?" tanya umma kim pada anak bungsunya. Dan sang anak bungsu hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau.
'Yeoboseo'
'...'
'Ah ya aku ingat' Ryeowook dan Minri saling pandang dan kemudian mereka mengangkat bahu menandakan mereka tidak tau. Minri kembali ke dalam rumah, sedangkan ryeowook membantu sang appa yang sedang membersihkan kebun sayuran mereka. "kenapa appa membiarkan Minri bersantai? Sedangkan appa bekerja." Ucap ryeowook kepada sang appa yang sibuk dengan tanaman sayur lobaknya. "biarlah. Dia perlu bersantai. Akhir-akhir ini appa sering melihat dia pulang lambat dari biasanya" appa ryeowook dan ryeowook asik mengobrol hingga suara sang umma menghentikan obrolan mereka.
"Letak kembali." Umma kim memberikan telp kepada ryeowook agar meletakkannya kembali pada tempatnya. "Siapa umma?" tanya ryeowook kepada sang umma. "Teman umma." Jawab umma kim seadanya.
.
.
411
.
.
Siang berganti malam. matahari telah bertukar tempat kepada sang ratu malam -bulan ditemani oleh beberapa anak buahnya –Bintang. Dan udara yang tadinya hangat, kini menjadi dingin. Kini seluruh keluarga Kim sudah berkumpul untuk makan malambersama.
"wookie, kau pernah mengatakan ingin bekerja kan?" umma kim bertanya kepada anak sulungnya. "ne umma." Jawab ryeowook bingung."kenapa umma bertanya hal itu kembali?" kini sang anak bungsu bertanya. "aish. Diamlah minri-ah." Minri hanya mempoutkan bibirnya kesal.
"apa kau mau bekerja di seoul?" umma kim kembali bertanya pada ryeowook. "Jinja umma? Wookie mau." Ryeowook menjawab dengan semangat saat ia akan bekerja di seoul. Ia ingin ke seoul tak lain dan tak bukan karena ingin bertemu dengan sungmin. Sahabat baiknya. "baiklah, besok kau akan ke seoul. Malam ini berkemaslah." Ucap umma kim.
"Gomawo umma!." Ryeowook segera kembali ke kamarnyauntuk berkemas tapi sebelumnya memeluk ummanya dengan senang. "umma aku ikut dengan hyung ne?" sang anak bungsu mencoba merayu sang umma agar dapat ikut dengan hyungnya. "kau sekolah minri-ah." Minri kembali melanjutkan makan malamnya yang tertunda dengan kesal karena keinginannya ditolak oleh sang umma.
.
.
411
.
.
Di kamar utama, terdapat 2 orang paruh baya. Sang yeoja sedang menelpon seseorang, sedangkan sang namja mendengarkan apa yang dikatan oleh sang yeoja.
'Ne teukie.'
'...'
'Ne Cheonma'
Pip
Sang yeoja meletakkan telp itu ketempat semula. "yeobo kenapa kau memperbolehkan wookie bekerja? Bukannya selama ini kau melarangnya?" sang suami menanyakan pertanyaan yang ada dikepalanya saat Heechul-Umma kim- memperbolehkan anak sulungnya bekerja. "sebanarnya aku juga tidak ingin wookie bekerjaa. Tapi, teukie memohon kepadaku agar aku bisa mencarikannya seseorang yang bisa dijadikan teman untuk anaknya." Ucap heechul panjang lebar. "kau tau kan? Kekasih anaknya sudah meninggal karena kecelakaan? Dan, yang kudengar dari ceritanya, kekasihnya itu sangat mirip dengan wookie." Heechul menjedakan kalimatnya. "sejak saat itu, ia berubah menjadi dingin dan cuek terhadap sekitarnya.
"dan ia juga mengatakan, anaknya menolak semua orang yang dipanggil oleh nya untuk menjadi teman anaknya. Tapi, ia selalu menolaknya. Jadi, hanya wookie yang dapat merubah sifat anaknya kembali karena wookie sangat mirip dengan kekasihnya." Ucap heechul kepada suaminya. "Ini seperti perjodohan. Dia menjodohkan putra kita pada putranya." Ucap hankyung-appa kim sambil membaringkan tubuhnya pada tempat tidurnya yang sudah ia siapkan. "Bisa dikatakan seperti itu." heechul ikut membaringkan tubuhnya disamping sang suami dan memeluknya dengan erat.
"jaljayo." Cup. Hankyung mencium kening sang istri dan segera memasuki alam mimpi.
.
.
411
.
.
#At Seoul.
Kini ryeowook sudah berada di seoul. Ia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan mungilnya. 'sudah jam 5 sore' ryeowook bergumam saat melihat jam yang menunjukkan jam 4 sore.
'sebaiknya aku segera mencari apartement nya.' Ryeowook berjalan dari terminal sambil menyeret kopernya menuju halte bus.
Sudah 20 menit ryeowook menunggu bus yang akan menganatarkannya ke tempat tujuan. Tapi, tidak ada satupun bus yang berhenti di halte tersebut. 'sebaiknya aku naik taksi saja.' Ryeowook memutuskan untuk menaiki taksi karena bus yang ia tunggu tak datang juga.
"ahjussi, antarkan aku ke alamat ini ne." ucap ryeowook pada supir taksi. "baiklah tuan."
Selama di perjalan menuju tempat tujuan, ryeowook memandang kota seoul dengan takjub. "Kyeopta" ucapnya tanpa sadar. "apa kau baru sekali ini ke seoul tuan?" tanya sang supir saat melihat ryeowook yang takjub dengan pemandangan kota seoul.
"ah ya ahjussi. Aku berasal dari incheon." Ucap ryeowook pada sang supir. Mereka berdua begitu asik mengobrol hingga ryeowook tidak menyadari bahwa ia telah sampai ditujuannya. "ah kita sudah sampai tuan." Ucap sang ahjussi pada ryeowook.
"gamsahamnida ahjussi" setelah membayar ongkos taksi dan mengucapkan terima kasih, ryeowook segera masuk kedalam gedung yang sangat besar yang terdapat banyak sekali jendela yang ryeowook yakini gedung ini adalah sebuah apartement yang sangat elit.
Ryeowook berjalan menuju lift dan ia menekan tombol dengan huruf 15. Setelah sampai di lantai 15, ryeowook segera mencocokkan nomor yang ada di kertas yang ia genggam sekarang.
'Nomor 411. Apakah benar ini?' ryeowook mencoba mencocokkan nomor yang ada di kertas tersebut pada pintu yang beradadi depannya. 'sepertinya iya.'
Ting tong
Ryeowook memencet bel yang berada di samping pintu. Lama tak ada sahutan dari dalam. "apa benar ini kamarnya?" ucap ryeowook entah pada siapa. Tak lama, terdengar dari dalam seseorang membuka pintu.
Clek~
Ryeowook segera memberi salam kepada seorang pemuda tampan di depannya.
"Annyeong Haseyo~"
"Ryeowookie?"
.
.
.
.
TBC
Annyeong ^^. Saya membawa ff baru yaitu sequel dari ff 'The One I Love'. Saya tau gk ada yang minta sequelnya :v . ohya disini saya akan menjelaskan umur para pair dalam ff ini
-Kim Jong Woon (25 tahun)
-Kim Ryeowook (21 tahun)
-Lee Sungmin (22 tahun)
-Kim MinRi (18 tahun)
Saya kagak pandai buat kata-kata :3 jadi, nyambung atau kagak ni ff tetap ninggalin jejak ya ^^ .
Gomawo sudah baca ff GaJe ini ^^
Gamsahamnida. Xie Xie. Thank You dan Terimakasih.
